Pilih Kategori Artikel

12 Panduan Gaya Jas Pengantin Pria Internasional agar Tampil Berkelas
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Hai, groom-to-be! Di hari bahagia nanti, bukan hanya pengantin wanita yang berhak tampil memukau. Pengantin pria pun punya peran yang sama untuk menjadi pusat perhatian. Tampil dengan gaya internasional menggunakan setelan jas atau suit bukan hanya soal memakai baju rapi, tapi tentang pernyataan diri, kelas, dan penghormatan terhadap momen sakral tersebut. Cowok yang biasanya cuek soal penampilan bisa berubah drastis menjadi sosok pangeran yang dapper dan karismatik jika tahu cara memilih setelan yang tepat.

Gaya internasional menawarkan variasi yang sangat luas, mulai dari tuxedo klasik ala James Bond, morning suit yang sangat formal ala kerajaan Inggris, hingga setelan jas modern dengan warna-warna eksperimental. Tantangannya adalah menemukan gaya yang paling pas dengan bentuk tubuh, tema acara, dan tentu saja kepribadian kamu. Jangan sampai kamu merasa seperti "meminjam baju bapak" karena ukurannya yang kedodoran atau salah kostum di acara sendiri. 

Artikel ini akan membedah tuntas segala hal tentang busana pengantin pria internasional, mulai dari jenis potongan, pemilihan bahan, hingga aturan kancing yang sering dilanggar, agar kamu bisa tampil percaya diri saat bersanding di pelaminan nanti.

1. Kenali Perbedaan Tuxedo dan Suit Biasa

wm_article_img
Foto: shutterstock

Langkah pertama yang paling mendasar adalah memahami bedanya tuxedo dan suit atau jas biasa. Masih banyak cowok yang menganggap keduanya sama, padahal ada perbedaan detail yang signifikan. 

Tuxedo adalah pakaian formal malam hari yang ciri utamanya adalah penggunaan bahan satin. Satin ini biasanya terdapat pada bagian kerah atau lapel, kancing jas, dan lis di bagian samping celana. Tuxedo memberikan kesan yang sangat mewah, sleek, dan eksklusif, cocok banget buat kamu yang mengadakan resepsi malam hari atau gala dinner yang elegan. Tuxedo juga disandingkan dengan dasi kupu-kupu.

Sementara itu, suit atau setelan jas biasa tidak memiliki aksen satin. Kancingnya terbuat dari plastik, tulang, atau kain biasa, dan bahannya seragam dari atas sampai bawah. Suit lebih fleksibel dan bisa dipakai di berbagai waktu, baik pagi, siang, maupun malam. Kalau tema pernikahanmu lebih santai, rustic, atau outdoor, suit adalah pilihan yang lebih masuk akal. Tapi kalau kamu pengen tampil beda dan benar-benar terasa seperti bintang utama, tuxedo adalah level tertinggi dari kegantengan pria dalam dress code internasional.

2. Fit is King: Jangan Kompromi Soal Ukuran

wm_article_img
Fotografi: V .SHOOT Photograph

Ukuran yang pas atau fit adalah segalanya. Hindari gaya jas kedodoran ala tahun 90-an yang bikin kamu kelihatan tenggelam, atau jas yang terlalu ketat sampai kancingnya mau meledak (bursting button) yang bikin kamu susah napas. Potongan yang paling disarankan untuk pengantin masa kini adalah slim fit atau tailored fit

Jas harus memeluk bahu dengan sempurna tanpa ada lekukan berlebih, lengan jas harus menyisakan sedikit manset kemeja untuk diintip (sekitar satu sampai dua sentimeter), dan celana harus jatuh tepat di atas sepatu dengan sedikit lipatan atau no break sama sekali untuk kesan modern. Kalau kamu punya budget lebih, sangat disarankan untuk membuat jas secara custom atau bespoke di vendor WeddingMarket daripada beli jadi atau off-the-rack, karena tubuh setiap orang itu unik dan jarang ada jas toko yang langsung pas 100 persen tanpa perlu dipermak.

3. Memilih Jenis Kerah atau Lapel yang Tepat

Detail kerah jas atau lapel ternyata sangat mempengaruhi karakter wajah dan tubuhmu, lho. Ada tiga jenis utama: notch lapel, peak lapel, dan shawl lapel. Notch lapel adalah yang paling umum dan standar, bentuknya ada siku huruf V di bagian kerah. Ini pilihan aman untuk suit biasa dan cocok untuk semua bentuk tubuh. Kalau kamu nggak mau ambil risiko dan suka gaya klasik yang timeless, pilih yang ini.

Kalau kamu pengin terlihat lebih gagah, berwibawa, dan badan terlihat lebih berbentuk V (V-shape), pilihlah peak lapel. Kerah ini ujungnya lancip menjulang ke arah bahu. Gaya ini sangat formal dan sering ditemukan pada tailcoat atau double-breasted suit

Terakhir, ada shawl lapel yang bentuknya melengkung halus tanpa sudut, biasanya identik dengan tuxedo. Gaya ini memberikan kesan suave dan santai namun tetap mewah. Sesuaikan pilihan kerah ini dengan vibe yang ingin kamu tampilkan: apakah santai, berkuasa, atau elegan.

4. Warna Klasik vs Eksperimental

wm_article_img
Tuxedo: Bie Hin Tailor

Hitam adalah warna paling aman dan formal. Black tie (setelan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu hitam) tidak pernah salah. Tapi, dunia fashion pria modern sudah jauh berkembang. Midnight blue atau biru dongker gelap sekarang dianggap lebih hitam dari hitam di bawah cahaya buatan malam hari, memberikan kesan yang sangat kaya dan mendalam. Biru dongker juga lebih "masuk" ke berbagai warna kulit pria Indonesia.

Selain itu, warna abu-abu arang atau charcoal grey juga sangat populer karena memberikan kesan cerdas dan mapan. Buat kamu yang mengadakan pernikahan outdoor di siang hari atau tema garden party, warna-warna terang seperti abu-abu muda, beige, cream, atau bahkan biru muda bisa jadi opsi yang menyegarkan. Jangan takut bermain warna, asalkan tetap disesuaikan dengan palet warna dekorasi dan gaun pengantin wanitamu biar nggak tabrakan pas difoto.

5. Kemeja Pengantin: Kanvas di Balik Jas

Kemeja di balik jasmu bukan sekadar kaos dalam, tapi fondasi dari penampilanmu. Untuk pernikahan, kemeja putih bersih dengan bahan katun berkualitas tinggi adalah pilihan terbaik. Pastikan kerahnya kaku dan tegak agar bingkai wajahmu terlihat tegas. Ada dua jenis kerah yang umum dipakai: turn-down collar (kerah biasa) untuk jas standar dengan dasi panjang, dan wing-tip collar (kerah dengan ujung kecil terlipat) yang khusus dipakai untuk tuxedo dan dasi kupu-kupu.

Perhatikan juga bagian pergelangan tangan atau cuff. Untuk momen spesial ini, tinggalkan kemeja dengan kancing biasa dan beralihlah ke french cuff. Model ini memiliki ujung lengan ganda yang harus dikunci menggunakan cufflinks atau kancing manset. Cufflinks ini adalah perhiasan kecil bagi pria yang bisa menambah detail kemewahan. Kamu bisa pilih cufflinks dari logam perak, emas, atau bahkan yang ada inisial nama kamu dan pasangan.

6. Dasi Kupu-Kupu vs Dasi Panjang

wm_article_img
Foto via Hockerty

Pertarungan abadi: bow tie (dasi kupu-kupu) atau necktie (dasi panjang)? Jawabannya tergantung pada jenis jas yang kamu pakai. Kalau kamu pakai tuxedo, hukumnya wajib pakai bow tie. Dasi kupu-kupu memberikan kesan klasik, pesta, dan perayaan. Sangat disarankan untuk belajar mengikat dasi kupu-kupu manual (self-tie) daripada pakai yang instan atau clip-on, karena ketidaksempurnaan simpul manual justru memberikan karakter dan nilai seni tersendiri.

Kalau kamu pakai suit biasa, necktie adalah pasangan yang serasi. Pilihlah dasi dari bahan sutra (silk) untuk kilauan yang mewah. Lebar dasi harus seimbang dengan lebar lapel jas kamu; kalau lapel-nya slim, dasinya juga harus slim. Untuk warna, kamu bisa main aman dengan warna solid, atau sedikit motif paisley atau geometris yang halus. Hindari dasi dengan motif kartun atau warna neon yang mencolok mata, kecuali memang itu tema pestanya.

7. Sepatu adalah Fondasi Gaya

Sepatu yang salah bisa merusak keseluruhan tampilan jas mahalmu. Untuk tuxedo, pasangan sejatinya adalah sepatu berbahan patent leather atau kulit yang mengkilap licin. Model yang paling formal adalah wholecut oxford atau plain toe oxford. Kilauan sepatu ini akan menyeimbangkan kilauan satin pada kerah tuxedo.

Untuk suit biasa, kamu punya lebih banyak pilihan. Sepatu oxford kulit matte atau calfskin warna hitam atau cokelat tua adalah standar kegantengan. Kalau mau sedikit lebih santai tapi tetap stylish, loafer dengan detail tassel atau penny juga bisa dipakai, terutama jika kamu pakai celana dengan potongan ankle yang sedikit menggantung. 

Pastikan sepatumu sudah dipoles bersih dan nyaman dipakai berdiri berjam-jam. Dan, jangan lupa kaus kaki! Pakailah kaus kaki panjang setis (jangan pendek) agar saat kamu duduk, kulit kakimu yang berbulu tidak mengintip keluar.

8. Boutonniere dan Pocket Square: Sentuhan Akhir

wm_article_img
Foto via Rhapsody in Bloom

Dua aksesoris kecil ini adalah pembeda antara jas orang kantoran dan jas pengantin. Pocket square atau sapu tangan saku diletakkan di saku dada kiri. Jangan pernah mencocokkan motif dan kain pocket square persis sama dengan dasi kamu; itu ciri pemula. Sebaliknya, pilihlah warna yang melengkapi atau kontras secara harmonis. Misalnya dasi merah marun, pocket square-nya bisa putih dengan pinggiran merah atau motif emas.

Boutonniere adalah bunga kecil yang disematkan di lapel kiri jas. Bunga ini biasanya diambil dari elemen buket bunga pengantin wanita, sebagai simbol ikatan antara kalian berdua. Pastikan ukurannya proporsional, jangan terlalu besar sampai menutupi wajah atau terlalu berat sampai bikin kerah jas jadi miring. Bunga segar adalah pilihan terbaik, tapi bunga kering atau artifisial yang berkualitas juga bisa jadi opsi agar tidak layu di tengah acara.

9. Etika Kancing Jas yang Wajib Tahu

Ini hal sepele tapi sering salah kaprah. Ada aturan internasional tentang kancing jas yang harus kamu patuhi biar nggak diketawain para pecinta mode. Kalau jasmu berkancing satu, kancingkan saat berdiri, dan buka saat duduk. Kalau jasmu berkancing dua, kancingkan hanya yang atas (always), dan jangan pernah mengancingkan yang bawah (never). Kalau jasmu berkancing tiga (jarang dipakai sekarang), aturannya adalah sometimes (atas), always (tengah), never (bawah).

Kenapa kancing bawah nggak boleh dikancing? Karena jas modern dipotong sedemikian rupa supaya jatuhnya bagus saat kancing bawah dibuka. Kalau dipaksa dikancing, jas akan menggelembung aneh dan membatasi gerak pinggulmu. Aturan membuka kancing saat duduk juga penting agar jas tidak ketarik dan kancingnya tidak lepas mencelat ke mana-mana. Memahami etika kecil ini menunjukkan bahwa kamu adalah pria yang paham tata krama berpakaian.

10. Bahan Kain Menentukan Kenyamanan

wm_article_img
Suit: Agus Lim | Foto via The Bride Era

Pesta pernikahan di Indonesia, meskipun indoor ber-AC, tetap bisa bikin gerah karena banyaknya lampu sorot dan aktivitas salaman. Pilihan bahan jas sangat krusial. Kain wol (wool) adalah standar emas untuk jas karena bahannya jatuh dengan indah (drape), tahan kusut, dan bisa "bernapas". Untuk iklim tropis, carilah label tropical wool atau campuran wool-mohair yang lebih ringan.

Hindari bahan polyester murah yang panas dan tidak menyerap keringat, karena bakal bikin kamu "mateng" di dalam jas. Kalau kamu nikah di pantai atau outdoor siang hari, bahan linen atau katun bisa jadi pilihan cerdas. Linen punya tekstur serat yang khas dan sangat adem, meski gampang kusut (tapi kusutnya linen dianggap seni atau sprezzatura). Sedangkan bahan beludru atau velvet cocok banget buat acara malam yang glamor di ruangan dingin, memberikan kesan mewah yang tak tertandingi.

12. Cari Penjahit atau Vendor yang Paham International Style

Terakhir dan terpenting, serahkan urusan jasmu pada ahlinya. Tidak semua penjahit biasa bisa bikin jas dengan konstruksi yang benar (full canvas atau half canvas). Jas yang bagus punya struktur di bagian dada yang dibentuk oleh lapisan kanvas kuda (bukan lem), sehingga jas akan mengikuti bentuk tubuh seiring waktu.

Di WeddingMarket, kamu bisa menemukan deretan vendor tailor dan penyewaan jas premium yang sudah berpengalaman menangani pengantin pria. Kamu bisa konsultasi soal style apa yang cocok buat bentuk badanmu—apakah kamu kurus tinggi, berisi, atau atletis. Vendor yang bagus nggak cuma jualan baju, tapi juga jadi konsultan gayamu. 

Jangan ragu buat fitting berkali-kali sampai kamu merasa benar-benar ganteng dan nyaman. Ingat, saat kamu merasa nyaman dan percaya diri dengan apa yang kamu pakai, aura bahagiamu bakal memancar keluar dan bikin semua orang terpesona. Cek selengkapnya di sini ya!


Cover | Suit: Jonathan Wongso, Wong Hang Tailor | Foto via Arbani Yasiz

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...