Ingin Menyelenggarakan Pernikahan Ala Korea? Ketahui Makna di Balik Tradisi dan Warna Gaun Pengantin Korea!

18 Nov 2019 | By WeddingMarket | Viewers: 3410
Makna di Balik Tradisi dan Warna Gaun Pengantin Korea

Setiap melihat scene pernikahan dengan tokoh perempuan memakai gaun pengantin Korea di drama maupun film, rasanya membuat kita sebagai penonton turut merasakan kebahagiaan tidak terkira. Well, pernahkan Anda sebagai pecinta K-drama ingin membuat pernikahan dengan konsep ala negari ginseng tersebut?

Cita-cita pasti ada, apalagi melihat bahwa gaun tradisional pernikahan Korea sangat menggemaskan! Namun, apakah Anda sudah mengetahui bagaimana prosesi pernikahan  di Korea? Terdapat 3 langkah pernikahan tradisional Korea yang terdiri dari sebelum upacara pernikahan, upacara pernikahan, dan sesudah upacara pernikahan.

Pra-upacara pernikahan :

  • Pertunangan

Sama seperti di Indonesia, sebelum menikah, pengantin di Korea juga melakukan pertunangan. Calon mempelai laki-laki akan datang ke rumah mempelai perempuan bersama dengan keluarga dan sahabat sambil membawa berbagai oleh-oleh dengan kotak yang disebut hahm.

  • Menentukan tangga

Setelah pertunangan diterima oleh pihak perempuan beserta keluarga, diadakanlah penentuan tanggal pernikahan. Jika di Indonesia penentuan tanggal pernikahan diadakan oleh keluarga, berbeda dengan kebudayaan Korea yang menentukan tanggalnya dipilih oleh peramal. Mempelai laki-laki akan menuliskan tanggal, bulan, tahun dan tempat lahir di sebuah kertas yang kemudian dilipat menjadi lima bagian, dibungkus dengan ranting bambu,  diikat dengan benang merah dan biru, dan dibungkus kembali menggunakan kain merah dan biru yang disebut Sajubo. Setelahnya, surat ini akan dikirim pada peramal untuk menentukan hari baik dan setelahnya dikirimkan kembali ke pengantin laki-laki.

Upacara penikahan tradisional Korea:

Saat melangsungkan pernikahan, mempelai laki-laki dan mempelai perempuan mengenakan gaun pengantin Korea tradisional yang bernama Hanbok. Sebetulnya hanbok tidak hanya digunakan saat pernikahan saja, melainkan saat berkegiatan sehari-hari pun dulunya hanbok sering digunakan. Saat ini hanbok hanya digunakan untuk acara formal seperti pernikahan, ulangtahun anak yang pertama, permakaman dan lain-lain.

Sementara itu, langkah-langkah upacara pernikahan tradisional korea antara lain:

  • Jeon-ahn-rye

Upacara pernikahan dimulai degan penyerahaan sepasang patung angsa dari pengantin laki-laki kepada pihak keluarga pengantin perempuan. Sepasang patung angsa ini diletakkan di atas meja kemudian pengantin lelaki akan membungkukkan badan sebanyak dua kali. Setelahnya, sang ibu mertua akan membawa patung angsa tersebut ke dalam rumah. Patung angsa adalah simbol cinta suami dan istri. Dulunya memang menggunakan angsa liar hidup yang seiring berkembangnya zaman kemudian menggunakan angsa yang terbuat dari kayu.

  • Gyo-bae-rye

Prosesi ini adalah prosesi dimana pengantin perempuan dan laki-laki dipertemukan dan saling membungkukkan badan satu sama lain. Keduanya dipertemukan dari arah yang berlawanan.

  • Hap-geun-rye

Setelah melakukan prosesi Gyo-bae-rye, ada lagi prosesi hap-geun-rye dimana kedua mempelai meminum anggur dari gayung labu. Acara minum anggur ini melambangkan kebersamaan pasangan di dunia sebelum dilahirkan yang kemudian keduanya dilahirkan secara terpisah dan kembali bersama dalam ikatan pernikahan. So sweet!

Agenda setelah upacara pernikahan:

Setelah keduanya sah menjadi pasangan suami dan istri, ada ritual dimana kedua mempelai harus bersalaman dengan seluruh keluarga dan tamu yang datang, ritual ini diberi nama seong-hon-rye.

Tidak selesai disitu, setelah selesai acara salam-salaman, ada prosesi Pyebaek yang berarti penghormatan terhadap orangtua pengantin pria. Dalam acara ini, ibu mertua akan melemparkan buah jujube kepada pengantin perempuan sambil berdoa agar keduanya mendapatkan banyak keturunan.

Nah! Setelah mengetahui prosesi pernikahan Korea, saatnya kita mengintip gaun pengantin Korea yang bernama Hanbok. Hanbok adalah gaun tanpa kantong yang biasanya memiliki warna dan motif cerah. Bagian-bagian dari hanbok wanita adalah jeogori yang merupakan atasan dari hanbok yang berbentuk mirip rompi lengan panjang dengan panjang sebatas dada dengan tali, chima atau rok hanbok yang berpinggang tinggi, sokbaji yang merupakan celana yang digunakan sebelum mengenakan chima, beoseon atau kaos kaki, dan otgoreum yang merupakan pita yang digunakan untuk mengikat gaun pengantin korea tradisional ini.

Sementara bagian-bagian hanbok laki-laki terdiri dari jeogori yang merupakan atasan, baji atau celana, sokgui yang merupakan pakaian dalam lengan panjang, beoseon atau kaos kaki putih, dan yang terakhir kkotsin yang berarti sepatu.

Apabila Anda berniat memiliki pernikahan dengan konsep a la Korea lengkap menggunakan hanboknya, Anda perlu mengenal warna-warna baik menurut kebudayaan Korea sehingga Anda tidak asal pilih saja tapi juga membawa harapan baik dari warna hanbok pilihan Anda.

  • Putih

 

Sama seperti di negara kita, warna putih juga menjadi lambang kesucian di Korea sehingga tidak sedikit yang kemudian memutuskan untuk menggunakan gaun pengantin Korea putih. Tidak hanya dianggap sebagai warna yang melambangkan kesucian, tapi juga putih dianggap sebagai warna yang menggambarkan jiwa yang murni. Selain kedua alasan tadi, warna putih dipilih karena menjadi warna umum dan paling banyak digunakan tanpa memandang kelas atau status sosial keluarga.

  • Merah


Ingin menikah dengan konsep tradisional Korea? Coba pertimbangkan dengan menggunakan hanbok warna merah! Warna merah dipercaya sebagai warna yang melambangkan good luck dan kekayaan. Banyak pengantin wanita menggunakan gaun pengantin tradisional Korea berwarna merah karena mereka mengharapkan memiliki pernikahan yang selalu bernasib baik dan diberkahi dengan kekayaan. Namun, disatu sisi ada yang menganggap bahwa merah adalah warna yang melambangkan energi positif dan warna yang penuh dengan gairah.

  • Hijau

 

Hijau digambarkan sebagai warna yang menceritakan ‘kehidupan yang baru’. Inilah mengapa sangat tepat memilih gaun pengantin Korea dengan warna hijau. Memasuki gerbang pernikahan menandakan Anda menjadi seseorang yang bagai lahir kembali. Selain itu juga warna hijau identik dengan energi dan muda. Warna ini banyak dipilih oleh perempuan dalam pernikahan mereka, lho!

  • Biru

 

Hampir mirip dengan warna hijau, biru dianggap sebagai warna yang melambangkan kelahiran. Selain itu juga biru dipercaya sebagai warna yang jernih, feminim, dan berkelas karena banyak digunakan oleh perempuan-perempuan Korea yang bekerja di kantor pengadilan.

Tidak akan ada habisnya mengulik seputar kebudayaan dan pernikahan Korea. Jika memang Anda tertarik dengan konsep pernikahan tradisional Korea dan ingin menjadikan hanbok sebagai gaun pengantin Korea Anda, jangan lupa untuk mendiskusikan dengan pasangan Anda ya agar semua berjalan sesuai kesepakatan bersama.

Foto: Dang-cho, Fashion Style News, Top Fashion for Me, Naver, Lin & Jirsa, Stylish Fashion


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket