Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengabadikan momen pernikahan selian menggunakan dokumentasi berbentuk foto maupun video. Salah satunya adalah dengan menyimpan buket bunga. Biasanya buket pengantin akan dilempar dan disimpan oleh tamu. Namun, ada juga yang disimpan oleh pengantin. Selain itu, biasanya ada banyak bunga lainnya dari dekorasi yang juga bisa digunakan sebagai pengganti. Namun, menyimpan bunga segar akan menjadi PR tersendiri karena mungkin kurang tahan lama.
Meskipun begitu, ternyata ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengawetkan buket bunga ini, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya. Penasaran? Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan. Simak sampai habis, ya!
1. Mengeringkan dengan cara digantung terbalik
Metode paling klasik untuk mengawetkan buket bunga adalah dengan menggantungnya secara terbalik. Setelah acara pernikahan selesai, segera lepaskan pita atau hiasan yang menempel pada batang bunga agar tidak menimbulkan kelembapan. Lalu, ikat batang bunga menggunakan tali dan gantung buket di tempat yang kering, gelap, serta memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya di dalam lemari yang terbuka sedikit atau ruangan tanpa sinar matahari langsung.
Posisi terbalik membantu bunga agar tetap bisa tegak dan menjaga bentuk aslinya saat kering. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar dua hingga empat minggu. Setelah kering sempurna, bunga akan menjadi rapuh, jadi jangan lupa untuk membawanya dengan lembut. Hasilnya adalah buket kering bernuansa rustic yang bisa disimpan di kotak kaca atau dijadikan dekorasi dinding.
1. Mengawetkan dengan silica gel
Silica gel merupakan bahan pengering yang mampu menyerap kelembapan tanpa merusak struktur bunga. Cara ini lebih modern dan menghasilkan warna bunga yang lebih cerah dibandingkan pengeringan alami. Untuk melakukannya, siapkan wadah kedap udara, lalu tuang lapisan silica gel di dasar wadah. Letakkan bunga di atasnya dengan hati-hati, kemudian tutup seluruh bagian bunga dengan silica gel hingga tertimbun sepenuhnya. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan selama 5 hingga 10 hari. Setelah kering, keluarkan bunga perlahan dan semprot dengan hairspray agar kelopak tidak rontok. Metode ini sangat cocok untuk bunga yang tetap terlihat seperti baru, seperti mawar, peony, atau baby’s breath.
2. Mengawetkan dengan resin

Jika kamu menginginkan hasil yang tahan puluhan tahun dan tampak seperti karya seni, resin adalah pilihan terbaik. Caranya, siapkan cetakan bening, misalnya bentuk balok atau kubus, lalu susun bunga sesuai komposisi yang diinginkan. Setelah itu, tuangkan resin epoxy yang sudah dicampur dengan katalis sesuai petunjuk. Diamkan hingga mengeras sempurna, biasanya sekitar 24 hingga 48 jam. Hasil akhirnya adalah bunga yang tampak “membeku” di dalam kaca transparan. Cara ini sangat digemari karena bunga bisa terlindung dari udara dan kelembapan. Kamu juga bisa menjadikannya pajangan elegan di rumah, misalnya sebagai paperweight, dekorasi meja, atau bingkai kenangan.
3. Gunakan teknik pressing
Teknik ini cocok untuk kamu yang ingin menyimpan sebagian bunga, bukan seluruh buket. Ambil beberapa kelopak atau batang kecil yang memiliki bentuk indah, lalu letakkan di antara dua lembar kertas, misalnya kertas koran atau tisu tebal. Tekan menggunakan buku tebal atau alat khusus flower press. Biarkan selama 1 hingga 2 minggu hingga kering sempurna. Setelah itu, bunga akan menjadi pipih dan bisa disusun dalam bingkai kaca atau dijadikan bagian dari scrapbook kenangan pernikahan. Meskipun tidak mempertahankan bentuk tiga dimensinya, metode ini menjaga warna alami bunga dengan baik dan menciptakan tampilan estetik seperti seni klasik.
4. Simpan dalam dome kaca atau frame tertutup

Setelah bunga dikeringkan dengan salah satu metode di atas, langkah berikutnya adalah cara penyimpanan. Simpan buket atau bunga kering dalam wadah tertutup seperti dome kaca, shadow box, atau frame akrilik untuk mencegah debu dan udara lembap masuk. Kamu juga bisa menambahkan silica sachet kecil di dalamnya untuk menjaga agar bunga tetap kering. Letakkan wadah ini di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung agar warna bunga tidak cepat pudar. Buket bunga akan terlindungi dan bisa menjadi dekorasi elegan nan sentimental di rumah.
5. Semprot dengan pelindung khusus bunga kering
Agar hasil pengawetan lebih tahan lama, gunakan semprotan pelindung seperti hairspray ringan atau spray khusus bunga kering. Semprotan ini membantu menjaga kelopak agar tidak mudah rontok dan mencegah bunga menjadi terlalu rapuh. Lakukan penyemprotan dari jarak sekitar 20 hingga 30 cm dan pastikan kamu melakukannya di ruangan yang memiliki ventilasi yang baik. Ulangi proses ini setiap beberapa bulan sekali untuk memperpanjang umur tampilan buket.
6. Menggunakan shadow box
Jika kamu ingin hasil yang bisa digantung di dinding, bingkai kaca atau shadow box bisa menjadi pilihan elegan. Gunakan bunga yang sudah dikeringkan dengan bentuk utuh, lalu atur di dalam kotak dengan background berwarna netral seperti putih, krem, atau abu-abu muda agar warna bunga tetap menonjol. Kamu bisa menambahkan detail sentimental lain seperti foto pernikahan kecil, undangan, atau potongan kain dari busana pengantin. Susunan ini menciptakan tampilan tiga dimensi yang indah secara visual sekaligus penuh makna personal. Setelah selesai, tutup bingkai rapat agar bunga tidak terkena udara lembap.
7. Disimpan di scrapbook
Untuk kamu yang sentimental dan ingin menambahkan elemen cerita, gunakan bunga yang telah dipres untuk menghiasi scrapbook atau album pernikahan. Tempelkan bunga pipih di halaman bersama foto, potongan undangan, atau tulisan tangan dari momen pernikahanmu. Gunakan kertas berkualitas acid-free agar warna bunga tidak cepat berubah. Setiap halaman bisa menjadi kenangan visual yang unik, menampilkan perjalanan cinta dan hari pernikahan dalam bentuk artistik dan personal.
8. Membuat flower keepsake jewelry

Jika kamu ingin selalu membawa kenangan pernikahan bersamamu, kelopak bunga dari buket bisa diubah menjadi perhiasan. Caranya, bunga yang sudah dikeringkan dihancurkan menjadi serpihan kecil, lalu dicampurkan ke dalam resin dan dicetak menjadi bentuk liontin, cincin, atau anting. Kamu bisa mendapatkan aksesori unik yang memiliki makna mendalam karena terbuat dari bunga asli yang menemani hari pernikahanmu. Selain tahan lama, perhiasan ini juga bisa dijadikan hadiah simbolis untuk pasangan atau bahkan diwariskan ke generasi berikutnya sebagai kenang-kenangan cinta yang abadi.
9. Membuat lilin hias dengan kelopak bunga
Cara lain yang menawan adalah menjadikan bunga kering sebagai dekorasi lilin aromaterapi. Kamu bisa menggunakan lilin polos berwarna putih atau pastel, lalu menempelkan kelopak bunga kering di permukaannya dengan lembut sebelum lilin benar-benar mengeras. Saat dinyalakan, cahaya yang memancar dari lilin akan membuat kelopak tampak bersinar lembut, menghadirkan nuansa romantis dan hangat di ruangan. Lilin hias ini bisa digunakan untuk malam peringatan pernikahan atau sebagai dekorasi ruang santai yang menenangkan.
10. Membuat bookmark bunga kering
Untuk kamu yang gemar membaca, bunga dari buket pernikahan bisa diubah menjadi pembatas buku yang cantik dan bermakna. Gunakan bunga yang telah dipres, lalu laminasi di antara dua lembar plastik transparan atau masukkan ke dalam selotip lebar agar tetap awet. Tambahkan pita kecil di ujungnya sebagai hiasan. Selain berguna, setiap kali kamu membuka buku, kamu akan mengingat hari pernikahanmu yang istimewa. Teknik ini juga bisa menjadi hadiah sentimental untuk pasangan atau sahabat yang hadir di hari bahagiamu.
11. Membuat potpourri

Jika kamu ingin menikmati keharuman dari bunga buketmu lebih lama, kamu bisa menjadikannya potpourri. Caranya, campurkan bunga kering dengan bahan alami seperti kayu manis, kulit jeruk, dan minyak esensial favoritmu. Simpan dalam mangkuk dekoratif atau kantung kain renda. Selain menyebarkan aroma lembut di ruangan, potpourri ini juga menjadi pengingat wangi dari momen bahagia di hari pernikahanmu.
Buket bunga pernikahan adalah sebuah hal indah dari pernikahan yang bisa kamu jadikan kenang-kenangan jika bisa menyimpannya dengan benar. Beberapa cara tersebut bisa kamu terapkan. Jika merasa kurang terampil, kamu juga bisa menggunakan jasa profesional untuk mengawetkannya.
Jika kamu membutuhkan vendor florist yang terpercaya dan bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan, jangan lupa untuk mengecek daftarnya di sini.
Cover | Foto: pexels/paul wence