Banyak pengantin modern yang memilih konsep minimalist wedding untuk pernikahan mereka. Biasanya pemilihan ini tidak hanya memengaruhi dekorasi pernikahan saja, tapi juga penampilan pengantin. Jika biasanya pengantin akan mengenakan perhiasan heboh di acara pernikahan tradisional, mereka akan mengenakan perhiasan yang minim di pernikahan minimalis. Bukan tidak mengenakan sama sekali, tapi pemilihan perhiasan harus dilakukan dengan hati-hati.
Oleh sebab itu, kamu sebaiknya mengetahui perhiasan apa yang akan cocok dikenakan untuk kesan tertentu. Supaya bisa menyesuaikannya, simak yuk jenis-jenis perhiasan dan tips memilihnya berikut ini!
Jenis-jenis perhiasan

Salah satu perhiasan yang selalu dipakai oleh pengantin adalah cincin nikah. Namun, ada juga perhiasan lain yang bisa dikenakan untuk mempercantik tampilan. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Kalung atau necklace
Kalung menjadi perhiasan utama yang langsung menarik perhatian karena terletak di area leher dan dada yang biasanya terlihat jelas dalam foto close-up. Untuk gaun pengantin dengan potongan dada terbuka atau model sweetheart, kalung bisa menjadi penyeimbang agar area leher tidak terlihat kosong. Model kalung yang dipilih bisa berupa choker, princess length, atau kalung panjang tergantung desain gaun dan bentuk leher.
Kalung berlian atau mutiara bisa dipilih karena akan memberi kesan elegan dan timeless, sementara kalung dengan liontin besar cocok untuk gaun polos agar tampilan lebih “hidup”. Pemilihan kalung juga perlu mempertimbangkan detail gaun. Jika gaun sudah penuh payet atau bordir di bagian dada, sebaiknya pilih kalung yang simpel agar tidak terkesan terlalu ramai.
2. Earrings atau anting-anting
Anting berfungsi untuk membingkai wajah dan menonjolkan ekspresi pengantin, khususnya saat rambut disanggul atau ditata ke belakang. Anting kecil seperti stud cocok untuk pengantin yang ingin tampil anggun dan tidak terlalu mencolok, sementara model drop earrings atau chandelier memberi efek dramatis dan glamor.
Bentuk wajah juga memengaruhi pilihan anting. Wajah bulat biasanya cocok dengan anting panjang agar terlihat lebih proporsional, sedangkan wajah panjang lebih seimbang dengan anting bulat atau pendek. Anting juga harus disesuaikan dengan gaya rambut dan hijab jika berhijab karena ukurannya tidak boleh mengganggu kenyamanan atau tersangkut pada kain dan hiasan kepala.
3. Cincin atau wedding ring dan cincin tambahan

Cincin kawin adalah perhiasan paling simbolis karena melambangkan ikatan pernikahan dan komitmen seumur hidup. Selain cincin kawin, sebagian pengantin juga mengenakan cincin tambahan sebagai aksen, terutama saat sesi foto atau resepsi. Namun, pemakaian cincin harus tetap terlihat proporsional agar tangan tidak terlihat penuh. Desain cincin pengantin biasanya simpel dan elegan agar nyaman dipakai setiap hari setelah acara pernikahan selesai. Untuk pengantin yang ingin tampil lebih mewah, cincin dengan batu permata kecil bisa dipilih, tetapi tetap perlu dipastikan tidak mengganggu aktivitas seperti berjabat tangan dengan tamu.
4. Gelang atau bracelet dan bangle
Gelang berfungsi untuk mempercantik pergelangan tangan saat pengantin mengenakan gaun tanpa lengan atau dengan lengan pendek. Gelang bisa berbentuk rantai tipis dengan batu kecil untuk kesan lembut atau bangle yang lebih tebal untuk kesan bold dan modern. Gelang juga bisa digunakan sebagai pelengkap cincin sehingga tampilan tangan terlihat seimbang. Namun, jika gaun memiliki lengan panjang atau detail bordir di area pergelangan, penggunaan gelang sebaiknya diminimalkan agar tidak menumpuk dan membuat tampilan terasa berat.
5. Bros atau pin hias
Bros biasanya digunakan oleh pengantin berhijab atau pengantin dengan busana tradisional untuk mengunci kain sekaligus sebagai elemen dekoratif. Bros bisa menjadi titik fokus pada area dada atau bahu, tergantung penempatannya. Selain fungsi praktis, bros juga bisa menjadi perhiasan warisan keluarga yang memiliki nilai sentimental. Desain bros biasanya disesuaikan dengan tema pernikahan. Untuk konsep klasik pilih bros emas atau mutiara, sementara konsep modern bisa menggunakan desain minimalis atau bentuk geometris.
6. Headpiece, tiara, atau mahkota

Perhiasan kepala memberi kesan bahwa kamu menjadi ratu di pernikahan secara instan karena identik dengan momen sakral dan istimewa. Tiara atau mahkota biasanya dipilih untuk konsep princess atau glamor wedding, sementara headpiece berbentuk ranting, bunga, atau daun cocok untuk tema bohemian dan garden wedding. Perhiasan kepala harus seimbang dengan gaya rambut dan veil. Jika veil sudah panjang dan berat, headpiece sebaiknya dibuat ringan agar tidak membuat kepala terasa penuh. Selain estetika, kenyamanan juga penting karena perhiasan kepala dipakai dalam waktu lama.
7. Body jewelry
Kalung bahu atau body jewelry biasanya dipakai untuk gaun dengan punggung terbuka atau model off-shoulder karena bisa memperindah area bahu dan punggung yang terekspos. Perhiasan ini memberi sentuhan unik dan modern sehingga cocok untuk pengantin yang ingin tampil berbeda dari gaya biasanya. Namun, penggunaannya harus sangat disesuaikan dengan desain gaun agar tidak terlihat bertabrakan atau mengganggu siluet tubuh.
8. Perhiasan kaki atau anklet dan toe ring

Perhiasan kaki biasanya digunakan dalam pernikahan adat tertentu atau untuk sesi foto jika pengantin mengenakan busana yang memperlihatkan kaki atau sandal terbuka. Anklet dengan desain halus bisa memberi kesan feminin dan anggun, sementara toe ring memiliki makna simbolis dalam budaya tertentu. Walaupun jarang terlihat jelas oleh tamu, perhiasan kaki tetap memberi rasa “lengkap” bagi pengantin dan menambah detail kecil yang istimewa.
9. Matching jewelry set
Set perhiasan biasanya terdiri dari kalung, anting, dan gelang dengan desain serasi. Keuntungan set perhiasan adalah memudahkan pengantin dalam mencocokkan aksesori tanpa takut tabrakan gaya. Set ini cocok untuk pengantin yang ingin tampil rapi, harmonis, dan tidak ribet saat mix and match. Namun, jangan lupa untuk memastikan set tersebut tidak terlalu besar atau berat, apalagi jika gaun sudah penuh detail agar keseluruhan tampilan tetap harmonis.
Tips memilih perhiasan

Alih-alih membuat penampilan lebih maksimal, memilih perhiasan yang salah bisa membuat penampilanmu terlihat aneh. Agar bisa mendapatkan look yang tepat, berikut ini adalah tips memilih perhiasan.
1. Sesuaikan dengan busana yang dikenakan
Langkah pertama dan paling penting dalam memilih perhiasan adalah melihat desain busana secara keseluruhan, terutama bagian leher, dada, dan lengan. Gaun dengan kerah tertutup, detail payet penuh, atau high neck biasanya tidak membutuhkan kalung besar karena sudah terlihat ramai sehingga perhiasan sebaiknya difokuskan pada anting atau gelang.
Sebaliknya, busana dengan potongan dada terbuka atau model off-shoulder justru terlihat lebih seimbang jika diberi kalung sebagai aksen. Warna busana juga perlu diperhatikan. Busana putih atau ivory akan cocok dengan hampir semua warna logam, sedangkan busana dengan tone hangat lebih serasi dengan emas atau rose gold. Perhiasan yang sesuai dengan busana akan membuat tampilan terlihat harmonis dan tidak saling bersaing untuk menjadi pusat perhatian.
2. Pertimbangkan bentuk wajah dan leher
Bentuk wajah dan panjang leher sangat memengaruhi jenis perhiasan yang paling cocok, terutama saat memilih anting dan kalung. Wajah bulat biasanya terlihat lebih proporsional dengan anting panjang atau model drop karena memberi efek visual memanjang, sedangkan wajah panjang lebih seimbang dengan anting pendek atau berbentuk bulat.
Leher yang pendek akan terlihat lebih jenjang jika menggunakan kalung panjang atau model V-shape, sementara leher panjang cocok dengan choker atau kalung pendek yang menonjolkan area leher. Makanya, kamu perlu memahami karakter bentuk wajah dan leher supaya perhiasan yang kamu kenakan bisa mempercantik sekaligus membantu menciptakan ilusi proporsi yang lebih ideal.
3. Pilih perhiasan yang sesuai tema


Tema acara juga menentukan gaya perhiasan yang sebaiknya dipilih. Untuk pernikahan klasik atau glamor, perhiasan berlian atau mutiara dengan desain elegan akan memperkuat kesan mewah dan formal. Untuk tema rustic, bohemian, atau garden party, perhiasan dengan desain floral, daun, atau bentuk organik dari bahan ringan seperti logam tipis atau kristal kecil lebih cocok karena terlihat natural. Sementara itu, untuk tema modern minimalis biasanya lebih serasi dengan perhiasan sederhana yang memiliki garis tegas dan desain yang clean. Jika perhiasan tidak sesuai dengan tema, tampilan bisa terlihat salah tempat meskipun perhiasannya mahal dan indah.
4. Perhatikan kenyamanan dan berat
Perhiasan akan dipakai dalam jangka waktu lama sehingga kenyamanan harus menjadi pertimbangan utama selain penampilan. Anting yang terlalu berat bisa membuat telinga sakit, kalung yang terlalu kaku bisa mengganggu gerak kepala, dan gelang yang terlalu longgar akan mudah tersangkut atau jatuh. Pada acara pernikahan, pengantin akan banyak bergerak, berjabat tangan, dan berfoto sehingga perhiasan yang dipilih sebaiknya ringan tapi tetap kokoh. Memilih perhiasan yang nyaman akan membuatmu lebih percaya diri karena tidak terus-menerus merasa terganggu atau khawatir lepas.
5. Sesuaikan dengan gaya rambut dan hijab

Gaya rambut sangat memengaruhi jenis perhiasan yang terlihat maksimal. Rambut yang disanggul atau ditata ke atas cocok dengan anting panjang atau chandelier karena area leher dan telinga terlihat jelas. Rambut yang dibiarkan terurai lebih cocok dengan anting stud atau model kecil agar tidak tersangkut. Untuk pengantin berhijab, perhiasan biasanya fokus pada kalung, bros, atau hiasan kepala, sementara anting cenderung tidak terlihat. Oleh karena itu, pemilihan perhiasan harus disesuaikan dengan penataan rambut atau hijab agar tidak sia-sia dan tetap terlihat estetik di foto.
6. Jangan menggunakan banyak perhiasan sekaligus
Salah satu kesalahan umum adalah memakai semua perhiasan sekaligus karena ingin terlihat mewah padahal hal ini justru bisa membuat tampilan terlihat berat dan tidak fokus. Prinsip yang baik adalah memilih satu atau dua perhiasan utama sebagai focal point, misalnya kalung dan anting, lalu sisanya sebagai pelengkap yang lebih simpel. Jika kalung sudah besar dan mencolok, anting sebaiknya dibuat lebih kecil dan sederhana, begitu pula sebaliknya. Dengan membatasi jumlah perhiasan, tampilan akan terlihat lebih rapi, elegan, dan tidak berlebihan.
7. Sesuaikan warna kulit dan undertone
Warna perhiasan akan terlihat berbeda tergantung warna kulit dan undertone seseorang. Kulit dengan undertone hangat biasanya lebih cocok dengan emas kuning atau rose gold, sedangkan undertone dingin lebih serasi dengan perak, platinum, atau emas putih. Kulit netral biasanya cocok dengan hampir semua warna logam.
Batu permata juga perlu dipilih dengan mempertimbangkan warna kulit agar wajah terlihat lebih cerah, bukan kusam. Dengan memilih warna perhiasan yang tepat, efeknya bisa membuat tampilan lebih segar dan bercahaya.
Memilih perhiasan sebagai aksesori pernikahan harus dilakukan dengan hati-hati. Jika melakukannya dengan salah, alih-alih bertambah cantik, kamu malah bisa terlihat berlebihan. Makanya, kamu bisa mengenali jenis-jenisnya dan mengikuti tips tersebut, ya. Untuk tips dan inspirasi seputar pernikahan lainnya, jangan lupa untuk selalu mengecek artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!
Cover | Foto via Her Maid of Honor