Pilih Kategori Artikel

Pasanganmu Jadi Pelit Setelah Menikah? Begini Cara Menghadapinya
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Perubahan sikap pasangan setelah menikah bisa membuat kamu kaget, dan salah satunya saat pasangan terlihat menjadi lebih pelit atau terlalu berhati-hati soal uang. Padahal sebelum menikah, ia terkesan lebih santai dan mudah mengeluarkan biaya untuk berbagai kebutuhan. Perubahan ini wajar terjadi karena setelah menikah, tanggung jawab finansial juga ikut bertambah dan cara pandang terhadap uang pun ikut berubah.

Meski begitu, sikap pelit yang berlebihan tentu bisa memicu konflik dan membuat hubungan terasa tidak nyaman. Jika dibiarkan tanpa komunikasi yang baik, masalah keuangan bisa berkembang menjadi masalah emosional. Lalu, bagaimana cara menyikapi pasangan yang terkesan pelit setelah menikah tanpa memperkeruh suasana? Artikel ini akan membahasnya secara sederhana dan juga realistis tanpa menimbulkan konflik di hubungan kamu dan pasangan.

Alasan Kenapa Pasanganmu Jadi Pelit Setelah Menikah

wm_article_img
Foto via ABC News

Perubahan sikap soal keuangan setelah menikah cukup sering terjadi, dan salah satunya adalah pasangan yang terlihat jadi lebih pelit. Hal ini tidak selalu berarti sifat buruk, karena ada banyak alasan di baliknya yang mungkin berkaitan dengan perubahan peran, tanggung jawab, dan cara pandang terhadap hidup berumah tangga. Berikut beberapa alasan dibalik sikap pasangan yang menjadi pelit setelah menikah:

1. Tanggung Jawab Keuangan Semakin Besar

Setelah menikah, kebutuhan hidup biasanya ikut bertambah. Uang tidak lagi hanya digunakan untuk keperluan pribadi, tapi juga untuk kebutuhan rumah tangga bersama. Mulai dari biaya makan sehari-hari, tempat tinggal, listrik, air, hingga berbagai tagihan bulanan lainnya. Selain itu, pasangan juga mulai memikirkan rencana jangka panjang. Karena merasa bertanggung jawab memastikan semua kebutuhan dasar terpenuhi, pasangan yang dulu mudah mengeluarkan uang bisa menjadi lebih berhati-hati dalam membelanjakannya.

2. Rasa Takut Akan Masa Depan

Sebagian orang menjadi lebih hemat karena muncul rasa khawatir tentang masa depan. Pikiran soal biaya pendidikan anak, dana darurat, kesehatan, atau kemungkinan kehilangan pekerjaan sering membuat pasangan menahan pengeluaran. Sikap ini sering terlihat seperti pelit di mata pasangan, padahal sebenarnya sikap itu muncul dari rasa takut dan keinginan untuk merasa aman secara finansial.

3. Perubahan Prioritas Hidup

Saat masih lajang, uang sering digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi dan hiburan. Tapi setelah menikah, fokus bisa berubah ke hal-hal yang dianggap lebih penting untuk jangka panjang, seperti menabung, investasi, atau kebutuhan hidup bersama. Karena itu, pengeluaran untuk hal-hal kecil, nongkrong, atau kesenangan pribadi mulai dikurangi, sehingga pasangan terlihat lebih perhitungan dibanding sebelumnya.

4. Pengaruh Pengalaman di Masa Lalu

Cara seseorang mengelola uang sering dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan pengalaman hidupnya. Pasangan yang tumbuh di keluarga dengan kondisi ekonomi sulit atau pernah mengalami masalah keuangan biasanya lebih berhati-hati dalam menggunakan uang. Setelah menikah, sikap ini bisa semakin kuat karena merasa bertanggung jawab tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga pada pasangan dan keluarga kecilnya.

5. Kurangnya Komunikasi Soal Keuangan

Jika pasangan jarang atau tidak terbuka membicarakan soal keuangan, sikap hemat bisa dengan mudah disalah artikan sebagai pelit. Padahal, bisa jadi pasangan sedang berusaha mengatur keuangan sebaik mungkin menurut versinya sendiri. Tanpa komunikasi yang jelas, pasangan lain bisa merasa dibatasi, tidak diprioritaskan, atau bahkan kurang diperhatikan.

6. Tekanan Sosial dan Tuntutan Baru

Menikah sering membawa berbagai tuntutan sosial, seperti acara keluarga, kewajiban membantu orang tua, atau mengikuti gaya hidup tertentu. Untuk menyesuaikan semua kebutuhan tersebut, pasangan mungkin memilih menekan pengeluaran di beberapa hal. Sayangnya, keputusan ini tidak selalu dijelaskan dengan baik, sehingga bisa jadi akan menimbulkan kesalahpahaman.

7. Perbedaan Cara Mengelola Uang

Setiap orang memiliki kebiasaan keuangan yang berbeda. Ada yang lebih santai dan mudah membelanjakan uang, ada juga yang sangat berhitung dan hemat. Perbedaan ini mungkin belum terlalu terasa sebelum menikah, tapi setelah hidup bersama, perbedaan tersebut menjadi lebih jelas. Hal inilah yang sering membuat salah satu pasangan dianggap berubah atau menjadi pelit.

Pada akhirnya, pasangan yang terlihat pelit setelah menikah mungkin sedang berusaha beradaptasi dengan peran barunya. Memahami alasan di balik perubahan ini bisa membantu pasangan berdiskusi lebih terbuka, saling mengerti, dan mencari jalan tengah yang lebih sehat dalam mengelola keuangan bersama.

Cara Menghadapi Pasangan yang Pelit Setelah Menikah

wm_article_img
Foto via Shutterstock

Menghadapi pasangan yang terkesan pelit setelah menikah memang tidak mudah, apalagi jika hal ini menyangkut kebutuhan sehari-hari dan perasaan dihargai. Tapi, sikap ini bisa dihadapi dengan cara yang lebih sehat jika dilakukan dengan komunikasi yang tepat dan saling memahami posisi masing-masing.

1. Dia Hemat, atau Pelit?

Penting untuk membedakan mana sikap hemat yang sehat dan mana yang sudah masuk kategori pelit. Sikap hemat biasanya tetap memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan bersama, bukan hanya kepentingan satu pihak. Sementara sikap pelit cenderung mengabaikan kebutuhan pasangan, bahkan untuk hal-hal yang penting. Jika sudah menyangkut kebutuhan dasar, kesehatan, atau kenyamanan hidup bersama, kondisi ini sebaiknya tidak dibiarkan dan perlu dibicarakan dengan serius.

2. Mulai dengan Komunikasi yang Tenang dan Terbuka

Langkah pertama yang paling penting adalah berbicara secara jujur tanpa emosi berlebihan. Hindari menuduh atau melabeli pasangan sebagai “pelit”. Sampaikan perasaan dengan kalimat yang lembut, misalnya tentang kebutuhan yang belum terpenuhi atau perasaan tidak nyaman. Komunikasi yang tenang membantu pasangan lebih terbuka mendengarkan tanpa merasa diserang.

3. Coba Pahami Alasannya

Cobalah menggali alasan pasangan menjadi sangat perhitungan. Apakah karena takut kondisi keuangan tidak stabil, punya target tabungan tertentu, atau trauma finansial di masa lalu. Dengan memahami latar belakangnya, kita bisa melihat bahwa sikap tersebut bukan semata-mata soal tidak mau berbagi, tapi justru bentuk proteksi terhadap masa depan.

4. Buat Kesepakatan Keuangan Bersama

Ajak pasangan duduk dan menyusun anggaran rumah tangga secara terbuka. Tentukan mana saja kebutuhan utama, berapa yang perlu ditabung, serta alokasi untuk kebutuhan pribadi dan hiburan. Dengan adanya kesepakatan yang jelas, pasangan tidak merasa kehilangan kendali, dan kita pun tidak merasa dibatasi secara sepihak.

5. Libatkan Pasangan dalam Menentukan Prioritas

Daripada menuntut atau memaksakan keinginan, lebih baik mengajak pasangan berdiskusi tentang prioritas hidup bersama. Bicarakan mana kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang dan mana yang masih bisa ditunda. Ketika pasangan dilibatkan dalam pengambilan keputusan, pengaturan keuangan terasa lebih adil dan seimbang, sehingga sikap hemat pun bisa menjadi lebih fleksibel.

6. Cari Jalan Tengah yang Realistis

Kompromi adalah kunci dalam pernikahan. Jika pasangan ingin menabung lebih banyak, coba diskusikan supaya kebutuhan emosional dan sosial tetap terpenuhi. Misalnya dengan menyediakan budget khusus untuk quality time atau kebutuhan pribadi. Dengan mencari jalan tengah, kalian bisa sama-sama merasa dihargai dan diperhatikan.

7. Pertimbangkan Bantuan Ketiga Jika Dibutuhkan

Jika masalah keuangan terus memicu konflik dan sulit diselesaikan berdua, tidak ada salahnya mempertimbangkan konselor pernikahan atau perencana keuangan. Bantuan pihak ketiga bisa memberikan sudut pandang netral dan solusi yang lebih terstruktur.

Menghadapi pasangan yang pelit setelah menikah bukan soal siapa yang benar atau salah, tapi bagaimana membangun kerja sama dan kepercayaan. Dengan komunikasi yang sehat dan kesediaan untuk saling memahami, masalah ini bisa diubah menjadi proses belajar untuk mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih bijak dan harmonis.

Tapi, Jangan Lakukan Hal Ini, ya…

wm_article_img
Foto via Focus on the Family

Saat menghadapi pasangan yang terlihat pelit setelah menikah, emosi sering kali mudah terpancing. Padahal, cara merespons yang kurang tepat justru bisa memperkeruh keadaan dan membuat masalah keuangan semakin sensitif. Karena itu, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dihindari supaya hubungan tetap sehat dan komunikasi tetap terbuka.

1. Menghakimi dan Memberi Label Negatif

Mengucapkan kata-kata seperti “pelit”, “terlalu perhitungan”, atau membandingkan pasangan dengan orang lain hanya akan melukai perasaannya. Label negatif membuat pasangan merasa tidak dihargai dan tidak dipahami. Akibatnya, pembicaraan yang seharusnya mencari solusi justru berubah menjadi ajang saling membela diri dan mempertahankan ego masing-masing.

2. Membahas Keuangan Saat Emosi Memuncak

Membicarakan masalah uang ketika sedang marah, kesal, atau kecewa berat hampir selalu berakhir dengan pertengkaran. Nada bicara yang tinggi dan kata-kata yang menyakitkan membuat pesan sulit diterima dengan baik. Topik keuangan sebaiknya dibicarakan saat suasana sudah lebih tenang supaya kalian bisa berpikir jernih dan saling mendengarkan.

3. Mengungkit Masa Lalu atau Kesalahan Lama

Mengaitkan sikap pasangan saat ini dengan kesalahan di masa lalu, seperti mengatakan “dari dulu kamu memang seperti ini”, hanya akan memperpanjang konflik. Cara ini membuat pasangan merasa diserang secara pribadi, bukan diajak menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi bersama.

4. Membandingkan dengan Rumah Tangga Orang Lain

Setiap rumah tangga memiliki kondisi keuangan, kebiasaan, dan tantangan yang berbeda-beda. Membandingkan pasangan dengan suami atau istri orang lain justru bisa menimbulkan rasa tidak cukup, minder, dan tersinggung. Perbandingan seperti ini jarang membawa dampak positif dan malah bisa memperkeruh suasana.

5. Bersikap Pasif dan Memendam Perasaanmu

Memilih diam dan memendam rasa kecewa demi menghindari konflik mungkin terasa aman di awal. Tapi untuk jangka panjang, perasaan yang dipendam bisa berubah menjadi rasa kesal dan menciptakan jarak emosional. Jika ada hal yang mengganggu, sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik dan waktu yang tepat, bukan disimpan sendirian.

6. Mengambil Keputusan Keuangan Secara Sepihak

Sebagai bentuk reaksi atas sikap pasangan yang dianggap pelit, sebagian orang justru mengambil keputusan sendiri, seperti berbelanja diam-diam atau menyembunyikan pengeluaran. Tindakan ini bisa merusak kepercayaan dalam hubungan dan memicu konflik yang lebih besar di kemudian hari.

7. Memaksa Pasangan Berubah Secara Instan

Perubahan pola pikir dan kebiasaan dalam mengelola uang tidak bisa terjadi secara instan. Menekan atau memaksa pasangan untuk langsung berubah justru bisa menimbulkan penolakan dan perlawanan. Proses ini perlu dijalani secara perlahan, dengan komunikasi yang konsisten, saling pengertian, dan kompromi.

Menghindari hal-hal di atas membantu menjaga hubungan tetap sehat meski sedang menghadapi perbedaan dalam mengelola keuangan. Dengan sikap yang lebih bijak dan penuh empati, pasangan bisa diajak bekerja sama tanpa saling melukai, serta menemukan cara yang lebih seimbang dalam kehidupan rumah tangga.

Sikap pelit setelah menikah tidak selalu berarti pasangan berubah menjadi buruk. Bisa jadi, ia sedang menyesuaikan diri dengan tanggung jawab baru. Jika dibicarakan dengan terbuka dan saling memahami, masalah ini bisa diselesaikan tanpa konflik. Dengan saling pengertian dan kesepakatan bersama, kamu dan pasangan bisa mengatur keuangan dengan lebih seimbang. Ingin tahu tips mengelola keuangan setelah menikah? Artikel ini bisa membantu kamu dan pasangan.


Cover | Foto via iStock

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...