Salah satu hal yang ingin didapatkan ketika menggelar acara resepsi pernikahan di luar ruangan adalah pemandangan yang indah dan akses langsung ke udara terbuka. Pasalnya, semua tamu yang datang bisa langsung melihat ke sekitar tanpa ada tembok penghalang. Namun, untuk mengantisipasi cuaca buruk, tak jarang orang-orang memilih untuk memasang tenda pernikahan.
Agar tetap bisa memberikan pengalaman penuh melihat sekitar, biasanya tenda transparan menjadi pilihan yang populer. Namun, tenda ini tetap perlu didekorasi agar bisa lebih menyatu dengan sekitar dan enak dipandang. Nah, untuk menghiasnya, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan. Simak selengkapnya, yuk!
Cara menghias tenda outdoor

Untuk membuat tendamu terlihat pas, tidak berlebihan, tapi juga tidak membosankan, beberapa hal ini bisa kamu lakukan untuk menghiasnya.
1. Menentukan tema dan palet warna sejak awal
Langkah pertama yang sangat penting adalah menyelaraskan dekorasi tenda dengan konsep pernikahan secara keseluruhan, baik itu garden party, rustic, bohemian, modern, atau glamor. Tema dan palet warna ini akan menjadi panduan untuk memilih kain, bunga, hingga pencahayaan. Misalnya, jika tema yang dipilih adalah natural garden, warna seperti putih, krem, sage green, atau dusty blue akan terasa menyatu dengan lingkungan sekitar. Tema ini akan membantu supaya tenda tidak terlihat seperti tempelan, tapi terasa sebagai bagian dari desain besar acara. Selain itu, konsistensi warna membuat hasil foto terlihat rapi dan estetik, tidak terlalu ramai atau bertabrakan antara satu elemen dengan elemen lainnya.
2. Menghias rangka tenda dengan draping
Rangka tenda yang polos bisa terlihat kaku dan seperti tenda biasa jika tidak dihias. Untuk itu, kain drapery perlu digunakan sebagai elemen utama. Kain bisa dipasang menjuntai dari tengah ke sisi-sisi tenda untuk membentuk efek seperti langit-langit berlipat yang elegan. Pemilihan bahan kain juga memengaruhi kesan, misalnya kain tile atau chiffon yang memberi nuansa ringan dan romantis, sedangkan satin atau velvet yang memberi kesan lebih mewah. Teknik pemasangan yang rapi dan simetris akan membuat tenda tampak lebih tinggi dan luas, sekaligus menutupi struktur besi agar tidak terlihat “kasar” di mata tamu.
3. Manfaatkan bunga dan dedaunan sebagai aksen hidup
Untuk pernikahan luar ruangan, unsur alam sebaiknya ditonjolkan agar tenda terasa lebih menyatu dengan lingkungan. Bunga segar, daun eucalyptus, monstera, atau ivy bisa dipasang di tiang-tiang tenda, di titik pertemuan kain di langit-langit, atau di sepanjang pintu masuk. Penempatan bunga di area tertentu saja akan menciptakan focal point, tapi tidak membuat tenda terasa penuh sesak. Kombinasi bunga dengan dedaunan juga membuat dekorasi lebih berdimensi dan tidak monoton. Selain itu, aroma alami dari bunga segar bisa menambah kesan segar dan menyenangkan bagi tamu.
4. Mengatur pencahayaan agar suasana lebih hangat dan romantis

Lighting adalah kunci penting dalam menghias tenda outdoor, terutama jika acara berlangsung dari sore hingga malam hari. Lampu gantung kecil (string lights), lampu bohlam kuning hangat, atau lampu sorot yang lembut bisa dipasang mengikuti lipatan kain di langit-langit tenda. Cahaya yang lembut akan membuat kain tampak lebih dramatis dan suasana terasa intim. Selain sebagai elemen dekorasi, pencahayaan juga berfungsi praktis agar tamu tetap nyaman bergerak dan area foto terlihat bagus. Pemilihan warna cahaya warm white dibanding putih terang akan sangat memengaruhi kesan keseluruhan tenda.
5. Mendesain pintu masuk sebagai area penyambutan spesial
Bagian depan atau pintu masuk tenda akan menjadi kesan pertama bagi tamu. Area ini bisa dihias secara lebih menonjol dengan rangka bunga, kain tirai yang dibuka ke samping, atau signage nama pengantin. Desain pintu masuk yang cantik akan membuat tamu merasa seperti memasuki ruang acara yang berbeda dari area luar yang terasa biasa saja. Selain itu, pintu masuk tenda juga sering dijadikan spot foto sehingga dekorasinya perlu dipikirkan agar tetap fotogenik dari berbagai sudut.
6. Mengatur interior agar terasa lapang
Walaupun tenda dihias dengan indah, penataan bagian dalamnya juga sangat menentukan kenyamanan. Jarak antar meja, kursi, dan jalur tamu harus tetap diperhatikan. Dekorasi sebaiknya ditempatkan di area yang strategis, seperti sudut tenda, tiang utama, atau bagian atas, bukan di lantai atau area lalu-lalang. Dengan begitu, tenda tetap terasa lega dan tamu bisa bergerak bebas. Penataan ini juga membantu supaya dekorasi tidak mudah tersenggol atau rusak selama acara berlangsung.
7. Menyesuaikan dekorasi dengan kondisi alam sekitar
Karena pernikahan dilakukan di luar ruangan, dekorasi tenda harus mempertimbangkan angin, hujan, dan sinar matahari. Kain yang terlalu tipis bisa mudah tertiup angin, sementara bunga tertentu bisa cepat layu jika terkena panas secara langsung. Oleh karena itu, pemilihan material harus lebih “tahan outdoor”. Selain itu, arah matahari juga penting untuk diperhatikan agar bagian dalam tenda tidak terlalu silau atau panas. Dengan menyesuaikan dekorasi dengan kondisi alam, tenda akan tetap indah sekaligus fungsional sepanjang acara.
Contoh konsep hiasan tenda
Agar bisa lebih menyatu dengan konsep acara, kamu bisa menerapkan dekorasi tenda sesuai dengan konsep acara pernikahan. Berikut ini beberapa contohnya.
1. Konsep garden elegance

Konsep ini menonjolkan kesan alami dan segar dengan sentuhan elegan. Tenda biasanya dihias dengan kain putih atau broken white yang dijuntai lembut dari rangka atas, membentuk efek seperti kelopak bunga. Untuk dekorasi, kamu bisa menambahkan rangkaian bunga segar dan dedaunan hijau di titik-titik tertentu, seperti di pertemuan kain bagian tengah, di tiang tenda, dan di pintu masuk. Kamu bisa memilih jenis bunga yang memiliki warna lembut seperti putih, peach, atau pink muda agar menyatu dengan suasana taman.
Lampu string light atau lampu gantung kecil berwarna warm white sebaiknya dipasang mengikuti lipatan kain sehingga saat sore atau malam hari, suasana menjadi hangat dan romantis. Interior tenda bisa diisi meja kayu atau meja dengan cover kain polos dan centerpiece bunga sederhana agar tidak terlalu ramai.
2. Konsep rustic natural


Konsep rustic biasanya menampilkan nuansa hangat dan earthy, cocok untuk lokasi kebun, lapangan, atau area dengan banyak pohon. Tenda bisa dihias dengan kain berwarna krem, cokelat muda, atau dusty beige, dipadukan dengan material alami seperti kayu dan rotan.
Tiang tenda bisa dibungkus dengan lilitan kain dan dedaunan, lalu tambahkan aksen seperti lentera, vas kaca bening, atau pot kecil berisi tanaman hijau di sudut-sudut tenda. Langit-langit tenda bisa dihias dengan rangkaian lampu bohlam kecil yang disusun zig-zag atau sejajar untuk memberi kesan hangat. Lantai bisa diberi karpet motif etnik atau papan kayu agar semakin mendukung nuansa rustic yang natural dan santai.
3. Konsep bohemian chic

Konsep bohemian cocok untuk pasangan yang ingin menggelar pernikahan dengan suasana santai, artistik, dan tidak terlalu formal. Tenda bisa dihias dengan kain berlapis-lapis yang memiliki tekstur berbeda, seperti chiffon, macrame, dan kain rajut. Warna yang digunakan biasanya earthy tone seperti terracotta, mustard, olive, dan nude.
Untuk dekorasi, kamu bisa menambahkan gantungan dream catcher, macrame besar di bagian pintu masuk, serta rangkaian bunga kering dan pampas grass di tiang-tiang tenda. Pencahayaan menggunakan lampu gantung kecil dan lilin dalam wadah kaca untuk memberi kesan hangat. Interior tenda bisa diisi dengan sofa atau bantal duduk yang rendah sehingga suasana terasa lebih akrab dan kasual.
4. Konsep modern minimalist

Konsep ini mengutamakan kesan yang bersih, rapi, dan tidak berlebihan. Tenda bisa menggunakan kain polos dengan warna netral seperti putih, abu-abu muda, atau ivory, dipasang lurus tanpa terlalu banyak lipatan. Tambahkan hiasan berupa sedikit elemen bunga, tetapi yang berbentuk tegas, misalnya rangkaian bunga memanjang di bagian tengah langit-langit atau satu instalasi bunga besar sebagai focal point. Lampu bisa dipasang tersembunyi di balik kain untuk memberi efek glow yang lembut. Interior tenda diisi meja dan kursi dengan desain simpel, serta dekorasi tambahan berupa vas kaca atau lilin silinder agar tetap terlihat elegan dan tidak ramai.
5. Konsep glamor outdoor

Untuk pasangan yang ingin mendapatkan kesan mewah meski di luar ruangan, konsep glamor bisa diterapkan pada tenda. Tenda bisa dihias dengan kain satin atau velvet dengan warna putih, champagne, atau gold muda. Drapery dibuat jatuh dramatis dengan lipatan tegas dan simetris. Tambahkan hiasan berupa chandelier atau lampu gantung kristal di tengah tenda, serta rangkaian bunga besar di titik-titik tertentu. Tiang tenda bisa dibungkus kain lalu diberi aksen pita atau bunga besar agar terlihat seperti pilar ballroom. Lantai tenda bisa dilapisi karpet tebal agar nuansanya terasa seperti ruangan indoor yang mewah.
6. Konsep tropical fresh

Konsep ini cocok untuk area outdoor yang panas atau dekat pantai dan kebun tropis. Tenda bisa dihias dengan kain putih tipis agar cahaya bisa masuk, dipadukan dengan daun besar seperti monstera, palem, atau pisang hias. Buat instalasi dedaunan di bagian atas tenda dan di pintu masuk, seolah-olah tenda menyatu dengan alam sekitarnya. Pilih yang memiliki warna cerah seperti putih, kuning, atau coral. Pencahayaan bisa dibuat sederhana dengan lampu warm white agar tetap segar dan tidak terasa berat.
Tenda akan menyelamatkan para tamu dari panas atau hujan jika pernikahanmu digelar di luar ruangan. Tak hanya itu, elemen ini juga bisa menjadi bagian dari dekorasi yang akan mempercantik venue pernikahan. Makanya, sebaiknya hiasan disesuaikan dengan tema pernikahan dan sekitar. Untuk mendapatkan dekorasi pernikahan outdoor yang paling sesuai, kamu bisa menggandeng vendor dekorasi pernikahan yang daftarnya bisa kamu lihat di sini.
Cover | Foto via Bonzai Decoration