Halo, calon pengantin. Kamu setuju kan kalau di setiap pernikahan, selalu ada satu hal yang diam-diam paling diingat para tamu saat perjalanan pulang. Bukan detail gaun atau playlist lagu, melainkan hidangan prasmanan yang tersaji di meja.
Jika tahun-tahun sebelumnya kita disuguhi tren intimate wedding yang minimalis, maka tahun 2026 ini kita akan memasuki era "Soulful & Multisensory Dining". Pernikahan masa depan bukan lagi tentang seberapa mahal hidangan yang disajikan, melainkan tentang seberapa dalam makna yang terkandung di dalamnya dan seberapa berkesan pengalaman saat menyantapnya.
Yuk, kita duduk sejenak, menikmati secangkir kopi, dan mengulas lebih dalam bagaimana tren catering pernikahan akan bertransformasi di tahun 2026!
1. Storytelling Menu: Ketika Makanan Menceritakan Siapa Kalian

Bayangkan tamu undanganmu datang, mengambil piring, dan saat mereka mencicipi hidangan pembukanya, mereka langsung teringat pada cerita kalian. Itulah inti dari tren Storytelling Menu yang diprediksi akan meledak di tahun 2026. Selama bertahun-tahun, kita terjebak dalam menu "aman" seperti nasi goreng atau ayam mentega. Namun, generasi pengantin 2026 adalah mereka yang ingin autentisitas. Mereka ingin menyajikan hidangan yang punya memori emosional. Untuk menghadirkan “kisah” dalam sepiring hidangan yang disajikan kepada tamu, kamu dan pasangan perlu menggali kembali perjalanan kalian berdua.
Apakah kalian bertemu di sebuah kedai kopi kecil di Bandung? Kenapa tidak menyajikan menu coffee-rubbed steak atau dessert aroma kopi yang khas dari kedai tersebut? Atau mungkin, ini soal menghormati akar budaya. Tren 2026 akan melihat banyak Fusion Heritage. Bayangkan perpaduan antara soto Betawi yang gurih dengan teknik penyajian creamy velouté ala Prancis, atau rendang yang diolah dengan metode slow-cooked selama 48 jam hingga teksturnya selembut mentega. Di sini, makanan menjadi media biografi. Tamu undangan tidak hanya makan, mereka sedang merayakan sejarah kalian melalui indra perasa.
2. Estetika "Nature’s Pantry": Kejujuran Bahan dan Kesegaran Alami

Tahun 2026 adalah tahun di mana orang-orang semakin peduli dengan apa yang masuk ke tubuh mereka. Tren gaya hidup sehat dan sustainability (keberlanjutan) akan sangat memengaruhi tampilan meja prasmanan. Kita akan melihat pergeseran dari dekorasi katering yang penuh dengan kain satin mengkilap ke gaya yang lebih "membumi".
Istilahnya adalah garden-to-table. Di sini, kesegaran adalah segalanya. Kamu akan sering melihat sayuran mikro (microgreens), bunga-bunga cantik yang bisa dimakan (edible flowers), hingga rempah-rempah segar yang dijadikan bagian dari dekorasi meja katering. Tampilannya akan sangat organik, vibran, dan jujur.
Secara visual, ini adalah berita bagus untuk dokumentasi pernikahanmu. Foto-foto makanan di bawah cahaya alami dengan latar belakang dedukunan hijau atau bunga liar akan terlihat jauh lebih estetik dan "bernyawa". Selain itu, tamu undangan akan merasa jauh lebih nyaman saat mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi berasal dari bahan-bahan lokal yang segar, tanpa banyak tambahan pengawet atau pewarna buatan. Ini adalah bentuk kepedulianmu terhadap kesejahteraan para tamu.
3. Teater Kuliner: Menghidupkan Suasana Melalui Interaksi

Pernah nggak kamu merasa bosan saat harus mengantre panjang di depan gubukan katering yang stafnya hanya diam saja menyendokkan makanan? Di tahun 2026, hal itu akan dianggap kuno. Konsep Interactive Dining akan mengubah area katering menjadi panggung pertunjukan mini.
Kita bicara soal koki yang berinteraksi langsung dengan tamu. Bukan sekadar masak, tapi memberikan show. Bayangkan sebuah Interactive Sambal Bar, di mana tamu bisa memilih sendiri jenis cabai, terasi, dan bumbu pelengkapnya, lalu koki akan menguleknya secara mendadak sesuai tingkat kepedasan yang diminta. Aromanya yang tercium saat itu juga akan membangkitkan selera makan siapa pun yang lewat.
Atau mungkin, sebuah stasiun Deconstructed Dessert. Tamu bisa melihat bagaimana sebuah kue dirakit dari komponen-komponennya, disemprot dengan cairan nitrogen yang mengeluarkan asap dramatis, hingga diberi sentuhan akhir berupa serutan cokelat artisan. Pengalaman multisensori ini—suara desisan api, aroma rempah yang menguar, hingga visual asap—akan membuat tamu merasa dilibatkan dalam proses penciptaan hidangan tersebut. Ini bukan lagi sekadar makan, ini adalah hiburan.
4. Zero-Proof Mixology: Kemewahan Tanpa Alkohol

Sehat adalah kemewahan baru. Di tahun 2026, tren minuman di pernikahan akan mengalami perubahan drastis. Jika dulu minuman hanya dianggap sebagai "penghilang haus" lewat sirup manis atau teh manis dalam dispenser besar, nanti kita akan melihat bangkitnya Zero-Proof Mixology.
Ini adalah bar minuman yang menyajikan racikan non-alkohol namun dengan kompleksitas rasa setara fine dining. Kita bicara soal Craft Mocktails yang dibuat dari hasil distilasi botani, penggunaan buah-buah eksotis seperti markisa ungu, lychee rose, hingga kombinasi rempah seperti serai, jahe, dan bunga telang.
Penyajiannya pun tidak main-main. Menggunakan gelas kristal berpola, es batu jernih yang diukir dengan inisial namamu, dan dihias dengan buah kering (dried fruit) yang elegan. Minuman ini akan menjadi primadona bagi tamu yang ingin menikmati suasana pesta sambil tetap menjaga kebugaran tubuh mereka. Bayangkan betapa segarnya tamu-tamumu saat disambut dengan minuman berwarna biru cantik dari bunga telang yang berubah menjadi ungu saat diberi perasan jeruk nipis. Sangat Instagramable, bukan?
5. Dinamika "Graze & Mingle": Mengalir Tanpa Sekat

Format pernikahan tradisional di mana orang datang, makan berat, lalu pulang, mulai terasa terlalu kaku untuk anak muda tahun 2026. Tren ke depan akan lebih menghargai mobilitas dan sosialisasi. Inilah lahirnya konsep Graze and Mingle.
Dalam konsep ini, porsi nasi yang sangat besar di meja prasmanan akan dikurangi volumenya, dan digantikan oleh lebih banyak variasi Small Bites atau Tapas bergaya Nusantara dan Internasional. Tujuannya agar tamu tidak merasa terlalu kenyang hanya dengan satu jenis makanan. Mereka bisa mencoba mi ayam dalam porsi mangkuk kecil, berpindah ke sudut lain untuk mencicipi sate lilit, lalu mengambil sepotong canapé sambil berbincang dengan teman lama.
Penataan mejanya pun akan berubah. Tidak ada lagi barisan meja lurus yang membosankan. Meja katering akan disusun secara tersebar (di-kluster) di berbagai sudut venue. Ini adalah strategi cerdas agar tamu terus bergerak, suasana pesta jadi lebih cair, dan yang paling penting: tidak ada antrean panjang yang menumpuk di satu titik. Suasana pernikahanmu akan terasa seperti sebuah festival kuliner yang mewah dan intim di saat yang bersamaan.
Di Balik Layar: Kualitas yang Tak Terlihat

Memilih katering bukan cuma soal melihat foto di Instagram atau mencicipi makanan saat food tasting. Ada kualitas "tak terlihat" yang harus kamu perhatikan: Logistik dan Manajemen Higienitas.
Tahun 2026, standar keamanan pangan akan semakin tinggi. Kamu harus memastikan vendor kateringmu punya manajemen suhu yang baik (makanan panas tetap panas, makanan dingin tetap segar). Perhatikan juga bagaimana tim pelayan mereka bergerak—apakah mereka sigap membersihkan piring kotor? Apakah mereka ramah saat menjelaskan menu kepada tamu yang mungkin punya alergi makanan tertentu?
Satu lagi, carilah vendor yang punya komitmen terhadap zero-waste. Sangat keren rasanya jika di hari pernikahanmu nanti, sisa makanan dikelola secara bertanggung jawab atau didonasikan melalui lembaga yang tepat. Ini akan memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi reputasi pernikahanmu di mata para tamu.
Menemukan Partner untuk Hari Bahagiamu

Mungkin sekarang kamu sedang berpikir, "Wah, seru banget ya trennya, tapi ada nggak ya vendor yang bisa mewujudkan semua imajinasi itu tanpa bikin kepala pusing?"
Jujur saja, mewujudkan katering dengan standar 2026 butuh tim yang bukan cuma jago masak, tapi punya selera seni yang tinggi dan mau diajak berkolaborasi. Kalau kamu butuh rekomendasi, ada satu nama yang sangat konsisten menjaga kualitas rasa sekaligus estetikanya: Leguri & Co.
Mereka adalah salah satu dari sedikit vendor yang sangat visioner. Mereka nggak ragu untuk mengeksplorasi menu-menu tradisional Indonesia tapi menyajikannya dengan gaya yang sangat modern—persis seperti tren Heritage Reinvented yang kita bahas tadi. Yang tak kalah penting, mereka sangat memperhatikan penataan meja (table landscaping). Bagi mereka, katering adalah bagian dari dekorasi.
Pada akhirnya, kamu harus ingat bahwa pernikahan ini adalah tentang kamu dan pasangan. Pilihlah menu yang memang kalian sukai, tempatkan dirimu di posisi tamu undangan, dan jangan ragu untuk meminta bantuan profesional untuk mengurus detailnya.
Jika kamu penasaran ingin melihat bagaimana indahnya penataan katering modern yang sesungguhnya, coba deh mampir ke Instagram @leguriandco. Di sana kamu bisa melihat hasil karya mereka yang sangat inspiratif. Kalau kamu merasa "klik", langsung saja jadwalkan sesi konsultasi atau food tasting. Karena bagaimanapun, lidahmu sendiri yang akan menjadi penentu terbaik.
Selamat menyiapkan hari yang indah, kamu. Semoga jamuan makan di pernikahanmu nanti menjadi kenangan manis yang diceritakan oleh teman-teman dan keluargamu hingga bertahun-tahun kemudian.
Cover | Foto via Leguri & Co.