Pilih Kategori Artikel

Hindari 7 Hal Berikut agar Agenda Intimate Wedding-mu Sukses dan Berkesan

Intimate wedding adalah resepsi pernikahan yang dilangsungkan secara lebih intim, yaitu dengan hanya mengundang keluarga dan teman-teman terdekat. Tak seperti resepsi pernikahan pada umumnya yang megah, intimate wedding justru digelar dengan konsep yang sederhana. Konsep khas semacam ini cukup banyak diminati oleh calon pasangan pengantin dalam beberapa waktu terakhir, khususnya di era pasca pandemi.

Kesederhanaan pada intimate wedding tentu memiliki beragam keuntungan yang menarik. Misalnya saja soal anggaran. Karena jauh lebih sederhana, anggaran yang keluar untuk mempersiapkan segala kebutuhan pun juga dinilai lebih minim. Tak hanya itu, poin sederhana pada intimate wedding juga diyakini dapat menyurutkan tingkat stres bagi calon pengantin.

Bagi kamu dan pasangan yang telah berencana menggelar intimate wedding, dua poin menarik ini pasti telah kamu pahami juga, kan? Namun, benarkah bahwa resepsi intimate wedding sudah pasti akan sukses dan berkesan bagi semua calon pengantin? Segala sesuatu yang berkesan menarik tak akan lepas dari persiapan yang baik, begitu juga dengan intimate wedding. Intimate wedding yang dikenal sebagai resepsi pernikahan sederhana dan minimalis tentu memerlukan persiapan yang matang pula.

Namun pada kenyataannya, ada beberapa hal yang justru dianggap sepele sehingga tak terlalu diperhatikan oleh sejumlah pengantin. Tanpa disadari, hal ini akan berpengaruh pada kesuksesan agenda resepsi intimate wedding. Nah, buat kamu si calon pengantin yang berencana untuk menggelar pernikahan berkonsep intimate wedding, WeddingMarket telah merangkum 7 poin yang sebaiknya bisa kamu hindari dalam pelaksanaannya. Yuk, simak ulasan berikut sampai tuntas!

1. Mengentengkan Persiapan

wm_article_img
Fotografi: Calia

Intimate Wedding memang identik dengan konsep yang sederhana. Sederhana karena hanya mengundang orang-orang terdekat dan sederhana juga karena tak semegah resepsi pernikahan pada umumnya. Namun, poin sederhana tersebut justru disalahartikan hingga akhirnya membuat waktu persiapan jadi terulur-ulur.

Jika hal ini sudah terjadi, maka kemungkinan besar yang akan dilalui adalah repot dadakan menjelang hari H. Misalnya, kamu baru memastikan venue dan jumlah tamu undangan tepat saat 3 bulan sebelum hari H. Hal tersebut tentu akan menjalar pula pada persiapan dekorasi hingga menu dan jumlah hidangan.

Coba bayangkan, kebutuhan tersebut harus dituntaskan dalam kurun waktu 3 bulan saja. Hmm… repot dan melelahkan sekali, kan? Karena itu, WeddingMarket berharap agar kamu bisa mempersiapkan segalanya dengan bijak dari jauh-jauh hari. Ingat bahwa intimate wedding bukan hanya erat dengan kuantitas atau jumlah tamu undangan yang lebih sedikit, tetapi juga momen bahagia yang berkualitas.

2. Menambah Jumlah Tamu Undangan yang Telah Dibatasi

wm_article_img
Fotografi: Axioo

Menggelar intimate wedding artinya menetapkan jumlah tamu undangan yang jauh lebih sedikit, yaitu antara 50-200 orang. Sayangnya, jumlah tersebut terkadang mengalami tambahan mendadak saat undangan hendak disebar. Misalnya, kamu dan pasangan telah fix untuk mengundang 100 orang yang terdiri dari keluarga dan teman terdekat saja.

Lalu tiba-tiba kamu sadar ada beberapa nama teman yang tidak tercantum dalam daftar tamu undangan. Karena merasa sungkan atau tak enak hati, akhirnya kamu terpaksa menambah nama-nama tersebut dalam daftar. Nah, hal ini harus benar-benar kamu hindari.

Tips-nya adalah dengan memprioritaskan nama-nama teman yang intens berkomunikasi denganmu, setidaknya sejak setahun sampai 6 bulan terakhir. Jadi, tetap yakin pada konsep intimate wedding yang telah kamu gagas sesuai rencana awal, ya. Apabila kamu memerlukan ide atau referensi undangan khas intimate wedding, baca selengkapnya juga pada link berikut

3. Mengunggah Foto Persiapan Menuju Hari H di Media Sosial

wm_article_img
Fotografi: Iluminen

Mengunggah foto persiapan hari H di media sosial mungkin cenderung sulit untuk dihindari oleh beberapa calon pengantin. WeddingMarket pun paham karena persiapan jelang pernikahan termasuk dalam rangkaian momen bahagia yang harus diabadikan. Yang jadi masalah adalah ketika kamu telah berencana melangsungkan intimate wedding, lalu kamu membagikan foto atau video persiapan melalui story media sosial, seperti Instagram.

Inilah yang harus kamu pertimbangkan baik-baik, khususnya jika kamu memiliki banyak jumlah mutual. Para mutual-mu akan berbondong-bondong membalas unggahan story-mu dengan pertanyaan seperti, “wah, mau nikah, ya?” “kapan hari H-nya?”, “jangan lupa undang aku!”, dan sebagainya. Tentu kamu kebingungan, kan, jawaban apa yang harus diberikan untuk mereka? Ini artinya, kamu lebih baik tak perlu mengunggah momen foto atau video persiapan apapun dalam sosial media. Ingat kembali bagaimana kamu dan pasangan ingin mewujudkan agenda intimate wedding yang lebih sakral, hangat, dan berkesan.

4. Memilih Lokasi yang Kurang Sesuai

wm_article_img
Fotografi: Axioo

Pemilihan lokasi yang tepat merupakan salah satu faktor penting di balik suksesnya intimate wedding. Jangan sampai kamu memilih lokasi yang terlalu luas atau mudah dilalui banyak orang. Memilih lokasi atau venue yang terlalu luas justru akan membuat suasana resepsi pernikahan terasa lowong sehingga makna hangat dari intimate wedding pun jadi dipertanyakan. Untuk itu, kamu harus pandai-pandai menentukan lokasi yang kondusif dan pas untuk menampung jumlah tamu undangan. Pertimbangkan pula standar privasi dan keamanan dari lokasi, mulai dari saat melakukan persiapan sampai dengan hari H nantinya.

5. Terlalu Memaksakan untuk Terlihat “Wah”

wm_article_img
Fotografi: Calia

Seperti yang diketahui, biaya untuk menggelar intimate wedding lebih terjangkau daripada resepsi pernikahan secara umum. Jumlah undangan yang terbatas serta hidangan makanan dan souvenir yang lebih sedikit, menjadikan skala anggaran resepsi pernikahan jauh lebih hemat. Hal inilah yang menjadi keuntungan istimewa bagi para calon pengantin. Namun, jangan sampai kamu terlena dengan biaya yang lebih hemat tersebut.

Misalnya, surplus anggaran yang didapatkan dari budget resepsi, dialihkan seluruhnya untuk menambah kemewahan ragam dekorasi. Nah, hal ini sebaiknya bisa kamu hindari juga, ya. Ingat kembali bahwa intimate wedding adalah resepsi pernikahan yang tak hanya lebih sakral dan hangat, tetapi juga lebih sederhana. Yakinlah bahwa segala persiapan yang terpenuhi telah menjadi langkah terakhir untuk mewujudkan intimate wedding yang manis.

6. Lebih Memperbanyak Hidangan Food Stall

wm_article_img
Foto: Bali Catering Company

Hal berikutnya yang harus menjadi catatan dalam agenda intimate wedding berkaitan dengan sajian hidangan. Sajian prasmanan (buffet) dan gubukan (food stall) adalah 2 model sajian terpopuler dalam resepsi pernikahan. Dalam kasus ini, hidangan gubukan yang hanya terdiri dari satu jenis menu hidangan per stall-nya tak disarankan untuk hadir dalam intimate wedding. Akan jauh lebih baik jika kamu memilih model hidangan prasmanan sebagai jamuan untuk tamu undangan.

Model sajian prasmanan akan memberikan kebebasan bagi tamu untuk berkumpul bersama pada satu meja dan menikmati setiap hidangan. Kelebihan inilah yang membuat momen kehangatan pada intimate wedding menjadi kian terasa. Para tamu undangan bisa saling bercengkerama sembari menikmati hidangan yang dipilihnya. Tentu saja penataan meja prasmanan juga harus kamu perhatikan baik-baik, ya. Atur meja-meja prasmanan sedemikian rupa tanpa menyisakan space yang berlebih agar tamu undangan dapat menjalin keakraban dengan nyaman. 

7. Mengabaikan Ucapan Selamat di Media Sosial

wm_article_img
Fotografi: Iluminen

Pada dasarnya, poin ini adalah langkah terakhir untuk menutup suksesnya intimate wedding-mu. Usai menggelar intimate wedding, sebagian besar pengantin akan mengunggah momen manis berupa foto atau videography di media sosial, seperti Instagram. Lalu, mutual atau teman-temanmu yang tak turut hadir sebagai tamu undangan akan kaget ketika menjumpai unggahan momen spesialmu.

Beberapa dari mereka kemudian akan meninggalkan komentar seperti ungkapan terkejut, ucapan selamat dan doa, atau bahkan berisi pertanyaan mengapa kamu tak mengundangnya. Dari sini, kamu tak perlu ragu untuk membalas komentar mereka. Balas satu persatu dengan berterima kasih atas ucapan doa dan selamat yang disampaikan, kemudian katakan dengan jujur bahwa resepsi pernikahanmu memang mengusung konsep intimate wedding.

Walaupun tak hadir dalam hari bahagiamu, ucapan selamat dan doa tulus dari mereka tentu menjadi pengantar untuk memulai kehidupan barumu dengan pasangan. Jadi, sebisa mungkin untuk membalas ucapan selamat dari teman-temanmu di media sosial, ya. Respons seperti ini akan membuat mereka merasa tetap dihargai dan tak dilupakan begitu saja.

Itulah 7 hal dasar yang sebaiknya dapat kamu hindari ketika mengusung konsep pernikahan intimate wedding. Ingat kembali bahwa intimate wedding adalah konsep resepsi pernikahan yang lebih privat, hangat, dan sederhana. Persiapkan segala sesuatunya dengan tenang dan bijak agar hari bahagiamu berkesan bagi semua tamu undangan beserta keluarga yang hadir. Soal keluarga, WeddingMarket juga punya beberapa tip untuk meyakinkan mereka agar setuju dengan konsep intimate wedding yang kamu idam-idamkan. Simak selengkapnya di sini.


Nah, untuk melengkapi persiapan intimate wedding-mu kunjungi pameran pernikahan WeddingMarket Festival pada 18-19 Februari 2023 di The Krakatau Grand Ballroom. Dapatkan berbagai kebutuhan untuk hari istimewamu dari vendor-vendor profesional berpengalaman dengan aneka diskon dan promo menarik! Pesan Tiket Masuk Gratis dengan klik di tautan ini. Semoga lancar hingga hari H, ya!

Kunjungi WeddingMarket Festival Gratis!
Menangkan Berbagai Hadiah Menarik
Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...