Pilih Kategori Artikel

5 Cara Menentukan Hari Pernikahan yang Populer di Indonesia
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 26-27 Oktober 2024
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Sebagai salah satu agenda penting seumur hidup, pernikahan membutuhkan berbagai macam kesiapan. Baik itu kesiapan jasmani dan rohani, maupun kesiapan dari sisi finansial. Ketiga hal tersebut tak akan lepas juga dari persiapan waktu sampai menjelang hari-H. Inilah mengapa penentuan tanggal pernikahan menjadi aspek terpenting dalam diskusi antara kedua calon mempelai.

Di Indonesia, ada cara-cara populer untuk menentukan tanggal pernikahan. Terdapat cara yang simple tapi tetap mengagungkan kesan spesial dari sebuah pernikahan. Tak hanya cara yang simple, beberapa cara diantaranya juga berkaitan erat dengan makna filosofis dalam tradisi dan ajaran agama. Memilih tanggal sesuai dengan pedoman tradisi dan ajaran agama, dipercaya bisa membawa keberuntungan bagi calon pasangan pengantin.

Kali ini, WeddingMarket telah merangkum 5 cara menentukan hari pernikahan. Kelima cara ini adalah cara yang sangat umum diterapkan di Indonesia. Yuk, simak!

1. Tanggal muda

wm_article_img
Foto: Aspherica

Pertama, menikah di tanggal muda. Konon, opsi pertama ini mendatangkan banyak tamu undangan dalam resepsi pernikahan. Alasannya, banyak orang yang masih “berdompet tebal” pada hari-hari awal bulan tersebut. Inilah yang bisa membuat mereka tak berpikir ulang kali untuk datang dalam resepsi pernikahan. Alasan kedua, menikah pada tanggal muda juga diyakini dapat membawa kemujuran, seperti dalam kepercayaan kaum Tionghoa, misalnya.

Dalam budaya Tionghoa, beberapa tanggal muda seperti angka 6, 7, 8, dan 9 secara berturut-turut dipercaya membawa kelancaran, keberuntungan, kemakmuran, dan keabadian. Hal ini terlihat dari beberapa selebritas Tionghoa tanah air yang menggelar pernikahan pada salah satu tanggal tersebut, di antaranya Sandra Dewi yang menikah pada 8 November 2016, kemudian disusul oleh Yuanita Christiani pada 7 Maret 2019 lalu. Tertarik untuk menentukan hari pernikahan di tanggal muda?

2. Tanggal merah

wm_article_img
Foto: Morden

Kedua, tanggal merah. Menikah pada tanggal merah yaitu saat akhir pekan ataupun hari libur, menjadi salah satu pilihan populer juga untuk menentukan hari pernikahan. Hal ini dilihat dari fakta banyaknya orang yang sedang “kosong jadwal” dari rutinitas harian. Tentunya, mereka akan menyempatkan diri untuk hadir dalam pesta pernikahan.

Selain itu, pernikahan yang berlangsung pada hari libur di tengah-tengah weekdays juga bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik. Pasalnya, tak akan ada banyak orang yang bepergian jauh untuk menghabiskan waktu libur singkatnya. Dengan demikian, orang-orang ini juga akan meluangkan waktunya untuk menjadi tamu undangan pernikahan secara langsung. 

3. Tanggal cantik

wm_article_img
Foto: Reynard Karman Photography

Memilih tanggal cantik untuk menentukan hari pernikahan? Ya, opsi populer ini jadi salah satu pilihan bagi beberapa calon pasangan. Bahkan, beberapa vendor pernikahan juga memberikan harga khusus bagi pasangan yang akan menggelar pesta di tanggal cantik.

Tanggal cantik sendiri ditentukan atas beberapa hal istimewa. Pertama, karena momen-momen spesial pada tanggal khusus, misalnya tanggal anniversary saat pertama kali berjumpa, menjalin hubungan, ataupun tanggal kelahiran. Kedua, sengaja dipilih dari kombinasi urutan tanggal yang unik, seperti tanggal 11-11-2021.

Inilah yang membuat pernikahan pada tanggal cantik mudah diingat oleh banyak orang, tak terkecuali tamu undangan. Sejumlah selebritas muda juga pernah memilih tanggal cantik sebagai hari bahagianya, salah satunya Isyana Sarasvati yang resmi menikah dengan Rayhan Maditra pada 2 Februari 2020 (02-02-2020) lalu.

4. Bulan istimewa dalam kalender Islam

wm_article_img
Foto: Aspherica

Keempat, waktu istimewa dalam kalender Islam. Bagi umat muslim, menentukan tanggal pernikahan di beberapa bulan tertentu dalam penanggalan hijriah, diyakini memiliki keistimewaan tersendiri. Bulan-bulan yang disebut dengan "al-ashhur al-hurum" atau "bulan-bulan suci" tersebut antara lain: Muharram, Rajab, Syawal, dan Dzulqa'dah. Menjalani ijab kabul pada salah satu bulan suci dianggap baik karena dipercaya bisa membawa keberkahan dalam pernikahan.

Biasanya, tamu undangan yang hadir dalam resepsi pernikahan juga akan lebih memperhatikan nilai religius dalam pelaksanaannya. Itulah mengapa suasana khidmat dalam pesta pernikahan juga kian bisa dirasakan oleh pengantin dan tamu undangan. Salah satu pasangan yang mengikat janji suci pada bulan istimewa dalam kalender Islam adalah Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Pernikahan keduanya berlangsung pada bulan Dzulqa’dah, tepatnya pada 10 Juli 2020 lalu.

5. Sistem weton khas Jawa

wm_article_img
Fotografi: Venema Pictures

Cara menentukan tanggal pernikahan berikutnya diambil dari salah satu tradisi lokal khas Jawa, yaitu sistem weton. Sistem weton sendiri adalah hitungan khas penanggalan Jawa yang mengombinasikan nilai hari kelahiran dan pasaran. Hari kelahiran (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu) memiliki 7 jenis pasaran (Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) dengan nilai yang berbeda-beda.

Hitungan weton akan menghasilkan nilai tertentu untuk kemudian dipilih sebagai tanggal pernikahan yang paling baik. Hingga saat ini, sistem weton masih terus dipegang oleh sebagian besar masyarakat Jawa, khususnya tetuah dan orang tua saat hendak merencanakan pernikahan putra-putrinya. Nah, seperti apa cara mendapatkan tanggal pernikahan yang pas dari sistem weton? Simak rumus perhitungannya berikut.

Pertama, tentukan dan hitung jumlah neptu

Ada 7 nilai hari kelahiran dan pasaran yang kemudian dijumlahkan sehingga disebut sebagai neptu kelahiran.

Nilai hari

Nilai pasaran

Minggu

5

Kliwon

8

Senin

4

Legi

5

Selasa

3

Pahing

9

Rabu

7

Pon

7

Kamis

8

Wage

4

Jumat

6



Sabtu

9




Hitung jumlah antara nilai hari dan nilai pasaran dari tanggal kelahiran masing-masing calon mempelai. Setelah itu, jumlahkan nilai yang didapatkan dari keduanya. Hasil akhir ini disebut dengan neptu pasangan.

Kedua, hitung hari baik berdasarkan pedoman

Langkah kedua menjadi poin yang menentukan kapan hari pernikahan digelar. Ada rumus tersendiri untuk memilih hari mana yang dianggap paling cocok. Caranya, jumlahkan neptu pasangan dengan hari baik kemudian bagi dengan angka 5. Hasil akhir dari perhitungan ini harus menyisakan nilai 3 untuk bisa dijadikan sebagai pilihan hari pernikahan. Ketentuan ini sudah menjadi pakem yang tidak bisa diotak-atik. Di bawah ini adalah daftar neptu hari baik dalam hitungan Jawa. 

Hari

Pasaran

Nilai

Minggu

Kliwon

13

Legi

10

Pahing

14

Pon

12

Wage

9

Senin

Kliwon

12

Legi

9

Pahing

13

Pon

10

Wage

8

Selasa

Kliwon

11

Legi

8

Pahing

12

Pon

11

Wage

7

Rabu

Kliwon

15

Legi

12

Pahing

16

Pon

14

Wage

11

Kamis

Kliwon

16

Legi

13

Pahing

17

Pon

15

Wage

12

Jumat

Kliwon

14

Legi

11

Pahing

15

Pon

13

Wage

10

Sabtu

Kliwon

17

Legi

14

Pahing

18

Pon

16

Wage

13


Misalkan, neptu sepasang mempelai berjumlah 25. Agar bisa menyisakan angka 3 sesuai dengan rumus perhitungan di atas, angka yang dipilih untuk mewakili hari baik adalah 3, 8, dan 13. Secara berturut-turut, ketiga angka tersebut memiliki nilai akhir 5 sisa 3, 6 sisa 3, dan 7 sisa 3.

Nah, dari ketiga angka tersebut, hanya nilai 13-lah yang terdaftar pada hari baik dalam hitungan Jawa. Ini artinya, calon pasangan mempelai bisa memilih antara hari Minggu Kliwon, Senin Pahing, Kamis Legi, Jumat Pon, atau Sabtu wage sebagai hari pernikahannya.

Ketiga, tentukan bulan baik berdasarkan pedoman

Langkah berikutnya setelah mendapatkan kepastian hari dan tanggal adalah menetapkan bulan pernikahan. Seperti halnya penanggalan masehi dan hijriah, kalender Jawa juga memiliki 12 pembagian bulan. Bulan-bulan tersebut memiliki nama dan maknanya sendiri untuk dipilih sebagai hari pernikahan yang paling baik. Tidak ada hitungan atau rumus seperti langkah-langkah sebelumnya. Calon pasangan mempelai dibebaskan memilih bulan pernikahan sesuai dengan makna dan petunjuk dari pedoman kalender Jawa berikut.

Bulan

Makna

Petunjuk

Suro

Bertengkar dan menemui kesusahan

Jangan dipilih

Sapar

Kekurangan, banyak utang

Boleh dipilih

Mulud

Lemah, akan meninggal salah satunya

Jangan dipilih

Ba’do Mulud

Diomongkan jelek 

Boleh dipilih

Jumadil Awal

Sering kehilangan, banyak musuh

Boleh dipilih

Jumadil Akhir

Kaya akan emas dan perak

Dianjurkan

Rejeb

Banyak kawan dan selamat

Dianjurkan

Ruwah

Selamat

Dianjurkan

Poso

Banyak bencana

Jangan dipilih

Sawal

Sedikit rezeki, banyak utang

Boleh dipilih

Dzulqoidah

Kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar

Jangan dipilih

Besar

Senang dan selamat

Dianjurkan


Itulah kelima cara menentukan tanggal pernikahan yang populer di Indonesia. Cara-cara tersebut tentu memiliki poin plus dan minus-nya masing-masing. Misalnya, memilih tanggal pernikahan pada tanggal merah. Hal ini bisa saja langsung disepakati jika resepsi pernikahan nantinya akan digelar di halaman rumah sendiri.

Lain halnya jika pernikahan akan digelar di gedung atau venue tertentu. Pastinya, calon pasangan tidak bisa bebas memilih tanggal pernikahan saat hari libur. Ini artinya, efektif tidaknya pemilihan tanggal pernikahan tak semata-mata bergantung pada kelima cara di atas. Butuh kesiapan yang lengkap dari berbagai aspek, serta diskusi yang matang bersama pihak keluarga.

Berbicara soal persiapan menikah, kira-kira hal apa saja, ya, harus dipenuhi oleh calon pengantin? Tenang, WeddingMarket telah merangkum berbagai persiapan tersebut menjadi 15 poin penting yang harus dipenuhi oleh calon pengantin. Mau tahu apa saja? Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Nah, buat kamu yang ingin melengkapi kebutuhan pernikahan, WeddingMarket Fair pameran pernikahan Internasional dan Tradisional Indonesia dengan 100+ booth vendor pernikahan terbaik dari 15+ kategori akan segera digelar, loh! Pameran ini akan diselenggarakan pada tanggal 27 - 28 Mei 2023  di The Krakatau Grand Ballroom, Green Terrace.

Selain hadir untuk memenuhi kebutuhan pernikahan impian calon pengantin dengan berbagai vendor pernikahan terbaik, para pengunjung pun akan disuguhi berbagai promo dan penawaran menarik selama pameran berlangsung, diantaranya sebagai berikut: 

  • Kesempatan memenangkan Grand Prize 
  • Hadiah Langung berupa produk dan jasa vendor partisipan
  • Promo Spesial dari berbagai vendor partisipan
  • Voucher diskon untuk berbelanja selama pameran
  • Mengikuti berbagai talkshow seputar pernikahan
  • Suasana pameran dengan beragam dekorasi estetik dan photobooth menarik!
  • Free Test Food

Dengan mengusung tema "Fairy Tale in The Ocean" pastinya sayang untuk melewatkan pameran pernikahan yang unik ini. Untuk mengikuti acara ini, kamu bisa melakukan pemesanan tiket masuk secara gratis di tautan ini. Jumlah tiket terbatas, jadi, segera daftarkan dirimu ya! Sampai jumpa di WeddingMarket Fair, dears!

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 26-27 Oktober 2024
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...