Kabar hubungan antara El Rumi dan Syifa Hadju membuat banyak orang ikut merasa bahagia dan antusias dalam mengikuti setiap fase hubungan mereka selanjutnya. Setelah melangsungkan lamaran, baru-baru ini, pasangan ini mengambil foto prewedding dengan tema yang sebenarnya mungkin cukup umum, tapi memiliki eksekusi yang unik. Pasalnya, mereka tidak mengambil foto hanya berdua saja. Ada beberapa orang lainnya yang ikut mengambil bagian dalam foto prewedding pasangan manis ini.
Jika kamu tertarik dengan sesuatu yang klasik dan heritage dengan sentuhan unik, konsep prewedding mereka juga bisa kamu sontek. Untuk mewujudkannya, kamu bisa menggunakan panduan berikut ini. Simak sampai habis, yuk!
1. Kebaya dan beskap modern sebagai busana utama


Salah satu elemen paling kuat dalam prewedding bertema klasik adalah pilihan busana yang terinspirasi dari pakaian tradisional, seperti kebaya untuk perempuan dan beskap untuk laki-laki. Namun, agar tetap terlihat segar dan relevan dengan gaya masa kini, busana ini biasanya dibuat dengan sentuhan modern, misalnya potongan kebaya yang lebih clean, penggunaan kain brokat yang lebih ringan, atau beskap dengan siluet lebih slim fit dan pemilihan warna yang lembut.
Kebaya bisa dipadukan dengan kain batik klasik atau songket untuk memperkuat nuansa heritage, sementara beskap modern biasanya dilengkapi dengan detail minimalis agar tidak terlalu berat secara visual. Hasilnya adalah tampilan yang tetap menghormati tradisi, tetapi terasa fashionable dan elegan di kamera sehingga cocok untuk konsep foto yang ingin terlihat klasik yang tidak terkesan kuno.
2. Lokasi pemotretan di rumah dan bangunan heritage

Pemilihan lokasi menjadi kunci penting dalam menciptakan atmosfer klasik yang kuat. Rumah heritage atau bangunan tua dengan arsitektur kolonial bisa menjadi pilihan karena memiliki karakter visual yang sulit ditiru oleh tempat modern. Elemen seperti pintu kayu yang besar, jendela yang tinggi, lantai tegel bermotif, hingga tangga kayu yang megah bisa memberikan latar yang dramatis sekaligus romantis. Selain itu, bangunan heritage biasanya memiliki pencahayaan alami yang lembut dari jendela besar atau teras luas sehingga foto akan terlihat lebih artistik dan sinematik. Dengan memanfaatkan sudut-sudut arsitektur ini, fotografer bisa menciptakan komposisi yang terasa seperti potongan adegan film klasik atau lukisan romantis dari masa lampau.
3. Menggunakan kendaraan tradisional sebagai properti foto

Kendaraan tradisional seperti becak, sepeda ontel, atau delman juga bisa digunakan untuk memperkuat suasana heritage dalam sesi prewedding. Properti ini memberikan kesan perjalanan romantis di masa lampau, seolah pasangan sedang melakukan kencan klasik di kota. Misalnya, adegan ketika pengantin duduk di becak dengan elegan sementara atau salah satu berjalan di sampingnya. Keduanya juga bisa berpose santai di atas sepeda ontel di depan bangunan tua. Selain menambah variasi pose, kendaraan tradisional ini akan membuat foto terasa lebih dinamis dan bercerita daripada hanya berdiri atau duduk saja.
4. Gestur dan pose romantis

Konsep klasik biasanya juga tercermin dari gaya pose yang lebih lembut, anggun, dan tidak terlalu ekspresif. Pasangan biasanya akan diarahkan untuk melakukan gestur sederhana seperti berjalan bersama di koridor rumah tua, duduk berdampingan di teras dengan ekspresi tenang, atau saling menatap dengan ekspresi yang lembut. Pose semacam ini menciptakan kesan romantis yang elegan dan tidak berlebihan, selaras dengan estetika heritage yang mengutamakan keindahan yang lembut. Pose yang lebih natural dan atmosfer lokasi yang kuat ini akan membuat foto prewedding terasa seperti potret kehidupan romantis dari era yang berbeda.
5. Menghadirkan figur tradisional dan seperti abdi dalem atau tokoh lokal

Untuk memperkuat cerita visual, beberapa konsep prewedding klasik termasuk El dan Syifa juga melibatkan figur tambahan seperti abdi dalem. Kamu juga bisa mengajak penjaga rumah tua atau masyarakat lokal dengan busana tradisional menjadi bagian fotomu. Kehadiran mereka memberikan konteks budaya yang lebih hidup dalam foto, seolah-olah pasangan pengantin menjadi bagian dari sebuah kisah yang berlangsung di masa lalu.
Kamu dan pasangan bisa berdiri di tengah halaman rumah heritage sementara beberapa abdi dalem berada di belakang sebagai latar atau berjalan melewati lorong panjang yang dijaga oleh figur tradisional. Elemen ini akan menambahkan estetika visual sekaligus memberikan nuansa naratif yang membuat foto terasa lebih mendalam dan tidak sekadar pose romantis biasa.
6. Manfaatkan interior rumah tua yang penuh karakter

Selain memotret di bagian luar bangunan heritage, kamu juga bisa memanfaatkan interior rumah tua yang biasanya memiliki karakter visual yang sangat kuat. Ruangan dengan furnitur kayu antik, lemari kaca klasik, kursi rotan, lampu gantung lawas, atau meja marmer akan menjadi latar yang sangat estetis. Pasangan bisa berpose duduk santai di ruang tamu yang berkonsep klasik, berdiri di dekat jendela besar dengan tirai tipis, atau berjalan di koridor panjang rumah tersebut. Interior seperti ini memberikan kesan intim dan personal, seolah pasangan sedang menjalani kehidupan sehari-hari di rumah bersejarah yang penuh cerita.
7. Menggunakan properti klasik

Properti kecil bisa menjadi detail yang membuat foto prewedding terasa lebih hidup dan autentik. Dalam konsep heritage, pasangan bisa menggunakan buku tua, kipas tradisional, payung renda vintage, koper kulit klasik, atau kamera analog sebagai aksesori tambahan. Properti ini membantu menciptakan suasana untuk menciptakan storytelling, misalnya adegan pengantin perempuan membaca buku di teras rumah tua sementara pasangannya duduk di sampingnya atau berjalan bersama dengan payung vintage di halaman. Detail kecil seperti ini membuat foto terlihat lebih natural dan tidak sekadar pose formal.
8. Palet warna hangat dan vintage

Selain busana dan lokasi, tone warna dalam foto juga sangat menentukan keberhasilan konsep klasik. Biasanya fotografer menggunakan palet warna hangat seperti cokelat kayu, krem, emas lembut, atau hijau tua dari taman klasik di sekitar bangunan heritage. Tone ini memberikan kesan vintage yang akan memperkuat atmosfer masa lampau. Editing foto pun bisa dibuat sedikit matte atau soft agar hasilnya terasa seperti foto lama yang elegan. Kombinasi warna ini membuat keseluruhan konsep terlihat harmonis dan konsisten dengan tema heritage.
Tambahan jika ingin re-create prewedding ala El & Syifa
Ada juga tips lain yang bisa kamu terapkan jika kamu ingin menyontek konsep prewedding serupa, tapi tidak sama persis dengan yang dilakukan pasangan El dan Syifa. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Memilih kota tua atau area bersejarah
Selain rumah heritage, pasangan juga bisa melakukan sesi foto di kawasan kota tua yang memiliki bangunan kolonial, jalanan berbatu, dan suasana yang masih mempertahankan karakter masa lampau. Area seperti gang kecil dengan dinding tua, deretan toko klasik, atau lorong dengan lampu jalan vintage akan memberikan latar yang sangat sinematik. Foto berjalan di trotoar kota tua atau berdiri di depan bangunan kolonial dengan pintu besar bisa menghadirkan nuansa romantis yang terasa seperti adegan film drama.
2. Styling rambut dan makeup yang klasik

Untuk memperkuat konsep heritage, styling rambut dan makeup juga perlu disesuaikan. Rambut bisa dibuat dalam gaya sanggul sederhana, wavy yang lembut, atau ditata dengan klasik elegan. Makeup biasanya tidak terlalu bold, melainkan lebih soft dengan warna-warna natural seperti peach, cokelat lembut, atau nude agar wajah terlihat timeless di kamera. Gaya seperti ini akan membuat keseluruhan tampilan terasa selaras dengan busana tradisional dan latar bangunan tua.
3. Menambahkan sentuhan batik atau kain tradisional lain
Selain kebaya dan beskap, pasangan juga bisa bereksperimen dengan berbagai kain tradisional seperti batik klasik, lurik, atau songket sebagai elemen visual tambahan. Misalnya, pengantin perempuan mengenakan selendang batik yang menjuntai lembut saat berjalan atau dua-duanya duduk bersama di atas tikar dengan kain batik sebagai latar. Motif kain tradisional ini memberikan detail visual yang kaya sekaligus memperkuat identitas budaya dalam foto.
4. Membuat narasi cerita

Salah satu hal yang membuat prewedding klasik terasa menarik adalah adanya alur cerita. Pasangan bisa merancang konsep seperti “pertemuan di rumah tua”, “kencan di kota lama”, atau “perjalanan romantis di masa lampau”. Fotografer bisa mengarahkan pose dan adegan yang saling terhubung dengan narasi ini sehingga hasil foto akan terlihat indah secara visual yang terasa seperti rangkaian cerita cinta.
5. Manfaatkan golden hour
Waktu pemotretan juga sangat memengaruhi hasil foto. Cahaya matahari pagi atau menjelang senja ketika golden hour biasanya memberikan warna hangat yang sangat cocok dengan konsep klasik dan vintage. Cahaya ini membuat tekstur bangunan tua, kain tradisional, dan ekspresi pasangan terlihat lebih lembut dan romantis sehingga foto terasa lebih emosional dan artistik.
Mengambil foto prewedding dengan tema heritage sudah banyak dilakukan. Namun, kamu bisa membuatkan semakin unik lagi dengan melakukan beberapa tips yang dilakukan oleh pasangan El Rumi dan Syifa Hadju tersebut. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jangan lupa untuk menggandeng fotografer profesional yang berpengalaman. Yuk, cek daftar vendor yang sesuai dengan gayamu di sini.
Cover | Foto via instagram/elelrumi