Seringkali dalam persiapan pernikahan, fokus utama seolah-olah hanya tertuju pada gaun pengantin wanita. Padahal, pengantin pria juga memegang peranan kunci sebagai raja sehari yang akan bersanding di pelaminan. Kamu berhak tampil maksimal, gagah, dan memukau di hari bahagiamu sendiri.
Bagi calon pengantin muslim, tantangannya sering kali bertambah: bagaimana caranya tampil modis dan keren tanpa melanggar aturan agama atau syariat? Untungnya, tren fashion muslim pria saat ini sudah berkembang sangat pesat, menawarkan banyak opsi yang jauh dari kesan kaku atau kuno.
Memilih baju pengantin pria islami bukan berarti kamu hanya terbatas pada baju koko biasa yang sering dipakai untuk salat Jumat. Ada ragam desain mulai dari gaya timur tengah yang megah, sentuhan India-Pakistan yang royal, hingga modifikasi jas modern yang tetap sopan.
Artikel ini bakal ngajak kamu menjelajahi berbagai inspirasi gaya dan tips memilih busana pengantin pria yang syar'i namun tetap stylish, biar kamu bisa tampil percaya diri saat mengucapkan akad nikah maupun saat menyapa tamu undangan. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Pahami Dulu Aturan Dasar dalam Berbusana Muslim Pria
Sebelum kita ngomongin model dan warna, ada baiknya kamu paham dulu pakem dasar dalam Islam soal pakaian pria. Ini penting banget biar penampilanmu nggak cuma keren di mata manusia, tapi juga berkah di mata Tuhan. Aturan utama yang paling sering dilupakan adalah larangan bagi pria untuk memakai kain sutra murni dan perhiasan emas. Jadi, saat kamu memilih bahan kain ke tailor atau vendor di WeddingMarket, pastikan kamu menghindari pure silk.
Sebagai gantinya, kamu bisa pilih bahan campuran atau bahan sintetis berkualitas tinggi yang tampilannya mirip sutra tapi halal dipakai, seperti bahan jaguar, bridal satin, atau katun berkualitas premium. Selain itu, pastikan potongan bajunya tidak terlalu ketat sampai memperlihatkan lekuk tubuh secara berlebihan (muscles fit yang ekstrem), dan pastikan aurat tertutup sempurna mulai dari pusar hingga lutut, terutama saat kamu duduk atau sujud syukur.
1. Tampil Megah Ala Pangeran Arab dengan Bisht atau Jubah

Kalau kamu pengen tampilan yang benar-benar islami dan berwibawa, gaya ala pangeran Arab bisa jadi pilihan utama. Gaya ini biasanya terdiri dari thobe atau gamis panjang sebagai dasar, yang kemudian dilapisi dengan luaran bernama bisht. Bisht adalah jubah longgar yang biasanya berwarna hitam, cokelat, krem, atau abu-abu dengan hiasan sulaman benang emas di bagian pinggirannya.
Mengenakan bisht ini otomatis menaikkan level kegagahan kamu berkali-kali lipat. Kainnya yang biasanya agak transparan dan melayang memberikan efek dramatis saat kamu berjalan menuju meja akad. Gaya ini sangat populer di kalangan selebriti dan tokoh publik karena memberikan aura kepemimpinan dan kesalehan yang kuat. Padukan dengan sorban kepala (ghutra) yang diikat rapi untuk menyempurnakan penampilan ala royalty Timur Tengah ini.
2. Gaya Sherwani untuk Nuansa Mewah dan Klasik

Ingin tampil beda dan bosan dengan model jas biasa? Coba deh lirik gaya Sherwani. Baju pengantin khas Asia Selatan (India dan Pakistan) ini lagi hits banget di Indonesia. Potongannya berupa atasan panjang sampai lutut atau betis dengan kancing depan yang tertutup rapat sampai leher (kerah mandarin). Sherwani biasanya terbuat dari kain tebal yang kaya akan tekstur dan motif ukiran yang rumit.
Kelebihan Sherwani adalah siluetnya yang bikin tubuh terlihat lebih tegap dan tinggi. Baju ini sangat sopan dan menutup aurat dengan sempurna, namun tetap terlihat sangat mewah berkat detail bordirannya. Kamu bisa memadukannya dengan celana panjang churidar yang agak mengerucut di bawah atau celana bahan biasa yang warnanya senada. Gaya ini cocok banget buat kamu yang mau resepsi dengan tema royal atau glamour.
3. Baju Koko Modern dengan Detail Bordir Premium


Jangan remehkan baju koko! Di tangan desainer handal, baju koko bisa disulap jadi busana pengantin yang super elegan. Lupakan baju koko pasaran; untuk nikah, pilihlah baju koko dengan potongan cekak musang ala Melayu atau model kurta yang lebih modern. Kuncinya ada di pemilihan bahan dan detail ornamennya. Gunakan bahan yang sedikit mengkilap atau doff yang tebal agar tidak mudah kusut.
Tambahkan aksen bordir geometris atau motif floral di bagian dada, kerah, dan ujung lengan. Pilihlah warna benang bordir yang satu tone dengan warna kain (tone-on-tone) untuk kesan minimalis dan elegan, atau warna kontras seperti emas dan perak untuk kesan yang lebih mewah. Baju koko modern ini sangat fleksibel, bisa dipakai untuk akad nikah yang sakral maupun resepsi yang lebih santai. Plus, baju ini pasti bakal terpakai lagi buat Lebaran nanti, jadi itung-itung investasi jangka panjang, kan?
4. Setelan Jas Tutup atau Beskap Modifikasi

Buat kamu yang ingin menggabungkan unsur tradisional Indonesia dengan napas islami, jas tutup atau beskap modifikasi adalah jawabannya. Berbeda dengan beskap tradisional yang mungkin potongannya agak pendek dan ketat, versi modifikasi islami ini biasanya dibuat lebih longgar dan panjang hingga menutupi pinggul. Desainnya menutup leher dengan rapi, memberikan kesan santun dan formal.
Kamu bisa memadukan atasan ini dengan kain sarung songket untuk bawahan jika ingin menonjolkan adat, atau dengan celana bahan yang warnanya sama untuk tampilan yang lebih kontemporer. Model ini sangat aman dan disukai oleh para orang tua karena terlihat sangat rapi dan menghormati budaya setempat tanpa melanggar syariat. Tambahkan aksesoris seperti rantai jam saku atau bros kecil di dada untuk mempermanis tampilan.
5. Putih Bersih untuk Momen Akad yang Suci

Warna putih selalu menjadi juara untuk momen akad nikah. Dalam Islam, warna putih juga merupakan warna yang disukai Rasulullah SAW karena melambangkan kesucian dan kebersihan. Mengenakan busana serba putih saat mengucapkan ijab kabul akan memberikan nuansa sakral yang mendalam. Kamu akan terlihat bercahaya dan bersih saat momen paling bersejarah dalam hidupmu itu.
Tapi, putih bukan berarti membosankan, lho. Kamu bisa bermain di tekstur kain dan lapisan warna. Misalnya, pilih warna off-white, broken white, atau ivory yang lebih lembut di mata dibandingkan putih bersih kertas. Padukan dengan peci warna hitam atau putih senada. Warna putih juga sangat "ramah" kamera, bikin wajahmu terlihat lebih cerah di foto dan video. Pastikan saja bahannya cukup tebal agar pakaian dalam tidak membayang, ya!
6. Warna Bold dan Maskulin untuk Resepsi

Kalau akad nikah identik dengan putih, resepsi adalah saatnya kamu bereksperimen dengan warna. Tren warna baju pengantin pria islami tahun ini mengarah ke warna-warna earthy dan bold yang maskulin. Warna seperti navy (biru dongker), maroon, hijau emerald, abu-abu arang (charcoal), hingga cokelat mocca bisa jadi pilihan yang sangat menarik.
Warna-warna gelap ini punya efek melangsingkan dan bikin postur tubuh terlihat lebih tegas. Selain itu, warna bold akan sangat kontras dan menonjol di tengah dekorasi pelaminan yang biasanya penuh bunga warna-warni. Diskusikan dengan pasanganmu untuk mencocokkan warna bajumu dengan gaunnya. Nggak harus sama persis kok, yang penting warnanya masih satu palet atau harmonis saat dilihat bersandingan.
7. Mahkota Pria: Peci, Songkok, atau Sorban?

Baju pengantin pria islami belum lengkap rasanya tanpa penutup kepala. Ini adalah simbol kehormatan dan ketaatan. Pilihan paling umum tentu saja peci atau songkok hitam nasional yang memberikan kesan resmi dan Indonesia banget. Tapi kalau kamu mau tampilan yang lebih unik, kamu bisa coba peci motif tenun atau peci haji model rajut yang lebih santai namun tetap rapi.
Untuk tampilan yang lebih nyunnah dan karismatik, sorban adalah aksesoris wajib. Ada dua cara pakai sorban: dililitkan di kepala membentuk turban, atau disampirkan di bahu sebagai selendang (rida). Kalau kamu memilih sorban kepala, pastikan kamu sudah trial atau latihan cara melilitnya biar rapi dan nggak gampang lepas saat acara. Atau, minta tolong stylist atau perias pengantin untuk memakaikannya. Sorban instan juga sekarang banyak tersedia lho, jadi praktis banget tinggal pakai.
Tips Memaksimalkan Tampilan untuk Hari H

1. Pemilihan Material yang Nyaman dan Adem
Pesta pernikahan di Indonesia identik dengan durasi yang lama, salaman dengan ratusan tamu, dan sorotan lampu pelaminan yang panas. Makanya, kenyamanan bahan baju itu krusial banget. Jangan sampai kamu keringatan berlebih atau merasa gatal-gatal di tengah acara karena salah pilih kain. Bahan-bahan alami seperti katun jepang, linen, atau wol tropis (tropical wool) sangat disarankan karena sifatnya yang breathable alias adem.
Jika kamu harus memakai bahan sintetis demi tampilan yang mengkilap dan mewah, pastikan bagian dalam baju (furing) dilapisi dengan bahan katun yang menyerap keringat. Hindari bahan yang terlalu kaku dan tebal jika acaramu diadakan di luar ruangan atau outdoor. Ingat, pengantin yang nyaman akan lebih mudah tersenyum ramah kepada tamu daripada pengantin yang sibuk menahan gerah.
2. Grooming adalah Koentji
Baju mahal dan keren nggak akan maksimal kalau wajah dan tubuhmu nggak terawat. Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman, dan tampil rapi serta wangi adalah sunnah. Seminggu sebelum hari H, luangkan waktu untuk potong rambut dengan gaya yang rapi dan sesuai bentuk wajah. Kalau kamu memelihara jenggot, rapikan pinggirannya agar terlihat terawat dan maskulin, bukan berantakan.
Jangan lupa soal kebersihan kuku dan bau badan. Pakailah parfum atau wewangian non-alkohol yang aromanya lembut tapi tahan lama. Aroma tubuh yang wangi akan meningkatkan kepercayaan dirimu saat harus berdekatan dengan pasangan atau tamu. Grooming yang baik akan menyempurnakan keseluruhan tampilan busanamu, membuatmu terlihat segar dan siap menjadi imam bagi keluarga barumu.
3. Ukuran Fit Body tapi Tidak Ketat
Salah satu kesalahan umum pengantin pria adalah memilih ukuran baju yang salah: kalau nggak kedodoran, ya kekecilan sampai mau pecah. Untuk gaya islami yang modern, kuncinya adalah slim fit yang sopan. Artinya, baju mengikuti garis tubuh tapi masih menyisakan ruang gerak yang cukup. Baju yang pas badan akan membuatmu terlihat lebih muda dan dinamis.
Hindari celana yang terlalu ketat (skinny) karena selain kurang nyaman, juga kurang etis secara syariat karena memperlihatkan bentuk paha dan betis terlalu jelas. Celana model regular fit atau tapered (mengecil sedikit di bawah) adalah pilihan paling aman dan stylish. Pastikan panjang celana juga pas, idealnya jatuh tepat di mata kaki atau sedikit di atasnya (ngatung dikit alias isbal) agar sesuai sunnah dan sepatu kerenmu tetap kelihatan.
4. Temukan Vendor Terbaik di WeddingMarket
Mewujudkan baju pengantin impian memang butuh effort. Daripada pusing keliling pasar kain atau tailor yang belum jelas kualitasnya, mending kamu cari vendor busana pengantin pria di WeddingMarket. Di sana, kamu bisa menemukan banyak desainer dan penyewaan baju pengantin. Kamu bisa liat portofolio mereka, baca review jujur, dan konsultasi soal desain yang paling cocok sama postur tubuh dan budget kamu.
Banyak vendor di WeddingMarket juga menyediakan paket couple, jadi kamu bisa sekalian pesan baju yang serasi sama pasanganmu biar nggak pusing menyamakan warna kain sendiri. Kemudahan ini membantu kamu bisa fokus menyiapkan mental untuk ijab kabul. Ingat, hari pernikahan itu momen selebrasi, jadi nikmati setiap prosesnya termasuk saat memilih baju terbaikmu. Tampil ganteng, syar’i, dan bikin pangling istri itu pahala, lho! Cek selengkapnya di sini ya!
Cover | Fotografi Iluminen via Wiranti Kurnia Bride