Your Smart Wedding Platform

Perbedaan Sangjit dan Seserahan: Panduan Lengkap untuk Kamu Pasangan Beda Budaya

29 Dec 2025 | By Nanda Safitri Wedding Market | 131
sangjit dan seserahan

Menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki latar belakang budaya berbeda itu ibarat membaca buku dengan plot yang kaya. Seru, penuh kejutan, tapi terkadang juga bikin kamu garuk-garuk kepala saat harus mulai menyatukan dua tradisi besar dalam satu rangkaian pernikahan. Contohnya tradisi Sangjit dan Seserahan.

Bagi kamu yang sedang mempersiapkan pernikahan beda budaya, misalnya antara budaya Tionghoa dan budaya lokal seperti Jawa atau Sunda, memahami perbedaan ini sangat penting agar tidak ada salah paham di antara kedua keluarga besar. Demi menjawab pertanyaan yang paling sering muncul yaitu: "Apa bedanya Sangjit dan Seserahan?" Yuk, kita bahas perbedaannya satu per satu supaya kamu bisa merencanakan prosesi yang tetap harmonis dan nyaman untuk semua pihak.

Apa Itu Sangjit dan Seserahan?

Sebelum kita masuk ke detail tradisi pra-nikah dua budaya berbeda ini, mari kita pahami dulu definisinya secara garis besar, yuk!

  • Seserahan: Secara umum dikenal dalam budaya nusantara (terutama Jawa dan Sunda). Ini adalah momen di mana pihak pria membawa hantaran kepada pihak wanita sebagai simbol tanggung jawab dan kasih sayang. Biasanya dilakukan saat acara lamaran atau sesaat sebelum akad nikah.
  • Sangjit: Ini adalah tradisi formal dalam budaya Tionghoa. "Sangjit" secara harfiah berarti prosesi seserahan kelanjutan dari acara lamaran (proposing). Di sini, keluarga pria membawa sejumlah baki berisi hadiah tertentu yang memiliki makna filosofis yang sangat kuat.

Perbedaan Utama yang Perlu Kamu Tahu

Foto via Finest Sangjit

Walaupun keduanya terlihat mirip karena sama-sama membawa baki/hantaran, ada beberapa detail teknis yang membedakannya:

1. Waktu Pelaksanaan

  • Seserahan: Biasanya dilakukan bersamaan dengan acara lamaran resmi atau pada malam Midodareni (dalam budaya Jawa).
  • Sangjit: Biasanya dilakukan di antara waktu lamaran dan hari pernikahan. Idealnya dilakukan satu bulan hingga satu minggu sebelum hari-H.

2. Isi Baki dan Maknanya

  • Seserahan: Isinya lebih bersifat fungsional untuk kebutuhan calon pengantin wanita dari ujung kepala hingga ujung kaki. Isinya antara lain kain kebaya, alat make-up, tas, sepatu, hingga perlengkapan ibadah.
  • Sangjit: Isinya sangat terikat pada simbolisme. Selain perlengkapan pribadi, wajib ada barang-barang spesifik seperti: buah-buahan, kaki babi atau makanan kaleng, uang angpao, hingga lilin merah.

3. Tradisi "Pengembalian" Baki

Ini adalah poin yang paling krusial bagi kamu yang beda budaya!

  • Seserahan: Biasanya pihak wanita juga memberikan hantaran balasan (angsul-angsul) sebagai tanda terima kasih, namun tidak ada aturan ketat mengenai berapa banyak yang harus dikembalikan.
  • Sangjit: Ada aturan unik di mana pihak wanita tidak boleh mengambil seluruh isi baki. Jika pihak wanita mengambil semuanya, artinya mereka "memutus hubungan" keluarga wanita dengan anaknya sepenuhnya. Biasanya, pihak wanita hanya mengambil separuh, dan separuhnya lagi dikembalikan ke pihak pria untuk menjaga hubungan kekeluargaan tetap erat.

Rincian Barang Sangjit: Makna di Balik Setiap Baki

Fotografi: Sekisah Sangjit

Jika kamu memutuskan untuk mengadakan prosesi Sangjit, biasanya jumlah baki yang dibawa adalah angka genap (6, 8, atau 12). Berikut adalah rincian isinya yang perlu kamu siapkan:

1. Perhiasan dan Uang (Baki Paling Utama)

Ini adalah simbol bahwa kamu dihargai dan pihak pria siap menafkahi kamu.

  • Set Perhiasan: Biasanya terdiri dari kalung, anting, dan gelang.
  • Uang Pesta (Uang Lamaran): Uang ini ditaruh di dalam angpao merah. Menurut tradisi, keluarga wanita biasanya hanya mengambil angka belakangnya dan mengembalikan sisanya. Misalnya, kalau isinya Rp10.000.800, keluarga kamu mengambil Rp800-nya saja.
  • Uang Susu: Ini adalah bentuk terima kasih pria kepada orang tua wanita karena telah membesarkanmu. Biasanya uang ini diambil sepenuhnya oleh pihak wanita.

2. Pakaian dan Keperluan Pribadi

Ini hampir mirip dengan Seserahan pada umumnya.

  • Bahan Kain atau Baju: Bisa berupa kain Cheongsam atau gaun modern.
  • Skincare & Makeup: Pilih brand yang biasa kamu pakai sehari-hari agar fungsional.
  • Tas dan Sepatu: Pastikan kamu sudah mencoba ukurannya ya, jangan sampai salah ukuran di hari spesial.

3. Buah-buahan (Simbol Keselamatan & Kemakmuran)

Jumlahnya harus genap namun tidak boleh ada unsur angka 4 karena dianggap kesialaan,  biasanya 8, 12, atau 18 buah.

  • Apel Merah: Dalam bahasa Mandarin, apel terdengar seperti kata "damai/selamat".
  • Jeruk Mandarin: Melambangkan emas atau keberuntungan yang berlimpah. 

Tips buat kamu: Tempelkan stiker huruf Mandarin "Shuang Xi" (Double Happiness) di setiap buah agar terlihat lebih cantik dan otentik.

4. Makanan Kaleng atau Kaki Babi

Secara tradisional, pihak pria membawa kaki babi sebagai simbol penghormatan. Untuk versi modern atau kalau kamu atau pasangan tidak mengonsumsi babi, kamu bisa menggantinya dengan makanan kaleng (seperti buah kaleng atau kacang polong) yang jumlahnya genap. Ini jauh lebih praktis untuk ditata di baki.

5. Minuman Beralkohol atau Sirup

Fotografi: Sekisah Sangjit

  • Dua Botol Wine atau Champagne: Biasanya pihak keluarga wanita akan mengambil dua botol dan menukarnya dengan dua botol sirup merah untuk dibawa kembali oleh pihak pria.
  • Versi Halal: Kamu bisa mengganti alkohol dengan dua botol sirup merah premium atau jus anggur kemasan botol kaca yang elegan.

6. Manisan dan Camilan (Simbol Kehidupan Manis)

  • Kue Keranjang, Lapis Legit, atau Permen: Ini melambangkan harapan agar kehidupan pernikahan kamu selalu manis dan harmonis.
  • Kacang-kacangan: Seperti kacang tanah atau kuaci yang melambangkan kesuburan dan keturunan.

7. Dua Pasang Lilin Merah (Lilin Naga dan Burung Phoenix)

Ini sangat penting di tradisi Tionghoa. Lilin ini melambangkan perlindungan dan cahaya dalam rumah tangga. Biasanya satu pasang diambil keluarga wanita, dan satu pasang lagi dikembalikan ke pihak pria untuk disimpan atau dinyalakan saat hari pernikahan.

Tips Khusus Buat Kamu:

Jangan lupa, saat pengembalian baki (balasan), biasanya pihak keluarga wanita juga menyisipkan barang-barang keperluan pria (seperti kemeja, dompet, atau sabuk) ke dalam baki yang dikembalikan sebagai simbol perhatian timbal balik.

Tips Menyatukan Sangjit dan Seserahan untuk Kamu

Foto via Finest Sangjit

Kalau kamu dan pasangan berasal dari dua budaya ini, jangan pusing dulu! Kamu bisa mengombinasikannya dengan cara-cara elegan berikut ini:

1. Komunikasikan Sejak Awal

Kunci utama pernikahan beda budaya adalah komunikasi. Diskusikan dengan orang tua dari kedua belah pihak. Coba tanyakan, “Bagian mana dari tradisi ini yang benar-benar harus ada?” Dari situ, kamu bisa mencari jalan tengah yang tetap menghargai keinginan kedua belah pihak.

2. Pilih Salah Satu atau Gabungkan

Beberapa pasangan memilih untuk mengadakan satu acara saja namun dengan isi baki yang dicampur. Misalnya, kamu mengadakan acara "Sangjit" tapi isi bakinya disisipkan perlengkapan ibadah atau kain batik khas daerah pasanganmu. Ini menunjukkan bentuk asimilasi budaya yang cantik.

3. Gunakan Visual yang Harmonis

Agar foto-foto kamu tetap estetik, kamu bisa menyeragamkan jenis baki atau kotak hantaran. Misalnya, menggunakan baki kayu modern atau akrilik, namun dengan sentuhan ornamen merah (khas Sangjit) yang dipadukan dengan bunga-bunga nusantara.

Checklist Persiapan Sangjit

  • [ ] Tentukan tanggal acara (konsultasikan apakah perlu mencari "hari baik").

  • [ ] List daftar barang yang ingin dibawa (pastikan ada unsur wajib dari kedua budaya).

  • [ ] Pilih vendor kotak hantaran/baki yang sesuai tema.

  • [ ] Tentukan siapa saja anggota keluarga yang akan membawa baki (biasanya jumlahnya genap untuk Sangjit).

  • [ ] Siapkan angpao (uang susu dan uang pesta) jika menggunakan tradisi Sangjit.

Draf Susunan Acara (Rundown) Sangjit Modern

Fotografi: FCG Sangjit

Acara Sangjit biasanya berlangsung santai tapi tetap khidmat, durasinya sekitar 60–90 menit. Biar kamu ada gambaran seperti apa jalan acaranya, berikut adalah contoh draft susunan acara Sangjit yang hangat dan teratur yang bisa kamu gunakan:

1. Penyambutan Keluarga Pria (The Arrival)

  • Aksi: Keluarga pria tiba di kediaman wanita (atau venue acara). Pihak wanita beserta keluarga inti sudah menunggu di depan pintu atau di dalam ruangan.
  • Detail: Keluarga pria membawa baki-baki hantaran. Urutan barisannya biasanya: orang tua di depan, diikuti rombongan pembawa baki (saudara atau teman yang belum menikah).

2. Pembukaan & Sambutan (Opening Speech)

  • Aksi: MC atau perwakilan keluarga (biasanya yang dituakan) memberikan salam pembuka.
  • Detail: Perwakilan pria menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, yaitu untuk melamar dan menyerahkan hantaran Sangjit sebagai simbol keseriusan.
  • Tips buat kamu: Gunakan bahasa yang santai tapi sopan agar suasana cair.

3. Penyerahan Baki Secara Simbolis (Handover)

  • Aksi: Penyerahan baki secara estafet dari pihak pria ke pihak wanita.
  • Detail: Dimulai dari baki paling penting (perhiasan/uang) yang diserahkan dari ibu pihak pria kepada ibu pihak wanita. Kemudian dilanjutkan dengan baki-baki lainnya yang diterima oleh anggota keluarga wanita.
  • Visual: Ini momen terbaik buat difoto! Pastikan setiap serah terima dilakukan dengan tenang dan senyuman.

4. Pemeriksaan Baki & Balasan (Returning the Trays)

  • Aksi: Selagi tamu berbincang, baki-baki tersebut dibawa ke area belakang untuk dipilah oleh keluarga wanita.
  • Detail: Sesuai tradisi yang kita bahas tadi, keluarga kamu akan mengambil separuh isi baki dan mengisi sisanya dengan hantaran balasan (seperti pakaian pria atau manisan).
  • Tips: Di momen ini, kamu dan pasangan bisa mulai masuk ke area acara jika sebelumnya kamu "disembunyikan" di kamar (opsional).

5. Ramah Tamah & Makan Siang/Sore (Lunch/Dinner)

  • Aksi: Semua hadirin dipersilakan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan.
  • Detail: Ini saatnya kedua keluarga besar saling mengobrol dan mengenal lebih jauh secara informal.

6. Penyerahan Kembali Baki (The Final Handover)

  • Aksi: Keluarga wanita menyerahkan kembali baki-baki yang sudah diisi balasan kepada keluarga pria.
  • Detail: Termasuk penyerahan kembali uang lamaran yang sudah diambil angka belakangnya saja, serta sepasang lilin merah (jika mengikuti tradisi).

7. Foto Bersama & Penutup (Closing)

  • Aksi: Sesi foto bersama seluruh keluarga besar dengan membawa baki hantaran masing-masing.
  • Detail: MC menutup acara dengan doa dan harapan agar rencana pernikahan menuju hari-H dilancarkan.

Tips Tambahan untuk Kamu:

Fotografi: FCG Sangjit

  • Siapkan Angpao untuk Pembawa Baki: Biasanya, pihak pria menyiapkan angpao kecil sebagai ucapan terima kasih untuk para pembawa baki dari pihak keluarga wanita (dan sebaliknya).
  • Musik Latar: Putar musik instrumental yang lembut atau lagu Mandarin klasik yang sudah diaransemen modern agar suasananya makin terasa hangat.
  • Master of Ceremony (MC): Kamu nggak harus pakai MC profesional, kok. Kamu bisa minta tolong sepupu atau sahabat yang punya pembawaan ceria tapi tetap bisa menjaga tata krama di depan orang tua.

Rayakan Perbedaan Kamu!

Pernikahan beda budaya memang menghadirkan berbagai tantangan, tapi justru di situlah letak keindahannya. Dengan memahami perbedaan Sangjit dan Seserahan, kamu sedang belajar untuk menghargai akar keluarga pasanganmu sekaligus merayakan identitas barumu sebagai satu kesatuan.

Kalau kamu masih merasa kewalahan mencari vendor yang mengerti detail tradisi Sangjit atau Seserahan, kamu bisa mengecek berbagai pilihan paket hantaran dan dekorasi di WeddingMarket. Kamu bisa membandingkan portofolio vendor yang sudah berpengalaman menangani pernikahan lintas budaya secara lebih praktis.

Jadi, sudah siap untuk menyatukan dua budaya ini dalam satu momen yang indah? Selamat mempersiapkan hari bahagia kamu! Semoga prosesi kamu lancar dan penuh kehangatan keluarga.


Cover | Fotografi: Sekisah Sangjit


Artikel Terkait



Artikel Terbaru