Ciri Khas dan Makna Gaun Pengantin Minangkabau

23 Apr 2020 | By Faaqih Irfan Djaelani WeddingMarket | Viewers: 1970
gaun pengantin tradisional
Foto: Cintaihidup.com

Kamu yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat tentu ingin sekali menikah dengan gaun pengantin Minangkabau.

Selain untuk melestarikan budaya leluhur kamu, menikah dengan gaun pengantin adat dan pernikahan tradisional akan membuatmu selalu mengingatnya karena adanya prosesi-prosesi yang kamu jalankan, dan tidak ada di pernikahan modern.

Prosesi itu antara lain marasek dan manimang yang dilakukan sebelum akad nikah lalu memulangkan tando dan malewakan gala marpulai setelah akad nikah.

Tentu saja prosesi-prosesi itu harus kamu jalankan dengan baik benar mengikuti ketentuan yang ada. Sebab, apabila kamu tidak menjalankannya dengan benar pihak keluargamu akan tersinggung dan memarahi kamu.

Selain prosesi yang harus kamu jalankan ternyata gaun pengantin yang akan kamu kenakan nanti juga ada ciri khas dan maknanya, lho!

Apakah kamu yang berasal dari Sumatera Barat sudah tahu apa saja ciri khas dan makna dari gaun pengantin tersebut? Jika kamu ternyata belum tahu, yuk mari simak penjelasannya di bawah ini!

Ciri Khas Gaun Pengantin Minangkabau


1. Memakai Suntiang

Suntiang adalah mahkota yang biasa dipakai oleh mempelai wanita di Minangkabau. Beratnya sendiri berkisar dari 3,5 kg hingga 5 kg. Suntiang ini terdiri dari empat macam, yaitu

  • Suntiang bungo pudieng (suntiang berbunga pudding)

  • Suntiang pisang saparak (suntiang pisang sekebun)

  • Suntiang pisang saikek (suntiang pisang sesisir)

  • Suntiang kambang loyang (suntiang kembang goyang)

2. Mengenakan Baju Kurung

Gaun Pengantin di Minangkabau biasanya menggunakan baju kurung yang terdiri dari dua jenis, yaitu baju kurung Basiba dan baju kurung Melayu.

Baju kurung Basiba adalah baju kurung yang lengkap dengan tingkuluak dan kain jao, berukuran longgar untuk menutup aurat sesuai dengan basandi syarak kitabullah yang bernafaskan ajaran Islam.

Sedangkan baju kurung Melayu adalah baju khas yang digunakan oleh suku Melayu seperti di Riau dan Kepulauan Riau yang berbentuk kebaya panjang.

Di Minangkabau sendiri lazim baju kurung Melayu digunakan di Pesisir Barat, Parang, dan Pariaman. Ciri khas dari baju kurung di Sumatera Barat adalah berwarna merah dan emas, yang biasa digunakan di Padang, dan hitam di Solok.

3. Salempang

Salempang adalah selendang yang terbuat dari kain songket, dan diletakkan di pundak wanita. Salempang ini menyimbolkan bahwa wanita harus memiliki welas asih pada anak cucu, dan harus waspada pada segala kondisi.

Selain ciri khas, gaun pengantin Minangkabau juga mempunyai makna pada busana yang dikenakan. Busana yang dikenakan terdiri dari tiga macam, yaitu busana atas, busana tengah, dan busana bawah.

4. Perhiasan

Perhiasan merupakan hal wajib yang ada pada gaun pengantin di Minangkabau. Perhiasan tersebut terdiri dari seperangkat kaluang (kalung) yang terdiri dari Sembilan macam bentuk gelang dan cincin.

Keduanya dibuat dari emas dan batu alam. Perhiasan dan cincin di pernikahan Minangkabau memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan perhiasan wanita biasa.

Sebab, di dalamnya ada simbol-simbol yang mengandug norma dan nilai yang dapat digunakan sebagai patokan dalam kehidupan bermasyarakat.

Makna Gaun Pengantin Minangkabau


1. Busana bagian atas

Pada busana bagian atas gaun pengantin tradisional ini terdapat tengkuluk tanduk atau tengkuluk ikek, yaitu berupa penutup kepala yang terbuat dari kain balapak.

Bentuknya seperyi tanduk runcing yang berumai emas atau loyang sepuhan. Untyuk makna dari perlengkapan ini adalah kepemilikan rumah gadang yang berarti orang yang mengenakannya adalah bundo kanduang atau pemilik rumah gadang.

2. Busana bagian tengah

Untuk busana pada bagian ini adalah baju kurung berwarna hitam, merah, biru, atau lembayung yang dihiasi dengan benang emas dan tepiannya diberi minsai.

Minsai ini yang punya makna simbolis, Ladies, yaitu seorang bundo kanduang dan kaumnya harus mematuhi batas-batas adat dan tidak boleh melanggarnya.

Selain minsai, makna simbolis lainnya ada pada balapak yang diselempangkan dari bahu kanan ke rusuk kiri. Maknanya adalah seorang bundo kanduang harus punya tanggung jawab melanjutkan keturunan.

3. Busana bagian bawah

Di bagian bawah ini terdapat kain sarung atau kodek yang bersulam emas yang bermakna kebijaksanaan. Kebijaksanaan ini berkaitan dengan perilaku bundo kanduang yang harus dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya seperti pepatah memakan habis-habis, menyuruk (bersembunyi) hilang-hilang.

Untuk pakaian prianya terdiri deta atau destar yang berfungsi untuk menutup kepala yang terbuat dari kain hitam gelap biasa yang dilitkan.

Lalu ada baju, sarawa, sasampiang, cawek, sandang, dan tak lupa keris dan tongkat. Masing-masing mempunyai makna yang salah satunya cakap dalam memimpin dan bertanggung jawab sebagai seorang lelaki.

Itulah mengenai ciri khas dan makna gaun pengantin Minangkabau. Gaun pengantin ini memang terlihat mewah jika dikenakan. Namun kemewahan yang dipancarkan itu karena mengikuti tradisi atau untuk memperlihatkan makna-makna yang terkandung.

Apakah kamu keturunan Minangkabau yang sudah siap menikah dengan adatmu ini? Bingung mencari dimana vendor gaun pengantin dengan tema Minangkabau? Yuk cari vendor gaun pengantin adatmu di Wedding Market! klik disini.

Foto: JW Picture, 


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket