Pasangan biasanya akan mengeluarkan sisi-sisi manja kita yang selama ini tidak ditunjukkan ke orang lain. Sampai tahap tertentu, sisi playful ini akan terlihat lucu dan menggemaskan bagi pasangan. Namun, di saat yang lain, sifat ini akan kabur dengan perasaan bahwa ia childish atau kekanak-kanakkan. Sisi childish ini biasanya akan muncul dan terlihat merepotkan ketika muncul konflik.
Sayangnya, sifat childish dan playful biasanya mungkin terlihat mirip dan sulit dibedakan padahal efek yang ditimbulkan ke dalam hubungan akan sangat berbeda. Supaya tidak salah menilai, berikut ini adalah beberapa perbedaan antara dua sifat tersebut. Kamu bisa menggunakannya saat memilih kriteria pasangan yang akan dinikahi. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, yuk!
1. Cara menghadapi masalah

Permasalahan seharusnya menjadi sesuatu untuk diselesaikan. Namun, pasangan yang childish cenderung melihat konflik sebagai sesuatu yang harus dihindari atau dimenangkan. Ketika ada masalah, mereka biasanya akan langsung defensif, menyalahkan, atau bahkan menarik diri tanpa komunikasi yang jelas. Tidak jarang mereka menggunakan cara-cara tidak sehat seperti ngambek berlarut-larut, silent treatment, atau berharap pasangan akan mengerti sendiri sesuatu yang tidak ia suka tanpa dijelaskan. Hal ini membuat masalah kecil menumpuk menjadi besar karena tidak pernah benar-benar dibicarakan dengan tuntas.
Sebaliknya, pasangan yang playful tetap bisa menjaga suasana agar tidak terlalu tegang saat konflik terjadi, tetapi mereka tidak lari dari masalah. Mereka sadar bahwa hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi yang jujur dan solusi yang konkret. Mereka mungkin menyelipkan humor untuk mencairkan suasana, tapi tetap menghargai momen serius untuk berdiskusi. Sikap ini membuat konflik terasa lebih ringan tanpa mengabaikan inti permasalahan sehingga hubungan bisa berkembang. Akhirnya, kalian tidak terjebak di masalah yang sama berulang kali.
2. Kedewasaan emosi
Salah satu ciri paling jelas dari sifat childish adalah ketidakmampuan mengelola emosi. Mereka mudah tersinggung, cepat marah, dan sering bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil. Perasaan mereka bisa berubah drastis dalam waktu singkat, dan pasangan sering kali harus menyesuaikan diri dengan mood mereka. Dalam jangka panjang, hal ini akan terasa melelahkan karena hubungan terasa tidak stabil secara emosional.
Sebaliknya, pasangan yang playful memiliki kematangan emosi yang baik. Mereka bisa tertawa, bercanda, bahkan bersikap konyol. Sikap tersebut bukan berarti menunjukkan bahwa mereka tidak dewasa, melainkan karena mereka cukup aman secara emosional untuk mengekspresikan diri. Mereka tahu kapan harus berhenti bercanda, kapan harus mendengarkan dengan empati, dan kapan harus memberi ruang. Kehadiran mereka terasa menyenangkan, tapi tetap memberi rasa aman.
3. Tujuan dan cara bercanda

Pasangan childish sering menggunakan humor sebagai bentuk pelampiasan atau bahkan senjata” Candaan mereka bisa bersifat menyindir, merendahkan, atau menyinggung hal sensitif tanpa mempertimbangkan dampaknya. Ketika pasangan tersinggung, mereka akan berkata, “Kan cuma bercanda,” tanpa mau bertanggung jawab atas perasaan yang terluka.
Sementara itu, pasangan yang playful menggunakan humor sebagai cara untuk membangun kedekatan. Candaan mereka terasa hangat dan tidak menyakiti. Mereka peka terhadap batasan pasangan dan tahu kapan harus berhenti. Bahkan, dalam situasi sulit, mereka bisa membuat pasangan tersenyum tanpa membuatnya merasa diremehkan. Humor mereka bukan untuk menang, tapi untuk menguatkan hubungan.
4. Tanggung jawab dan komitmen
Sifat childish sering kali terlihat dari kurangnya rasa tanggung jawab. Mereka bisa jadi tidak konsisten dalam kata dan tindakan, sulit diandalkan, atau menghindari pembicaraan serius tentang masa depan. Komitmen terasa samar karena mereka lebih fokus pada kenyamanan sesaat daripada membangun sesuatu dalam jangka waktu lama. Hal ini bisa membuat pasangan merasa tidak aman dan mempertanyakan arah hubungan.
Sebaliknya, pasangan yang playful tetap bisa santai dan menyenangkan, tapi tidak lari dari tanggung jawab. Mereka hadir ketika dibutuhkan, menepati janji, dan mau terlibat dalam hal-hal penting dalam hubungan. Mereka bisa bercanda hari ini, tapi tetap serius saat membicarakan masa depan. Inilah yang membuat hubungan terasa seimbang, fun tapi tetap punya arah.
5. Cara mencari perhatian dan validasi
Pasangan yang childish cenderung mencari perhatian dengan cara yang melelahkan, seperti membuat drama, overthinking berlebihan, atau menciptakan konflik agar diperhatikan. Mereka merasa harus memancing reaksi agar merasa dicintai. Pola ini sering membuat hubungan dipenuhi ketegangan yang sebenarnya tidak perlu.
Sebaliknya, pasangan yang playful mencari perhatian dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Mereka mungkin menggoda, mengirim pesan lucu, atau menciptakan momen kecil yang membuat hubungan kalian terasa spesial. Mereka tidak bergantung pada drama untuk merasa diperhatikan karena mereka memiliki rasa aman dalam hubungan tersebut.
6. Cara menghadapi perbedaan
Dalam hubungan, perbedaan pendapat pasti ada. Pasangan yang childish cenderung sulit menerima perbedaan. Mereka biasanya memaksakan kehendak, merasa selalu benar, atau melihat perbedaan sebagai ancaman. Hal ini sering memicu konflik yang berulang tanpa solusi.
Sebaliknya, pasangan yang playful lebih fleksibel dalam menghadapi perbedaan. Mereka bisa melihat perbedaan sebagai sesuatu yang wajar, bahkan kadang bisa dijadikan bahan bercanda yang sehat. Mereka tetap menghargai sudut pandang pasangan dan terbuka untuk kompromi. Sikap ini membuat hubungan terasa lebih dewasa dan saling menghargai.
7. Dampak jangka panjang
Sifat childish mungkin terasa “gemas” di awal hubungan, tapi dalam jangka panjang sifat ini bisa menjadi sumber kelelahan emosional. Hubungan akan dipenuhi drama, miskomunikasi, dan rasa tidak aman. Jika tidak berubah, hal ini bisa menghambat pertumbuhan hubungan, bahkan berujung pada perpisahan.
Sebaliknya, sifat playful adalah salah satu kualitas yang justru dibutuhkan dalam hubungan jangka panjang. Selain stabilitas, hubungan juga memerlukan keceriaan. Pasangan yang playful mampu menjaga hubungan tetap hidup, hangat, dan tidak membosankan tanpa perlu mengorbankan kedewasaan. Mereka membantu menciptakan keseimbangan antara serius dan santai.
8. Rasa aman yang diberikan
Pasangan yang childish sering membuat pasangannya merasa harus berhati-hati dalam bersikap karena takut memicu emosi atau drama. Hubungan jadi terasa seperti berjalan di atas pecahan kaca. Dengan begitu, rasa aman secara emosional sulit terbentuk.
Sebaliknya, pasangan yang playful memberikan rasa aman justru karena mereka stabil secara emosi. Kamu bisa menjadi diri sendiri tanpa takut disalahpahami atau mendapatkan masalah kecil yang dibesar-besarkan. Kehadiran mereka terasa seperti rumah yang nyaman, hangat, dan tetap menyenangkan.
Lalu, apakah ia layak dinikahi?

Jika kamu masih sulit membedakan dan tidak yakin apakah pasanganmu yang terlihat seperti anak kecil ini layak dinikahi, beberapa tips berikut ini mungkin bisa kamu gunakan untuk membantumu memutuskannya.
1. Lihat apakah dia bisa berubah menjadi serius saat dibutuhkan
Orang yang terlihat childish belum tentu tidak dewasa. Kamu bisa melihat apakah dia tahu kapan harus berhenti bercanda dan mulai serius. Perhatikan saat ada momen penting seperti ketika membahas masa depan, keuangan, keluarga, atau konflik. Jika dia bisa switch menjadi lebih fokus, mendengarkan dengan baik, dan memberi respon yang matang, hal ini menjadi tanda bahwa dia sebenarnya memiliki kedewasaan, hanya saja dibalut dengan kepribadian yang santai. Namun, jika di momen serius pun, ia tetap tidak bisa diajak berdiskusi dengan baik, berarti dia bukan sekadar playful, tapi bisa jadi itu red flag.
2. Perhatikan caranya menghadapi masalah
Sikap childish yang bermasalah biasanya muncul saat ada konflik. Apakah dia cenderung menghindar, ngambek, atau membuat masalah jadi drama atau justru tetap bisa diajak komunikasi walaupun dengan gaya santai? Pasangan yang layak dinikahi tetap mau menyelesaikan masalah meskipun caranya mungkin tidak selalu kaku. Ingat, ya. Yang penting bukan gayanya, tapi hasilnya. Apakah masalah selesai atau justru berulang.
3. Cek tanggung jawabnya di kehidupan nyata
Seseorang bisa terlihat childish dalam bercanda, tapi sangat bertanggung jawab dalam hidupnya. Lihat bagaimana dia bekerja, mengatur keuangan, menepati janji, dan menjalankan perannya dalam hubungan. Bisa diandalkan dalam hal-hal penting jauh lebih berarti daripada sekadar image dewasa. Sebaliknya, jika sikap childish-nya membuat dia tidak konsisten, tidak bertanggung jawab, atau sulit diandalkan, kamu perlu mempertimbangkannya secara serius.
4. Apakah candaannya menyenangkan atau menyakitkan
Tidak semua childish itu sama. Ada yang sekadar suka bercanda dan jahil dengan cara yang hangat, tapi ada juga yang bercandanya menyindir, merendahkan, atau tidak peka. Tanyakan ke diri sendiri, kamu lebih sering merasa nyaman atau tersinggung? Pasangan yang layak dinikahi akan tetap menjaga perasaanmu, bahkan saat bercanda.
5. Lihat kedewasaan emosinya, bukan gaya luarnya

Kadang seseorang terlihat childish karena ekspresif, ceria, atau tidak jaim. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana dia mengelola emosi. Apakah dia bisa mengontrol amarah, tidak mudah tersulut, dan mau memahami perasaanmu? Kedewasaan emosional ini jauh lebih penting daripada sekadar terlihat tenang atau serius di luar.
6. Perasaan yang kamu rasakan dalam hubungan
Coba jujur ke diri sendiri, apakah kamu merasa tenang dan aman atau justru sering overthinking karena sikapnya. Walaupun dia terlihat childish, jika kehadirannya justru membuatmu merasa nyaman, didengar, dan dihargai, bisa jadi hal ini menjadi tanda positif. Namun, jika kamu sering merasa lelah, bingung, atau tidak yakin dengan keseriusannya, bisa jadi itu sinyal yang tidak boleh diabaikan.
7. Caranya memperlakukan hal-hal penting
Perhatikan bagaimana dia bersikap terhadap hal-hal besar seperti keluarga, komitmen, pekerjaan, dan masa depan. Orang yang playful tetap bisa serius dalam hal-hal ini. Jika dia cenderung menganggap enteng semuanya, tidak punya arah, atau menghindari pembicaraan penting, hal tersebut menunjukkan kurangnya kesiapan untuk menikah.
Banyak yang menganggap bahwa pasangan yang terlihat kekanak-kanakkan tidak layak dinikahi karena tidak dewasa. Namun, sikap tersebut justru bisa menghindarkanmu dari kehidupan yang selalu serius. Yang perlu kamu pertimbangkan adalah saat sifat kekanak-kanakkan tersebut masih ada ketika menghadapi konflik dan jika ia tidak bertanggung jawab terhadap dirinya.
Untuk tips dan inspirasi seputar pernikahan lainnya, jangan lupa untuk selalu mengecek artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!
Cover | Fotografi: Cerita Tentang Senja