Pilih Kategori Artikel

Tentang 50 30 20 Rules, Tips Budgeting Keuangan Setelah Menikah
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Mengelola keuangan setelah menikah bisa terasa lebih menantang karena kebutuhan yang harus dipikirkan tidak lagi hanya untuk diri sendiri. Mulai dari biaya rumah tangga, tabungan masa depan, hingga rencana jangka panjang bersama pasangan, semuanya perlu diatur dengan lebih rapi. Tanpa perencanaan yang jelas, keuangan bisa cepat terasa sempit meski penghasilan tetap.

Salah satu cara sederhana yang bisa membantu kamu dan pasangan mengatur keuangan adalah dengan menerapkan 50 30 20 Rules. Metode budgeting ini dikenal praktis dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk pasangan yang baru membangun kehidupan bersama. Dengan pembagian keuangan yang jelas, kamu dan pasangan bisa lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menyiapkan masa depan.

Apa Itu 50 30 20 Rules dalam Budgeting?

50 30 20 Rules adalah salah satu metode budgeting yang simpel dan banyak digunakan karena mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini membantu mengatur keuangan supaya lebih tertata, sekaligus membiasakan diri untuk menabung secara konsisten. Prinsipnya adalah membagi pendapatan bersih bulanan ke dalam tiga bagian utama sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan.

Metode budgeting ini sangat cocok dijadikan langkah awal bagi siapa pun, termasuk kamu dan pasangan, yang baru mulai mengatur keuangan karena mudah dipahami dan tidak rumit. Meski begitu, aturan ini bukan patokan mutlak, ya. Setiap orang punya kondisi dan prioritas yang berbeda, sehingga persentasenya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, penghasilan, dan tujuan keuangan masing-masing.

Tapi, kalau kamu dan pasangan mau mencoba tips budgeting ini, kalian bisa memulainya dengan membagi prioritas keuangan kalian dalam tiga bagian berikut, sesuai dengan persentase 50 30 dan 20:

50 - Mengalokasikan 50% untuk Kebutuhan Utama

Langkah awal dalam menerapkan 50 30 20 Rules adalah mengetahui total penghasilan bulanan kamu dan pasangan. Setelah itu, catat semua pengeluaran yang termasuk kebutuhan utama atau pengeluaran wajib. Kebutuhan utama adalah hal-hal yang harus dipenuhi setiap bulan supaya aktivitas sehari-hari berjalan lancar, seperti cicilan rumah atau sewa, belanja makanan, listrik, air, transportasi, dan tagihan penting lainnya.

Setelah semua kebutuhan dihitung, cek apakah totalnya sudah sesuai dengan batas 50% dari penghasilan. Jika ternyata lebih besar, coba lihat kembali pengeluarannya dan cari bagian yang masih bisa dihemat, misalnya memilih opsi yang lebih murah.

Jika pengeluaran kebutuhan masih di bawah 50%, itu artinya kondisi keuangan kalian cukup baik. Sisa uangnya bisa digunakan untuk menambah tabungan atau dialokasikan ke pos lain sesuai kebutuhan. Supaya lebih terkontrol, biasakan mencatat pengeluaran secara rutin supaya kamu dan pasangan tahu ke mana uang kalian digunakan setiap bulan.

wm_article_img
Foto via iStock

30 - Mengalokasikan 30% untuk Keinginan

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, sisanya bisa digunakan untuk keinginan atau pengeluaran tambahan. Pos ini berisi hal-hal yang sebenarnya tidak wajib, tapi bisa membuat hidup lebih nyaman dan menyenangkan. Idealnya, pengeluaran untuk keinginan tidak lebih dari 30% dari penghasilan bulanan.

Pengeluaran di bagian ini biasanya lebih mudah dikurangi. Contohnya, makan di luar yang biayanya cenderung lebih mahal dibandingkan memasak di rumah. Kamu dan pasangan bisa mulai mengurangi frekuensi makan di luar dan membuat meal plan supaya belanja lebih hemat. Selain itu, periksa lagi langganan entertainment seperti streaming film, musik, atau member gym. Jika jarang digunakan, sebaiknya dihentikan atau diganti dengan alternatif yang lebih murah.

Kebiasaan kecil juga bisa membantu menghemat pengeluaran, seperti mematikan lampu saat tidak dipakai, menghemat air, atau mengatur penggunaan listrik. Jika memungkinkan, gunakan transportasi umum supaya biaya transportasi lebih ringan. Saat berbelanja, biasakan mencari promo, membeli sesuai kebutuhan, dan menghindari belanja impulsif supaya pengeluaran kalian tetap terkendali.

20 - Mengalokasikan 20% untuk Tujuan Keuangan

Sisa 20% dari penghasilan sebaiknya dialokasikan untuk tabungan dan tujuan keuangan. Bagian ini penting untuk menjaga keamanan finansial dan mempersiapkan kebutuhan di masa depan, seperti dana darurat dan rencana jangka panjang.

Supaya menabung terasa lebih ringan, tentukan tujuan keuangan yang jelas. Tujuan ini bisa berbeda untuk setiap orang, misalnya membeli rumah, liburan, pendidikan anak, dana darurat, atau tabungan masa tua. Susun prioritas karena tidak semua tujuan bisa dicapai dalam waktu bersamaan.

Setelah rutin menabung, kamu dan pasangan juga bisa mulai mempelajari cara supaya uang yang disisihkan bisa berkembang, misalnya melalui investasi. Bagi pemula, penting untuk memahami dasar-dasar investasi terlebih dahulu supaya pilihan yang diambil sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan. Dengan perencanaan yang tepat, tabungan dan investasi bisa membantu kalian mencapai tujuan keuangan secara lebih aman dan terarah.

Kenapa Harus Menggunakan Metode 50 30 20 Rules?

wm_article_img
Foto via iStock

Setelah menikah, keuangan perlu diatur dengan lebih baik karena penghasilan dan pengeluaran digunakan bersama. Tanpa perencanaan, keuangan rumah tangga bisa terasa berat dan tidak terkontrol. 50 30 20 Rules ini bisa menjadi cara sederhana untuk membantu kamu dan pasangan dalam mengatur keuangan sehari-hari.

1. Membantu Supaya Keuangan Lebih Terarah

Setelah menikah, keuangan tidak lagi hanya tentang kebutuhan pribadi, tapi juga kebutuhan bersama. 50 30 20 Rules membantu kamu dan pasangan untuk membagi penghasilan dengan jelas, yakni 50% untuk kebutuhan utama, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan. Pembagian ini membuat arus uang jadi lebih terkontrol dan mengurangi kebingungan dalam mengatur pengeluaran bulanan.

2. Mengurangi Risiko Konflik Rumah Tangga

Urusan finansial kerap jadi sumber konflik dalam kehidupan rumah tangga. Dengan 50 30 20 Rules, kamu dan pasangan memiliki kesepakatan bersama tentang kemana uang akan digunakan. Karena sudah ada batas yang jelas untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan, keputusan keuangan bisa dibicarakan dengan lebih tenang dan objektif, dan bukan berdasarkan emosi.

3. Membiasakan Menabung Sejak Awal Pernikahan

Menabung akan terasa lebih berat jika tidak direncanakan sejak awal pernikahan. Maka dari itu, 50 30 20 Rules ini bisa mengajarkan kamu dan pasangan untuk langsung menyisihkan 20% penghasilan untuk tabungan sejak menerima gaji. Dana ini bisa digunakan untuk dana darurat, rencana punya anak, membeli rumah, atau persiapan masa depan. Kebiasaan menabung ini bisa membuat keuangan kalian lebih aman dan siap menghadapi hal tak terduga.

4. Tetap Bisa Menikmati Hidup Tanpa Merasa Bersalah

Banyak pasangan yang sering menahan diri setelah menikah. Dengan alokasi 30% untuk keinginan, kamu dan pasangan tetap bisa menikmati hiburan, liburan, atau hobi tanpa rasa bersalah. Selama masih dalam batas yang disepakati, pengeluaran untuk kesenangan justru akan membantu menjaga kebahagiaan dan keseimbangan dalam rumah tangga kalian.

5. Sederhana dan Mudah Diterapkan

50 30 20 Rules sangat cocok untuk pasangan yang baru menikah karena metodenya mudah untuk diterapkan. Kamu dan pasangan tidak perlu membuat banyak kategori pengeluaran yang membingungkan. Cukup fokus pada tiga kelompok utama, lalu menyesuaikannya dengan kondisi keuangan masing-masing. Cara ini lebih realistis dan mudah dijalankan secara konsisten.

6. Bisa Disesuaikan dengan Kondisi Keluarga

Meski memiliki angka patokan, 50 30 20 Rules tetap bisa disesuaikan dengan kondisi kamu dan pasangan. Jika kebutuhan lebih besar, porsi keinginan bisa dikurangi sementara, dan jika penghasilan meningkat, maka jumlah tabungan bisa ditambah. Kemudahan pengaturan inilah yang membuat 50 30 20 Rules relevan untuk berbagai kondisi rumah tangga dan tahap kehidupan pernikahan.

50 30 20 Rules bisa membantu membagi penghasilan kamu dan pasangan untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan dengan jelas. Jika diterapkan secara konsisten, metode budgeting ini bisa membantu kalian membangun keuangan rumah tangga yang lebih aman dan tenang.

Pertimbangan Sebelum Menerapkan 50 30 20 Rules

wm_article_img
Foto via Freepik

Setiap rumah tangga memiliki kondisi keuangan, kebutuhan, dan tujuan yang berbeda, sehingga metode budgeting ini tidak bisa diterapkan begitu saja tanpa pertimbangan. Karena itu, memahami berbagai pertimbangan berikut akan membantu kamu dan pasangan dalam menerapkan 50 30 20 Rules secara lebih bijak dan sesuai dengan keadaan keluarga.

1. Sesuaikan dengan Pendapatan

Setiap pasangan memiliki jumlah dan sumber pendapatan yang berbeda. Ada yang berpenghasilan tetap, ada juga yang penghasilannya tidak menentu. 50 30 20 Rules sebaiknya disesuaikan dengan kondisi ini. Jika pendapatan belum stabil, fokus utama bisa lebih diarahkan ke kebutuhan dan tabungan darurat terlebih dahulu, tanpa harus kaku mengikuti persentase.

2. Pahami Kebutuhan Rumah Tangga

Sebelum budgeting, kamu dan pasangan perlu duduk bersama untuk menentukan apa saja yang termasuk kebutuhan utama. Misalnya biaya makan, tempat tinggal, listrik, air, transportasi, dan cicilan. Dengan memahami kebutuhan ini secara jelas, alokasi 50% bisa digunakan secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

3. Samakan Tujuan Keuangan

50 30 20 Rules akan lebih efektif jika kamu dan pasangan memiliki tujuan keuangan yang sama. Apakah ingin membeli rumah, menyiapkan dana pendidikan anak, atau menyimpan dana darurat? Tujuan yang jelas akan membantu kalian lebih disiplin dalam mengatur 20% untuk tabungan dan investasi.

4. Atur dengan Bijak

Bagian 30% biasanya digunakan untuk keinginan, seperti makan di luar, hiburan, atau hobi. Dalam pernikahan, penting untuk saling terbuka mengenai pengeluaran ini supaya tidak memicu konflik. Kesepakatan bersama diperlukan supaya kebutuhan utama tetap menjadi prioritas.

5. Jangan Memaksakan Diri

50 30 20 Rules hanyalah panduan, bukan aturan mutlak. Jika dalam praktiknya terasa memberatkan, kamu dan pasangan bisa menyesuaikan persentasenya. Yang terpenting adalah adanya komunikasi, keterbukaan, dan komitmen untuk mengelola keuangan bersama dengan sehat.

Dengan mempertimbangkan kondisi pendapatan kamu dan pasangan, kebutuhan, serta tujuan bersama, metode ini bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun keuangan rumah tangga kalian yang lebih stabil. 

Dengan pembagian yang jelas untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan, keuangan rumah tangga dapat diatur dengan lebih rapi dan tidak terasa memberatkan. Tapi, aturan ini tetap fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi serta kesepakatan bersama, ya!

Yang paling penting, kamu dan pasangan mau saling terbuka, saling mendukung, dan konsisten dalam mengelola keuangan supaya masa depan keluarga terasa lebih aman dan nyaman. Yuk, cari tahu tips lainnya seputar pengelolaan keuangan untuk pasangan pengantin baru di sini!


Cover | Foto via Investopedia

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...