Dalam
menekuni industri wedding di Indonesia yang terdiri dari beragam unsur
budaya, sastra dan juga wastra, terlebih dalam era komunikasi digital yang
semakin cakap dewasa ini, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penyedia
jasa pernikahan. Memahami arus pasar berdasarkan perkembangan teknologi dan
juga keinginan dari para calon pengantin tentu menjadi suatu keharusan.
Dewasanya,
Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia atau yang lebih dikenal
sebagai Hastana Indonesia, cukup fokus dalam memberikan pembekalan dan juga
pelatihan terhadap puluhan anggotanya yang berasal dari 7 wilayah kepengurusan
di seluruh Indonesia, mengenai standarisasi pelayanan melalui beragam sudut
pandang. Dan dalam perhelatan Hastana Indonesian Congress (HIC) pertama yang
digelar perdana mulai 6 - 8 Desember 2022 kali ini, Dewan Pengurus Pusat (DPP)
Hastana pun kembali memberikan pembekalan terkait Trend Pernikahan di Indonesia
pada 2023 mendatang dalam sudut pandang seni yang menarik.
Dalam
talkshow berdurasi satu setengah jam yang dilangsungkan di Grand Ballroom
Pandawa RA Suite Hotel Simatupang pada 6 Desember kemarin, Hastana Indonesia
bersama dengan Artopologi.com dan juga Rumah Kampung by Fajar, mengulas
perkembangan atau tren yang tengah dan akan berlangsung di industri pernikahan
Indonesia, khususnya dari sisi seni. Hadir sebagai pemateri dalam forum diskusi
bertajuk Trend & Art Wedding kali ini, adalah Intan Wibisono selaku Founder
dari Artopologi.com dengan didampingi Nizar Muhammad selaku kurator
artwedding dan juga Mas Fajar selaku Founder dari Rumah Kampung Decorations.

Dalam pemaparannya terkait perkembangan sisi Seni dari industri pernikahan di Indonesia, Intan Wibisono pun memperkenalkan Artopologi.com sebagai suatu wadah bagi para seniman rupa di Indonesia untuk mendistribusikan dan juga memperkenalkan hasil karya mereka kepada para calon mempelai, sesama rekan vendor sekaligus ke seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya itu, masih dalam
kesempatan yang sama, Founder dari platform seni ini pun memberikan
penjelasan singkat terkait Certificate Of Authenticity (COA) yang terdaftar di
Blockchain sebagai salah satu bentuk perlindungan yang diberikan kepada para
seniman dan juga pelaku usaha atas karya-karya mereka yang telah di kurasi
dan siap digunakan dalam satu perhelatan pernikahan.
Dalam
kesempatan yang sama, Nizar Muhamad selaku kurator artwedding dari artopogi.com
pun memberikan penjelasan terkait proses terlahirnya sebuah seni bentuk sebagai
sarana pendukung terlaksananya pernikahan impian dari para calon mempelai di
Indonesia yang diaplikasikan dalam segi dekoratif dan visual nyata. Proses
dalam mewujudkan kisah dibalik perjuangan sepasang kekasih menuju meja
pelaminan yang harus diwujudkan oleh para seniman kawakan di Indonesia yang
telah terdaftar dalam platform artopologi.com pun menjadi salah satu tantangan
dan juga tanggung jawab para kurator artwedding yang paling utama, ujar sosok
pria asli Jawa Timur ini dalam kesempatan yang sama.
Pada talkshow yang dihadiri oleh puluhan anggota Hastana Indonesia kali ini pun, hadir Mas Fajar dari Rumah Kampung Decorations yang memberikan pemahaman atas definisi tren itu sendiri beserta pengaplikasiannya dalam industri pernikahan di Indonesia, khususnya dalam segi visual dan dekoratif. Memahami bahwa tren akan terus berkembang dan maju, dalam kesempatan yang sama, Mas Fajar pun menjelaskan bahwa sebagai pelaku usaha dalam industri pernikahan, memahami penentuan tema, pemilihan warna, hingga pendistribusian nilai seni kedalam segi visual dan dekorasi pada acara pernikahan dari para calon mempelai pun merupakan hal dasar yang harus dimiliki saat ini.

Tak
sampai disitu saja, Mas Fajar pun menekankan mengenai pentingnya nilai
diferensiasi atau Avant Garde yang harus dimiliki dari masing-masing seniman,
terlebih hal ini akan mempengaruhi banyak hal, seperti unsur keunikan,
penerapan teknologi yang tepat, hingga proses pengerjaannya nanti. Disela-sela materi yang dipaparkannya, Mas Fajar yang telah menggeluti industri
pernikahan selama 23 tahun lamanya ini pun memunculkan beragam contoh karya-karyanya yang ikonik ke hadapan para peserta talkshow, salah satunya adalah
karya seni dekoratifnya yang dihadirkan dalam WeddingMarket Fair 2022
berlangsung pada bulan Agustus 2022 lalu, dengan tema Enchanted Forest.
Talkshow
yang membahas perihal trend seni dalam industri pernikahan di Indonesia yang
diselenggarakan ditengah perhelatan HIC 2022 kali ini terbilang cukup sukses
memberikan pemahaman baru dan segar bagi para anggota Hastana Indonesia dan
juga para pelaku usaha di industri pernikahan, terlebih mengenai pentingnya
sisi seni dalam mewujudkan pernikahan impian para calon mempelai di Indonesia.
Nah,
kalau begitu, seni rupa dan warsa seperti apa nih yang akan kalian tuangkan
dalam pernikahan impian kalian, Dears?