Banyak yang mengira bahwa menjadi MC pernikahan itu “yang penting bisa ngomong” padahal tugas utama mereka adalah memandu acara dan menyampaikan informasi sejelas-jelasnya. Ada banyak persiapan yang harus dilakukan untuk melakukannya, lo. Salah satunya adalah memastikan semua informasi sudah didapatkan dengan baik. Agar tidak lupa, biasanya mereka akan menggunakan sebuah kartu yang bernama cue card.
Cue card adalah catatan ringkas berisi poin-poin penting yang digunakan oleh MC sebagai panduan selama acara berlangsung. Cue card bukanlah naskah panjang yang harus dibaca kata per kata, tapi hanya berisi pengingat inti agar alur acara berjalan sesuai rencana dan tidak ada informasi penting yang terlewat.
Agar minim kesalahan dan tidak terlihat bingung selama memandu acara, berikut ini adalah beberapa hal penting yang wajib ada di cue card MC pernikahan. Simak sampai habis, ya!
Yang harus ada di cue card MC

Banyak yang berpikir bahwa cue card hanya berisi rundown atau justru kalimat-kalimat untuk dibacakan. Namun, sebenarnya ada beberapa informasi penting berikut ini yang harus ditulis.
1. Rundown acara lengkap dan berurutan
Rundown adalah elemen paling krusial dalam cue card MC karena akan menjadi peta jalannya acara dari awal hingga akhir. Di dalam cue card, rundown sebaiknya ditulis secara runtut, jelas, dan realistis sesuai yang sudah disepakati oleh wedding organizer atau keluarga. MC perlu mengetahui urutan acara, durasi setiap segmen, serta transisi antarbagian, misalnya dari pembukaan ke sambutan, dari prosesi ke hiburan, hingga penutupan.
MC wajib memahami rundown secara keseluruhan untuk bisa menjaga tempo acara agar tidak terlalu cepat maupun terlalu molor, sekaligus mampu mengantisipasi perubahan kecil di lapangan tanpa terlihat panik. Rundown juga akan membantu MC menentukan gaya bicara, kapan harus formal dan sakral, kapan boleh lebih santai sehingga keseluruhan acara terasa mengalir dan profesional.
2. Nama lengkap mempelai dan keluarga inti
Cue card MC harus memuat nama lengkap kedua mempelai, termasuk gelar akademik atau adat jika digunakan, serta nama orang tua dan keluarga inti yang akan disebutkan secara resmi. Penulisan nama harus sangat teliti, sesuai ejaan yang benar, urutan yang tepat, dan gelar yang disepakati keluarga.
MC bisa membaca nama lengkap yang tertera di cue card dengan percaya diri tanpa ragu-ragu saat membacakan pembukaan acara, prosesi pengantin, atau doa penutup. Selain itu, pencantuman nama keluarga inti juga memudahkan MC saat harus menyebutkan siapa yang akan naik ke pelaminan atau ke area prosesi pada waktu tertentu.
3. Daftar tamu VIP dan urutan penyebutan
Tamu VIP biasanya terdiri dari pejabat, tokoh adat, tokoh agama, atasan pekerjaan, atau sesepuh keluarga. Para tamu ini harus tercantum secara khusus dalam cue card MC. Tidak hanya nama, tetapi juga urutan penyebutan yang benar sesuai protokol dan adat setempat. MC perlu tahu siapa yang harus disebut terlebih dahulu, siapa yang cukup disapa secara umum, dan siapa yang tidak perlu disebut satu per satu.
Daftar ini akan membantu MC menyampaikan rasa hormat yang tepat, tidak berlebihan maupun kekurangan sehingga acara terasa tertib dan menghargai semua pihak. Hal ini sangat penting terutama pada acara formal atau pernikahan dengan latar belakang adat dan institusional yang kuat.
4. Jenis acara dan nuansa yang diinginkan
Cue card MC juga perlu mencantumkan informasi mengenai jenis acara, seperti akad, resepsi, intimate wedding, adat, modern, atau campuran, serta nuansa yang diharapkan oleh pengantin dan keluarga. Apakah acara harus sangat formal dan khidmat, hangat dan kekeluargaan, atau santai tapi tetap elegan. Informasi ini membantu MC menyesuaikan pilihan kata, intonasi suara, humor jika ada, serta cara berinteraksi dengan tamu. Dengan mencantumkannya di cue card, MC memiliki pengingat akan “rasa” acara yang harus dijaga dari awal hingga akhir.
5. Teks pembukaan, transisi, dan penutupan
Cue card idealnya memuat kerangka teks pembukaan, kalimat transisi, dan penutupan, bukan naskah panjang kata per kata, tetapi poin-poin penting yang harus disampaikan. Pembukaan biasanya mencakup salam, ucapan selamat datang, dan pengantar acara. Transisi digunakan untuk menghubungkan satu segmen ke segmen berikutnya agar tidak terasa kaku atau membingungkan. Sementara itu, penutupan berisi ucapan terima kasih, doa singkat, serta penegasan bahwa acara telah selesai. Poin-poin ini akan membantu MC tetap terdengar natural dan fleksibel, tapi tidak kehilangan arah atau lupa menyampaikan hal-hal penting yang sudah direncanakan.
6. Informasi teknis penting
Cue card MC sebaiknya mencantumkan catatan teknis seperti kapan musik diputar, jenis musik untuk setiap momen, dari opening, prosesi masuk pengantin, hiburan, penutupan, serta isyarat tertentu dari wedding organizer atau tim dekorasi. Misalnya, tanda bahwa pengantin siap masuk, apakah tamu VIP sudah hadir, atau kapan acara perlu dipercepat. Catatan teknis ini membantu MC berkoordinasi dengan tim lain tanpa harus bertanya di tengah acara. Jadi, alur tetap mulus dan profesional di mata tamu undangan.
7. Dos and don’ts khusus dari keluarga
Setiap keluarga biasanya memiliki permintaan atau pantangan tertentu, misalnya tidak menyebut status pekerjaan tertentu, tidak bercanda tentang topik sensitif, atau tidak menyebut nama panggilan tertentu. Batasan ini perlu diketahui sejak awal dan dicatat di cue card agar MC dapat menjaga tutur kata agar tetap sopan, aman, dan sesuai dengan nilai keluarga supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman atau ketidaknyamanan selama acara berlangsung.
8. Kontak penting dan catatan darurat
Terakhir, cue card MC sebaiknya mencantumkan kontak penting, seperti koordinator WO, perwakilan keluarga, atau penanggung jawab venue, serta catatan singkat untuk kondisi darurat. Jika terjadi perubahan mendadak pada rundown atau muncul kendala teknis, MC tahu harus berkoordinasi dengan siapa. Catatan ini akan membantu MC tetap tenang dan sigap. Jika terjadi permasalahan, tamu pun tidak menyadari adanya sesuatu di balik layar.
Kesalahan umum jika cue card tidak lengkap

Meskipun terlihat sepele, beberapa informasi tersebut akan menimbulkan permasalahan jika tidak ditaruh di cue card, lo. Berikut ini beberapa kesalahan yang berpotensi dilakukan oleh MC pernikahan karena informasi tidak lengkap.
1. Salah menyebutkan nama mempelai atau keluarga
Kesalahan paling sering dan paling fatal adalah salah menyebut nama mempelai, orang tua, atau keluarga inti. Tanpa cue card yang mencantumkan nama lengkap beserta gelarnya, MC bisa keliru dalam pengucapan, urutan nama, atau bahkan menyebut nama panggilan yang tidak seharusnya digunakan secara resmi. Kesalahan ini akan membuat MC terlihat tidak siap, bahkan bisa menyinggung perasaan keluarga, terutama pada acara yang sakral dan formal. Di hadapan tamu undangan, kesalahan nama terasa sangat menonjol dan sulit “ditarik kembali” sehingga bisa menurunkan citra profesionalisme yang dimiliki MC.
2. Rundown terlewat atau urutan acara tertukar
Cue card yang tidak memuat rundown secara jelas membuat MC berisiko melewatkan satu segmen acara atau menjalankannya tidak sesuai urutan. Misalnya, sambutan dilakukan sebelum prosesi tertentu yang seharusnya dilakukan duluan atau hiburan dimulai sebelum seluruh rangkaian inti selesai. Ketidakteraturan ini dapat membingungkan tamu dan tim pendukung seperti wedding organizer, pengisi acara, maupun dokumentasi. Akibatnya, acara terasa tidak rapi dan MC terkesan kurang menguasai alur, padahal sering kali masalah utamanya hanyalah kurangnya pegangan yang jelas.
3. Transisi acara terasa kaku
Tanpa catatan transisi di cue card, MC bisa terlihat ragu saat berpindah dari satu segmen ke segmen berikutnya. MC bisa terlalu lama diam, mengulang kalimat yang sama, atau memberi penjelasan yang berbelit-belit. Transisi yang tidak mulus membuat suasana acara menjadi canggung dan mengurangi kenyamanan tamu. Padahal, salah satu peran utama MC adalah menjadi “jembatan” antarbagian acara agar semuanya terasa mengalir dan menyatu secara alami.
4. Gaya pembawaan tidak sesuai nuansa acara
Ketika cue card tidak memuat informasi tentang jenis dan nuansa acara, MC bisa saja salah menentukan gaya bicara. Ia mungkin terlalu santai dan bercanda pada acara yang seharusnya khidmat atau justru terlalu kaku dan formal pada acara intimate yang hangat. Ketidaksesuaian ini membuat suasana acara terasa kurang “ngena”. Tamu pun sulit merasakan emosi yang seharusnya dibangun di momen pernikahan tersebut.
5. Mengulang informasi atau berbicara terlalu panjang
Cue card yang minim informasi membuat MC kehilangan kontrol atas informasi apa saja yang sudah disampaikan. Akibatnya, MC bisa mengulang pengumuman yang sama berkali-kali atau berbicara terlalu panjang tanpa ada intinya hanya untuk “mengisi waktu”. Hal ini membuat tamu cepat bosan dan acara terasa tidak efektif, apalagi jika resepsi digelar dengan durasi panjang atau dua sesi.
6. Terlihat tidak percaya diri dan kurang profesional
Semua kesalahan di atas pada akhirnya bermuara pada satu dampak besar: MC terlihat kurang percaya diri dan tidak profesional. MC yang sering berhenti, ragu, atau salah bicara akan kehilangan kendali atas panggung dan suasana acara. Cue card yang lengkap sebenarnya adalah “alat pengaman” agar MC bisa tampil tenang, terarah, dan meyakinkan, bahkan ketika menghadapi situasi yang tidak ideal.
Sebagai pegangan, cue card sebaiknya dibuat dengan informasi yang padat, tapi lengkap. Jadi, MC pernikahan bisa fokus improvisasi dalam membangun suasana sesuai dengan arahan yang ia pegang. Selain beberapa informasi tersebut, kamu juga bisa menambahkan informasi lainnya yang kamu anggap penting. Temukan MC profesional dan berpengalaman dengan berbagai tema pernikahan berbeda di sini.
Cover | Foto via Mona Melinda MC