Pilih Kategori Artikel

Menilik Pada Unsur Seni, Hastana Indonesia Bersama Artopologi Memaparkan Trend Pernikahan di Indonesia Pada 2023 Mendatang!
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Dalam menekuni industri wedding di Indonesia yang terdiri dari beragam unsur budaya, sastra dan juga wastra, terlebih dalam era komunikasi digital yang semakin cakap dewasa ini, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penyedia jasa pernikahan. Memahami arus pasar berdasarkan perkembangan teknologi dan juga keinginan dari para calon pengantin tentu menjadi suatu keharusan.

Dewasanya, Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Hastana Indonesia, cukup fokus dalam memberikan pembekalan dan juga pelatihan terhadap puluhan anggotanya yang berasal dari 7 wilayah kepengurusan di seluruh Indonesia, mengenai standarisasi pelayanan melalui beragam sudut pandang. Dan dalam perhelatan Hastana Indonesian Congress (HIC) pertama yang digelar perdana mulai 6 - 8 Desember 2022 kali ini, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hastana pun kembali memberikan pembekalan terkait Trend Pernikahan di Indonesia pada 2023 mendatang dalam sudut pandang seni yang menarik.

Dalam talkshow berdurasi satu setengah jam yang dilangsungkan di Grand Ballroom Pandawa RA Suite Hotel Simatupang pada 6 Desember kemarin, Hastana Indonesia bersama dengan Artopologi.com dan juga Rumah Kampung by Fajar, mengulas perkembangan atau tren yang tengah dan akan berlangsung di industri pernikahan Indonesia, khususnya dari sisi seni. Hadir sebagai pemateri dalam forum diskusi bertajuk Trend & Art Wedding kali ini, adalah Intan Wibisono selaku Founder dari Artopologi.com dengan didampingi Nizar Muhammad selaku kurator artwedding dan juga Mas Fajar selaku Founder  dari Rumah Kampung Decorations.

wm_article_img
Fotografi: Alimoto Id

Dalam pemaparannya terkait perkembangan sisi Seni dari industri pernikahan di Indonesia, Intan Wibisono pun memperkenalkan Artopologi.com sebagai suatu wadah bagi para seniman rupa di Indonesia untuk mendistribusikan dan juga memperkenalkan hasil karya mereka kepada para calon mempelai, sesama rekan vendor sekaligus ke seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, masih dalam kesempatan yang sama, Founder dari platform seni ini pun memberikan penjelasan singkat terkait Certificate Of Authenticity (COA) yang terdaftar di Blockchain sebagai salah satu bentuk perlindungan yang diberikan kepada para seniman dan juga pelaku usaha atas karya-karya mereka yang telah di kurasi dan siap digunakan dalam satu perhelatan pernikahan.

Dalam kesempatan yang sama, Nizar Muhamad selaku kurator artwedding dari artopogi.com pun memberikan penjelasan terkait proses terlahirnya sebuah seni bentuk sebagai sarana pendukung terlaksananya pernikahan impian dari para calon mempelai di Indonesia yang diaplikasikan dalam segi dekoratif dan visual nyata. Proses dalam mewujudkan kisah dibalik perjuangan sepasang kekasih menuju meja pelaminan yang harus diwujudkan oleh para seniman kawakan di Indonesia yang telah terdaftar dalam platform artopologi.com pun menjadi salah satu tantangan dan juga tanggung jawab para kurator artwedding yang paling utama, ujar sosok pria asli Jawa Timur ini dalam kesempatan yang sama.

Pada talkshow yang dihadiri oleh puluhan anggota Hastana Indonesia kali ini pun, hadir Mas Fajar dari Rumah Kampung Decorations yang memberikan pemahaman atas definisi tren itu sendiri beserta pengaplikasiannya dalam industri pernikahan di Indonesia, khususnya dalam segi visual dan dekoratif. Memahami bahwa tren akan terus berkembang dan maju, dalam kesempatan yang sama, Mas Fajar pun menjelaskan bahwa sebagai pelaku usaha dalam industri pernikahan, memahami penentuan tema, pemilihan warna, hingga pendistribusian nilai seni kedalam segi visual dan dekorasi pada acara pernikahan dari para calon mempelai pun merupakan hal dasar yang harus dimiliki saat ini.

wm_article_img
Fotografi: Alimoto Id

Tak sampai disitu saja, Mas Fajar pun menekankan mengenai pentingnya nilai diferensiasi atau Avant Garde yang harus dimiliki dari masing-masing seniman, terlebih hal ini akan mempengaruhi banyak hal, seperti unsur keunikan, penerapan teknologi yang tepat, hingga proses pengerjaannya nanti. Disela-sela materi yang dipaparkannya, Mas Fajar yang telah menggeluti industri pernikahan selama 23 tahun lamanya ini pun memunculkan beragam contoh karya-karyanya yang ikonik ke hadapan para peserta talkshow, salah satunya adalah karya seni dekoratifnya yang dihadirkan dalam WeddingMarket Fair 2022 berlangsung pada bulan Agustus 2022 lalu, dengan tema Enchanted Forest.

Talkshow yang membahas perihal trend seni dalam industri pernikahan di Indonesia yang diselenggarakan ditengah perhelatan HIC 2022 kali ini terbilang cukup sukses memberikan pemahaman baru dan segar bagi para anggota Hastana Indonesia dan juga para pelaku usaha di industri pernikahan, terlebih mengenai pentingnya sisi seni dalam mewujudkan pernikahan impian para calon mempelai di Indonesia.

Nah, kalau begitu, seni rupa dan warsa seperti apa nih yang akan kalian tuangkan dalam pernikahan impian kalian, Dears

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...