Pilih Kategori Artikel

Perempuan Hebat yang Berpengaruh Dalam Industri Pernikahan: Siapa Sajakah Mereka?
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Banyak sekali perempuan hebat yang membangun usaha dalam industri pernikahan untuk menyukseskan para calon pengantin yang ingin menikah.

Memang, ada beberapa aspek pendukung untuk menyukseskan sebuah acara pesta pernikahan. Seperti misalnya desainer kebaya pengantin, makeup artist, desainer sepatu pengantin, kue pernikahan, wedding organizer, dan masih banyak lagi.

Namun, di Hari Kartini ini, selalu identik dengan emansipasi wanita. Sama halnya derajat antara wanita dan pria dalam berkarir. Di dalam artikel ini, akan membahas mengenai beberapa perempuan hebat yang berpengaruh dalam industri pernikahan. Tentunya, akan sesuai dengan bidang yang mereka geluti, ya.

1. Anne Avantie, Desainer Kebaya

Siapakah khususnya kaum wanita yang tidak mengenal Anne Avantie? Ia merupakan salah satu desainer kebaya yang handal panutan yang memiliki jiwa rendah hati walaupun nama dan jasanya sudah meroket.

Siapa sangka kalau desainer ternama ini hanya menduduki bangku pendidikan hingga tingkat SMP. Namun, dibalik itu semua, ia selalu gigih dan tekun dalam suatu kemampuan yang dimilikinya sehingga ia bisa menjadi seorang wanita yang mandiri dan dan mampu mengejar mimpinya.

Dalam membangun usaha dalam industri pernikahan, sang wanita ini tidak mau sukses sendirian. Peduli dengan kaum marginal, desainer ternama ini menggandeng UKM yang ada di Indonesia yang berakhir dengan mendirikan AnneAvantieMall.com.

Bukan hanya itu saja, tetapi juga ia mendirikan sebuah Yayasan Anne Avantie karena memiliki kepedulian khusus terhadap penyandang cerebral  palsy. Sang desainer mendirikan sebuah Yayasan ini dengan tujuan untuk membantu mengembangkan minat dan bakat yang anak-anak inginkan.

Dalam merancang kebaya pengantin, Anna Avantie dedikasikan untuk cinta budaya Indonesia, terutama Jawa. Ia memiliki rasa bangga terhadap batik dan kebaya yang sudah tidak bisa diragukan lagi, lho.

Kita harus memberikan apresiasi terhadap desainer ternama ini mengenai kecintaannya pada budaya Jawa. Walaupun ia bukan berasal dari keturunan Jawa, Melainkan Tionghoa. Namun, dalam kesehariannya, Anne Avantie ini berpenampilan dengan ciri khas sanggul di kepalanya, busana batik, atau kebaya. Semuanya nampak sederhana namun anggun. 

Pandangan Anne Avantie dengan anak muda millenila ini tentua sangat berbeda sekali dalam berbusana. Bahkan mereka cenderung lebih mencintai produk buatan luar negeri dengan penawaran harga yang fantastis. Berbeda dengan produk lokal yang memiliki makna nilai budaya di dalamnya.

Di tengah pandemi virus Corona, Anne Avantie berenti untuk memproduksi kebaya demi produksi baju APD untuk tenaga medis. Hati nurani sang Anne Avantie ini tersentuh untuk membantu dalam menangani virus Covid-19 yang bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi seluruh dunia.

Dalam pembuatan APD, ia memilih warna putih sebagai warna dasarnya, sedangkan warna merah pada bagian resleting untuk melambangkan Indonesia. Wah, salut sekali, ya!

2. Rina Gunawan, Wedding Organizer

Inilah perempuan hebat yang berpengaruh dalam industri pernikahan, Rina Gunawan. Sebelum menjadi seorang wedding organizer yang sukses, ia berstatus entertainment dengan kelahiran Bandung, 28 Juni 1974.

Dalam perjalanan membangun sebuah bisnis dalam industri pernikahan, seperti Wedding Orginazer dan Event Organizer ini, berjalannya waktu sang Rina Gunawan semakin fokus dan serius. Ia semakin serius dalam menekumi bisnisnya karena ada beberapa astis yang menggunakan jasanya.

Seperti, Krisdayanti yang meminta Rina Gunawan untuk menangani pesta ulang tahun untuk kedua anaknya yaitu Azriel dan Aurel. Tak berhenti di situ, Rina Gunawan juga diminta artis Eko Patrio dan Viona untuk mengurus semua keperluan pernikahan mereka.

Dari situlah Rina Gunawan benar-benar mengambil keputusan untuk terus menekuni dalam industri pernikahan, seperti wedding organizer dan event organizer. Dalam meresmikan sebuah bisnisnya, perempuan hebat ini membawa label Rina Wedding and Event Organizer.

Kualitas yang ditawarkan oleh Rina Wedding and Event Organizer ini tak usah kalian ragukan lagi. Wedding Organizer yang dikelola Rina Gunawan sudah berhasil membantu untuk menyukseskan beberapa pernikahan mewah yang berasal dari beberapa artis ternama tanah air, kalangan bisnis dan pejabat pun juga pernah ia tangani.

Salah satu deretan artis papan atas seperti Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair pun juga pernah ketika menggelar pesta pernikahannya menggunakan jasa perempuan hebat ini.

3. Lina Lee, Desainer Sepatu Pengantin

Sebagian besar kaum wanita memiliki hobi dalam membeli sepatu, hal ini memang dilakukan untuk menunjang penampilannya. Terkadang kaum wanita harus keluar masuk toko terlebih dahulu untuk mendapatkan pilihan yang sesuai dengan keinginan. Selain untuk mendapatkan sebuah pilihan yang sesuai keinginan, pertimbangan lainnya adalah untuk comfort dan fashionable.

Ya, Lina Lee, salah satu desainer sepatu pengantin meluncurkan brand Langkah Lina Lee menceritakan bagaimana awalnya ia membuka bisnis dalam industri pernikahan.

Ia mengatakan bahwa awalnya itu dahulu sewaktu dirinya kuliah sempat menjual sepatu di event bazar. Itupun berlanjut dengan membuka usaha grosir sepatu di wilayah Jatinegara.

Seiring berjalannya waktu, peminat pembeli retail mengalami penurunan, akhirnya dia mencoba untuk melakukan penawaran dengan cara online, dengan mengunakan brand yaitu Lina Lee Shoes, yang desainnya lebih kearah sepatu kantor. 

Seringnya Lina Lee melihat desain baju para desainer, akhirnya Lina memilih untuk berkembang dengan mengaplikasikan idenya melalui desain sepatu dengan konsep sepatu pesta. Tentunya, mengutamakan kualitas yang nyaman untuk digunakan dalam beraktivitas sehari-hari. api nyaman untuk bisa digunakan beraktivitas sehari-hari, maka lahirlah brand kedua yaitu Langkah.

Brand Langkah yang diterbitkan Lina Lee ini, telah memiliki jumlah model yang lumayan bervariasi, dengan target pasar wanita berusia 20 - 41 tahun. Dengan desain sepatu yang unik, inovatif dan dibuat secara homemade menjadikan brand ini banyak disukai kalangan selebritis.

Warna- warna yang menjadi favorite kaum wanita antara lain warna hitam, putih, merah muda, abu-abu dan nude. Hara yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp450 ribu sampai Rp2 jutaan, lho. Brand langkah ini diambil dari kata 'Melangkah' yang menurut kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti mengayunkan (menggerakkan) kaki.

Menurut Lina, dengan memilih kata “langkah” untuk salah satu brandnya sangat diharapkan bisa melangkah menuju kesuksesan.

4. Imelda Kartini, Desainer Gaun Pengantin

Perempuan hebat lainnya yang berpengaruh dalam industri pernikahan yaitu Imelda Kartini. Ia merupakan salah satu desainer muda gaun pengantin yang terkenal senang dengan penempatan ornamen dekoratif secara keseluruhan.

Kebiasaan sang desainer mampu menampilkan kembali kekuatannya dalam 19 rancangan gaun yang di buat dengan aksesoris artifisial bunga, tumbuhan, akar, yang ia adaptasi dari dunia fiksi.

Dalam merancang sebuah gaun pengantin, Imelda Kartini juga mampu memainkan warna yang ia tunjukan dengan mengawali peragaan perdana Rejuvenate pada jakarta Fashion Week pada November, 2011 dengan menggunakan perpaduan warna-warni.

Berkembangnya zaman, maka sang desainer memilih untuk kembali menggunakan warna hitam dan putih hingga dengan nuansa warna putih yang mampu menciptakan efek tenang sekaligus dramatis.

Perempuan hebat ini kelahiran 24 Desember yang tergabung dalam LPM dan berhasil menjadi finalis The Young Fashion Designer Competition pada tahun 2009 lalu.

Imelda Kartini juga pernah mengadakan show bersama dengan alumni ESMOD di Jakarta Fashion Week 2009 bersama dengan alumni dari LPM dalam Rejuvenate pada 2010. Itupun menjadi salah satu desainer yang merancang busana finalis Puteri Indonesia 2010.

5. Ghea Panggabean, Desainer dengan Motif Tradisional

Siapa yang tidak mengenal dengan salah satu desainer dengan menghadirkan motif tradisionalnya disetiap rancangannya? Perempuan hebat itu bernama Ghea Panggabean.

Tidak mudah bagi setiap desainer dalam menemukan DNA karyanya sendiri. Berbagai proses yang panjang dilalui oleh desainer Ghea Panggabean sehingga ia mampu berhasil dalam menemukan ciri khas dari label Ghea Fashion Studio miliknya.

Ghea merupakan nama panggilannya. Ia mampu melesatnya namanya dengan cepat karena talenta dalam mengadopsi kain tradisional jumputan Palembang dan grinsing Bali menjadi sebuah busana yang modern.

Di tangan Ghea Panggabean, item fashion seperti legging bermotif tradisional Indonesia, tunik yang melayang, hingga kebaya dengan cutting longgar bukanlah hal yang tak mungkin terjadi.

Melalui label Ghea Fashion Studio, desainer ini mampu memberikan kebebasan berekspresi dalam berbusana dengan menggunakan motif tradisional Indonesia. Kemajuan zaman yang pesat dibuktikan Ghea tak dapat menghalangi para wanita Indonesia untuk tampil dengan pakaian bermotif tradisional dengan cara yang modern. 

Ghea Panggabean kelahiran di Rotterdam pada tahun 1955 dengan nama Ghea Sukarya. Ia terlahir dari orang tua yang memiliki pribadi yang sangat menghargai budaya dan seni. Itulah penyebabnya mengapa ia banyak menghabiskan masa kecilnya di Belanda dan Jerman dengan berkunjung ke museum dan membaca berbagai buku tentang kekayaan Indonesia.

Kain jumputan yang menjadi benang merah di rancangannya, awalnya ia temukan ketika sedang berbelanja di toko antik saat kembali ke Indonesia. Di sana, ia menemukan scarf yang terbuat dari kain jumputan yang kemudian terus ia gunakan di rancangannya sampai saat ini.

Kecintaannya terhadap kain jumputan yang membuat ia gunakan kain tersebut secara terus menerus. Bahkan ia salurkan dengan meluncurkan homeware yang berhiaskan motif kain jumputan.

Di awal kariernya sebagai desainer dan saat mendirikan label Ghea Fashion Studio, Ghea baru berusia 22 tahun dan belum memiliki modal yang banyak. Sehingga ia pun bereksplorasi dengan kain motif lurik yang kala itu tidak terlalu mahal.

Ia memiliki keinginan untuk membuat busana yang dapat dikenakan anak muda juga mendorongnya untuk menggunakan kain lurik yang memiliki harga lebih terjangkau. Ghea yang memiliki jiwa muda dan ingin mendapat perhatian dari pasar anak muda sehingga mampu melahirkan sebuah inovasi berpakaian dengan motif tradisional.

Lalu, ia melahirkan inovasi paduan gaun kebaya dengan celana denim, gaun micro dengan T-shirt longgar dan rok sarung yang dipadankan dengan T-shirt. Caranya memadankan potongan pakaian tradisional dengan item fashion modern. Itulah trik sukses yang dapat membedakan dirinya dengan desainer lain. tentunya, mampu menggaet perhatian generasi muda.

Hadirnya keindahan dari berbagai macam kain di sekitarnya itu muncul dalam Inspirasi Ghea ketika mendesain. Ternyata, Ghea juga gemar mengoleksi kain dan perhiasan antik dari seluruh Indonesia yang dapat menelusuri koleksi-koleksi kain tradisional miliknya saat sedang mencari inspirasi baru.

Ia tidak mempunyai waktu banyak untuk travelling sehingga merombak tempatnya bekerja dengan menjadikan kain-kain koleksinya sebagai dekorasi. Itulah yang membuat tempat ia bekerja menjadi sebuah ruangan yang inspiratif dan memicu ide-ide baru.

Dalam merancang sebuah gaun dengan mengedepan unsur tradisional, ia memilih segala jenis bahan kain sudah habis dieksplorasi. Dimulai dari katun, silkvelvetcashmere pun sudah. Tetapi garis besar dalam setiap rancangannya memang tetap bergaya bohemian karena sejujurnya ia tidak mungkin merancang busana yang tidak ingin ia kenakan sendiri.

Kecintaan Ghea terhadap seni itulah yang membuat karya-karyanya menggambarkan sosok wanita yang mengapresiasi seni, open minded, penuh percaya diri dan tidak mau didikte ketika berbusana. Bagi Ghea Panggabean, adalah perempuan hebat yang berpengaruh dalalm industri pernikahan yang tidak takut mencampur beragam gaya sekaligus, cinta budaya dan berpikiran modern. 

Hasil koleksi rancangan Ghea memiliki desain timeless dan mudah dipadankan dengan bermacam gaya, sehingga membutuhkan karakter wanita tersebut. Demikian kecantikan dan juga karakter calon pengantin akan terpancar melalui bagaimana mereka berpakaian dan membuat industri mode semakin berwarna.

6. Lee Novelle Cake, Kue Pernikahan

Apakah diantara kalian ada yang pernah melihat kue pernikahan artis papan atas seperti Sandra Dewi dan Chelsea Olivia, atau para sosialita di Ibukota yang dikemas dalam konsep pernikahan internasional?

Le Novelle Cake merupakan salah satu bisnis dalam industri pernikahan, yaitu dengan menyediakan kue pernikahan yang sedang ngehits saat ini. Bermitra dengan hotel-hotel berbintang lima di Jakarta, seperti Shangri-La, Kempinsky, Mandarin Oriental, Ritz Carlton Pacific Place, Ritz Carlton Mega Kuningan, Ayana, Westin dan Fairmont.

Le Novelle Cake biasanya termasuk dalam wedding package yang diselenggarakan hotel-hotel tersebut. Selain di Jakarta, Le Novelle Cake juga punya cabang di Bali.

Le Novelle Cake ini sudah hadir sejak 25 tahun lalu. Saat ini, Le Novelle Cake dikelola oleh generasi kedua, Le Miyo Minaki (40 tahun), dan kedua adiknya, Tiffany Miya dan Dion Riyadi. Miyo dan kedua adiknya meneruskan bisnis kue yang dirintis ibunya, Susan, pada 1992.

Pada 2004 pihaknya mulai masuk ke industri pernikahan berupa kue pernikahan karena calon pengantin cukup banyak memesan. Namun karena faktor usia, kini Miyo dan adik-adiknya yang meneruskan, walaupun kedua adiknya itu lebih banyak di bagian produksi.

Tiap tahunnya, pesanan kue pernikahan pun meningkat. Itulah yang membuat Miyo harus berpikir bahwa desain dan rasa kuenya juga ikut berkembang. Saat ini, kliennya yang didominasi anak muda usia 20-an tahun memiliki keinginan terhadap tema kue yang sesuai dengan acara pernikahannya atau dibuat customize. Padahal, latar belakang pendidikan Miyo adalah Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Nasional, Bandung, yang cukup mendukung untuk melakukan inovasi dalam hal desain.

Ada berbagai macam varian rasa yang ditawarkan untuk kue pernikahannya, seperti Irish Coffee, American Chocolate, Black Forest, Lemon, dan Cheese. Namun, yang menjadi best seller calon pengantin adalah Irish Coffee dan Lemon karena belakangan ini banyak yang ingin kue dengan rasa yang lebih light.

Akan tetapi, ada beberapa rasa yang mengandung liquor, seperti Irish Coffee, American Chocolate, dan Black Forest. Penawaran harga di sini sangat beragam. Mulai dari Rp 5,8 juta untuk wedding cake tiga tingkat. Di sini pun juga belum pernah menjual kue pernikahan yang harganya melebihi Rp100 juta, kok.

bukan di Jakarta, tetapi juga ke Bandung, Bali, Makassar, dan Papua di sini mampu melayani dan mengirimkan pesanan. Bahkan, ke luar negeri seperti Singapura dan Australia.

Tiffany kini memegang Le Novelle Cake di wilayah Bali, sedangkan Dion mengelola Cream & Lace, Jakarta. Cream & Lace adalah second line Le Novelle Cake, yang melayani permintaan kue yang desainnya sudah tersedia dengan harga di bawah Le Novelle Cake. Adapun Le Novelle Cake khusus untuk kue pernikahan dengan permintaan desain khusus.

Menurut pandangan Gisela Setyawan, sebagai wedding consultant, Le Novelle Cake menjadi salah satu usaha yang merintis kue pernikahan. desain yang dirancang pun selalu sesuai dengan keinginan calon pengantin dan juga penawaran rasa yang cocok untuk segala usia. Bukan dari beberapa aspek tersebut, mengenai pelayananya pun selalu yang terbaik.

Itulah beberapa perempuan hebat yang berpengaruh dalam industri pernikahan sesuai dengan bidang yang digeluti. Kini, sudah saatnya emansipasi wanita. Dengan segala kreativitas dan kecerdasan yang dimiliki, mampu membanggakan diri sendiri dan juga bangsa!

21 April 2020, Selamat Hari Kartini ❤️

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...