Pilih Kategori Artikel

Inspirasi Kata-kata Undangan Pernikahan yang Elegan dan Penuh Makna untuk Hari Bahagiamu
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Menyusun kalimat untuk undangan pernikahan sering kali dianggap enteng, seolah-olah cuma tugas lima menit yang gampang diselesaikan. Padahal, percaya atau tidak, saat jari mulai menyentuh keyboard, banyak pasangan yang mendadak bingung dan "buntu" harus mulai dari mana. Masalahnya, undangan itu bukan sekadar selebaran info soal "kapan" dan "di mana" pestamu digelar, lho. Lebih dari itu, selembar undangan adalah cerminan rasa hormat dan harapan tulus dari hati kamu yang paling dalam untuk para tamu undangan. 

Kata-kata yang kamu pilih di sana akan menjadi "sapaan" pertama yang menyentuh hati penerimanya. Lewat kalimat itu jugalah tamu bisa merasakan bocoran suasananya nanti; apakah pestamu bakal terasa syahdu dan hangat, formal dan anggun, atau justru santai dan penuh tawa. Makanya, memilih kata-kata yang pas itu penting banget supaya pesan bahagiamu bisa sampai ke hati mereka dengan manis dan berkesan.

Apalagi di zaman yang serba canggih ini, bentuk undangan makin beragam dan kreatif banget. Ada yang masih setia dengan undangan fisik hardcover yang mewah dan elegan, ada juga yang lebih suka praktis lewat undangan digital yang tinggal disebar via chat. Tapi ingat ya, meskipun bentuknya beda-beda, "nyawa" dari undangan itu tetap satu: memohon doa restu dan kehadiran orang-orang tersayang untuk menjadi saksi janji sucimu. 

Sayang banget kan, kalau niat baik ini jadi kurang sampai cuma gara-gara salah pilih kata? Jangan sampai tulisan di undanganmu malah terkesan kaku, kurang sopan, atau malah bikin tamu bingung soal detail acaranya. Nah, artikel ini hadir buat bantuin kamu meracik formula kalimat terbaik. Mulai dari gaya bahasa formal yang santun menjunjung adat, sampai gaya kasual yang akrab dan kekinian, semuanya bakal kita bahas tuntas di sini!

Kenapa Sih, Memilih Kata-kata di Undangan Itu Penting Banget?

Jangan salah, kata-kata yang kamu tulis di undangan punya kekuatan besar, lho! Kalimat-kalimat itu bisa membangun mood dan ekspektasi para tamu bahkan sebelum mereka melangkahkan kaki ke venue pernikahanmu. Bahasa yang manis dan santun tentu akan membuat tamu merasa sangat dihargai dan dinantikan kehadirannya. Sebaliknya, tata bahasa yang berantakan atau kurang pas bisa sedikit mengurangi kesakralan momen bahagiamu. 

Selain soal keindahan rasa, kejelasan informasi juga nggak kalah pentingnya. Kita pasti nggak mau kan, tamu jadi bingung soal jam acara, lokasi gedung, atau bahkan salah kostum karena info dress code-nya nggak jelas? Jadi, memilih kata yang tepat itu bukan cuma biar kelihatan puitis, tapi juga kunci komunikasi biar hari bahagiamu berjalan mulus dan bikin semua orang happy.

Struktur Dasar Penulisan Undangan Pernikahan yang Benar

wm_article_img
Foto via The Fine Press

1. Salam Pembuka yang Menyentuh Hati 

Bagian ini ibarat "pintu gerbang" yang menyambut tamu, jadi mulailah dengan sapaan yang hangat dan sopan. Di Indonesia, pembukaan biasanya diawali dengan salam keagamaan atau kutipan ayat suci yang bermakna sebagai wujud rasa syukur. Namun, jika kamu ingin nuansa yang lebih umum atau nasional, kata-kata puitis tentang penyatuan dua hati juga bisa jadi pilihan manis untuk mengawali kabar bahagiamu.

2. Detail Acara yang Jelas dan Lengkap 

Setelah menyapa, masuklah ke inti acara: Siapa, Kapan, dan Di Mana. Pastikan nama lengkapmu, pasangan, serta nama kedua orang tua tertulis dengan benar sebagai tanda bakti. Hal yang tak kalah penting, bedakan jam akad/pemberkatan dengan jam resepsi agar tamu tidak bingung. Terakhir, cantumkan alamat venue selengkap mungkin, kalau perlu tambahkan patokan populer agar tamu kesayanganmu bisa sampai di lokasi dengan mudah.

3. Penutup Manis dan Permohonan Doa 

Tutuplah undangan dengan kalimat yang menunjukkan kerendahan hati. Sampaikan bahwa kehadiran dan doa restu mereka adalah kado terindah bagi kalian berdua. Kalimat seperti "Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami..." akan membuat tamu merasa sangat dihargai. Jangan lupa, selipkan juga kontak RSVP di bagian ini untuk memudahkanmu mendata jumlah tamu yang akan hadir nanti, ya!

Inspirasi Kata-kata Undangan Pernikahan Bergaya Formal

wm_article_img
Foto via Trouvaille Invitation

Buat kamu yang sedang mempersiapkan pesta pernikahan di gedung pertemuan megah, hotel berbintang, atau acara yang akan dihadiri banyak tamu VIP serta kolega bisnis orang tua, memilih gaya bahasa formal adalah keputusan yang paling tepat dan aman. Jangan khawatir, formal tidak selalu berarti kaku atau membosankan. Justru, gaya bahasa ini menonjolkan sisi kesopanan yang tinggi, tata krama, dan rasa hormat yang mendalam kepada para tamu undangan.

Gaya ini sangat pas untuk menunjukkan apresiasi kamu kepada tamu-tamu penting seperti atasan kerja, tokoh masyarakat, atau kerabat sepuh yang sangat dihormati. Fokus utamanya adalah membuat mereka merasa dimuliakan saat menerima kabar bahagiamu. Kami sudah merangkum tips dan contoh kalimatnya agar undanganmu tetap terasa hangat meski menggunakan tata bahasa baku.

Awali dengan Rasa Syukur yang Tulus

Contoh kalimat pembuka yang bisa kamu gunakan:

  • Atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud menyelenggarakan resepsi pernikahan putra-putri kami...

  • Dengan memohon Rahmat dan Ridho Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri resepsi pernikahan...

Perjelas Identitas Keluarga Besar

Contoh penulisan nama mempelai:

  • Siti Aisyah (Putri pertama dari Keluarga Bapak H. Ahmad & Ibu Siti)

  • Budi Santoso (Putra tunggal dari Keluarga Bapak R. Soeprapto & Ibu Sri)

Tutup dengan Kerendahan Hati

Contoh kalimat penutup yang manis dan sopan:

  • Kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i merupakan kado terindah bagi kami.

  • Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu.

Jika acaramu menggunakan sistem keamanan tertentu seperti kartu akses fisik, sampaikan instruksinya dengan bahasa yang halus agar tamu tetap merasa nyaman.

Contoh kalimat instruksi kartu akses:

  • Demi kenyamanan bersama, mohon membawa access card ini saat memasuki area gedung.

  • Mohon menunjukan undangan ini kepada petugas penerima tamu di pintu masuk.

Inspirasi Kata-kata Undangan Pernikahan Bergaya Casual dan Modern

wm_article_img
Foto via Trouvaille Invitation

Kalau kamu berencana menggelar pernikahan dengan konsep yang lebih santai, seperti garden party di sore hari atau intimate wedding yang hanya dihadiri orang-orang terdekat, penggunaan bahasa undangan yang terlalu formal atau kaku rasanya kurang pas. Undanganmu adalah "wajah" pertama dari pestamu, jadi biarkan undangan tersebut mencerminkan suasana hangat dan akrab yang ingin kamu bangun. Menggunakan gaya bahasa kasual bukan berarti tidak sopan, melainkan cara untuk merangkul tamu undangan agar merasa lebih dekat dan menjadi bagian penting dari hari bahagiamu.

Di sini, kamu punya kebebasan penuh untuk menonjolkan kepribadian kalian berdua yang seru dan menyenangkan. Lupakan sejenak aturan baku penulisan gelar yang panjang atau kalimat pembuka yang terlalu puitis dan berat. Fokuslah pada pesan utama: bahwa kamu sangat bahagia dan ingin berbagi tawa bersama mereka. Berikut adalah panduan dan contoh kalimat yang bisa kamu gunakan untuk membuat undanganmu terasa lebih personal dan "hidup".

1. Sapaan Pembuka yang Akrab

Alih-alih menggunakan kata "Kepada Yth." yang terasa sangat resmi, kamu bisa menggantinya dengan sapaan yang biasa kamu gunakan sehari-hari kepada teman atau kerabat. Ini akan langsung mencairkan suasana begitu mereka membaca baris pertama undanganmu.

Contoh sapaan yang bisa kamu pakai:

  • Hi friends!

  • Halo teman-teman tersayang,

  • To our favorite people,

  • Untuk sahabat dan keluarga tercinta,

  • Hey everyone!

2. Kalimat Pembuka yang Penuh Antusiasme

Bagian ini adalah tempat kamu menumpahkan rasa bahagiamu. Sampaikan kabar gembira ini dengan energi yang positif. Buat mereka merasakan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar untuk memenuhi kursi tamu, tapi benar-benar dinantikan untuk melengkapi kebahagiaan kalian.

Contoh kalimat pembuka:

  • Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba! Kami sangat bersemangat untuk berbagi momen spesial ini bersamamu.

  • Yes, we are getting hitched! Dan kami tidak bisa membayangkan hari spesial ini tanpa kehadiranmu.

  • Setelah perjalanan panjang yang penuh cerita, kami akhirnya memutuskan untuk melangkah ke jenjang pelaminan. Yuk, rayakan bareng kami!

  • Save the date! Kami akan menikah dan ingin kamu ada di sana untuk meramaikan suasana.

3. Penulisan Nama yang Simpel

Dalam undangan kasual, sah-sah saja jika kamu ingin menanggalkan gelar akademik atau gelar kebangsawanan yang panjang, terutama jika target undangannya adalah teman sebaya atau keluarga dekat. Menggunakan nama panggilan akrab justru akan membuat undangan terasa lebih intimate.

Contoh penulisan:

  • Putri & Dimas

  • The Wedding of Sarah & Raka

  • Kami yang berbahagia, Tio dan Ana

4. Info Dress Code yang Unik dan Jelas

Sering kali tamu bingung dengan istilah dress code yang rumit. Di undangan modern, kamu bisa menjelaskannya dengan bahasa yang lebih santai namun tetap mudah dimengerti. Ini membantu tamumu agar tidak salah kostum dan tetap merasa nyaman selama acara berlangsung.

Contoh kalimat dress code:

  • Dress code: Casual chic. Pakai baju ternyamanmu, tapi tetap kece buat difoto, ya!

  • All White Attire. Yuk, kompakan pakai baju nuansa putih.

  • Garden Party Vibes. Disarankan tidak memakai hak tinggi runcing (stiletto) karena kita akan berpesta di atas rumput. Sandal cantik atau sneakers sangat diperbolehkan!

  • Kenakan pakaian terbaikmu yang bernuansa earth tone.

5. Kalimat Penutup yang Hangat

Akhiri undanganmu dengan kalimat yang menunjukkan betapa kamu tidak sabar untuk bertemu mereka. Hindari penutup yang terlalu formal seperti "Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih". Gantilah dengan kalimat yang memancing semangat.

Contoh kalimat penutup:

  • Can’t wait to see you there!

  • Gak sabar untuk seru-seruan bareng kalian!

  • Sampai jumpa di hari bahagia kami, ya!

  • Kehadiranmu adalah kado terindah buat kami. See you soon!

Etika Menulis Nama Tamu dan Gelar Akademik

wm_article_img
Foto via Fornia Design

Salah satu bagian paling sensitif dalam pembuatan undangan pernikahan adalah penulisan nama tamu beserta gelar akademik atau gelar kebangsawanan yang mereka miliki. Di Indonesia, gelar adalah sesuatu yang sangat dihargai sebagai bentuk pencapaian dan status sosial, sehingga kesalahan penulisan gelar bisa dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan atau kurangnya perhatian. Pastikan kamu melakukan pengecekan berulang atau double check terhadap daftar nama tamu, dan jika perlu tanyakan langsung kepada orang tua atau kerabat yang mengenal tamu tersebut untuk memastikan ejaan gelar yang benar, mulai dari Prof, Dr, hingga gelar adat setempat.

Selain gelar, penggunaan sapaan seperti Bapak, Ibu, Saudara, atau Kakak juga harus disesuaikan dengan usia dan hubungan kekerabatanmu dengan tamu tersebut. Untuk teman yang sudah menikah, ada baiknya menuliskan nama suami diikuti dengan kata dan Pasangan atau Partner agar undangan berlaku untuk dua orang. Jika kamu mengundang satu keluarga utuh, tambahan kata dan Keluarga di belakang nama kepala keluarga sudah cukup mewakili istri dan anak-anak yang belum menikah. Ketelitian dalam hal ini menunjukkan kedewasaan dan rasa hormatmu sebagai tuan rumah yang mengundang.

Perlu diperhatikan juga etika penulisan nama pada label undangan fisik, sebaiknya gunakan jasa penulis kaligrafi atau cetak label komputer yang rapi agar terlihat profesional. Tulisan tangan yang terburu-buru atau sulit dibaca bisa mengurangi estetika undangan yang sudah didesain dengan indah. Jika menggunakan undangan digital, pastikan fitur custom name berfungsi dengan baik sehingga setiap tamu menerima tautan dengan sapaan nama mereka masing-masing, bukan sapaan umum yang terkesan broadcast massal.

Pada akhirnya, kata-kata dalam undangan pernikahan adalah doa dan harapan yang divisualisasikan dalam bentuk tulisan. Setiap huruf yang terangkai adalah representasi dari niat baikmu dan pasangan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat. Jangan terburu-buru dalam menyusunnya, ambillah waktu untuk berdiskusi, merenung, dan memilih diksi yang paling mewakili perasaan kalian berdua. 

Jika kamu membutuhkan lebih banyak inspirasi mengenai vendor undangan, dekorasi, hingga perencana pernikahan yang bisa membantumu mewujudkan semua detail ini, WeddingMarket adalah tempat terlengkap yang bisa kamu tuju untuk menyempurnakan setiap aspek persiapan hari istimewamu. Cek selengkapnya di sini ya! 


Cover | Foto via The Fine Press

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...