Inilah Makna Filosofis Suntiang Minang, Aksesoris Pengantin Minangkabau, Sumatera Barat - Wedding Market

Inilah Makna Filosofis Suntiang Minang, Aksesoris Pengantin Minangkabau, Sumatera Barat

16 Jan 2022 | By Ade Mutia WeddingMarket | Viewers: 484
Inilah Makna Filosofis Suntiang Minang, Aksesoris Pengantin Padang, Sumatera Barat
Sheila Dara memakai suntiang Minang pada resepsi pernikahannya (photo by Morden)

Belum lama ini, pasangan artis sekaligus penyanyi Vidi Aldiano dan Sheila Dara Aisha melangsungkan pernikahan. Salah satu konsep yang diusung pada acara resepsi yang digelar pada Sabtu 15 Januari 2022 lalu, yakni adat Minangkabau. Terlihat jelas dari busana yang dikenakan Sheila Dara, khususnya pada hiasan kepala Anak Daro (pengantin wanita), yakni suntiang Minang. Busana pengantin adat Minang modern dari daerah Sumatera Barat ini dipilih lantaran Vidi Aldiano memiliki darah keturunan Minangkabau. 


Sheila tampil cantik dan anggun dibalut kebaya merah dengan detail payet dan kristal serta songket berwarna senada bersulamkan benang emas karya desainer Vera Anggraini atau Vera Kebaya. Satu hal lagi yang semakin membuat look Sheila makin cantik bak bangsawan Minang, apalagi kalau bukan suntiang Minang emas yang menghiasi kepalanya.


Memakai suntiang pada saat pernikahan menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap wanita Minangkabau. Bukan hanya sekadar hiasan kepala, ternyata suntiang Minang mempunyai makna filosofis, loh! Penasaran? Yuk, kita cari tahu maknanya.



Sheila Dara memakai suntiang Minang pada resepsi pernikahannya (photo by Morden)


Makna Suntiang dalam Adat Minang

Mengutip dari laman wikipedia.org, suntiang adalah perhiasan kepala bertingkat berwarna keemasan yang dipakai oleh perempuan Minangkabau. Hiasan ini berbentuk setengah lingkaran yang terdiri dari susunan ornamen bermotif flora dan fauna, di antaranya diambil dari bentuk bunga mawar, pisang, burung merak, kupu-kupu, dan ikan.


Suntiang tradisional biasanya terbuat dari bahan emas, perak atau tembaga. Beratnya umumnya berkisar antara 3,5 sampai 5 kilogram. Sementara itu, suntiang modern yang banyak digunakan saat ini sudah dimodifikasi sehingga lebih ringan, biasanya dibuat dari bahan alumunium yang disepuh dengan warna emas atau perak.


Dalam pernikahan adat Minang, suntiang menjadi simbol perempuan yang sudah dewasa. Sekaligus, menjadi lambang beratnya tanggungjawab yang akan ia emban setelah menikah dan memiliki keluarga kelak. 


Suntiang Gadang untuk Pengantin, Suntiang Ketek untuk Pendamping Pengantin

Suntiang tak hanya digunakan oleh pengantin perempuan, tapi juga pendamping pengantin. Namun, ada beberapa perbedaan penyebutan untuk keduanya. Anak Daro atau pengantin wanita mengenakan suntiang gadang yang memiliki 7 tingkatan. Sementara itu, pendamping pengantin menggunakan suntiang ketek yang disebut pasumandan, jumlah tingkatannya lebih sedikit misalnya 3 atau 5 tingkat. Suntiang yang berasal dari Padang dan Pariaman ini, jumlah tingkatannya harus ganjil.


Contoh Suntiang Gadang dan Suntiang Ketek (Photo via Kynara Roemah Penganten)


Setiap Daerah Memiliki Suntiang Khasnya Masing-masing

Meskipun selalu digunakan oleh pengantin Minang, akan tetapi suntiang yang digunakan tidaklah sama. Ada perbedaan susunan pada rangkaian suntiang di tiap-tiap daerah. Sebagai contoh, suntiang dari Tanah Datar memiliki mahkota, sedangkan suntiang dari Solok dirangkai tanpa kawat. Suntiang yang paling banyak digunakan secara umum biasanya dari Pariaman, yang disebut suntiang kambang.


Suntiang Sheila Dara by @ellykasim.ek.  (photo via Marlene Hariman on Instagram)


Suntiang Tersusun dari Beberapa Elemen yang Membentuk Satu Kesatuan

Ada beberapa elemen yang membentuk satu kesatuan suntiang yang indah, antara lain: bungo sarunai, biasanya disusun hingga 5 lapis; bungo gadang, tersusun atas 3-5 lapis; kembang goyang yang letaknya paling atas; serta kote-kote yaitu hiasan yang menjuntai di sebelah kanan dan kiri wajah Anak Daro. 


Ragam elemen-elemen yang menghiasi suntiang ini umumnya terinspirasi dari unsur-unsur yang ada di alam, baik itu darat, air, laut dan udara. Hal tersebut sesuai dengan falsafah masyarakat Minangkabau, ‘alam takambang jadi guru’ yang artinya, semua yang terhampar di alam dapat dijadikan pelajaran atau contoh.



Penampilan Sheila Dara Aisha dengan Busana Pengantin Minang Modern (via @marlenehariman)


Jadi, sudah tau kan apa makna pemakaian suntiang Minang? Ya, sebagai simbol bahwa perempuan itu sudah dewasa, sekaligus menjadi lambang beratnya tanggungjawab yang akan ia emban setelah menikah dan berkeluarga kelak. Gimana, mau tampil anggun dengan suntiang gadang juga? Biar makin afdol cari tahu juga tentang prosesi pernikahan adat Minang, yuk! Rancak bana!


Tertarik untuk Tampil ala Anak Daro?

Silahkan Klik Disini

Wujudkan Pernikahanmu di Venue Impian dengan
WeddingMarket Venue Deals

Artikel Terkait


WeddingMarket

Hello, thank you for Visiting us. Any Question?