Pilih Kategori Artikel

Panduan Memadukan Greenery dan Bunga untuk Dekorasi Pernikahan yang Cantik!
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Saat membicarakan dekorasi pernikahan, kita mungkin biasanya akan terlalu fokus pada pemilihan bunga-bunga yang digunakan. Padahal, biasanya ada dedaunan hijau atau greenery yang melengkapi dekorasi ini. Agar seimbang, greenery dan bunga harus dipilih yang cocok agar dekorasi bisa tampak lebih harmonis, bukan malah terlihat tidak menyatu dan aneh.

Tenang, berikut ini adalah panduan untuk memadukan greenery dan bunga supaya dekorasi pernikahanmu semakin cantik. Perhatikan juga dos and don’ts jika ingin memadukannya. Simak sampai habis, ya!

Kombinasi greenery dan bunga

wm_article_img
Dekorasi: Lavagold Design

Berikut ini adalah panduan greenery dan bunga yang akan cocok dan harmonis jika disatukan dalam spot dekorasi tertentu. Kamu bisa menyonteknya.

1. Eucalyptus dan mawar putih

Kombinasi eucalyptus dengan mawar putih menghasilkan dekorasi yang sangat klasik tapi sekaligus tetap modern. Warna hijau keabu-abuan dari eucalyptus menciptakan latar yang lembut dan menenangkan, sementara mawar putih memberikan kesan suci, elegan, dan timeless. Perpaduan ini cocok untuk hampir semua konsep pernikahan, mulai dari intimate wedding, modern minimalis, hingga classic elegant di ballroom hotel. Secara visual, eucalyptus membantu melembutkan struktur mawar yang terasa formal sehingga rangkaian tidak terlihat terlalu kaku, sementara itu mawar memberi focal point yang kuat dan berkelas.

2. Ruscus dan calla lily

Ruscus yang berdaun panjang dan rapi sangat serasi jika dipadukan dengan calla lily yang memiliki bentuk bunga sederhana nan mewah. Kombinasi ini menciptakan kesan modern, clean, dan sophisticated, cocok untuk pernikahan indoor, konsep luxury minimalis, atau akad nikah yang ingin menghasilkan kesan eksklusif tanpa menambahkan banyak ornamen. Ruscus berfungsi sebagai penegas garis rangkaian, sedangkan calla lily akan menjadi pusat perhatian karena bentuknya yang unik dan elegan. Perpaduan ini juga sangat fotogenik, apalagi jika ditaruh pada dekorasi pelaminan dan aisle.

3. Olive leaves dan peony/garden rose

Olive leaves yang bernuansa Mediterania akan sangat cantik jika dipadukan dengan bunga berkarakter lembut seperti peony atau garden rose. Daun olive memberi kesan hangat, natural, dan dewasa, sementara peony atau garden rose menghadirkan volume dan sentuhan romantis yang kaya akan tekstur. Kombinasi ini sering digunakan untuk pernikahan bergaya European garden, rustic elegant, atau fine art wedding. Secara keseluruhan, rangkaian ini terlihat natural dan berkelas, seolah bunga tumbuh alami di alam terbuka.

4. Fern dan anggrek

Fern yang rimbun dan bertekstur halus berpadu indah dengan anggrek yang eksotis dan anggun. Kombinasi ini sangat cocok untuk pernikahan outdoor, garden wedding, atau venue bernuansa tropis. Fern mengisi ruang dengan kesan lush dan hidup, sementara anggrek memberi sentuhan mewah dan focal point yang kuat. Penggunaan anggrek putih, ungu muda, atau krem akan menjaga keseimbangan agar dekorasi tetap elegan dan tidak terlihat terlalu ramai meski menggunakan greenery yang cukup rimbun.

5. Monstera dan anthurium

wm_article_imgwm_article_img

Dekorasi: Sweetbella Decoration

Monstera dengan daun besar dan bold sangat pas dipadukan dengan anthurium yang memiliki bentuk bunga tegas dan modern. Kombinasi ini menciptakan kesan tropikal kontemporer yang berani dan sangat stylish, perpaduan yang sangat cocok untuk pernikahan di resort, pantai, atau venue outdoor modern. Biasanya warna anthurium yang digunakan adalah putih, nude, atau soft pink agar tetap terlihat elegan dan tidak terlalu mencolok. Monstera berfungsi sebagai statement greenery, sedangkan anthurium akan memperkuat karakter modern pada rangkaian aksen dekorasi.

6. Palm leaves dan protea

Palm leaves yang panjang dan eksotis sangat cocok dipadukan dengan protea yang berukuran besar dan berkarakter kuat. Kombinasi ini menghasilkan tampilan yang dramatis, artsy, dan berbeda dari dekorasi pernikahan pada umumnya. Perpaduan yang sangat ideal untuk konsep tropical luxury atau destination wedding. Karena keduanya memiliki visual yang kuat, penggunaan warna bunga biasanya dibuat netral atau earthy agar dekorasi tetap seimbang dan tidak terasa berlebihan.

7. Ivy dan baby’s breath

Ivy yang merambat dan memberikan kesan romantis berpadu sempurna dengan baby’s breath yang ringan dan dreamy. Kombinasi ini menciptakan suasana pernikahan yang lembut, klasik, dan sangat romantis, cocok untuk acara intimate wedding, rustic wedding, atau konsep fairytale garden. Ivy membantu membentuk struktur dekorasi seperti arch atau backdrop, sementara baby’s breath mengisi ruang dengan efek ala “awan” yang ringan dan manis. Perpaduan ini juga relatif fleksibel dan dapat diaplikasikan di banyak area dekorasi.

8. Salal leaves dan hydrangea

Salal leaves yang lebar dan hijau pekat menjadi dasar yang kuat untuk bunga hydrangea yang besar dan penuh volume. Kombinasi ini memberi kesan mewah, rapi, dan elegan, sangat cocok untuk pernikahan indoor seperti ballroom hotel. Warna hydrangea putih, biru pucat, atau soft green akan terlihat sangat menonjol di atas salal leaves yang gelap. Rangkaian ini terlihat penuh meskipun tidak menggunakan terlalu banyak jenis bunga sehingga dekorasi akan lebih efisien.

9. Seeded eucalyptus dan ranunculus

Seeded eucalyptus yang memiliki tekstur unik sangat serasi dengan ranunculus yang berlapis-lapis dan memberikan kesan romantis. Kombinasi ini memberikan kesan modern romantic dengan sentuhan artistik yang halus, cocok untuk bouquet pengantin, table decor kecil, dan detail-detail dekorasi yang ingin membuat area terlihat spesial. Ranunculus dengan warna soft seperti blush, peach, atau ivory akan semakin menonjol di antara seeded eucalyptus yang lembut.

Dos and don’ts dalam memadukan greenery dan bunga

Meskipun terlihat sederhana dan mudah, sebenarnya ada beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan dan kamu hindari jika ingin mendapatkan hasil yang paling maksimal. Berikut panduannya.

Dos

wm_article_img
Foto: Pexels/Lena Eggler

1. Tentukan satu gaya utama sejak awal

Menentukan gaya utama, misalnya modern minimalis, romantic garden, tropical, atau classic elegant sangat penting sebelum memilih greenery dan bunga. Gaya ini akan menjadi benang merah untuk semua keputusan dekorasi, mulai dari jenis daun, bentuk bunga, hingga kepadatan rangkaian. Tanpa gaya yang jelas, dekorasi akan lebih terlihat campur aduk, misalnya menggabungkan monstera tropis dengan bunga bergaya Eropa klasik akhirnya akan membuat tampilan kurang selaras. Dengan satu gaya utama, pemilihan greenery dan bunga akan terasa lebih “niat” dan konsisten di seluruh area acara.

2. Gunakan greenery sebagai struktur dan bunga sebagai fokus

Greenery sebaiknya berperan sebagai pembentuk struktur dan penambah volume pada  rangkaian dekorasi, sementara bunga menjadi pusat perhatian. Prinsip ini membantu dekorasi terlihat rapi dan seimbang. Daun seperti ruscus, salal, atau olive leaves dapat menjadi dasar yang kuat, lalu bunga seperti mawar, peony, atau anggrek bisa ditempatkan sebagai highlight. Pembagian peran yang jelas ini akan membuat mata tamu langsung tertuju pada bunga. Dekorasi juga tidak akan terasa terlalu penuh atau membingungkan.

3. Batasi jenis greenery dan bunga

Menggunakan terlalu banyak jenis daun dan bunga sering kali membuat dekorasi terlihat “ramai” dan kurang elegan. Idealnya, pilih 1 hingga 2 jenis greenery utama dan maksimal 2 hingga 3 jenis bunga untuk satu konsep dekorasi. Pembatasan ini membuat rangkaian terlihat lebih clean, fokus, dan berkelas. Selain itu, dekorasi juga akan terlihat lebih mahal karena kesan curated dan tidak asal campur.

4. Perhatikan skala dan ukuran

Ukuran daun dan bunga harus seimbang satu sama lain. Greenery berdaun besar seperti monstera atau palm leaves sebaiknya dipadukan dengan bunga berukuran sedang hingga besar agar tidak “kalah”. Sebaliknya, greenery kecil seperti seeded eucalyptus atau ivy cocok dengan bunga kecil hingga medium. Perhatian pada skala ini penting agar rangkaian terlihat proporsional dan nyaman dipandang, terutama saat difoto.

5. Samakan nuansa warna

Meskipun tidak harus satu warna, nuansa warna antara greenery dan bunga perlu saling mendukung. Greenery berwarna hijau keabu-abuan akan terlihat serasi dengan bunga bernuansa putih, blush, atau pastel. Sementara itu, warna hijau pekat cocok dengan bunga berwarna lebih bold atau rich. Keselarasan tone warna akan membantu dekorasi terlihat menyatu dan tidak saling “bertabrakan” secara visual.

Don’ts

wm_article_img
Dekorasi: Caira Design

1. Mencampur gaya yang bertolak belakang

Menggabungkan greenery tropis dengan bunga bergaya klasik Eropa tanpa konsep yang jelas akan membuat dekorasi terasa janggal. Misalnya, monstera besar dipadukan dengan bunga baby’s breath yang memberikan kesan klasik akan terasa tidak nyambung. Setiap jenis greenery membawa karakter tertentu dan mencampur gaya yang terlalu jauh justru menghilangkan identitas dekorasi pernikahan itu sendiri.

2. Menggunakan terlalu banyak bunga kecil sebagai fokus

Bunga kecil seperti baby’s breath atau wax flower sebaiknya berfungsi sebagai pelengkap, bukan fokus utama, kecuali memang konsepnya minimal dan konsisten. Jika terlalu banyak bunga kecil dijadikan focal point, rangkaian bisa terlihat “berisik” dan kurang elegan. Dekorasi pernikahan umumnya lebih kuat secara visual jika memiliki satu jenis bunga utama yang jelas.

3. Mengabaikan daya tahan tanaman

Beberapa greenery dan bunga terlihat cantik di awal, tetapi mudah layu terutama untuk acara outdoor atau pernikahan yang digelar pada siang hari. Mengabaikan faktor ketahanan bisa membuat dekorasi terlihat tidak segar di tengah acara. Makanya, jangan lupa untuk menyesuaikan pilihan greenery dan bunga dengan kondisi cuaca, durasi acara, dan lokasi agar dekorasi tetap segar hingga akhir.

4. Menyamakan semua area dengan rangkaian yang sama

Menggunakan kombinasi greenery dan bunga yang terlalu rimbun di semua area seperti pelaminan, aisle, meja tamu, hingga pintu masuk dapat membuat dekorasi terasa berat. Sebaiknya ada variasi kepadatan, misalnya area utama dibuat lebih penuh, sementara area pendukung dibuat lebih ringan. Variasi ini menciptakan ritme visual yang membuat dekorasi terasa lebih dinamis dan tidak melelahkan mata.

5. Mengikuti tren tapi tidak menyesuaikan venue

Tren dekorasi tidak selalu cocok dengan semua venue. Greenery yang terlihat cantik di garden wedding belum tentu cocok di ballroom hotel, begitu pula sebaliknya. Mengikuti tren tanpa menyesuaikan karakter ruangan, pencahayaan, dan ukuran venue bisa membuat dekorasi terasa terlalu dipaksakan. Selalu sesuaikan pilihan greenery dan bunga dengan konteks tempat acara berlangsung.

Memadukan greenery dan bunga untuk dekorasi pernikahan akan terlihat mudah. Namun, untuk mendapatkan hasil yang natural dan lebih seirama dengan konsep pernikahan adalah sebuah hal yang memerlukan trik. Untuk itu, jangan lupa untuk mengikuti panduan tersebut dan lebih banyak berdiskusi dengan vendor dekorasi juga. Untuk mendapatkan vendor dekorasi yang terpercaya, kamu bisa mengecek daftarnya di sini.


Cover | Dekorasi: Lavagold Design

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...