“Kamu nanti ikut di-makeup, ya.”
Mendengar kalimat itu, sebagian calon pengantin pria mungkin langsung bersikap defensif atau menolak. Takut terlihat menor, khawatir wajah berubah, atau membayangkan candaan teman-teman. Di Indonesia, makeup masih kerap dianggap identik dengan perempuan sehingga pria yang dirias dikhawatirkan akan terlihat kurang maskulin.
Padahal, riasan tidak menentukan maskulinitas. Pada pengantin pria, makeup biasanya bukan untuk mengubah wajah, melainkan mengurangi kilap, menyamarkan kemerahan atau mata lelah, dan membuat wajah terlihat segar di kamera.
Lalu, apakah makeup pengantin pria wajib? Jawabannya: tidak. Kamu boleh, kok, memilih riasan lengkap, polesan tipis, atau hanya perawatan wajah, rambut, dan janggut. Keputusan tersebut sepenuhnya ada di tanganmu, dan sebaiknya mengikuti kebutuhan serta kenyamananmu, bukan karena tekanan pasangan, keluarga, ataupun ikut-ikutan tren.
First things First, Tentukan Kebutuhanmu: tidak Semua Pengantin Pria Memerlukan Riasan yang Sama
Kebutuhan setiap pengantin pria berbeda. Acara dua jam di ruangan ber-AC tentu tidak sama dengan rangkaian akad dan resepsi dari pagi hingga malam.
Riasan tipis layak dipertimbangkan jika wajahmu mudah berminyak, acara berlangsung lama, atau akan ada banyak foto dan video jarak dekat yang akan diambil. Pasalnya, lampu panggung dan kamera dapat membuat kilap di dahi, hidung, atau pipi terlihat lebih jelas daripada ketika bercermin.
Hal yang sama berlaku untuk kamu yang memiliki mata lelah, bekas jerawat, dan kemerahan di sekitar hidung. Bagian tersebut dapat dikoreksi tanpa harus menutupi seluruh wajah dengan alas bedak tebal. Kamu cukup mengatakan kepada MUA: “Saya ingin terlihat lebih segar di foto, tetapi tetap seperti diri saya sendiri.”
Perhatikan pula kumis dan janggut. Beri tahu MUA apakah kamu akan mencukur bersih atau mempertahankannya. Sebab, produk yang menumpuk di sela rambut bisa membuat area tersebut terlihat keabu-abuan. Jadi, mintalah janggut dirapikan tanpa ditutupi produk secara berlebihan.
Pilih tingkat riasan yang membuatmu nyaman
Kamu tidak harus langsung memilih paket makeup lengkap. Gunakan tingkatan sederhana berikut sebagai gambaran dalam memilih:
Pilihan | Cocok untuk | Cakupan |
Perawatan dasar | Acara singkat atau tidak nyaman memakai riasan | Perawatan kulit, rambut, janggut, dan bibir |
Riasan tipis | Ingin terlihat segar tanpa kesan “dandan” | Kontrol kilap dan koreksi ringan pada area tertentu |
Riasan lebih menyeluruh | Acara panjang, kebutuhan adat, atau kondisi kulit tertentu | Perataan warna wajah, koreksi, dan ketahanan lebih lama |
Tidak ada pilihan yang paling benar. Kalau kamu hanya nyaman memakai bedak tipis, sampaikan sejak awal. MUA juga tidak seharusnya mencukur kumis, membentuk alis, atau mengubah tampilan wajah tanpa persetujuanmu.
Memilih MUA untuk Pengantin Pria
Ketika memilih MUA, calon pengantin pria sering hanya mengikuti pilihan pasangan. Cara ini memang praktis, tetapi tetap luangkan waktu untuk melihat apakah MUA tersebut terbiasa menangani wajah pria.
Periksa apakah portofolionya menunjukkan:
- Hasil yang natural dan masih menyerupai wajah asli;
- Warna wajah yang menyatu dengan telinga serta leher;
- Foto jarak dekat tanpa filter berlebihan;
- Penanganan kumis atau janggut yang rapi;
- Hasil dalam pencahayaan yang mirip dengan lokasi pernikahanmu;
- Riasan setelah beberapa jam, bukan hanya sesaat setelah selesai.
Tanyakan juga siapa yang akan meriasmu pada hari-H. Bisa saja hasil dalam portofolio dikerjakan oleh MUA utama, sedangkan pengantin pria ditangani anggota tim lain. Hal itu tidak selalu bermasalah, tetapi kamu perlu mengetahui pengalaman orang yang akan mengerjakan wajahmu.
Trial dan Persiapan Sebelum Hari-H
Bagi pria yang belum pernah memakai riasan, trial membantu menjawab kekhawatiran yang sulit dinilai dari foto: apakah rasanya nyaman dan hasilnya terlalu terlihat?
Saat trial, sampaikan batasmu secara spesifik. Misalnya, kamu tidak ingin alis dibentuk ulang, wajah terlihat lebih putih, atau bekas jerawat ditutup terlalu tebal. Komunikasi seperti ini lebih jelas daripada hanya meminta hasil “natural”.
Setelah selesai, jangan hanya bercermin di depan meja MUA. Ambil foto menggunakan kamera ponsel di dekat jendela, di bawah lampu ruangan, dan dengan flash. Periksa apakah wajah terlihat jauh lebih terang daripada leher atau masih ada bagian yang terlalu mengilap.
Jika memungkinkan, pakai riasan tersebut selama beberapa jam. Cobalah makan, berbicara, dan beraktivitas seperti biasa. Dari situ, kamu bisa mengetahui apakah wajah terasa lengket, berat, kering, atau mulai berminyak. Dari situ, kamu dapat menilai kenyamanan dan bagian mana yang perlu dirapikan.
Lakukan konsultasi atau trial sekitar dua hingga empat minggu sebelum acara agar masih ada waktu untuk menyesuaikan hasil. Pada minggu terakhir, konfirmasikan gaya rambut, kondisi janggut, durasi pengerjaan, dan jadwal kedatangan tim.
Jika memiliki kulit sensitif atau pernah mengalami reaksi terhadap kosmetik, beri tahu MUA sejak awal. Hindari mencoba produk dan perawatan baru menjelang hari-H.
Hari-H dan Plan B
Pada hari-H, siapkan waktu sekitar 45–60 menit untuk rambut dan riasan, atau ikuti estimasi dari MUA. Datanglah dengan wajah bersih sesuai instruksi serta kondisi janggut yang sudah disepakati.
Sebelum prosesi dimulai, cek hasilnya sekali lagi menggunakan kamera. Kamu tidak perlu memahami istilah riasan. Cukup lihat tiga hal:
Untuk acara panjang, siapkan perlengkapan touch-up sederhana berupa tisu, kertas penyerap minyak, perawatan bibir, bedak dari MUA, serta sisir rambut atau janggut. Minta MUA menunjukkan cara menggunakannya agar bedak tidak terus menumpuk setiap kali kamu berkeringat.
Tentukan pula siapa yang akan mengingatkanmu. Kamu mungkin tidak sempat bercermin setelah menyalami tamu, makan, atau berfoto di luar ruangan. Pasangan, pendamping pengantin, atau anggota tim MUA dapat membantu mengecek tanpa membuatmu bolak-balik ke ruang rias.
Sebagai plan B, tanyakan siapa yang menggantikan MUA jika berhalangan dan apa yang harus dilakukan jika kulit terasa gatal atau perih. Jika produk membuatmu tidak nyaman, segera beri tahu tim. Jangan memaksakan diri hanya agar jadwal tidak terganggu.
Jadi, Kamu Perlu Makeup atau Tidak?
Sebelum memutuskan, jawab pertanyaan berikut:
- Apakah wajahmu mudah berminyak atau berkeringat?
- Apakah acara berlangsung lama?
- Apakah akan ada banyak dokumentasi jarak dekat?
- Apakah ada bagian wajah yang ingin dirapikan?
- Apakah kamu nyaman memakai sedikit produk?
Jika sebagian besar jawabannya “ya”, riasan tipis dapat membantu. Jika tetap tidak nyaman, pilih perawatan dasar. Yang penting, keputusan dibuat setelah memahami pilihannya.
Sebelum memesan MUA pengantin pria, tanyakan lima hal berikut:
Pada akhirnya, makeup pengantin pria bukan kewajiban dan bukan ukuran maskulinitas. Anggap saja sebagai salah satu cara menyiapkan penampilan, seperti merapikan rambut, janggut, atau memastikan jas terpasang dengan baik.
Bandingkan layanan MUA dan vendor perawatan pengantin di WeddingMarket berdasarkan cakupan layanan, hasil riasan pria, kenyamanan saat trial, dan kesiapan tim pada hari-H. Pilih layanan yang membuatmu siap menghadapi kamera tanpa kehilangan dirimu sendiri. Karena, yang perlu terlihat di kamera bukan riasannya, melainkan bahagiamu!
Foto via Instagram El Rumi, Ryan Ogilvy