Saat mempersiapkan pernikahan, perhatian sering kali lebih banyak tertuju pada gaun pengantin, kebaya ibu, dan seragam keluarga wanita. Padahal, ayah, kakak, adik, hingga saudara pria dari kedua mempelai juga perlu menyiapkan busana yang sesuai untuk setiap rangkaian acara.
Pilihan mereka tidak harus selalu berupa jas atau seragam yang sama persis. Kemeja formal, batik, hingga busana adat bisa menjadi pilihan, tergantung konsep acara dan peran masing-masing. Yang penting, penampilan keluarga tetap serasi tanpa membuat siapa pun merasa kurang nyaman.
Lalu, seperti apa pilihan baju keluarga pengantin pria untuk lamaran, siraman, pengajian, akad, hingga resepsi? Berikut inspirasinya.
Kebutuhan dan Konteks: Siapa Saja yang Perlu Menyiapkan Busana?

Sebelum sibuk menunjuk warna atau bahan kain untuk dijadikan seragam keluarga, petakan dulu siapa saja anggota keluarga pria yang akan mengambil peran krusial dalam setiap sesi.
Langkah ringkas ini sangat membantu untuk mengendalikan anggaran dan menentukan siapa yang wajib memakai pakaian seragam, serta siapa yang cukup menggunakan pakaian formal miliknya sendiri, dan kapan busana tersebut harus disiapkan.
Beberapa anggota keluarga yang perlu dipertimbangkan antara lain:
Ayah kedua mempelai: Sosok sentral yang mendampingi prosesi dan akan selalu masuk dalam frame foto utama.
Kakak dan adik laki-laki: Bertugas sebagai pendamping, usher (penerima tamu), atau tim inti dalam prosesi adat.
Kerabat dekat atau perwakilan adat: Paman atau tetua yang ditunjuk memberikan sambutan adat dan membutuhkan pakaian dengan pakem tradisional khusus.
Tidak semua orang harus mengenakan seragam lengkap untuk seluruh rangkaian acara. Kamu bisa membedakan busana berdasarkan tingkat formalitas, peran, dan durasi pemakaian.
Satu hal yang perlu diingat: busana keluarga pria tidak harus menjadi salinan busana keluarga wanita. Keserasian dapat dibangun melalui palet warna, motif, bahan, atau detail aksesori yang saling melengkapi.
Inspirasi Baju Keluarga Pengantin Pria sesuai Rangkaian Acara

Berbeda acara, berbeda pula tingkat formalitasnya. Jangan terburu-buru memesan pakaian sebelum kamu mengunci konsep dari masing-masing sesi agar tidak overdress (berlebihan) atau underdress (terlalu santai).
1. Lamaran: Kemeja Formal, Batik, atau Setelan Sederhana
Acara lamaran umumnya berlangsung lebih intim. Kamu tidak perlu memaksa keluarga pria memakai setelan jas lengkap yang kaku jika suasananya kasual.
Pilihan yang bisa dipertimbangkan:
Kemeja polos dan celana bahan, cocok untuk acara lamaran modern yang berlangsung sederhana.
Batik lengan panjang, memberikan kesan rapi sekaligus menghadirkan unsur tradisional.
Kemeja dengan blazer, sesuai untuk keluarga yang ingin tampil lebih formal tanpa menggunakan setelan lengkap.
Tips: Jika rombongan wanita memakai kebaya bernuansa krem dan cokelat, keluarga pria dapat mengenakan batik atau kemeja dengan warna senada. Pastikan baju ayah pengantin memiliki potongan yang longgar di area perut dan bahu agar nyaman dipakai saat momen ramah tamah antar keluarga.
2. Siraman: Busana Tradisional yang Nyaman

Rangkaian siraman sangat kental dengan nilai adat. Tentu saja, pilihan busananya harus merujuk pada tradisi masing-masing pihak.
Untuk keluarga pria, pilihan dapat berupa:
- Batik dan celana bahan, jika acara mengusung suasana tradisional yang lebih sederhana.
- Beskap atau busana adat pria, apabila prosesi mengikuti tradisi yang menggunakan pakaian tersebut.
- Kemeja formal dengan kain atau aksesori tradisional, jika keluarga menginginkan perpaduan gaya modern dan tradisional.
Tips: Ayah pengantin yang ikut mendampingi prosesi dapat menggunakan busana dengan potongan lebih longgar agar nyaman bergerak. Sementara itu, saudara pria yang bertugas membantu jalannya acara sebaiknya memilih pakaian yang tetap rapi tetapi tidak menyulitkan aktivitas. Selalu diskusikan modelnya dengan pemandu adat agar tidak ada ornamen pakaian yang melanggar aturan tradisi.
3. Pengajian: Sopan, Rapi, dan Tidak Berlebihan

Durasi pengajian biasanya cukup panjang dan sering kali diadakan di area yang padat tamu. Kenyamanan sirkulasi udara adalah prioritas.
Pilihan yang bisa dipertimbangkan:
- Kemeja koko, kemeja berkerah, batik, atau busana muslim formal tergantung konsep acara.
- Warna putih, krem, abu-abu, atau warna lembut lainnya dapat dipadukan dengan celana bahan berwarna netral.
Tips: Pilih material katun yang breathable (menyerap keringat). Mengingat saudara pria akan banyak membantu mobilitas tamu untuk duduk melantai atau berdiri, pastikan jahitan celana mereka tidak ketat.
4. Akad Nikah: Sesuaikan dengan Konsep dan Peran Keluarga

Akad nikah biasanya menjadi salah satu momen utama dalam dokumentasi pernikahan. Karena itu, busana ayah dan keluarga pria sebaiknya disesuaikan dengan penampilan kedua mempelai.
Pilihan yang bisa dipertimbangkan:
- Setelan jas dan celana bahan, untuk suasana formal atau internasional.
- Kemeja formal dengan blazer, untuk acara yang lebih sederhana.
- Batik formal, untuk konsep tradisional atau semi-formal.
- Beskap atau pakaian adat pria, jika akad mengikuti tradisi tertentu.
Tips: Ayah pengantin dapat mengenakan busana dengan tingkat formalitas yang seimbang dengan kedua mempelai, sedangkan saudara pria bisa menggunakan model yang lebih sederhana dalam warna senada. Jangan lupa melakukan fitting sebelum hari H. Pastikan bahu jas tidak terasa sempit, kemeja tidak menarik di bagian kancing, dan celana tetap nyaman ketika duduk maupun berjalan.
5. Resepsi: Jas, Batik Formal, atau Busana Adat

Resepsi biasanya menjadi acara dengan kebutuhan dokumentasi dan interaksi yang lebih panjang. Busana keluarga pria perlu terlihat rapi, tetapi juga nyaman dipakai selama acara berlangsung.
Pilihan yang bisa dipertimbangkan:
- Untuk resepsi modern: setelan jas dengan kemeja formal untuk ayah pengantin, dan blazer atau kemeja rapi untuk saudara pria.
- Untuk konsep yang lebih santai: kemeja dan celana bahan atau batik formal dapat memberikan tampilan yang tetap pantas.
- Untuk resepsi adat: menyesuaikan pakaian dengan tradisi yang diusung, seperti beskap atau busana adat pria lainnya.
Tips: Sesuaikan model busana dan alas kaki dengan tingkat aktivitas dan lokasi acara. Pilih potongan yang nyaman untuk ayah yang lebih sering berdiri/duduk, serta pakaian yang leluasa untuk mobilitas saudara pria. Gunakan material kain yang ringan untuk resepsi siang/outdoor, atau bahan berstruktur tegas untuk acara malam di ballroom.
Cara Membuat Busana Keluarga Pria Terlihat Serasi

Meskipun model bajunya berbeda, ada trik khusus agar barisan pria tetap terlihat kompak saat difoto bersama:
- Tentukan palet warna. Sesuaikan warna busana pria dengan pakaian kedua mempelai dan keluarga wanita. Jika ibu pengantin mengenakan kebaya dusty blue, misalnya, ayah dan saudara pria bisa memakai kemeja, batik, atau dasi dengan aksen biru.
- Bedakan model sesuai peran. Ayah dapat mengenakan busana yang lebih formal, sedangkan saudara pria memakai versi yang lebih sederhana. Jika keluarga memilih batik, motif atau tingkat warna boleh berbeda selama masih sejalan.
- Perhatikan bahan dan cuaca. Untuk acara siang hari atau di luar ruangan, pilih kain yang relatif ringan dan nyaman. Pada jas, periksa juga pelapis dalam dan ketebalan kain. Bahan yang terlihat tipis belum tentu otomatis terasa sejuk, jadi sebaiknya dicoba langsung.
- Utamakan ukuran yang pas. Busana yang bagus di foto belum tentu nyaman untuk semua orang. Periksa bagian bahu, lengan, pinggang, dan panjang celana, terutama untuk ayah pengantin atau anggota keluarga yang jarang mengenakan pakaian formal.
Checklist Persiapan Busana Keluarga Pria
Agar tidak ada yang baru mencari pakaian menjelang hari H, gunakan checklist berikut.
Jika ada beberapa acara, pertimbangkan apakah satu busana bisa digunakan kembali dengan kombinasi berbeda. Kemeja yang sama, misalnya, bisa dipadukan dengan celana bahan untuk lamaran dan blazer untuk acara keluarga lainnya, selama tetap sesuai dengan tingkat formalitas acara.
Pertanyaan yang Perlu Disepakati Sebelum Memesan Busana

Sebelum menghubungi penjahit atau vendor, diskusikan beberapa hal berikut bersama pasangan dan keluarga:
- Siapa yang membutuhkan busana khusus untuk setiap acara?
- Apakah keluarga akan mengenakan seragam lengkap atau cukup warna yang senada?
- Adakah ketentuan busana adat yang harus diikuti?
- Siapa yang menanggung biaya jahit, beli, atau sewa?
- Kapan jadwal fitting dan siapa yang perlu hadir?
Kamu juga bisa membuat satu brief singkat berisi nama acara, tanggal pemakaian, palet warna, model busana, referensi foto, ukuran, dan informasi vendor. Bagikan kepada anggota keluarga terkait agar semua orang memiliki acuan yang sama.
Jangan Sampai Busana Ayah dan Saudara Pria Terlupakan!
Menyiapkan busana keluarga pria tidak harus rumit. Mulailah dengan mendata siapa saja yang terlibat, menentukan kebutuhan untuk setiap acara, lalu menyelaraskan model dan warna dengan konsep pernikahan.
Jika membutuhkan bantuan, bawa brief busana keluarga tersebut ke vendor pilihan di WeddingMarket untuk mendiskusikan model, bahan, dan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Karena di balik foto pernikahan yang serasi, ada keluarga yang dipersiapkan dengan penuh perhatian.
Cover | Foto via Shenina Cinamon