“Ada banyak jalan menuju Roma,” banyak pula jalan menuju jodohmu. Jika bertemu secara organik sudah tidak memungkinkan karena kesibukanmu bekerja dan terus-terusan bertemu orang yang sama, dating apps akan menjadi salah satu media yang layak untuk kamu coba. Jodohmu bisa jadi hanya one swipe away. Walaupun banyak yang memiliki pengalaman tidak menyenangkan ketika menggunakan aplikasi ini, tak jarang yang menemukan tambatan hati di sana, lo.
Kuncinya, jika kamu ingin bertemu dengan orang yang serius, kamu harus melakukan pengaturan yang benar untuk profilmu. Mulai dari bio hingga caramu berkomunikasi, kamu harus memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Berikut ini adalah cara membuat profil di dating apps jika kamu ingin mencari pasangan yang “serius”. Simak sampai habis, yuk!
1. Tentukan niatmu dan taruh di profil
Langkah pertama sebelum menulis apa pun di profil adalah memastikan niatmu sendiri sudah jelas, bahwa kamu sedang mencari pasangan hidup, bukan sekadar teman ngobrol atau pelarian dari kesepian. Niat ini perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang dewasa dan tidak ambigu di bio. Hindari kalimat yang terlalu santai seperti “Cari teman ngobrol,” atau “Jalani aja dulu.” Melalui kalimat-kalimat tersebut berarti kamu memberi sinyal bahwa kamu belum siap untuk menuju ke arah jangka panjang.
Sebaliknya, gunakan kalimat yang menunjukkan bahwa kamu terbuka pada hubungan serius dan ingin membangun koneksi jangka panjang. Bahasa seperti ini membuat orang yang memiliki tujuan yang sama denganmu merasa aman untuk mendekat. Kamu juga bisa sekaligus menyaring mereka yang hanya ingin menjalin hubungan tanpa komitmen. Profil yang jelas ini akan menghemat waktu dan energimu.
2. Pasang foto yang jujur, rapi, dan mencerminkan dunia nyata
Foto adalah kesan pertama yang paling kuat di dating apps. Untuk tujuan pernikahan, foto yang kamu pasang sebaiknya menarik sekaligus mencerminkan kehidupan sehari-harimu. Gunakan foto dengan pencahayaan yang bagus, wajah terlihat jelas, dan ekspresi yang ramah. Hindari foto yang terlalu sensual, terlalu banyak filter, atau terlalu menonjolkan gaya hidup yang tidak serius karena faoto-foto ini sering diasosiasikan dengan hubungan jangka pendek.
Lebih baik sertakan foto yang menunjukkan sisi keseharianmu, misalnya sedang melakukan hobi, bekerja, atau menghadiri acara keluarga kecil. Foto semacam ini membantu orang membayangkanmu sebagai pasangan hidup yang serius. Kejujuran dalam foto juga penting agar tidak menimbulkan ekspektasi tertentu saat bertemu langsung.
3. Deskripsikan dirimu secara realistis, bukan hanya versi ideal

Banyak orang menulis bio berisi kata-kata umum seperti “Baik, setia, humoris,” tetapi deskripsi semacam ini tidak memberi gambaran nyata tentang siapa dirimu. Untuk tujuan yang serius, lebih baik kamu menjelaskan dirimu dalam konteks kehidupan sehari-hari, bagaimana kamu menjalani hari, apa yang penting bagimu, dan bagaimana caramu memandang sebuah hubungan.
Misalnya, kamu bisa menyebut bahwa kamu menikmati rutinitas sederhana, senang menghabiskan waktu bersama keluarga, atau sedang fokus membangun karier. Deskripsi yang seperti ini akan membuat profil terasa hidup dan manusiawi. Orang yang membaca bisa membayangkan dinamika hubungan denganmu alih-alih hanya membayangkan sosok ideal tanpa wujud.
4. Sebutkan tujuan hubungan, tanpa terdengar menekan
Menyebutkan bahwa kamu ingin hubungan serius itu penting, tetapi caranya harus bijak. Ingat bahwa profil yang kamu tunjukkan adalah sebuah pintu perkenalan. Jika kamu menulis dengan nada terlalu frontal seperti “Hanya mencari calon suami/istri,” kamu bisa membuat orang yang sebenarnya serius merasa tertekan. Sebaliknya, jika kamu tidak menyebut tujuan sama sekali, kamu akan menarik banyak orang yang hanya ingin menjalin hubungan secara kasual.
Pilih bahasa yang seimbang, misalnya dengan menyebut bahwa kamu ingin mengenal seseorang secara dewasa dengan harapan membangun hubungan jangka panjang. Kalimat ini menunjukkan bahwa kamu menghargai proses, tetapi tetap memiliki arah akhir yang jelas, yaitu pernikahan.
5. Tampilkan nilai hidup
Hobi memang penting sebagai bahan obrolan awal, tetapi untuk menikah, yang jauh lebih menentukan adalah nilai hidup. Profil yang hanya berisi “Suka kopi dan traveling,” tidak cukup untuk menunjukkan kesiapan membangun rumah tangga. Sebaiknya, kamu juga menyinggung nilai yang kamu pegang, misalnya pentingnya komunikasi, saling menghargai, atau komitmen.
Nilai hidup ini yang akan menarik orang sefrekuensi secara mental dan emosional, bukan hanya mereka yang memiliki selera hiburan yang sama. Kamu juga bisa membantu orang lain menilai kecocokan jangka panjang sebelum mereka memutuskan untuk swipe right.
6. Jujur tentang diri sendiri
Profil yang terlalu sempurna biasanya malah terasa tidak realistis. Untuk tujuan pernikahan, kejujuran jauh lebih penting daripada pencitraan. Kamu tidak perlu membeberkan semua kekurangan atau trauma, tetapi kamu bisa menunjukkan bahwa kamu manusia biasa yang sedang bertumbuh. Misalnya, kamu bisa menyebut bahwa kamu masih belajar mengatur emosi atau sedang membangun kestabilan hidup. Kejujuran seperti ini menunjukkan kedewasaan emosional dan kesiapan untuk tumbuh bersama pasangan. Orang yang juga dewasa akan lebih tertarik pada profil yang realistis dibanding profil yang terlihat seperti iklan yang terlalu sempurna.
7. Gunakan bahasa yang tenang, sopan, dan tidak provokatif
Cara kamu menulis profil mencerminkan caramu menjalin hubungan. Bahasa yang terlalu genit, sinis, atau penuh sindiran biasanya menarik orang dengan energi yang sama. Untuk tujuan menikah, gunakan bahasa yang tenang dan ramah. Hindari kalimat menyerang seperti “Jangan swipe kalau cuma mau main-main,” karena kalimat tersebut menunjukkan bahwa kamu masih menyimpan kekecewaan masa lalu. Lebih baik fokus pada apa yang kamu harapkan daripada apa yang kamu benci. Bahasa yang positif dan dewasa menciptakan kesan bahwa kamu siap membangun hubungan sehat dan bukan hubungan penuh konflik sejak awal.
8. Sesuaikan profil dengan tipe pasangan yang kamu cari
Profil yang kamu bangun bisa menunjukkan tipe seperti apa yang ingin kamu temui, lo. Jika kamu ingin pasangan yang matang dan siap menikah, profilmu harus memancarkan citra yang serupa. Jangan membuat profil yang terlihat bebas dan tanpa arah jika tujuanmu adalah membangun keluarga. Orang yang sejalan akan merasa terpanggil oleh profilmu, sementara yang tidak cocok akan tersaring dengan sendirinya. Penyesuaian ini penting agar kamu tidak menghabiskan energi dan lelah menghadapi orang yang tidak satu visi sejak awal.
9. Jangan jadikan profilmu sebagai tempat curhat
Profil yang berisi keluhan tentang mantan, pengalaman pahit, atau trauma akan membuatmu terlihat belum selesai dengan masa lalu. Untuk mencari pasangan hidup, kesan yang dibutuhkan adalah kesiapan membuka masa depan. Profil seharusnya mencerminkan harapan, bukan luka. Jika kamu menampilkan dirimu sebagai orang yang masih penuh kekecewaan, kamu akan menarik orang yang juga belum sembuh atau orang yang ingin “menyelamatkanmu,” bukan orang yang siap membangun hubungan yang setara. Profil yang berorientasi ke depan akan memberi sinyal bahwa kamu siap memulai bab baru dalam hidup.
10. Tujuan profilmu adalah kualitas, bukan kuantitas match
Dalam konteks pernikahan, mendapatkan banyak match bukanlah kemenangan jika tidak ada yang satu tujuan. Profil yang jujur dan jelas mungkin tidak akan menarik semua orang, tetapi justru itu keuntungannya. Kamu akan mendapatkan lebih sedikit match, tetapi dengan peluang kecocokan yang lebih tinggi.
Profil seharusnya berfungsi sebagai filter awal agar kamu tidak membuang waktu dan energi pada hubungan yang tidak sejalan. Dengan demikian, dating apps berubah dari sekadar tempat mencari perhatian menjadi sarana menemukan pasangan hidup yang relevan dengan nilai dan tujuanmu.
Contoh bio di dating apps

Alih-alih hanya menulis bio, seperti “Simple” atau “Yang penting sat-set,” kamu bisa menggunakan beberapa alternatif yang lebih menjelaskan niatmu. Jika tidak terlalu yakin menggunakan bahasa Indonesia, kamu bisa menggunakan bahasa Inggris.
Cowok
- Di fase hidup yang ingin membangun hubungan sehat dan jangka panjang. Mencari partner untuk tumbuh bersama.
- Ngobrol santai boleh, tapi niat mencari hubungan jangka panjang.
- Looking for a healthy, long term relationship built on respect and good communication.
- Seeking a partner to build a future with strong values and sincere intentions.
- I enjoy deep conversations and meaningful connections, looking for something serious.
Cewek
- Mencari hubungan yang hangat, tenang, dan punya tujuan ke depan.
- Mencari pasangan hidup untuk tumbuh bersama dalam kehidupan.
- Looking for a calm, loving relationship with real intentions.
- Not here for games, looking for something real and lasting.
- Here with clear intentions for a stable, long term relationship.
- Quiet type who values real connection and long term commitment.
Dating apps bisa menjadi sarana untuk mencari jodoh saat kamu sudah siap nikah, tapi belum ada tanda-tanda jodoh mendekat secara organik. Namun, perlu sangat hati-hati untuk menemukan pasangan yang paling tepat dengan satu visi dan misi. Untuk tips jodoh dan inspirasi pernikahan, jangan lupa untuk selalu mengecek artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!
Cover | Foto: Pexels/Julio Lopez