Penggunaan Bunga Melati Pengantin dalam Berbagai Pernikahan Adat - Wedding Market

Penggunaan Bunga Melati Pengantin dalam Berbagai Pernikahan Adat

26 Mar 2021 | By WeddingMarket | Viewers: 1152
Penggunaan Bunga Melati Pengantin dalam Berbagai Pernikahan Adat
Foto: Almaje on iStock

Dalam pernikahan baik pernikahan yang mengusung konsep adat ataupun pernikahan yang mengusung konsep modern biasanya sangat identik dengan penggunaan bunga baik digunakan sebagai aksesoris atau bahkan digunakan sebagai pajangan pada dekorasi pelaminan. Salah satu contoh jenis bunga yang biasa digunakan dalam pernikahan yaitu bunga melati pengantin.

Penggunaan bunga melati dalam acara pernikahan tentu sudah tidak asing lagi karena hampir seluruh pernikahan adat yang ada di Indonesia menggunakan bunga melati sebagai salah satu hal yang wajib ada di dalam acara pernikahan tersebut.

Penggunaan bunga melati dalam upacara pernikahan memang sudah hal yang tidak perlu dipertanyakan. Sebab bunga melati selalu diidentikkan dengan kesucian.

Mengingat bahwa fungsi dan pentingnya bunga melati dalam prosesi pernikahan maka di bawah ini akan dijelaskan beberapa penggunaan bunga dalam berbagai pernikahan adat yang ada di Indonesia. Adapun penjelasan detailnya adalah sebagai berikut:

1. Adat Jawa

Foto: instagram.com/marlenehariman

Dalam pernikahan adat khususnya Jawa, pasti kamu akan melihat para pengantinnya menggunakan melati. Perlu diingat bahwa dalam pernikahan adat Jawa, bunga melati pengantin merupakan salah satu unsur penting dan wajib untuk digunakan dalam keseluruhan baju adat pengantin Jawa.

Salah satu aksesoris yang terbuat dari melati dan wajib dipakai oleh pengantin wanita adalah ronce melati. Biasanya, ronce melati ini terdiri dari tiga untaian melati dengan bentuk bawang sebangkul. Ronce melati Tibo Dodo ini memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Selain digunakan sebagai ronce melati yang berbentuk untaian bawang sebangkul, bunga melati pada pengantin wanita Jawa juga digunakan sebagai hiasan pada sanggul.

Sedangkan pada pengantin laki-laki, bunga melati biasanya digunakan sebagai kalung dan juga sebagai aksesoris atau hiasan untuk keris. Hiasan melati pada keris berbeda dengan hiasan yang digunakan oleh pengantin wanita.

Pada hiasan bunga melati pengantin di keris tersebut berbentuk usus-usus karena terikat dengan sejarah penggunaan bunga melati pada keris tersebut.

Perlu diingat bahwa biasanya bunga melati yang digunakan dalam pernikahan adat Jawa merupakan bunga melati yang masih dalam kondisi belum mekar atau masih kuncup.

2. Adat Sunda

Foto: instagram.com/marlenehariman

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa pernikahan sangat identik dengan penggunaan bunga melati sebagai hiasan untuk pengantin ataupun dekorasi. Selain digunakan dalam pernikahan adat Jawa, aksesoris pengantin yang disebut juga dengan ronce melati ternyata juga dipakai untuk menemani keindahan baju pengantin adat Sunda.

Sebenarnya bunga ini bisa diganti dengan menggunakan bunga sedap malam, hanya saja akan terlihat lebih sakral dan penuh makna. Jika kita menggunakan melati pengantin karena melihat pada makna dibalik bunga itu sendiri terdapat makna sangat mendalam yaitu kesucian.

Dalam ronce melati khas adat Sunda ini biasanya terdiri dari melati mangle pasung, mangle sisir, mangle susun dan mayangsari. Tak jauh dari arti Melati Ronce, sebab Melati disebut-sebut memiliki makna kesucian dan kemurnian dari mempelai perempuan.

Sangat dalam sekali bukan maknanya  jadi di selain akan mempercantik kamu atau calon mempelai bunga melati ini juga akan mampu memberikan aura positif bagi dirimu atau calon mempelai wanita.

3. Adat Batak

Foto: instagram.com/marlenehariman

Jika biasanya kita kenal adat Batak menggunakan warna-warna mencolok seperti warna merah, emas, kuning dan warna-warna mencolok lainnya dalam pernikahan adat.

Maka perlu diketahui bahwa ternyata dalam pernikahan adat Batak juga menggunakan dan memanfaatkan bunga melati pengantin sebagai salah satu aksesoris wajib yang digunakan oleh pengantin wanitanya.

Secara sekilas kita bisa melihat bunga melati yang dipakai oleh pengantin adat Batak seperti sedang menggunakan Ronce Melati khas Jawa. Di mana pada satu bagian Ronce yang kecil diletakkan menghadap ke belakang, sedangkan di bagian satunya dihadapkan pada bagian depan dengan ukuran yang lebih besar dan panjang daripada yang menghadap ke belakang.

4. Adat Palembang

Foto: instagram.com/viennagallery

Berbeda dengan Ronce Melati yang digunakan dalam adat Jawa, Batak ataupun di Sunda sebab penggunaan Ronce Melati pada wanita yang menikah dengan menggunakan konsep adat Palembang akan meletakkan Ronce Melatinya pada bagian kepala dan di samping pelipis.

Pada bagian Ronce yang tepat berada di samping pelipis yaitu hanya terdiri dari bunga melati pengantin saja. Hal ini jauh berbeda dengan Ronce Melati yang terdapat di daerah luar atau di samping dari ronce melati yang paling dalam. Sebab ronce melati di bagian luar tersebut juga ditambah dengan lembaran bunga lain.

Penggunaan aksesoris kepala atau mahkota yang berwarna emas ditambah dengan warna putih dari bunga melati pengantin diartikan melambangkan kesucian. Dengan aksesoris bunga melati tersebut menjadikan pengantin adat Palembang menjadi lebih cantik dan menarik di hari pernikahannya.

5. Adat Betawi

Foto: Ernisa on Pinterest

Berbeda dengan adat yang lainnya, aksesoris dalam pernikahan adat Betawi disebut-sebut meniru atau hampir mirip dengan aksesoris pada pernikahan Tionghoa.

Tahukah kamu bahwa ternyata dalam pernikahan yang mengusung konsep adat Betawi juga menggunakan dan memanfaatkan bunga melati sebagai salah satu aksesoris wajib yang digunakan oleh pengantin wanitanya.

Rangkaian bunga melati pengantin yang dipakai oleh pengantin wanita asal Betawi tersebut hampir sama seperti rangkaian melati yang digunakan oleh wanita asal Palembang. Hanya saja perbedaannya terletak pada panjang dari untaian Melati tersebut. Bisa dipastikan bahwa ternyata untaian bunga melati pada adat Betawi jauh lebih panjang daripada adat Palembang.

6. Adat Madura

Foto: sanggarnusantaradotcom.blogspot.com

Selama ini yang kita ketahui bahwa pengantin adat Madura menggunakan konsep pernikahan layaknya pernikahan adat Jawa. Hanya saja ternyata perbedaan yang mencolok di antara keduanya.

Salah satunya adalah penggunaan bunga melati sama seperti adat Jawa, adat Madura juga menggunakan bunga melati sebagai salah satu aksesoris wajib yang harus dipakai oleh pengantin wanitanya.

Di negara Indonesia, adat Madura disebut sebagai salah satu adat atau Suku yang paling boros dalam menggunakan bunga melati dalam acara pernikahan. Hal ini dikarenakan dalam pernikahan adat Madura tersebut pengantin wanitanya akan menggunakan untaian bunga melati pengantin yang sangat panjang dan dengan jumlah yang banyak.

7. Adat Aceh

Foto: mahligai-indonesia.com

Dari sekian banyaknya adat pernikahan yang menggunakan melati sebagai salah satu aksesoris wajib yang digunakan oleh pengantin wanita, maka pengantin wanita asal Aceh akan menunjukkan keunikan tersendiri dari pernikahan adat Aceh.

Hal ini dikarenakan berbeda dengan penggunaan bunga melati pengantin pada pernikahan adat lainnya, sebab pada pernikahan adat Aceh wanita atau pengantin wanita adat Aceh akan menggunakan melatih sebagai hiasan di bagian dahi atau terlihat layaknya bando.

Penggunaan aksesoris seperti bando ini akan menambah kecantikan dari wanita-wanita Aceh khususnya pengantin Aceh. Apalagi ditambah dengan aksesoris seperti mahkota khas Aceh.

Demikianlah beberapa suku atau pernikahan adat yang memanfaatkan dan menggunakan bunga melati sebagai salah satu aksesoris wajib yang digunakan oleh mempelainya. Dari sekian banyak suku atau adat yang menggunakan bunga melati dalam pernikahan yang sudah disiapkan di atas.  Pada kenyataannya masih ada banyak pernikahan adat yang menggunakan bunga melati pengantin tersebut.


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket
Hubungi Kami!
Chat Us