Akhirnya! Hari yang sudah ditunggu-tunggu selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun, kini sudah ada di depan mata. Biasanya akan ada banyak perasaan berkecamuk saat tiba di hari pernikahan. Namun, kamu tetap harus bersiap-siap untuk tampil maksimal di acara nanti. Beberapa jam sebelumnya, ada sesi getting ready di mana kamu bisa berdandan hingga menyiapkan mentalmu.
Meskipun identik dengan persiapan untuk penampilan pengantin, ternyata ada beberapa hal lain yang dilakukan saat sesi getting ready. Apa saja? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, yuk!
Yang dilakukan di sesi getting ready

Ternyata di ruangan tempatmu bersiap-siap, kamu bukan hanya bisa melakukan makeup saja. Ada beberapa hal lain yang juga perlu dilakukan. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Persiapan fisik dan perawatan ringan terakhir
Pada tahap awal getting ready, pengantin biasanya melakukan persiapan fisik ringan terakhir sebelum dirias. Persiapan ini bisa berupa mandi, membersihkan wajah, perawatan kulit seperti mengenakan pelembap atau sheet mask, hingga perawatan rambut ringan agar siap ditata.
Bagi sebagian pengantin, momen ini juga bisa diisi dengan ritual kecil yang bersifat personal, seperti berdoa, meditasi singkat, atau sekadar duduk tenang sambil mendengarkan musik favorit. Tahap ini penting karena akan membantu tubuh dan pikiran berada dalam kondisi paling siap sebelum proses rias dimulai, sekaligus mengurangi rasa gugup atau tegang menjelang acara utama.
2. Proses makeup dan hair do pengantin
Makeup dan penataan rambut merupakan inti dari momen getting ready dan biasanya memakan waktu paling lama. Pada tahap ini, makeup artist mulai merias wajah pengantin sesuai konsep yang telah disepakati, baik itu natural, soft glam, tradisional, atau modern. Konsep ini sudah dipilih dengan mempertimbangkan busana, pencahayaan venue, serta durasi acara.
Penataan rambut dilakukan secara bertahap, mulai dari blow dasar, styling, hingga pemasangan aksesori seperti veil, mahkota, siger, atau hiasan kepala lainnya. Proses ini akan terasa emosional karena pengantin bisa mulai melihat transformasi dirinya secara perlahan hingga tampil sebagai “pengantin seutuhnya”.
3. Mengenakan busana pengantin

Setelah riasan hampir atau sudah selesai, pengantin mulai mengenakan busana pernikahan. Proses ini biasanya dibantu oleh penata busana, keluarga, atau bridesmaid agar setiap detail terpasang dengan rapi dan nyaman. Prosesnya dimulai dari mengenakan gaun atau kebaya, mengatur kerah dan lengan, hingga memastikan kancing, resleting, dan lipatan jatuh dengan sempurna.
Pada tahap ini juga dilakukan penyesuaian kecil jika diperlukan, seperti mengencangkan korset atau merapikan bagian bawah gaun agar pengantin lebih mudah bergerak. Momen mengenakan busana pengantin biasanya akan menjadi salah satu titik emosional karena secara simbolis menandai kesiapan pengantin untuk melangkah ke acara inti.
4. Memasang aksesori dan detail pelengkap
Setelah busana terpasang, tahap berikutnya adalah melengkapi tampilan dengan aksesori, misalnya perhiasan seperti anting, kalung, cincin, serta aksesori tambahan seperti veil, selendang, atau ikat pinggang. Untuk pengantin dengan adat tertentu, tahap ini juga berarti memasang elemen tradisional yang memiliki makna simbolis. Setiap detail harus diperiksa satu per satu untuk memastikan keselarasan antara riasan, busana, dan konsep keseluruhan. Walaupun terlihat kecil, aksesori memiliki peran besar dalam menyempurnakan tampilan. Bahkan, detail ini bisa menjadi fokus close-up dalam dokumentasi foto dan video.
5. Momen kebersamaan dengan orang terdekat

Getting ready ternyata juga bisa berarti kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Kehadiran orang tua, saudara, sahabat, atau bridesmaid yang mengisi ruangan dengan suasana hangat, dukungan emosional, dan obrolan ringan akan membantu meredakan ketegangan. Tidak jarang muncul momen haru, seperti orang tua yang membantu merapikan busana atau memberikan doa dan nasihat terakhir. Interaksi sederhana ini justru menjadi bagian yang sangat bermakna dan terekam sebagai momen yang tidak bisa diulang.
6. Dokumentasi foto dan video
Sepanjang proses getting ready, tim dokumentasi biasanya akan mulai mengabadikan setiap tahap secara natural, mulai dari detail makeup, busana yang masih tergantung, aksesori yang disusun rapi, hingga ekspresi pengantin saat dirias atau bercermin. Dokumentasi ini penting karena akan memberikan cerita awal dari keseluruhan rangkaian di hari pernikahan. Foto dan video getting ready biasanya terasa lebih personal dan emosional dibandingkan sesi lainnya karena menampilkan sisi pengantin yang masih santai, jujur, dan apa adanya sebelum tampil di hadapan banyak orang.
7. Final check dan persiapan menuju acara utama
Tahap terakhir getting ready adalah pengecekan akhir sebelum pengantin keluar dari ruang persiapan. Makeup artist dan penata busana akan memastikan bahwa riasan tahan lama, busana aman, dan tidak ada detail yang terlewat. Pengantin biasanya diberi touch-up terakhir, seperti memperbaiki lipstik atau menyemprotkan parfum. Setelah itu, pengantin bisa bersiap secara mental untuk memasuki acara utama, yaitu akad, pemberkatan, atau prosesi adat. Momen ini menjadi penutup fase getting ready sekaligus awal dari rangkaian inti pernikahan di mana pengantin siap melangkah dengan percaya diri dan penuh aura.
Hal yang sebaiknya dihindari

Momen getting ready merupakan momen krusial dengan waktu yang relatif terbatas. Jika ingin acara pernikahanmu berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun, hindari beberapa hal berikut ini, ya.
1. Terlambat
Salah satu kesalahan paling krusial adalah memulai getting ready terlalu mepet dengan jadwal acara utama. Keterlambatan akan menciptakan efek domino, seperti makeup menjadi terburu-buru, hasil riasan kurang maksimal, busana dipasang dengan kurang teliti, dan pengantin menjadi semakin panik. Padahal getting ready idealnya dilakukan dengan tempo tenang agar setiap tahap, mulai dari makeup, hair do, hingga pemakaian busana bisa dikerjakan dengan tepat. Waktu yang cukup juga memberi ruang untuk antisipasi jika terjadi hal tak terduga, seperti revisi makeup, aksesori rusak, atau perubahan kecil pada busana.
2. Mengonsumsi makanan dan minuman berisiko tinggi sebelum makeup
Menghindari makanan berminyak, pedas, terlalu asin, atau minuman berwarna gelap sebelum proses makeup adalah hal yang sangat penting. Makanan jenis ini berisiko menyebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, atau bahkan jerawat mendadak yang bisa mengganggu tampilan wajah. Selain itu, minuman seperti kopi atau teh pekat juga berpotensi membuat bibir lebih kering dan meninggalkan noda jika tidak sengaja tumpah. Saat getting ready, sebaiknya konsumsi makanan ringan yang aman, mudah dicerna, dan tidak berbau tajam agar tubuh tetap nyaman selama seharian.
3. Terlalu banyak orang di ruangan

Ruang getting ready yang terlalu ramai justru akan mengganggu fokus pengantin dan tim profesional. Banyaknya orang yang keluar-masuk, berbicara bersamaan, atau memberi komentar berlebihan dapat membuat suasana menjadi bising dan membuat stress. Hal ini berisiko menghambat kerja makeup artist dan penata busana, sekaligus meningkatkan rasa gugup pengantin. Idealnya, hanya orang-orang yang benar-benar memiliki peran penting, seperti keluarga inti, bridesmaid terdekat, dan vendor terkait yang berada di ruangan agar suasana tetap kondusif dan nyaman.
4. Memberi terlalu banyak arahan atau komentar kepada MUA
Mengubah konsep makeup secara tiba-tiba atau memberi terlalu banyak komentar di tengah proses makeup bisa membuat hasil akhir tidak konsisten. Makeup artist biasanya bekerja berdasarkan brief dan trial yang telah disepakati sebelumnya sehingga perubahan mendadak yang kamu sampaikan malah akan mengacaukan alur kerja dan membuang waktu. Jika ada ketidaknyamanan atau koreksi, sebaiknya disampaikan dengan tenang dan jelas, hindari kritik yang emosional. Agar hasil riasan tetap optimal dan sesuai konsep awal, sebaiknya percayakan pada ahlinya.
5. Mencoba produk kecantikan baru
Hari pernikahan bukan waktu yang tepat untuk bereksperimen dengan skincare atau produk kecantikan yang baru. Produk yang belum pernah digunakan berisiko menimbulkan reaksi alergi, kemerahan, iritasi, atau breakout mendadak yang sulit ditangani dalam waktu singkat. Saat getting ready, sebaiknya pengantin hanya menggunakan produk yang sudah familier dan aman di kulitnya. Semua eksperimen seharusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelum acara agar tidak menimbulkan masalah pada hari yang sangat penting ini.
6. Overthinking terhadap penampilan

Meskipun wajar ingin memastikan penampilan sempurna, terlalu sering bercermin justru bisa memicu overthinking dan rasa tidak percaya diri. Kamu bisa-bisa mulai fokus pada detail kecil yang sebenarnya tidak terlihat oleh orang lain, lalu merasa penampilanmu kurang ideal. Hal ini berpotensi mengganggu mood dan membuat momen getting ready terasa stress. Sebaiknya, percayakan detail pada MUA dan penata busana, lalu nikmati prosesnya dengan lebih santai agar energi positif tetap terjaga.
7. Mengenakan pakaian yang sulit dilepas
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengenakan pakaian getting ready dengan kerah sempit atau model yang harus dilepas lewat kepala. Pakaian seperti ini berisiko merusak makeup dan hair do saat dilepas untuk berganti ke busana pengantin. Oleh karena itu, hindari atasan tanpa kancing atau resleting depan. Pilihlah pakaian dengan bukaan depan, seperti robe, kemeja, atau piyama kancing agar proses ganti busana berjalan aman dan riasan tetap sempurna.
8. Membiarkan stress dan emosi negatif menguasai suasana
Getting ready seharusnya menjadi momen transisi yang tenang dan penuh haru, bukan dipenuhi stres atau konflik kecil. Terus ingatkan diri sendiri untuk tidak terpancing emosi, tidak membahas hal-hal sensitif, dan tidak memperbesar masalah sepele. Stres berlebih bisa memengaruhi ekspresi wajah, energi, bahkan hasil foto dan video. Tetaplah menjaga agar suasana tetap positif, mendengarkan musik menenangkan, dan fokus pada makna pernikahan untuk membantumu tampil lebih rileks dan bersinar secara alami.
Beberapa jam menuju pernikahan akan membuat jantungmu berdegup kencang. Begitu kamu sudah melihat wajahmu yang tampak cantik dengan riasan, lalu mengenakan gaun indah yang belum pernah kamu kenakan, rasa haru akan semakin muncul. Makanya, maksimalkan momen getting ready ini dengan tidak melakukan berbagai kesalahan yang akan merusak momenmu.
Untuk tips seputar persiapan pernikahan lainnya, jangan lupa untuk selalu mengecek artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!
Cover | Foto via Clara Wedding