Ada banyak cara yang digunakan untuk menyambut para tamu undangan di acara resepsi pernikahan. Cara yang paling umum adalah dengan menaruh ucapan selamat datang di gerbang dan menyediakan buku tamu sebagai tanda kehadiran. Setelah itu, para tamu biasanya bisa langsung masuk. Beberapa pengantin mungkin menaruh foto-foto prewedding sebelum memasuki area utama pernikahan. Namun, bisa juga tamu masuk begitu saja.
Untuk memberikan pengalaman yang berbeda pada para tamu saat pertama kali masuk ke venue pernikahanmu, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat welcome market. Apa itu? Apakah welcome market yang dimaksud adalah pasar? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Apa itu welcome market?

Welcome market adalah area atau rangkaian booth kecil yang disiapkan di awal kedatangan tamu yang berfungsi sebagai ruang sambutan sekaligus pengalaman pertama tamu saat memasuki venue resepsi pernikahan. Konsep ini terinspirasi dari suasana pasar, fair, atau pop-up bazaar, tapi dikemas secara estetis dan selaras dengan tema pernikahan.
Dari sisi fungsi, welcome market berperan penting untuk menghindari penumpukan tamu, khususnya pada acara intimate wedding, micro wedding, atau pernikahan dengan jeda waktu antara kedatangan tamu dan prosesi utama. Tamu akan merasa disambut dan diperhatikan sambil menunggu. Keberadaannya juga membuat suasana lebih cair, santai, dan akrab sejak awal.
Secara visual, welcome market biasanya didesain dengan stand-stand kecil, signage lucu, menu board, dekor floral, kain linen, atau properti khas tema, misalnya rotan untuk rustic, acrylic untuk modern, atau kayu dan kain lurik untuk tema tradisional modern. Letaknya berada di area depan, jadi welcome market juga sering digunakan sebagai spot foto favorit tamu sebelum masuk ke area utama pernikahan.
Ide welcome market
Jika kamu tertarik dengan ide kreatif yang masih jarang diterapkan ini, kamu bisa mempertimbangkan beberapa ide berikut ini.
1. Welcome drink bar tematik
Welcome drink bar adalah ide yang paling umum diterapkan, tapi sangat efektif untuk welcome market karena langsung berisi sesuatu yang dibutuhkan oleh tamu ketika baru datang. Konsepnya bisa dibuat sangat tematik, misalnya infused water dengan buah dan herbs untuk garden wedding, es teh premium dengan berbagai varian aroma untuk pernikahan tradisional modern, atau mocktail berwarna senada dengan palet dekorasi untuk pernikahan yang digelar di hotel dengan tema elegan.
Minuman ini bisa disajikan menggunakan dispenser kaca, botol vintage, atau bar kecil berlapis linen untuk membuat tampilannya estetik sekaligus fungsional. Welcome drink bar juga membantu menciptakan kesan bahwa acara ini sudah dipikirkan dengan matang sejak langkah pertama tamu memasuki venue.
2. Snack corner
Snack corner dalam welcome market biasanya berisi makanan ringan berukuran kecil yang bisa dimakan sambil berdiri atau berjalan. Isinya bisa berupa macaron, kue cubit premium, pastel mini, risoles, atau finger food yang tidak mudah berceceran. Konsep ini sangat membantu tamu yang datang lebih awal atau belum sempat makan karena memiliki ukuran yang pas dan tidak membuat mereka kenyang sebelum hidangan utama. Secara visual, snack corner yang disusun bertingkat atau menggunakan piring dan tray cantik akan terlihat seperti mini patisserie yang manis.
3. Booth jajanan tradisional
Booth jajanan tradisional yang dikemas modern bisa menjadi pilihan ideal untuk pasangan yang ingin menghadirkan unsur budaya, tapi tidak terasa kuno. Jajanan seperti klepon, lupis, cenil, putu ayu, atau kue lapis bisa disajikan dalam cup kecil, kertas food grade, atau kotak akrilik bening. Penataan booth dengan sentuhan dekorasi kontemporer, seperti font modern pada signage atau kombinasi warna netral membuat jajanan tradisional terasa lebih relevan dengan konsep pernikahan masa kini. Selain menjadi camilan, booth ini juga akan memicu nostalgia dan percakapan hangat antar tamu.
4. Coffee and tea experience station
Coffee dan tea station memberi pengalaman yang lebih “dewasa” dan personal dalam welcome market. Kopi yang disajikan bisa berupa manual brew sederhana seperti V60 atau French press. Sementara itu, kamu bisa menghadirkan loose leaf tea dengan aroma yang berbeda di bagian tea station. Kehadiran barista atau attendant yang menyeduh langsung akan meningkatkan pengalaman tamu meskipun dengan menu terbatas. Coffee and tea station sangat cocok untuk pernikahan pagi atau siang hari, serta pernikahan intimate yang menekankan kehangatan dan interaksi.
5. Guestbook interaktif
Alih-alih buku tamu biasa, welcome market bisa diisi dengan guestbook interaktif seperti kartu ucapan yang digantung, puzzle nama pasangan, voice note booth, atau kartu pos yang ditulis lalu dimasukkan ke kotak khusus. Area berisi aktivitas ringan ini bisa digunakan oleh para tamu ketika menunggu acara dimulai sambil menciptakan kenangan yang bisa disimpan pasangan setelah hari pernikahan. Guestbook interaktif juga memberi kesan bahwa kehadiran tamu benar-benar dihargai, bukan sekadar formalitas tanda tangan.
6. Mini photo corner
Mini photo corner juga bisa dijadikan welcome market. Biasanya, konsep ini lebih sederhana dibanding photobooth utama, tapi justru sering digunakan lebih dulu oleh tamu. Kamu bisa menyediakan properti ringan seperti standing mirror, backdrop kain, signage lucu, atau bunga segar untuk menciptakan spot foto menarik. Area ini akan membantu mencairkan suasana, terutama bagi tamu yang datang sendiri atau belum bertemu dengan kenalan. Foto-foto dari area ini juga bisa diunggah menjadi konten spontan di media sosial sebelum acara utama dimulai.
7. Edible favor pick up station
Welcome market juga bisa difungsikan sebagai area pengambilan suvenir edible, seperti cookies, cokelat, atau roti artisan. Dengan menaruhnya di awal acara, tamu tidak terburu-buru atau lupa mengambil suvenir saat pulang. Edible favor yang diletakkan rapi dengan label nama pasangan dan tanggal pernikahan akan terlihat seperti bagian dari dekorasi, bukan sekadar meja suvenir. Konsep ini sangat cocok untuk intimate wedding jika ingin alur acara terasa lebih sederhana dan efisien.
8. Popcorn, cotton candy, atau ice cream station
Live station kecil-kecilan akan memberi elemen kejutan di welcome market. Popcorn, cotton candy, atau es krim scoop mini dapat dibuat langsung di depan tamu untuk menciptakan kesan fun dan playful. Station seperti ini sangat pas untuk pernikahan outdoor atau garden party, serta pernikahan yang dihadiri tamu dengan usia yang beragam. Kehadiran live station juga akan memberi aroma khas yang bisa meningkatkan suasana dan memori tamu terhadap acara.
9. Merchandise dan personal touch booth
Booth kecil berisi merchandise sederhana seperti kipas, hand sanitizer custom, tissue, atau totebag kecil bisa menjadi bagian dari welcome market yang fungsional. Barang-barang bisa digunakan sebagai suvenir maupun langsung digunakan selama acara berlangsung. Penataan booth yang rapi dan tidak berlebihan akan membuat merchandise terasa lebih menyentuh, bukan seperti promosi. Konsep ini cocok untuk pasangan yang ingin membuat pernikahan yang terasa praktis dan tetap personal.
10. Cultural atau story telling station
Welcome market juga bisa diisi dengan sudut kecil yang menceritakan perjalanan pasangan, misalnya timeline singkat hubungan, kota asal keluarga, atau simbol budaya tertentu. Penjelasan singkat dalam bentuk board atau ilustrasi akan menarik perhatian tamu. Sudut ini juga akan memberi konteks emosional dan membuat tamu merasa lebih dekat dengan pasangan secara emosional.
Perbedaan dengan stall biasa

Walaupun mungkin beberapa terdengar memiliki kesamaan dengan stall makanan dan minuman yang sudah ada di acara resepsi pernikahan biasanya, sebenarnya ada beberapa perbedaan berikut ini.
1. Perbedaan tujuan
Welcome market dibuat dengan tujuan menyambut dan memberi first impression kepada tamu sejak mereka pertama kali mereka datang ke venue. Fokusnya adalah menciptakan rasa diterima, nyaman, dan diperhatikan. Jadi, bukan sekadar mengenyangkan. Karena itu, isi welcome market biasanya lebih ringan, personal, dan berfungsi sebagai pembuka suasana.
Sebaliknya, tujuan utama stall makanan biasanya memang untuk menyediakan konsumsi. Kehadiran stall ini lebih fungsional, yaitu agar tamu bisa makan tanpa perlu fokus khusus pada pengalaman emosional.
2. Perbedaan waktu akses tamu
Welcome market biasanya hadir di awal acara, bahkan beberapa sudah dibuka sebelum prosesi inti dimulai. Tamu yang datang lebih awal bisa langsung menikmati, jadi tidak ada perasaan menyesal karena datang terlalu awal. Stall makanan biasa umumnya dibuka saat jam makan atau setelah prosesi tertentu, misalnya setelah akad atau saat resepsi dimulai karena sifatnya mengikuti rundown, bukan menyambut.
3. Jenis makanan yang disajikan
Di welcome market, makanan dan minuman biasanya ringan, kecil, dan tidak mengenyangkan, seperti welcome drink, snack mini, dessert kecil, atau jajanan tradisional versi bite size. Tujuannya agar tamu tetap merasa nyaman dan tidak kehilangan selera untuk hidangan utama karena sudah kekenyangan.
Pada stall makanan biasa, porsi cenderung lebih besar dan mengenyangkan, bahkan biasanya berupa makanan berat seperti mi, nasi, atau hidangan utama lain yang memang ditujukan untuk makan berat.
4. Cara penyajian dan desain visual
Welcome market sangat menekankan estetika dan storytelling visual. Setiap booth dirancang serasi dengan tema pernikahan, lengkap dengan signage, dekor,asi dan penataan yang rapi karena berada di area pertama yang dilihat tamu.
Stall makanan biasa umumnya lebih fokus pada efisiensi layanan. Desainnya standar dan tidak selalu menyatu dengan konsep dekorasi utama karena fungsinya bukan sebagai elemen visual.
5. Posisi dalam alur acara
Secara konsep, welcome market adalah bagian dari pengalaman tamu secara keseluruhan. Bagian ini biasanya menjadi satu dengan area penerima tamu, meja tamu, atau pintu masuk venue.
Stall makanan biasa berdiri sebagai elemen konsumsi pendukung, terpisah dari area penyambutan, dan tidak memegang peran penting dalam alur kedatangan tamu.
6. Kesan yang ditinggalkan
Welcome market memberi kesan pernikahan yang thoughtful, hangat, dan berkonsep karena tamu langsung merasakan perhatian kecil sejak awal. Sementara stall makanan biasa memberi kesan praktis dan fungsional, tapi jarang meninggalkan kesan emosional yang kuat.
Ada begitu banyak cara yang bisa digunakan untuk menyambut para tamu undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan menggunakan welcome market. Dengan cara ini, mereka akan mendapatkan kesan pertama, bahkan kesan keseluruhan resepsi pernikahan yang tak terlupakan. Kamu bisa menggandeng berbagai vendor untuk mewujudkannya, mulai dari katering hingga dekorasi. Daftar vendor yang terpercaya bisa kamu cek di sini.
Cover | Foto: Pexels/Oleksiy Konstantinidi