Pilih Kategori Artikel

Pengantin Wanita Lebih Tinggi dari Pengantin Pria? Ini Tips agar Nyaman
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Setiap orang memiliki preferensi sendiri mengenai visual yang diinginkan dari pasangan. Beberapa mengutamakan wajah dengan kriteria tertentu, memiliki warna kulit yang cerah atau gelap, hingga memiliki tinggi yang ideal. Beberapa wanita mungkin tidak mempermasalahkan tinggi badan pasangannya. Namun, di acara pernikahan, pengantin pria biasanya akan diharapkan lebih tinggi supaya terlihat sebagai sosok yang bisa diandalkan dan lebih enak dipandang.

Oleh sebab itu, saat wanita lebih tinggi, biasanya pasangan pengantin akan mencari cara agar tetap tampil nyaman dan percaya diri di hari pernikahan. Untuk membantu hal tersebut, ada berbagai tips dan trik sederhana yang dapat digunakan agar tampilan kalian tetap harmonis tanpa harus mengubah diri secara berlebihan. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, yuk!

1. Pilih baju pengantin wanita yang tidak menambah tinggi secara berlebihan

Pengantin wanita bisa memilih gaun atau kebaya dengan siluet yang flowy, tapi tidak perlu menambah elemen yang terlihat memperpanjang tubuh secara ekstrem. Misalnya, hindari kebaya dengan kerah menjulang atau rok model A-line super panjang yang memberi kesan semakin tinggi. Pilih potongan seperti straight cut, column dress, atau kebaya dengan bawahan sederhana yang tidak memiliki banyak layer. Pemilihan detail horizontal, misalnya sulaman yang melebar di bagian dada atau pinggang akan membantu “mendistraksi” tinggi dan membuat tampilan lebih ideal saat berdampingan dengan pasangan. Dengan siluet yang tepat, kamu tetap terlihat anggun dan tidak menunjukkan perbedaan tinggi yang terlalu mencolok.

2. Pilih alas kaki yang tidak terlalu tinggi, tapi tetap elegan

Cara paling sederhana untuk menyiasati perbedaan tinggi adalah memilih sepatu dengan hak yang lebih rendah, tetapi tetap cantik dan cocok dengan gaun pengantin. Kamu bisa menggunakan kitten heels, block heels rendah, atau bahkan flat shoes elegan dengan detail kristal, renda, atau satin. Banyak pengantin memilih double shoe option, yaitu hak rendah untuk momen berjalan menuju pelaminan, lalu beralih ke flat shoes saat sesi foto agar proporsi tetap terlihat harmonis. Dengan cara ini, kamu tetap bisa merasa nyaman sepanjang acara dan terlihat cantik.

3. Jika tetap ingin mengenakan heels tinggi, pilih yang tertutup gaun

wm_article_img
Source: Pexels/ Melike B

Ada beberapa pengantin yang tetap ingin memakai heels tinggi demi mendapatkan postur yang tegap atau siluet gaun yang lebih rapi. Hal ini tidak masalah selama dikombinasikan dengan trik fotografi. Selama rok atau kebaya cukup panjang, heels tidak akan terlihat dan fotografer bisa mengatur sudut untuk menyamarkan perbedaan tinggi, misalnya dengan menempatkan pengantin pria sedikit lebih dekat ke kamera atau mengambil gambar dari angle yang lebih rendah. Teknik ini sudah sangat umum digunakan. Hasilnya akan terlihat natural dan tidak terlihat dipaksakan.

4. Pengantin pria bisa menggunakan subtle high booster

Jika pengantin pria membutuhkan sedikit tambahan tinggi, ada sepatu formal yang sudah memiliki insole peninggi 2 hingga 4 cm yang tidak terlihat dari luar. Sepatu jenis ini tetap tampak seperti sepatu resmi biasa, tidak membuat kaki kaku, dan memberikan tambahan tinggi badan yang tidak membuatmu merasa aneh. Solusi ini akan membuat pengantin elegan dan sangat membantu di momen-momen sesi foto, masuk venue, atau momen formal di mana pasangan ingin terlihat lebih serasi. Yang penting, pilih kualitas yang bagus agar tidak terasa tidak nyaman saat dipakai seharian.

5. Pilih gaya rambut pengantin wanita yang tidak terlalu tinggi

Alih-alih menggunakan sanggul tinggi atau crown besar, kamu bisa memilih gaya rambut yang lebih rendah seperti low bun, chignon, atau soft waves terurai. Model rambut ini membuat tampilan lebih seimbang dan tidak menambah volume secara vertikal. Jika tetap ingin memakai tiara, pilih yang tipis dengan letakkan dengan posisi lebih rendah di kepala. Dengan demikian, keseluruhan proporsi tampak harmonis karena pengantin wanita tidak terlihat makin menjulang dibanding pasangannya.

6. Atur posisi badan saat berjalan dan di pelaminan

Saat berjalan berdampingan, pengantin wanita bisa sedikit menarik bahu ke belakang dan menurunkan dagu agar postur tetap anggun dan tidak terlalu menonjolkan tinggi badan. Sebaliknya, pengantin pria bisa menegakkan tubuh, menaikkan bahu, dan menjaga langkah yang stabil untuk memberi kesan lebih proporsional. Di pelaminan, posisi duduk dan berdiri bisa disesuaikan, misalnya saat foto, pengantin pria bisa berdiri lebih dekat ke kamera atau sedikit lebih tinggi di spot yang sudah disiapkan. Semua trik ini biasanya dilakukan secara alami sehingga tidak terlihat sebagai sesuatu yang memaksa.

7. Pilih konsep foto yang tidak mempertegas perbedaan tinggi

Konsep foto juga dapat membantu menciptakan kesan proporsional. Misalnya, pilih pose duduk bersama, bersandar pada meja atau kursi, atau berdiri dengan background yang memiliki garis-garis horizontal. Foto candid, gaya editorial, atau pose saling merangkul dari samping juga membuat perbedaan tinggi terlihat samar tanpa perlu pengaturan berlebihan. Fotografer profesional biasanya sangat terbiasa dengan hal ini dan akan otomatis mengarahkan pose untuk kedua pihak.

8. Koordinasikan warna dan detail busana agar kedua mempelai lebih menyatu

wm_article_img
Source: Pexels/ Ricky S

Busana dengan palet warna senada atau tone yang harmonis akan membantu menyatukan visual kedua mempelai sehingga perbedaan tinggi tidak menjadi fokus utama. Misalnya, kebaya pengantin wanita dan beskap pengantin pria bisa menggunakan nuansa yang serupa atau saling melengkapi. Detail motif, bordiran, atau aksesori yang senada juga membantu menciptakan kesan serasi. Semakin terlihat kompak, semakin natural tampilan kalian berdua apa adanya.

9. Kenakan aksesori yang memperhalus proporsi

Pengantin wanita bisa memilih aksesori yang tidak memberikan ilusi yang menambah panjang visual tubuh, seperti anting pendek atau sedang, veil medium length, atau selendang yang jatuh diagonal. Hindari veil cathedral yang sangat panjang jika tubuh sudah relatif tinggi karena akan membuat tubuhmu terlihat semakin memanjang. Pengantin pria dapat menambahkan aksesori seperti lapel pin, pocket square, atau layering tipis untuk memberi efek volume di area dada sehingga proporsinya tampak lebih seimbang.

10. Manfaatkan teknik layering pada busana pengantin pria

Layering ringan pada busana pengantin pria dapat memberi efek visual yang mempertebal area dada dan bahu sehingga proporsi pengantin akan tampak lebih tegap dan seimbang dengan pasangan. Misalnya, menggunakan rompi tipis di dalam jas, beskap dengan struktur yang memiliki sedikit pad, atau outerwear formal khas adat dengan detail pada bahu. Teknik layering ini tidak bertujuan membuat tubuh terlihat lebih besar, melainkan menciptakan siluet yang lebih kokoh dan “naik” secara visual. Dengan begitu, perbedaan tinggi antara kedua mempelai tidak menjadi fokus utama ketika dilihat dari kejauhan maupun dalam foto.

11. Hindari gaun atau kebaya dengan garis vertikal dominan

Garis vertikal seperti ruffles memanjang, belahan rok panjang, garis-garis sulur, atau motif bordiran vertikal dapat membuat tubuh terlihat semakin menjulang. Jika ingin tetap memakai bordiran tersebut, mintalah penjahit atau desainer mengombinasikannya dengan garis horizontal atau diagonal di bagian tertentu, misalnya di pinggang atau lengan. Dengan komposisi motif yang tepat, kebaya tetap terlihat mewah. Perbedaan tinggi juga tidak semakin mencolok saat bersebelahan dengan pengantin pria.

12. Pilih komposisi grup foto yang tepat

Ketika berfoto bersama keluarga atau teman, posisikan pasangan di tengah dengan orang-orang lebih tinggi di bagian belakang dan yang lebih pendek di depan. Dengan komposisi seperti ini, pasangan akan lebih menyatu dengan orang lain dengan tinggi yang tidak terlalu berbeda. Fotografer biasanya sudah paham teknik ini, tetapi memberi tahu preferensimu terlebih dahulu akan sangat membantu.

13. Fokus pada kenyamanan

wm_article_img
Source: Pexels/ Andy Lee

Sebaiknya tidak memaksa melakukan sesuatu yang membuatmu dan pasangan merasa tidak nyaman. Jika pengantin wanita lebih percaya diri memakai heels tinggi dan tidak keberatan terlihat lebih tinggi, maka pilih rasa nyaman tersebut. Jika pengantin pria tidak menyukai sepatu meningkat tinggi, jangan memaksanya. Kenyamanan akan terpancar dalam foto, interaksi, dan keseluruhan acara. Ketika kalian berdua tampil apa adanya dan saling mendukung, tidak ada tamu yang benar-benar memperhatikan selisih tinggi. Yang mereka lihat adalah energi bahagia dari dua orang yang saling mencintai.

Pada akhirnya, yang paling penting adalah bagaimana kalian berdua tampil percaya diri dan menunjukkan cinta satu sama lain. Banyak pasangan modern di seluruh dunia memiliki perbedaan tinggi dan tetap tampil luar biasa di hari pernikahan mereka. Lebih penting memperlihatkan chemistry, kebahagiaan, serta kehangatan yang membuat tamu fokus pada momen alih-alih pada selisih tinggi. Rasa nyaman satu sama lain adalah trik paling ampuh yang tidak bisa dikalahkan oleh trik apa pun.

Biar persiapanmu makin smooth dan penuh ide segar, jangan lupa mampir ke artikel-artikel lain di WeddingMarket, ya! Ada banyak tips yang siap menemani langkahmu ke pelaminan.


Cover | Foto: Pexels/Lê Hào Quang

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...