Makna yang Tersirat dari Tradisional Makeup Pengantin Adat Sunda

13 Feb 2020 | By Wedding Market | 885
Makna yang Tersirat dari Tradisional Makeup Pengantin Adat Sunda

Banyak sekali calon pasangan pengantin saat menggelar acara resepsi pernikahan menggunakan adat Sunda, terutama wanita. Kecantikan pengantin Sunda dapat terpancarkan sehingga membuat orang yang melihatnya pun terpukau yang menciptakan pesona keanggunannya sudah mendunia, lho. Maka tak sedikit para wanita yang memilih tradisional makeup adat Sunda untuk hari pernikahannya, sehingga muncullah tutorial makeup-nya. Yuk, disimak baik-baik, ya.

Makeup pengantin adat Sunda siger memiliki makna yaitu sebagai sejenis mahkota untuk perhiasan di bagian kepala pengantin maupun wayang wong yang memiliki arti meletakkan kearifan, kehormatan dan kebijakan sebagai hal pokok yang harus dijunjung tinggi. Tidak ketinggalan dengan daun sirih yang berbentuk wajik yang dapat digunakan pada bagian kening pengantin wanita ialah yang menunjukkan sebagai simbol penolak malapetaka.

Tutorial tradisional makeup pengantin adat Sunda itu seperti para pengantin wanita yang menggunakan siger, sanggul ciwidey dengan beberapa hiasan yang merupakan penghias sanggul yang terdiri dari 6 buah kembang tanjung dan 7 buah kembang goyang. Pengantin wanita juga menggunakan ronce bunga melati yang terdiri dari melati mangle pasung, melati mangle susun, bunga melati mangle sisir, serta melati penetap dan bunga melati mayangsari.

Pada busana pengantin wanita adat Sunda siger biasanya mengenakan kebaya brokat berwarna kuning ataupun krem. Ada juga perhiasan yang biasanya dikenakan untuk menyelaraskan kebaya yaitu seperti kelat bahu yang berada di kedua lengan, cincin permata, gelang permata dan dua buah kalung pendek dan panjang. Selain perhiasan yang digunakan pada bagian atas tubuh, pada bagian bawah, kain batik lereng eneng prada ataupun sido mukti dengan wiron atau lipatan yang ada di bagian depan kain.

Sekarang pada bagian busana pria adat Sunda, biasanya pria ini menggunakan jas buka prangwedana yang warnanya harus senada dengan pengantin wanita dan bendo hiasan permata, boro sarangka, dan juga kewer. Terdapat juga kain yang digunakan oleh pengantin pria, harus sama dengan yang dikenakan oleh pengantin wanita, yaitu kain batik corak lereng-eneng atau bisa juga dengan batik sido mukti. Pengantin pria juga menggunakan bendo hiasan permata, boro sarangka atau tempat penyimpanan keris di mana keris tersebut digunakan sebagai pelengkap.


Di balik makeup serta busana pengantin adat Sunda yang dikenakan, adapula makna yang tersirat, apa saja sih?

1. Kembang tanjung merupakan hiasan sanggul yang memiliki makna sebagai lambang kesetiaan serta cinta kasih.

2. Siger berarti meletakkan kearifan, kehormatan serta kebijakan yang dijadikan untuk menunjung tinggi hal-hal yang wajib.

3. Roncengan bunga melati ini memiliki nilai kesucian serta kemurnian.

4. Samping lereng-eneng dan sido mukti ini melambangkan harapan akan masa depan yang jauh lebih baik dari sebelumnya yang disertai kebahagiaan untuk kedua mempelai lereng-eneng yang berasal artinya jalan kehidupan setelah menikah akan sangat panjang serta banyak sekali rintangan yang harus kamu lalui bersama.

5. Jas buka prangwadana yang melambangkan kewibawaan dan kejantanan dari seorang pria.

6. Bendo yaitu ikatan kepala yang praktis yang terbuat dari bahan kain batik yang dipakai oleh pengantin pria sebagai salah satu bagian dari busana pengantin pria adat Sunda.

7. Keris yang dibawakan oleh pegantin pria itu melambangkan sebagai simbol kejantanan dari seorang pria.

Memang dari setiap makeup serta busana pengantin adat Sunda memiliki makna dan filosofi tersirat yang sangat tinggi. Nah, untuk kamu sebagai calon pengantin adat Sunda, setelah mengetahui tutorial tradisional makeup serta makna yang sudah dijabarkan di atas, tidak usah ragu lagi untuk menggunakannya pada hari bahagiamu nanti. Selamat mencoba, ya!


Artikel Terkait



Temukan Vendor Untuk Pernikahan