Jika kita membedah album pernikahan orang tua atau kakek-nenek kita, kemungkinan besar kita akan menemukan pola warna yang seragam. Untuk adat Jawa (Solo/Yogya), dominasi warna hitam pada kain beludru dianggap sebagai simbol kebijaksanaan dan kelanggengan. Untuk adat Minang atau Palembang, warna merah cabai dan emas adalah harga mati yang menyimbolkan keberanian dan kemakmuran.
Filosofi itu indah, dan tradisi itu sakral. Namun, kita harus mengakui bahwa zaman telah berubah. Banyak calon pengantin modern, khususnya Gen-Z dan Milenial, yang merasa "terbebani" dengan palet warna tradisional yang cenderung gelap dan berat. Mereka menginginkan tampilan yang lebih ringan, lebih dreamy, dan tentu saja: lebih estetik saat diunggah ke Instagram. Pertanyaannya, apakah boleh menikah adat tanpa memakai warna pakem? Jawabannya: Sangat Boleh.
Selama tidak mengubah bentuk dasar busana (seperti potongan kebaya, paes, atau suntiang), permainan warna adalah area kreatif yang bebas kamu eksplorasi. Di tahun 2025 lalu, tren busana pengantin adat mengalami pergeseran besar menuju warna-warna yang lebih personal, lembut, namun tetap terlihat agung.
Simak 9 prediksi tren warna busana pengantin adat 2026 berikut ini yang akan membuat tamumu berdecak kagum karena kesegarannya.
1. Sage Green (Hijau Sage): Sang Primadona Baru

Jika ada satu warna yang merajai tren pernikahan dua tahun terakhir dan masih akan kuat di 2025, itu adalah Sage Green. Warna hijau keabu-abuan yang lembut ini adalah antitesis dari hijau botol (emerald) tua yang sering dipakai di adat Jawa jaman dulu.
Cocok Untuk: Adat Sunda Siger, Jawa Modifikasi, dan Melayu.
Vibe: Earth tone, menenangkan, menyatu dengan alam, dan sangat adem di mata.
Tips Styling: Padukan kebaya Sage Green penuh payet dengan kain batik bawahan yang memiliki unsur warna coklat tanah atau sogan. Untuk dekorasi, warna ini menyatu sempurna dengan tema Rustic atau Garden Party yang penuh kayu dan dedaunan. Wajahmu akan terlihat cerah namun tidak mencolok, memberikan aura "kalem" yang elegan.
2. Terracotta (Merah Bata): Hangat dan Artsy

Bagi kamu yang berdarah Sumatera (Minang/Batak) tapi bosan dengan merah cabai yang menyala, Terracotta adalah solusi jenius.
Cocok Untuk: Adat Minangkabau (Koto Gadang/Suntiang), Batak, dan Bali.
Vibe: Bohemian, hangat, artistik, dan berkarakter kuat.
Tips Styling: Warna ini adalah jembatan sempurna antara tradisi dan modernitas. Ia masih satu keluarga dengan merah (jadi orang tua biasanya masih setuju), tapi tone-nya lebih redup dan "mahal". Bayangkan Songket Palembang atau kain tenun dengan benang tembaga dipadukan dengan atasan Terracotta. Hasilnya adalah tampilan yang sangat fotogenik, terutama jika venue pernikahanmu berkonsep semi-outdoor saat matahari terbenam (golden hour).
3. Lilac & Dusty Purple (Ungu Muda): Romantisme Feminin

Dulu, warna ungu sering dihindari karena mitos kuno (warna janda). Sekarang? Warna ini justru menjadi simbol keanggunan aristokrat kaum muda.
Cocok Untuk: Adat Sunda, Betawi, dan Jawa Solo Putri.
Vibe: Whimsical, fairy-tale, manis, dan sangat feminin.
Tips Styling: Pilihlah tone ungu yang muda (Lilac) atau sedikit berdebu (Dusty Purple / Taro). Hindari ungu terong yang pekat jika ingin kesan modern. Kebaya Lilac dengan taburan payet perak akan membuat pengantin wanita terlihat seperti putri dongeng versi nusantara. Warna ini sangat cantik jika disandingkan dengan siger atau cunduk mentul berwarna perak (silver), bukan emas.
4. Champagne & Nude (Krem Keemasan): Definisi "Mahal"

Jika kamu ingin terlihat mewah tanpa harus "berteriak" dengan warna emas kuning (Yellow Gold) yang mentereng, beralihlah ke warna Champagne.
Cocok Untuk: Hampir semua adat (Jawa, Sunda, Palembang, Lampung).
Vibe: Old Money aesthetic, klasik, timeless, dan bersih.
Tips Styling: Warna ini sangat aman dan flawless. Ia meniru warna kulit (nude) namun dengan kilau kemewahan. Kelebihan utamanya adalah membuat detail payet dan tekstur kain terlihat sangat jelas. Busana adat warna Champagne tidak akan pernah terlihat kuno, bahkan saat dilihat 20 tahun lagi. Padukan dengan aksesori emas rose gold atau tembaga untuk tampilan yang monokromatik dan harmonis.
5. Ice Blue & Steel Blue (Biru Es): Kesejukan yang Futuristis

Indonesia adalah negara tropis yang panas. Memakai warna busana yang "dingin" secara visual akan memberikan kesegaran tersendiri bagi yang melihat.
Cocok Untuk: Adat Sunda Siger, Mandar, dan Bugis.
Vibe: Cool, segar, modern, dan memberikan efek kulit lebih cerah (terutama untuk undertone kulit cool).
Tips Styling: Lupakan biru elektrik atau biru benhur yang ngejreng. Tren 2025 mengarah pada Ice Blue (biru sangat muda nyaris putih) atau Steel Blue (biru keabu-abuan). Warna ini sangat menakjubkan jika dipadukan dengan aksesori perak. Bayangkan Baju Bodo modern dengan warna Ice Blue yang transparan dan berlapis—sangat ethereal!
6. Deep Emerald (Hijau Jamrud Gelap): Alternatif Hitam yang Lebih Hidup

Masih ingin terlihat kurus, jenjang, dan agung seperti memakai warna hitam, tapi tidak mau pakai hitam? Deep Emerald adalah jawabannya.
Cocok Untuk: Adat Jawa (Bahan Beludru/Velvet) dan Paes Ageng.
Vibe: Regal (kerajaan), misterius, agung, dan sangat mewah.
Tips Styling: Ini adalah warna favorit untuk bahan beludru (velvet). Di bawah sorotan lampu sorot pelaminan, warna hijau gelap ini akan memancarkan kilau yang tidak dimiliki warna hitam pekat. Ia memberikan kedalaman dimensi pada foto. Sangat cocok dipadukan dengan paes hitam pekat dan aksesori emas kuning. Kontrasnya juara!
7. Rose Gold & Dusty Pink: Bukan Sekadar "Pink Barbie"
Banyak pengantin pria menolak warna Pink karena takut terlihat kurang gagah. Namun, Rose Gold atau Dusty Pink adalah cerita berbeda.
Cocok Untuk: Adat Sunda dan Minang Modern.
Vibe: Romantis, hangat, namun tidak kekanak-kanakan.
Tips Styling: Warna ini memiliki unsur kecokelatan yang membuatnya netral dan masuk ke kulit pria sawo matang sekalipun. Untuk pengantin Minang, mengganti warna merah dengan Rose Gold pada busana Koto Gadang akan mengubah total look menjadi sangat lembut dan modern, tanpa menghilangkan kemegahan aksesoris kepala yang biasanya sudah ramai.
8. Navy Blue (Biru Dongker): Wibawa Maskulin

Jika Deep Emerald adalah alternatif hitam yang artistik, Navy Blue adalah alternatif hitam yang paling aman dan berwibawa.
Cocok Untuk: Adat Jawa (Beskap & Kebaya) dan Palembang.
Vibe: Formal, tegas, berwibawa, dan intelektual.
Tips Styling: Warna ini sangat disukai oleh pengantin pria (dan bapak-bapak pejabat). Beskap Jawa berwarna Navy Blue terlihat jauh lebih modern daripada hitam polos. Bagi pengantin wanita, kebaya Navy penuh payet perak akan membuatmu terlihat seperti langit malam yang bertabur bintang. Sangat glamour untuk resepsi malam hari (night reception).
9. Monochrome White (Serba Putih): Suci untuk Resepsi

Dulu, warna putih hanya dipakai saat Akad Nikah atau Pemberkatan. Saat resepsi, pengantin ganti baju warna-warni. Tren terbaru mematahkan aturan itu: Pakai putih dari awal sampai akhir.
Cocok Untuk: Semua adat.
Vibe: Suci, clean, angelic, dan minimalis modern.
Tips Styling: Agar tidak terlihat membosankan (atau terlihat seperti mau akad terus), mainkan tekstur. Gunakan kebaya dengan ekor panjang menjuntai, payet kristal yang padat, atau teknik drapery pada kain. Kunci dari busana putih resepsi adalah kemewahan materialnya. Putih di resepsi memberikan pernyataan bahwa cinta kalian murni dan tulus.
Tips Penting Memilih Warna: Jangan Asal Ikut Tren!

Sebelum kamu lari ke vendor dan memesan kebaya warna Sage Green, ada dua hal teknis yang wajib kamu perhatikan agar tidak menyesal:
1. Kenali Skin Undertone (Rona Kulit): Tidak semua warna cocok di semua kulit.
Jika urat nadimu berwarna biru (cool undertone), kamu akan sangat bersinar memakai warna ice blue, lilac, navy, atau emerald.
Jika urat nadimu berwarna hijau (warm undertone), kulit sawo matangmu akan terlihat eksotis dan glowing memakai warna terracotta, champagne, sage green, atau rose gold.
Salah pilih warna bisa membuat kulitmu terlihat kusam atau "tenggelam". Selalu lakukan fitting kain di bawah cahaya terang sebelum menjahit.
2. Sesuaikan dengan Lighting Venue: Warna baju berinteraksi dengan cahaya.
Jika acaramu Outdoor/Siang Hari: Pilih warna pastel (Sage, Lilac, Ice Blue, Champagne). Warna gelap akan menyerap panas dan terlihat "berat" di foto siang hari.
Jika acaramu Indoor/Ballroom Malam Hari: Pilih warna bold atau jewel tones (Navy, Emerald, Terracotta, Rose Gold). Warna pastel yang terlalu muda bisa terlihat "pucat" atau putih polos jika tersorot lampu spotlight kuning yang keras di gedung.
Adat Itu Dinamis, Bukan Kaku
Pernikahan adat adalah perayaan identitasmu. Identitas itu mencakup leluhurmu (lewat pakem ritual) dan dirimu sendiri di masa kini (lewat selera visual). Mengubah warna busana tidak akan mengurangi kesakralan Sungkeman atau Panggih. Justru, dengan memilih warna yang sesuai dengan kepribadianmu, kamu akan merasa lebih percaya diri. Dan percayalah, pengantin yang percaya diri akan memancarkan aura manglingi yang jauh lebih kuat daripada pengantin yang merasa tidak nyaman dengan bajunya.
Jadi, warna apa yang akan kamu pilih untuk hari bahagiamu? Apakah tim Sage Green yang kalem atau tim Terracotta yang berani? Masih bingung mencari desainer atau persewaan busana adat yang punya koleksi warna-warna kekinian ini? Jangan khawatir. Di WeddingMarket, kamu bisa menelusuri ratusan vendor busana adat—mulai dari desainer kebaya spesialis pastel hingga sanggar sewa songket modern. Cek selengkapnya di sini ya!
Cover | Attire: Asky Febrianti