Pilih Kategori Artikel

Dua Gaya, Dua Inspirasi! Pesona Look Syifa Hadju & Alyssa Daguise dari Lamaran hingga Resepsi
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
WeddingMarket Fair 24 -26 Juli 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Ada satu hal yang hampir selalu jadi pusat perhatian dalam setiap pernikahan artis: bukan hanya dekorasi atau venue, tapi look sang pengantin. Bagaimana mereka membangun keseluruhan penampilan, mulai dari busana, makeup, hingga aura yang ditampilkan, seringkali menjadi sumber inspirasi bagi banyak calon pengantin.

Dalam rangkaian pernikahan dua pasangan dari keluarga Ahmad Dhani, yaitu Alyssa Daguise dan Syifa Hadju, kita bisa melihat dua pendekatan gaya yang sama-sama kuat, tapi sangat berbeda karakter. Jika Alyssa bermain di spektrum modern, edgy, dan high fashion, maka Syifa tampil lebih klasik, lembut, dan timeless. Keduanya seperti representasi dua sisi dunia bridal yang sama-sama memikat.

1. Look Lamaran: Subtle Elegance vs Effortless Romance

wm_article_img
Foto: Instagram/alghazali7

Al Ghazali dan Alyssa Daguise telah menjalani hubungan selama delapan tahun, sebuah perjalanan yang tidak sebentar. Lamaran mereka terasa seperti puncak dari proses panjang yang penuh dinamika yang mereka abadikan di Lake Como, Italia.

Sementara itu, kisah El Rumi dan Syifa Hadju punya nuansa yang berbeda. Berawal dari lingkar pertemanan, hubungan mereka berkembang secara natural. Lamaran El Rumi kepada Syifa di Lauterbrunnen, Swiss, menjadi salah satu highlight yang sulit dilupakan. Bayangkan suasana pedesaan dengan pemandangan pegunungan yang tenang, lalu sebuah cincin berlian disematkan dengan penuh harap.

wm_article_img
Foto: Instagram/SyifaHadju

Di fase lamaran, kedua perempuan ini sudah menunjukkan “arah gaya” mereka masing-masing. Alyssa Daguise tampil dengan aura yang polished dan refined. Pilihan busananya cenderung clean dengan siluet yang tegas, memperlihatkan karakter confident dan modern. Makeup-nya flawless dengan fokus pada complexion yang sempurna dan struktur wajah yang tegas. Rambut ditata sleek, memperkuat kesan Parisian chic yang memang menjadi ciri khasnya.

Sebaliknya, Syifa Hadju menghadirkan nuansa yang jauh lebih soft dan approachable. Look-nya terasa ringan, dengan riasan yang lebih natural dan glowing. Fokusnya bukan pada statement yang bold, tapi pada kesan hangat dan romantis. Ini membuat keseluruhan penampilannya terasa sangat relatable, cantik tanpa terlihat “terlalu dibuat”.

2. Look Pengajian: Calm Elegance vs Bold Femininity

Pengajian menjadi titik awal yang memperlihatkan karakter dasar masing-masing.

Syifa Hadju: Bold, Feminin, dan “Unreal Beauty”

wm_article_img
Foto: instagram/syifahadju

Di momen pengajian, Syifa Hadju tampil dalam balutan dress full lace berwarna champagne ivory rancangan Sapto Djojokartiko. Warna ini memberi efek hangat sekaligus glowing, terutama saat dipadukan dengan backdrop bunga bernuansa pastel. Yang membuat look ini begitu menonjol adalah veil lace panjang bermotif bunga yang menambah dimensi dramatis namun tetap lembut.

Makeup karya Marlene Hariman membawa karakter yang cukup bold untuk ukuran pengajian, eyeliner tajam dengan efek cat eye, bulu mata tebal, dan bibir rosy peach glossy dengan sedikit overline. Hasilnya? Feminin, polished, dan sangat standout tanpa terasa berlebihan. Hair do-nya sleek ke belakang, clean, dan rapi, menjadi penyeimbang sempurna untuk keseluruhan look yang cukup statement.

Alyssa Daguise: Warm, Minimal, and Refined

wm_article_img
Foto via Instagram/AlyssaDaguise

Berbeda dengan Syifa, Alyssa memilih pendekatan yang lebih kalem dan understated. Ia tampil dalam dress panjang berwarna coklat muda, juga dari Sapto Djojokartiko, dengan sentuhan bordir klasik. Siluetnya sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya, memberi kesan hangat, dewasa, dan elegan.

Kerudung senada dan gaya rambut sleek bun menciptakan tampilan yang rapi dan intimate. Makeup-nya cenderung soft dengan fokus pada complexion yang flawless, tanpa banyak elemen dramatis. Look ini terasa sangat “tenang” sejalan dengan suasana pengajian yang penuh doa dan refleksi.

3. Look Siraman: Playful Heritage vs Fresh Traditional

Masuk ke prosesi siraman, keduanya mulai bermain lebih jauh dengan elemen budaya.

Syifa Hadju: Sentuhan Regency Era yang Unik

wm_article_imgwm_article_img

Foto: instagram/syifahadju

Siraman Syifa bisa dibilang salah satu yang paling memorable secara visual. Ia mengusung konsep yang terinspirasi dari estetika Era Regency ala Bridgerton, namun dipadukan dengan tradisi Indonesia. Kebaya biru langit karya Didiet Maulana menjadi pusat perhatian. Detail pita kecil dengan tassel memberikan nuansa playful sekaligus feminin. Yang paling sarat makna adalah penggunaan batik tulis motif Wahyu Tumurun, simbol berkah dan anugerah. Ditambah aplikasi kristal dalam tujuh warna, yang merepresentasikan tujuh sumber air dalam prosesi siraman.

wm_article_imgwm_article_img

Foto: instagram/syifahadju

Makeup-nya lebih soft dibanding pengajian, earth tone, glowing skin, dan bibir nude pink glossy. Rambut dibiarkan terurai dengan soft waves dan hiasan melati, menciptakan kesan segar dan manis. Saat prosesi dulangan, gaya rambut berubah menjadi sanggul rendah dengan paes tipis, lebih tradisional dan sakral.

Alyssa Daguise: Soft, Feminine, and Effortless

wm_article_img
Foto via Rhay David

Alyssa menghadirkan pendekatan yang lebih klasik namun tetap fresh. Pada siraman, ia mengenakan kain jumputan hijau pastel dengan ronce melati yang menutup bagian dada. Look ini terasa sangat tradisional, tapi tetap ringan dan tidak kaku. Rambutnya ditata dengan mermaid curl, memberikan sentuhan feminin yang effortless, berbeda dari gaya sleek yang sering ditampilkan.

wm_article_img
Foto: Instagram/AlyssaDaguise

Menariknya, Alyssa juga sempat tampil dengan kebaya asimetris soft pink dengan square neckline. Detail bordir dan payet memperkaya tekstur, sementara paduan kain hijau pastel menjaga keseimbangan warna. Untuk hair do, ia kembali ke sleek bun, signature look yang membuat keseluruhan tampilannya tetap polished.

4. Akad Nikah: Dua Interpretasi Bridal Look yang Berbeda

Masuk ke momen akad, perbedaan gaya keduanya semakin terlihat jelas.

Alyssa Daguise: Modern Kebaya dengan Sentuhan Couture

wm_article_imgwm_article_img

Foto: instagram/alyssadaguise

Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise digelar pada 16 Juni 2025 di The St. Regis Jakarta. Suasananya hangat, sakral, dan terasa sangat personal. Mereka memilih adat Sunda sebagai benang merah, yang langsung memberi nuansa tradisional yang kuat.

Pada akadnya, Alyssa memilih kebaya modern yang jauh dari kesan tradisional konvensional. Siluetnya mengikuti bentuk tubuh dengan detail asimetris yang memberi kesan avant-garde. Material seperti tulle dan organza menciptakan dimensi yang ringan, sementara detail bordir dan payet memberikan tekstur yang kaya. Ini bukan sekadar kebaya, tapi reinterpretasi kebaya dalam bahasa high fashion.

Makeup Alyssa tetap konsisten dengan sharp, sculpted, dan sophisticated. Highlight dan contour digunakan secara presisi untuk mempertegas fitur wajahnya. Rambut yang ditata rapi semakin menguatkan kesan elegan yang tidak berisik, tapi sangat powerful. Look ini cocok untuk pengantin yang ingin tampil beda, tidak terlalu tradisional, tapi tetap memiliki akar budaya.

Syifa Hadju: Klasik, Putih, dan Timeless

wm_article_imgwm_article_img

Foto: instagram/syifahadju

Berbeda dengan Alyssa, Syifa memilih jalur klasik yang tidak pernah gagal: kebaya putih one tone pada akad nikah yang dilaksanakan pada 26 April 2026 di Raffles Hotel Jakarta. Detail mutiara dan kristal menjadi aksen utama, menciptakan efek mewah yang halus, bukan mencolok. Dipadukan dengan kain batik Sido Mulyo, look ini terasa sangat sakral dan penuh makna.

Veil panjang yang menjuntai memberikan sentuhan dramatis, tapi tetap dalam koridor elegansi. Siluetnya sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya—tidak berlebihan, namun sangat anggun. Makeup Syifa cenderung soft glam. Kulit dibuat luminous, dengan sentuhan warna yang natural di mata dan bibir. Tidak ada elemen yang mendominasi, semuanya menyatu dalam harmoni. Look ini adalah definisi dari timeless bridal beauty, gaya yang akan tetap terlihat indah bahkan puluhan tahun ke depan.

5. Resepsi: Transformasi Gaya yang Lebih Berani

Jika akad adalah tentang kesakralan, maka resepsi adalah panggung untuk eksplorasi gaya. Di resepsi, keduanya benar-benar bermain di level yang berbeda.

Alyssa Daguise: Modern Princess Look yang Classy dan Dramatis

wm_article_img
Foto: instagram/alyssadaguise

Setelah melangsungkan akad nikah, Alyssa Daguise dan pasangannya langsung menggelar resepsi di hotel mewah The St. Regis Jakarta pada hari yang sama. Keduanya tampil serasi dalam balutan busana serba putih yang langsung memberi kesan bersih, elegan, dan timeless.

Layaknya seorang putri di era modern, Alyssa tampil anggun dalam balutan gaun putih rancangan Hian Tjen. Gaun dengan potongan halter-neck ini dihiasi detail bordir dan payet yang mempertegas siluet tubuhnya—menciptakan tampilan yang feminin namun tetap tegas.

Sentuhan veil panjang bermotif bunga transparan menjadi elemen yang membuat look ini terasa semakin dramatis. Tidak hanya melengkapi, tapi juga memberi dimensi visual yang kuat saat ia berjalan. Untuk menunjang keseluruhan penampilan, Alyssa mengenakan perhiasan dari Wanda House of Jewels yang menambah kilau elegan tanpa terasa berlebihan.

Makeup soft glam yang ditangani oleh Bennu Sorumba membuat wajahnya tampak flawless dengan sentuhan yang tetap natural. Rambut panjangnya ditata dengan rapi oleh Ichanaa, menciptakan keseimbangan antara glamor dan keanggunan. Seluruh look ini disempurnakan oleh styling dari Astecat yang membuat tampilannya terasa cohesive dari ujung kepala hingga kaki.

Syifa Hadju: Modern Glam dengan Sentuhan Avant-Garde

wm_article_img
Foto: instagram/syifahadju

Yang menarik, Syifa justru melakukan transformasi paling signifikan di resepsi. Dari tampilan klasik di akad, ia beralih ke gaun strapless dengan struktur korset yang tegas. Detail payet dan kristal memberikan efek kilau yang intens, menciptakan kesan glamor yang lebih berani.

Palet warna yang lebih gelap dan permainan material metalik membuat look ini terasa lebih modern, bahkan sedikit avant-garde. Ini menunjukkan sisi lain dari Syifa, yang sebelumnya lembut, kini tampil lebih bold dan fashion-forward. Makeup pun ikut beradaptasi, menjadi lebih defined dibanding akad, tanpa kehilangan karakter soft-nya.

Dua Gaya, Dua Inspirasi

Melihat perjalanan look dari pengajian hingga resepsi, perbedaan karakter keduanya semakin terasa jelas. Alyssa Daguise konsisten dengan gaya sleek, modern, dan refined. Ia seperti pengantin yang tahu persis identitasnya, tidak perlu banyak eksperimen, tapi selalu tepat. Syifa Hadju justru tampil sebagai pengantin yang eksploratif. Dari bold feminin di pengajian, playful di siraman, klasik di akad, hingga glam di resepsi, semuanya terasa seperti perjalanan gaya yang dinamis.

Mana yang lebih kamu banget?

Dari dua inspirasi ini, kamu bisa melihat bahwa tidak ada satu formula pasti dalam menentukan bridal look. Apakah kamu ingin tampil konsisten seperti Alyssa yang elegan, modern, dan polished di setiap momen? Atau berevolusi seperti Syifa yang menyesuaikan look dengan suasana dan emosi di setiap prosesi?

Karena pada akhirnya, pernikahan artis sekalipun tetap kembali ke satu hal sederhana: bagaimana kamu ingin dikenang di hari paling penting dalam hidupmu. Dan mungkin, dari perjalanan look Syifa Hadju dalam pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi, kamu menemukan satu hal, bahwa menjadi versi terbaik diri sendiri adalah tren yang tidak akan pernah usang.

Temukan inspirasi look pernikahan artis lainnya di WeddingMarket untuk melengkapi referensi kamu dalam berpenampilan di hari bahagia nanti. Semoga artikel ini bermanfaat dan persiapan pernikahanmu berjalan dengan lancar!

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
WeddingMarket Fair 24 -26 Juli 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...