5 Macam Gaun Pengantin Adat Batak yang Wajib Kamu Tahu

30 Jun 2020 | By Wedding Market | 132
5 Macam Gaun Pengantin Adat Batak yang Wajib Kamu Tahu

Meskipun zaman sudah semakin modern, namun adat dan istiadat tidak mudah lepas begitu saja dari kehidupan sehari hari. Terlebih bagi mereka yang berasal dari daerah yang memiliki tradisi sangat kental seperti suku Batak. Tradisi ini terlihat dalam berbagai hal termasuk gaun pengantin Adat Batak yang khas.

Dalam menyelenggarakan pernikahan dengan Adat Batak, banyak rangkaian yang harus dilaksanakan. Meskipun terkesan rumit, namun banyak pengantin yang memilih melaksanakannya karena pernikahan diinginkan berlangsung sekali seumur hidup. 

Selain terkenal dengan rangkaian acara yang cukup panjang, para pengantin juga tentunya mengenakan pakaian adat. Dengan mengenakan pakaian tradisional ini, acara pernikahan semakin kental dengan nuansa adat dan membuat suasana menjadi hangat. 

Apakah Kamu salah satu orang yang akan melaksanakan pernikahan dengan adat Batak? Ternyata saat memilih baju pernikahan adat Batak tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kamu harus menggunakannya sesuai dengan marga dan daerah tertentu. 

Berikut ini adalah beberapa ragam baju adat khas Batak yang sering digunakan oleh para pengantin:

1. Baju Adat Batak Karo 


Pakaian pengantin adat Batak pertama berasal dari suku Karo yang berada di wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Aceh. Dengan persebaran yang cukup merata, suku ini menjadi salah satu suku terbesar di Sumatera Utara. 

Secara sekilas memang pakaian ini serupa dengan pakaian adat batak lainnya. Pasangan pengantin mengenakan hiasan kepala yang menjadi ciri khas pakaian adat batak. Warna dominan untuk pakaian adat ini adalah warna merah dengan sedikit sentuhan warna emas. 

Kain yang digunakan dalam pakaian adat ini adalah kain Uis Gara  yang dikenakan sebagai penutup tubuh dalam berbagai kegiatan.  Uis Gara dalam bahasa Batak sendiri memiliki arti kain berwarna merah dan terbuat dari tenunan benang merah Terdapat sedikit aksen motif benang dengan warna perak dan emas yang membuat pakaian menjadi lebih menarik. 

2. Baju Adat Batak Simalungun

Simalungun merupakan salah satu suku besar yang ada di Provinsi Sumatera Utara dan memiliki beberapa marga. Diantaranya ialah marga Damanik, Sinaga, Purba dan Saragih. Hiasan kepala juga dikenakan oleh pasangan pengantin, hiasan ini terbuat dari lilitan kain yang ditumpuk hingga tinggi. 

Pakaian adat ini tergolong sopan dan nyaman dikenakan pada hari besar pernikahan. Ciri khas dari pakaian pernikahan adat Batak Simalungun ialah baju yang panjang hingga dengkul. Setelah itu, baik pengantin wanita maupun pria juga mengenakan bawahan yang memiliki panjang hingga mata kaki. 

Bagian lengan juga didesain panjang sehingga semakin menunjukkan keanggunan dan kesopanan dari pengantin wanita. Warna yang dipilih untuk pakaian ini cukup beragam, namun pada umumnya tetap ada corak emas dan merah pada pakaian ini. 

3. Baju Adat Batak Toba


Seperti namanya, suku Batak Toba ini berasal dari pulau Toba yang berada di Provinsi Sumatera Utara. Tentunya suku ini juga memiliki pakaian adat sendiri yang menjadi identitas dan pembeda dengan suku lain yang ada di Sumatera Utara. 

Ciri khas dari pakaian adat Toba ini adalah corak geometris yang membuat pakaian menjadi lebih indah. Selain itu warna yang dikenakan juga merupakan warna cerah, biasanya para pengantin juga mengenakan kain ulos khas Batak. 

Baju adat khas Toba ini merupakan kain yang dililit baik untuk atasan dan bawahan. Baik pengantin wanita maupun pria menggunakan kain ini namun cara penggunaan yang berbeda. Sementara untuk hiasan kepala untuk pengantin wanita dan pria sedikit berbeda. 

Pengantin wanita hanya mengenakan kain ulos yang diikat di kepala sedangkan pengantin pria mengenakan tutup kepala. Tutup kepala ini menyerupai topi namun memiliki ujung yang runcing ke arah atas. Hal ini ternyata memiliki makna tersendiri yang menandakan bahwa pria adalah pemimpin bagi wanita.

4. Baju Pernikahan Adat Mandailing 

Suku Mandailing memiliki persebaran yang cukup besar di daerah Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Mandailing Natal. Pakaian adat suku Mandailing terlihat sangat anggun dan menunjukan ciri khas suku batak dengan dominan warna merah dan corak keemasan. 

Bagi pengantin pria, pakaian yang dikenakan ialah baju dengan lengan panjang dan mengenakan lilitan kain ulos  Kemudian terdapat beberapa aksesori yang digunakan seperti kalung dan gelang yang bercorak keemasan. 

Sedangkan untuk pengantin wanita baju saat ini juga sudah terdapat beberapa pilihan baju pengantin adat batak modern. Untuk tetap menunjukkan ciri khas suku Batak, Kamu bisa menambahkan beberapa aksesoris seperti kalung dan ikat pinggang. 

Untuk bagian bawah, biasanya para pengantin mengenakan kain ulos yang berwarna senada dengan atasan. Selain itu, Kamu juga bisa mengenakan hiasan kepala dengan corak keemasan yang menjadi ciri khas suku Mandailing. 

5. Baju Adat Batak Samosir 


Pada zaman dahulu, sebenarnya suku Samosir dikelompokan dalam etnis Toba namun setelah ada pengelompokan distrik HKBP, Samosir terpisah. Dengan adanya pembagian ini Samosir dinyatakan memiliki etnis yang berbeda dengan Toba. 

Karena masih memiliki sejarah yang sama, maka pakaian adat yang dimiliki juga memiliki kemiripan. Bahan yang digunakan untuk pakaian adat sama hingga model yang juga serupa. 

Namun perbedaannya adalah pada pemilihan warna dimana suku Samosir memiliki warna dominan yang lebih gelap. Selain itu, beberapa pengantin  pria suku Samosir juga tidak mengenakan atasan baju. Mereka hanya menggunakan kain ulos dan ikat pinggang sebagai penutup tubuh bagian atas. 

Itulah beberapa contoh gaun pernikahan adat Batak yang memiliki nilai dan makna tersendiri. Dengan menggunakan adat tradisional, Kamu tidak melupakan sejarah dan budaya leluhur yang sangat baik untuk dipertahankan. Kamu juga bisa menemukan vendor pakaian pengantin dan makeup adat di WeddingMarket.

Foto: Lamela Ngosei, Welio Photography, kamisukubatak blogspot


Artikel Terkait



Temukan Vendor Untuk Pernikahan