Style dan Penggunaan Wedding Dress Jawa yang Anggun Nan Mempesona - Wedding Market

Style dan Penggunaan Wedding Dress Jawa yang Anggun Nan Mempesona

16 Jun 2021 | By WeddingMarket | Viewers: 605
Style dan Penggunaan Wedding Dress Jawa yang Anggun Nan Mempesona
Foto: BukaReview

Wedding dress Jawa memiliki ciri khas tersendiri dan dapat dibedakan dengan baju adat lainnya. Bahkan warna yang digunakan juga seringkali lebih berbeda dibandingkan dengan pengantin pada umumnya. Setiap orang Jawa pasti sudah sangat memahami letak keunikan dari pakaian pengantin tersebut. 

Umumnya orang akan memilih warna putih sebagai baju pernikahan. Meskipun pada adat Jawa juga bisa menggunakan warna tersebut namun salah satu warna yang sangat dianjurkan untuk dipilih ialah warna hitam. Warnanya bukan berarti identik dengan kematian ataupun pemakaman. Terdapat makna tersendiri dari warna gelap ini. 

Untuk tema yang lebih tradisional biasanya warna hitam ini akan dipilih baik untuk pakaian pengantin pria maupun wanita. Sedangkan jika ingin dibuat sedikit lebih modern maka adapula yang sering memilih warna putih terutama untuk acara akad nikah. Sebagai rekomendasinya baju pengantin Jawa berwarna hitam bisa kamu gunakan untuk acara resepsi. 

Style Wedding Dress Jawa Berwarna Hitam

Warna hitam dipilih karena memiliki makna sebagai simbol kebijaksanaan dan kesempurnaan. Seorang pengantin yang menggunakan baju pengantin seperti ini akan terlihat lebih menarik dan memancarkan keanggunan terutama pada seorang pengantin wanitanya. Dengan menggunakan wedding dress Jawa seperti ini diharapkan pernikahannya akan senantiasa dilimpahkan kebijaksanaan dan kesempurnaan. 

Style atau gaya yang dipilih sangat menarik jika warna hitam digunakan untuk pakaian pengantin dari adat Jawa. Terlebih biasanya warna hitam sering membuat kulit tampak lebih cerah dan membuat tubuh terlihat lebih kecil. Hal ini tentunya akan sangat menunjang penampilan saat menjadi seorang pengantin. 

Untuk menunjang penggunaan pakaian ini maka akan digunakan ornamen berwarna emas sebagai penghias di sekitar pakaian. Pakaian ini merupakan pakaian adat Jogja paes ageng kanigaran. Modelnya sangat tertutup dan bentuknya seperti kebaya pada umumnya. Meskipun terdapat warna lain yang bisa dipilih warna hitam lebih mengeluarkan aura yang sangat cantik. 

Kamu pasti bisa melihat perbedaan yang sangat jelas saat seorang pengantin Jawa menggunakan pakaian adat ini dengan warna hitam atau saat menggunakan warna lainnya. Wedding dress Jawa yang dinamakan Paes Jangan Menir yang juga berwarna hitam. Perbedaannya ialah pakaian adat ini tidak menggunakan Dodot yang berukuran panjang menjuntai ke bawah. 

Jika kamu ingin terlihat lebih modern maka penggunaan Paes Jangan Menir ini bisa dipilih karena lebih terlihat anggun dengan style menjuntai ke bawah. Pakaian ini pada dasarnya akan digunakan pada prosesi adat boyongan pengantin dari rumah pengantin wanita ke pengantin pria. 

Karena zaman semakin modern maka style seperti ini sering digunakan baik saat resepsi maupun rangkaian adat lainnya. Wedding dress Jawa seperti ini lebih terlihat menarik dan modern dan ciri khasnya akan ditonjolkan pada hiasan kepala serta riasan terutama pada pengantin wanita.

Bagaimana dengan Baju Solo Putri?


Foto: Liputan6

Nah, untuk daerah Jawa Timur biasanya akan mengenakan baju pengantin Solo Putri dengan riasan rambut yang lebih megah. Pada kebaya yang digunakan memiliki ciri khas dengan karakter yang hampir mirip dengan baju Jogja Kanigaran. Perbedaannya terletak pada riasan wajah dan rambut yang biasanya menggunakan Sanggul Bokor Mengkurep dengan melati Tibo Dodo. 

Untuk membuat style yang menjadi lebih menarik maka penggunaan warnanya juga disarankan memilih gaun pengantin warna hitam. Penampilanmu akan terlihat lebih bijaksana ditambah dengan riasan yang sepadan dengan dress ini. Untuk jenis riasannya bisa menyesuaikan apakah ingin menggunakan riasan yang soft ataupun tebal. 

Umumnya untuk pengantin Jawa akan menggunakan riasan yang lebih tebal dengan lipstik berwarna terang. Namun untuk mempercantik style dari penggunaan wedding dress Jawa Solo Putri maka kamu juga bisa menggunakan riasan yang lebih soft atau natural. Akan tetapi syaratnya kamu harus memilih penata rias yang handal agar hasilnya tetap menarik. 

Selama ini model riasan yang dipilih biasanya memang lebih banyak menggunakan riasan yang tebal karena untuk mengikuti style pakaian yang cukup mencolok. Namun untuk membuatnya lebih kekinian dan mengikuti perkembangan zaman maka riasan lain juga bisa dipilih dan tetap tidak mengurangi keanggunan dari style yang dipilih. 

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan baju pengantin Solo Keprabon yang berarti pakaian Solo yang digunakan para prabu. Baju ini miliki model yang lebih tertutup dibandingkan jenis lainnya. Pengantin akan menggunakan Dodot kemudian ditambah kebaya penutup berwarna hitam. Selain itu, pengantin juga akan menggunakan hiasan melati dan cunduk mentul. 

Cunduk Mentul ini juga sangat berbeda dibandingkan baju pengantin adat Jawa dari Solo lainnya. Jika kamu ingin style atau model yang lebih Anggun dan tertutup maka apaan baju adat seperti ini sangat disarankan. Sementara riasannya juga bisa menyesuaikan dan mengikuti style dari pakaian yang digunakan. 

Pengantin Berhijab Tetap Bisa Tampil Cantik!

Jika kamu merupakan calon pengantin yang berhijab maka kamu tetap bisa menggunakan baju adat Jawa. Kreasi hijab tetap bisa diaplikasikan dengan wedding dress Jawa sebab beberapa diantaranya juga memiliki style yang lebih tertutup. salah satu contohnya adalah kamu bisa menggunakan kebaya kutubaru yang panjang atau menggunakan kebaya dengan ekor panjang. 

Penggunaan hijab tetap tidak menghalangi style atau model dari pakaian adat Jawa yang digunakan. Makeup atau riasan wajah pun tetap bisa menyesuaikan sebagaimana mengenakan pakaian adat tanpa hijab. Untuk bagian leher akan dibuat tertutup menggunakan kain hijab yang yang tidak menerawang namun tidak panas. 

Pada bagian kepala akan menggunakan hiasan melati dan paes seperti pada umumnya. Namun sebelum memasangnya maka akan di gunakan penutup kepala dan hijab yang cukup simple sehingga tetap membuat hiasan kepalanya terlihat jelas. Kamu bisa tampil lebih tertutup dan anggun menggunakan hijab namun tetap mengedepankan hiasan adat Jawa. 

Untuk style hijab dalam penggunaan wedding dress Jawa ini bisa disesuaikan apakah ingin dibuat menutup dada ataupun tidak. Para penata rias tentu akan memahami hal tersebut sesuai dengan keinginan calon pengantin. Penggunaan mahkota dan hiasan melati tetap bisa dipilih untuk penggunaan hijab meskipun menutup dada. 

Selanjutnya untuk penggunaan makeup juga akan di sesuaikan dengan penggunaan style hijab tersebut. Agar terlihat lebih menarik lagi penggunaan warna putih bisa dipilih untuk akad nikah dengan balutan hijab sementara warna lain seperti hitam tadi bisa digunakan pada acara resepsi tetap dengan menggunakan hijab. 

Style baju pengantin adat Jawa pada dasarnya harus disesuaikan dengan daerah asalnya. Masing-masing daerah memiliki ciri khas dan cara penggunaan yang berbeda-beda. Seiring Dengan berkembangnya zaman maka style-nya bisa disesuaikan sehingga terlihat lebih modern dan tidak membosankan. 

Penggunaan aksesoris lain seperti cincin ataupun sepatu akan disesuaikan dengan warna pakaian serta tinggi tubuh dari calon pengantin. Wedding dress Jawa yang akan kamu kenakan perlu dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dan aksesoris yang menarik. Tidak lupa style-nya harus disesuaikan dengan sangat baik agar kamu bisa tampil lebih menawan. 

Mencari Gaun Pengantin Adat dan Modern yang Stylish?

Silahkan Klik Disini


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket
Hubungi Kami!
Chat Us