Penampilan adalah salah satu hal paling penting yang harus dipersiapkan oleh pengantin. Mulai dari pemilihan makeup yang cocok dengan wajah hingga pakaian yang akan dikenakan, semuanya harus dipikirkan matang-matang. Namun, ada satu hal lagi yang sering dilupakan padahal tidak kalah penting untuk dipersiapkan, yaitu perihal bau badan. Meskipun tidak akan diabadikan di dokumentasi pernikahan, bau badan akan dicium oleh para tamu yang berfoto, bersalaman, hingga berpelukan ketika mengucapkan selamat.
Sayangnya, ternyata bau badan ini tidak bisa diatasi sekadar dengan penggunaan parfum saja. Kamu juga harus memastikan merawat tubuh beberapa bulan hingga beberapa hari sebelum acara. Tenang, berikut ini adalah panduan yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini. Yuk, simak selengkapnya!
1. Mandi dengan sabun antibakteri
Langkah pertama yang sangat penting adalah mandi menggunakan sabun antibakteri pada pagi hari sebelum acara pernikahan dimulai. Sabun antibakteri berfungsi untuk menghilangkan bakteri penyebab bau badan yang biasanya hidup di area lembap seperti ketiak dan lipatan tubuh. Saat mandi, pengantin sebaiknya juga melakukan scrubbing lembut untuk mengangkat sel kulit mati dan sisa keringat yang menumpuk. Jika perlu, tambahkan mandi dengan air hangat agar pori-pori terbuka dan tubuh benar-benar bersih. Langkah sederhana ini akan membuat kulit terasa segar, kering, dan menjadi dasar penting agar deodoran serta parfum dapat bekerja dengan lebih efektif.
2. Gunakan deodoran atau antiperspirant dengan perlindungan maksimal

Setelah mandi, segera gunakan deodoran atau antiperspirant sebelum mengenakan pakaian pengantin. Antiperspirant berfungsi untuk menahan produksi keringat berlebih, sementara deodoran membantu menetralisir bau tak sedap. Pilih produk dengan label “long-lasting” atau “48-hour protection” yang telah teruji klinis. Untuk hasil terbaik, aplikasikan pada kulit yang benar-benar kering agar formulanya menempel sempurna. Bagi pengantin dengan kulit sensitif, pilih produk yang bebas alkohol dan pewangi buatan. Sebaiknya lakukan juga uji coba selama beberapa hari sebelumnya untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau noda pada pakaian.
3. Gunakan layering fragrance
Untuk menjaga kesegaran aroma sepanjang hari, pengantin bisa menggunakan teknik layering fragrance. Setelah deodoran, semprotkan body mist dengan aroma lembut, kemudian lanjutkan dengan parfum utama yang sesuai dengan tema pernikahan. Pilih parfum dengan konsentrasi eau de parfum karena wanginya lebih tahan lama dibanding eau de toilette. Semprotkan di titik-titik nadi seperti pergelangan tangan, leher, dan belakang telinga agar aroma keluar perlahan seiring detak jantung. Hindari menyemprot terlalu banyak karena hal ini justru bisa menimbulkan aroma yang menyengat, apalagi di ruang tertutup.
4. Perhatikan pola makan menjelang pernikahan
Beberapa hari sebelum acara, hindari makanan yang berpotensi menimbulkan bau badan seperti bawang putih, bawang bombay, daging merah, dan makanan cepat saji. Gantilah dengan sayur, buah, dan air putih dalam jumlah cukup agar tubuh tetap segar dari dalam. Konsumsi makanan kaya klorofil seperti bayam dan daun ketumbar juga dapat membantu menetralkan aroma tubuh. Selain itu, hindari minuman berkafein dan alkohol karena dapat memicu dehidrasi yang membuat tubuh lebih mudah mengeluarkan bau tidak sedap. Tubuh yang sehat dari dalam akan membuat aroma tubuh alami lebih netral dan segar di hari istimewa.
5. Gunakan bahan pakaian yang menyerap keringat

Meskipun busana pengantin biasanya menggunakan bahan tebal atau berlapis, bagian dalamnya sebaiknya menggunakan pakaian berbahan katun atau microfiber yang mudah menyerap keringat. Hal ini akan membantu menjaga tubuh supaya tetap kering dan mencegah bau tidak sedap yang muncul akibat kelembapan. Untuk pengantin pria, pilih kaus dalam tipis yang tetap menyerap keringat tanpa membuat gerah. Sedangkan untuk pengantin wanita, pastikan korset atau bustier memiliki ventilasi yang cukup agar udara bisa mengalir. Pakaian dalam yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan selama berjam-jam dalam busana pernikahan.
6. Sediakan tisu basah dan body spray selama acara
Selama acara berlangsung, terutama saat resepsi yang panjang, pengantin bisa menyiapkan tisu basah dan body spray di tas kecil atau diberikan pada asisten pribadi. Ketika mulai merasa gerah, cukup bersihkan area tertentu seperti leher, tangan, atau ketiak dengan tisu basah tanpa alkohol, lalu semprotkan body spray ringan. Hal ini efektif menyegarkan tubuh tanpa merusak riasan atau busana pengantin. Jika acara diadakan di luar ruangan atau saat cuacanya panas, cara ini sangat membantu menjaga kebersihan dan aroma tubuh supaya tetap segar tanpa perlu berganti pakaian.
7. Lakukan perawatan rutin sebelum pernikahan
Menjaga kebersihan dan aroma tubuh bukan hanya dilakukan di hari-H, tetapi perlu dimulai jauh sebelumnya. Sekitar dua minggu hingga satu bulan sebelum pernikahan, lakukan perawatan tubuh secara rutin seperti lulur, mandi rempah, atau spa yang berfokus pada detoksifikasi kulit. Lulur tradisional seperti yang berbahan dasar kunyit, susu, atau beras dapat membantu mengangkat kotoran yang menempel di kulit dan mengurangi bau akibat bakteri. Selain itu, rutin mengganti handuk dan pakaian tidur juga penting agar bakteri tidak berkembang di kulit. Dengan tubuh yang sudah bersih dan sehat sejak awal, pengantin akan lebih siap menghadapi hari panjang tanpa khawatir munculnya bau badan.
8. Perhatikan kebersihan rambut dan kulit kepala

Bau badan sering kali tidak hanya berasal dari ketiak atau tubuh, tapi juga dari rambut dan kulit kepala yang berminyak. Oleh sebab itu, pengantin sebaiknya mencuci rambut dengan sampo anti-lepek sehari sebelum pernikahan agar tidak menimbulkan aroma tidak sedap saat ditata. Jika menggunakan hijab, pastikan kulit kepala benar-benar kering sebelum menutupnya untuk mencegah lembap dan bau. Penggunaan hair mist dengan aroma lembut juga bisa membantu memberi kesegaran tambahan tanpa mengganggu wangi parfum utama. Rambut yang bersih dan harum akan membuat keseluruhan penampilan terasa lebih segar dan menambah rasa percaya diri.
9. Gunakan parfum beraroma netral atau segar selama durasi acara
Memilih parfum juga tidak bisa sembarangan. Untuk acara pernikahan yang berlangsung lama, hindari parfum dengan aroma terlalu kuat atau musky karena bisa berubah tidak sedap ketika bercampur dengan keringat. Pilih aroma segar seperti citrus, floral, atau powdery yang ringan, tapi elegan. Jika acara terdiri dari dua sesi, akad dan resepsi, pengantin bisa mengganti parfum dengan aroma berbeda yang senada agar tidak terlalu monoton. Misalnya, gunakan aroma floral lembut di pagi hari untuk kesan pure dan romantis, lalu aroma vanila atau amber di malam hari untuk kesan hangat dan mewah.
10. Hindari menggunakan parfum langsung pada busana pengantin

Meskipun terlihat praktis, menyemprotkan parfum langsung ke pakaian pengantin sebenarnya tidak disarankan. Beberapa bahan kain seperti satin, brokat, atau sutra bisa berubah warna atau meninggalkan bercak karena kandungan alkohol pada parfum. Selain itu, aroma parfum yang bercampur dengan bahan kain tertentu bisa menimbulkan wangi yang tidak sedap setelah beberapa jam. Sebaiknya, semprotkan parfum pada kulit tubuh atau bagian dalam busana, seperti area dada dan pergelangan tangan sebelum berpakaian. Dengan begitu, aroma akan tetap lembut, alami, dan tidak merusak busana.
11. Siapkan pakaian atau inner pengganti
Bagi pengantin yang mengenakan busana tebal atau berlapis, membawa pakaian dalam cadangan sangat disarankan. Setelah sesi pertama seperti akad atau pemberkatan, tubuh mungkin sudah mulai berkeringat sehingga mengganti inner sebelum resepsi akan memberikan rasa segar baru. Selain itu, mengganti pakaian dalam juga membantu mencegah iritasi kulit akibat kelembapan yang menumpuk. Cara ini adalah langkah yang sangat efektif untuk menjaga kebersihan dan aroma tubuh selama dua sesi acara yang biasanya berlangsung dari pagi hingga malam.
12. Pastikan ruang rias dan ruang tunggu tetap sejuk dan bersih

Faktor lingkungan juga berperan besar dalam menjaga tubuh supaya tetap segar. Pastikan ruang rias dan ruang tunggu pengantin memiliki sirkulasi udara yang baik dan suhu yang sejuk agar tidak mudah berkeringat. Jika memungkinkan, gunakan diffuser dengan aroma essential oil lembut seperti lavender, lemongrass, atau eucalyptus untuk menenangkan pikiran sekaligus menyegarkan udara. Udara yang bersih dan sejuk dapat membantu menjaga tubuh pengantin tetap nyaman dan mengurangi risiko munculnya bau badan akibat panas dan stres berlebih.
Menjaga agar badan tetap segar dan tidak bau keringat selama seharian ternyata tidak bisa hanya mengandalkan parfum saja. Ada beberapa langkah tersebut yang sebaiknya kamu lakukan saat persiapan pernikahan. Penampilan sudah cantik paripurna, badan juga terasa lebih segar, kamu pun bisa lebih percaya diri menjadi pemeran utama selama sehari.
Siap tampil percaya diri di hari bahagiamu? Temukan lebih banyak tips pernikahan, inspirasi, dan panduan lengkap untuk mempersiapkan momen sempurnamu di WeddingMarket. Kunjungi juga instagram @weddingmarket_id dan mulai wujudkan pernikahan impianmu dari sekarang!
Cover | Foto: Pexels/Alexander Mass