7 Arti Pakaian Pernikahan Tradisional Dari Berbagai Negara

12 Feb 2020 | By WeddingMarket | Viewers: 1698
7 Arti Pakaian Pernikahan Tradisional Dari Berbagai Negara

Pernikahan adalah salah satu momen sakral dan suci bagi setiap pasangan. Momen ini menjadi penting bahkan hingga dibelahan dunia mana pun karena pastinya momen ini diharapkan terjadi sekali seumur hidup. Salah satu hal penting yang harus dipersiapkan dalam pernikahan adalah pakaian. Pakaian menjadi penting karena menjadi daya tari tersendiri tentang pernikahan tersebut. Kami akan membahas pakaian pernikahan dari berbagai negara di dunia beserta artinya.

Bagi kamu dan pasangan yang merencanakan pernikahan dalam waktu dekat, pakaian tradisional dari berbagai macam negara ini bisa menjadi salah satu pilihan. Tentunya menggunakan pakaian dari negara lain bisa membuat kamu dan pasangan bisa tampil beda dan menjadi pusat perhatian pada momen tersebut. Yuk simat artikel berikut ini, yang akan membahas pakaian tradisional dari berbagai macam negara beserta maknanya.

  1. Jepang


Pakaian pernikahan dari berbagai negara pertama datang dari negeri sakura Jepang. Sudah tidak heran lagi jika jepang memiliki budaya yang unik termasuk dalam urusan busana pernikahan. Bagi pengikut ajaran Shinto di Jepang, mempelai perempuan mengenakan kimono berwarna putih. Sedangkan mempelai laki-laki mengenakan kimono berwarna hitam selama upacara berlangsung. Mempelai perempuan dapat memilih satu dari dua penutup kepala.

Salah satunya penutup kepala berwarna putih yang disebut tsuni kakushi, berarti menyembunyikan “tanduk kecemburuan” serta menghalau egoisme dari hadapan ibu mertua. Selain itu, ada tahapan lain yang bernama san-san-kudo, dimana mempelai perempuan dan laki-laki disuruh menghirup sake secara bergiliran. Masing-masing menghirup sembilan kali dari tiga cangkir yang disediakan.

  1. Ghana


Negara selanjutnya yang memiliki pakaian tradisional untuk pernikahan adalah Ghana. Di negara ini untuk acara pernikahan biasanya menggunakan kain tradisional yang bernama kente. Kain ini biasanya berwarna terang yang dibuat dengan teknik tenun dan dulunya dihunakan oleh para bangsawan.

Desain kain tradisional mereka bervariasi dengan pola yang berbeda-beda. Biasanya setiap keluarga memiliki pola pakaiannya sendiri.

  1. India


Saat pernikahan di India, pasti mempelai perempuan mengenakan baju warna merah. Warna merah melambangkan semangat, keberanian, dan dipercaya dapat memberi energi positif. Selain itu, masyarakat India juga percaya warna merah sebagai warna keberuntungan untuk menikah.

Di wilayah utara India, perempuan yang menikah secara tradisional mengenakan titik merah di tengah dahi mereka. Prosesi pernikahan adat India dimulai dari pengantin laki-laki yang tiba di rumah pengantin perempuan dengan iringan musik dan tarian dari keluarganya. Lalu disambut keluarga mempelai perempuan dan pasangan pengantin itu pun akan menikah di depan api suci.

  1. Tiongkok


Tiongkok mempunyai budaya unik tersendiri apa lagi untuk urusan pernikahan. Sejak dahulu etnis Tionghoa mempercayai bahwa warna merah sebagai sebuah warna yang melambangkan suka cita. Warna merah ini berawal dari kepercayaan masyarakat Thionghoa terhadap elemen seperti air, api, kayu, logam, dan bumi.

Warna merah sendiri melambangkan elemen api yang berarti keberuntungan dan kebahagiaan. Busana tradisional dari Tiongkok ini memiliki ciri khas, seperti riasan kepala dengan belasan tusuk konde, penggunaan cadar, serta kain merah bermotif dengan sulaman emas pada pengantin perempuan.

  1. Skotlandia


Berbeda dari negara lain, pakaian pernikahan tradisional di Skotlandia terlihat cukup simpel dan unik. Pengantin kaki-laki menggunakan rok bermotik kotak-kotak dengan jas hitam untuk atasannya.

Setelah upacara pernikahan, pengantin laki-laki menempatkan selendang dengan motif yang sama dengan rok yang ia kenakan kepada pengantin perempuan. Pemakaian selendang ini menjadi simbol masuknya sang istri kedalam keluarga pengantin laki-laki.

  1. Korea Selatan


Pernikahan tradisional menjadi semakin populer di Korea Selatan. Biasanya, para perempuan yang akan menikah memilih warna merah sebagai lambang nasib baik atau keberuntungan dan kekayaan. Masyarakat di sana percaya jika mengenakan warna merah kelak sang pengantin akan memperoleh nasib baik dan memperoleh kekayaan.

Selain itu, dalam pernikahan tradisional Korea Selatan, setidaknya ada beberapa ritual yang harus dijalani oleh pasangan. Yang pertama adalah jeon an rye, yaitu pengantin laki-laki dizinkan memasuki rumah pengantin perempuan. Hal kedua adalah Gyo bae rye, yaitu saat kedua mempelai saling membungkukkan badan. Lalu Seo Cheon Ji Rye, pengantin mengucapkan sumpah pernikahan. Terakhir mempelai meminum alkohol di gelas yang sama sebagai penanda mereka telah bersatu. 

  1. Indonesia


Selanjutnya adalah pakaian pernikahan dari negara kita sendiri yaitu Indonesia. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali daerah-daerah dengan budaya tersendiri termasuk dalam urusan pakaian tradisional untuk menikah. Contohnya adalah pakaian tradisional dari Bali yang sering dipakai oleh kedua mempelai sebenarnya adalah bentuk dari pakaian raja dan ratu, yang disebut Payas Agung.

Untuk mempelai perempuan memakai hiasan kepala petitis dan tajug emas di bagian atas kepalanya. Selain itu, setiap helai kain yang dikenakan merupakan kain prada atau keemasan, sebagai penunjuk identitas kebangsawanan. 

Semoga informasi mengenai pakaian pernikahan dari berbagai negara di atas dapat menjadi referensi untuk kamu dan pasangan untuk pernikahan. Jika memang ingin memilih pakaian pernikahan yang terpenting tau arti dan makna dari pakaian tersebut agar suasana pernikahan dapat bermakna.

Foto: IDN Times, Mammypi Fashion TV, APK Pure, Modern Qipao, Fashion Dressess, DH Gate, Bali Star Island


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket