Pilih Kategori Artikel

Acara Lamaran: Siapa Saja yang Perlu Diundang dan Bagaimana Cara Mengundangnya?
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Meskipun tidak sebesar acara akad dan resepsi, lamaran pernikahan juga menjadi sebuah acara penting bagi para pasangan. Momen ini adalah momen sakral yang menunjukkan bahwa pihak laki-laki memiliki niat baik untuk lebih serius ke jenjang selanjutnya. Makanya, biasanya mereka akan datang dan pihak perempuanlah yang akan menjadi tuan rumah. Pihak laki-laki akan membawa keluarga, sementara pihak perempuan akan mengundang beberapa orang untuk menyaksikan acara.

Berbeda dengan pernikahan yang mengundang banyak orang, lamaran pernikahan biasanya hanya melibatkan orang-orang tertentu saja. Jika masih  bingung tentang siapa yang harus diundang, berikut ini adalah beberapa di antaranya dan cara tepat untuk mengundang mereka. Simak sampai habis, ya!

Pihak yang diundang

wm_article_img
Fotografi: Imagenic

Ada beberapa pihak yang diundang, termasuk keluarga hingga kerabat lainnya. Undangan ini bisa juga disesuaikan dengan konsep acara lamaran. Berikut ini beberapa yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Keluarga inti dari kedua belah pihak

Keluarga inti yang terdiri dari orang tua kandung, orang tua sambung jika ada, serta wali yang sah merupakan pihak paling utama dan tidak boleh ditinggalkan dalam acara lamaran. Kehadiran mereka akan menjadi simbol restu, persetujuan, dan keterlibatan penuh keluarga dalam rencana pernikahan. Dalam banyak budaya di Indonesia, lamaran adalah momen resmi pertama di mana dua keluarga bertemu sebagai calon besan sehingga orang tua biasanya menjadi tokoh utama dalam prosesi, mulai dari penyampaian maksud lamaran, penerimaan lamaran, hingga doa bersama. Peran keluarga sangat sentral, jadi jumlah keluarga inti biasanya dibuat terbatas agar suasana lebih khidmat dan fokus pada makna acara.

2. Keluarga besar terdekat

Keluarga besar seperti kakek-nenek, paman, bibi, atau saudara sepupu dekat bisa diundang jika hubungan kekeluargaan sangat erat atau memiliki posisi penting dalam keluarga. Kehadiran mereka dianggap sebagai bentuk menghormati, khususnya kepada anggota keluarga yang dituakan atau memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan keluarga. 

Namun, undangan untuk keluarga besar biasanya bersifat selektif karena terlalu banyak tamu bisa mengubah suasana lamaran yang seharusnya intim menjadi seperti resepsi kecil. Oleh karena itu, keluarga besar yang diundang biasanya hanya yang benar-benar dekat secara emosional, adat, atau silsilah keluarga.

3. Perwakilan keluarga atau sesepuh adat

Dalam keluarga yang masih memegang adat kuat, biasanya ada satu atau dua orang yang ditunjuk sebagai perwakilan keluarga atau sesepuh adat. Mereka bisa berupa paman tertua, tokoh keluarga, atau orang yang dianggap paling memahami tata cara adat. Peran mereka sangat penting dalam menyampaikan maksud lamaran secara formal dan berbahasa adat, sekaligus menjadi penengah atau penegas kesepakatan antara kedua keluarga. Kehadiran sesepuh adat memberi bobot sakral dan sentuhan budaya pada acara lamaran sehingga keputusan yang diambil dianggap sah dan dihormati oleh seluruh keluarga besar.

4. Saudara kandung calon pengantin

wm_article_img
Fotografi: Azhar Baizan

Saudara kandung, baik kakak maupun adik umumnya diundang karena mereka adalah bagian dari lingkaran terdekat calon pengantin. Mereka akan hadir sebagai pendamping dan juga saksi emosional dari proses menuju pernikahan. Dalam beberapa keluarga, saudara kandung juga berperan aktif, misalnya membantu persiapan acara, mendampingi saat prosesi, atau sekadar memberi dukungan moral. Mengundang saudara kandung juga membantu menciptakan suasana hangat dan kekeluargaan tanpa mengurangi kesan sakral dari acara lamaran itu sendiri.

5. Tokoh agama jika diperlukan

Beberapa keluarga memilih mengundang tokoh agama, ustaz, pendeta, atau pembimbing rohani untuk memimpin doa atau memberikan nasihat singkat. Kehadiran tokoh agama ini akan menambah dimensi spiritual pada acara lamaran, menegaskan bahwa hubungan yang akan dijalani juga bernilai ibadah dan tanggung jawab moral. Biasanya tokoh agama yang diundang adalah sosok yang memang dekat dengan keluarga sehingga suasana tetap terasa personal dan tidak terlalu formal. Kehadiran mereka bersifat opsional, tergantung kebiasaan keluarga dan konsep acara.

6. Sahabat sangat dekat

Dalam konsep lamaran modern, beberapa pasangan memilih mengundang sahabat dekat yang sudah seperti keluarga sendiri. Sahabat yang diundang biasanya sangat terbatas jumlahnya dan benar-benar mengetahui perjalanan hubungan pasangan. Kehadiran mereka berfungsi untuk memberikan dukungan emosional dan sebagai saksi, bukan sebagai tamu utama dalam prosesi. Meski demikian, mengundang sahabat perlu dipertimbangkan dengan matang agar tidak menggeser fokus acara dari pertemuan dua keluarga menjadi acara sosial biasa.

7. Pihak pendukung acara

Meski bukan tamu undangan, fotografer, videografer, atau MC juga akan hadir dalam acara lamaran. Mereka perlu dipertimbangkan sejak awal karena keberadaan orang luar bisa memengaruhi suasana. Biasanya, keluarga akan memberi batasan agar dokumentasi dilakukan secara sopan, tidak mengganggu prosesi, dan tetap menghormati momen demi momen. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengabadikan momen penting, bukan untuk meramaikan acara.

Cara mengundang

wm_article_img
Fotografi: State Photography

Jika biasanya orang menggunakan undangan resmi, baik cetak maupun online, untuk undangan acara resepsi pernikahan, kamu bisa mengundang dengan cara yang berbeda untuk acara lamaran. Berikut ini adalah panduan yang bisa kamu terapkan.

1. Melalui orang tua atau perwakilan keluarga

Cara paling etis dan lazim untuk mengundang pihak keluarga dalam acara lamaran adalah melalui orang tua atau perwakilan keluarga, bukan langsung oleh calon pengantin. Hal ini penting karena lamaran pada dasarnya adalah urusan keluarga ke keluarga, bukan sekadar acara personal dua individu. Ketika undangan disampaikan oleh orang tua, pesan yang diterima menjadi lebih formal dan menunjukkan keseriusan niat. Selain itu, cara ini juga mencegah kesan bahwa calon pengantin “melangkahi” orang tua atau terlalu mengambil alih peran keluarga, terutama di lingkungan yang masih memegang nilai adat dan hierarki keluarga dengan kuat.

2. Menggunakan undangan lisan secara personal

Untuk keluarga inti dan sesepuh adat, undangan paling tepat adalah undangan lisan yang disampaikan secara langsung atau melalui telepon dengan bahasa yang sopan dan penuh rasa menghormati. Undangan lisan memberi ruang untuk menjelaskan maksud acara, konsep lamaran, serta peran yang diharapkan dari tamu yang diundang. Cara ini juga memungkinkan adanya dialog dua arah, misalnya jika pihak yang diundang ingin menanyakan detail acara atau memberikan masukan. Dalam konteks budaya Indonesia, undangan lisan dianggap lebih hangat, lebih menghargai hubungan kekeluargaan, dan lebih sesuai untuk acara yang bersifat sakral seperti lamaran.

3. Menggunakan perantara keluarga untuk orang yang dihormati

wm_article_img
Fotografi: Imagenic

Jika yang diundang adalah kerabat yang lebih tua, tokoh keluarga, atau orang yang sangat dihormati, sebaiknya undangan disampaikan melalui perantara yang memiliki hubungan dekat dengan mereka. Perantara ini bisa berupa paman, bibi, atau sesepuh keluarga yang sudah akrab dan dianggap pantas untuk menyampaikan maksud undangan. Cara ini menunjukkan tata krama karena tidak semua orang merasa nyaman diundang secara langsung oleh pihak yang lebih muda. Selain itu, perantara juga dapat membantu menjelaskan konteks lamaran secara lebih halus dan sesuai dengan norma keluarga.

4. Menggunakan undangan tertulis sederhana untuk kerabat tertentu

Meski lamaran umumnya tidak menggunakan undangan formal seperti resepsi, undangan tertulis sederhana tetap bisa digunakan jika jumlah tamu agak banyak atau jarak lokasi cukup jauh. Undangan ini bisa berupa kartu kecil, pesan WhatsApp yang ditulis dengan bahasa formal, atau undangan digital sederhana tanpa desain berlebihan. Isi undangan sebaiknya menekankan bahwa acara bersifat keluarga dan terbatas agar tidak menimbulkan ekspektasi seperti resepsi besar. Undangan tertulis juga membantu menghindari kesalahpahaman soal waktu, tempat, dan konsep acara.

5. Menyesuaikan bahasa yang digunakan

Bahasa yang digunakan saat mengundang sangat menentukan kesan yang diterima. Untuk orang tua dan sesepuh, gunakan bahasa yang sangat sopan, cenderung formal, dan menghormati. Untuk saudara kandung atau sepupu dekat, bahasa bisa sedikit lebih santai tapi tetap menjaga kesopanan. Penyesuaian bahasa ini penting agar undangan terasa tulus dan tidak kaku, sekaligus tidak terkesan meremehkan. Kesalahan memilih bahasa bisa menimbulkan rasa tidak dihargai, khususnya dalam acara yang sarat makna seperti lamaran.

6. Menjelaskan konsep acara secara jujur

Saat mengundang, penting untuk menjelaskan konsep acara secara jujur dan jelas, apakah lamaran akan berlangsung sederhana di rumah, semiformal di restoran, atau mengikuti adat tertentu. Penjelasan ini membantu tamu menyesuaikan diri, mulai dari busana yang dikenakan hingga sikap selama acara. Kamu juga akan menghindari kesalahpahaman seperti tamu datang dengan persiapan berlebihan atau justru merasa kurang pantas karena salah membaca konsep acara.

7. Membatasi jumlah undangan dengan alasan sopan dan halus

wm_article_img
Foto via Kamanda Decoration

Jika ada keluarga atau kenalan yang tidak diundang, sebaiknya gunakan cara penyampaian yang sopan jika hal tersebut menjadi pembicaraan. Biasanya orang tua akan menjelaskan bahwa acara lamaran dibuat terbatas demi menjaga kekhidmatan dan kenyamanan keluarga inti. Alasan seperti “acara keluarga saja” atau “masih pertemuan awal keluarga” umumnya bisa diterima dengan baik. Pembatasan ini sebaiknya dikomunikasikan secara konsisten agar tidak menimbulkan kecemburuan atau rasa tidak enak di kemudian hari.

8. Melakukan konfirmasi ulang secara halus

Beberapa hari sebelum acara, lakukan konfirmasi ulang kepada tamu yang diundang, terutama keluarga inti dan sesepuh. Konfirmasi ini sebaiknya dilakukan dengan cara yang halus, misalnya melalui pesan singkat atau telepon secara sopan dari orang tua atau perwakilan keluarga. Selain memastikan kehadiran, konfirmasi juga menjadi bentuk perhatian dan penghargaan, sekaligus kesempatan terakhir untuk mengingatkan detail acara seperti waktu dan lokasi.

9. Menghindari publikasi berlebihan di media sosial sebelum acara

Meskipun tidak secara langsung terkait dengan undangan, cara mengundang juga berkaitan dengan bagaimana acara diumumkan. Sebaiknya hindari mengunggah informasi lamaran secara luas di media sosial sebelum acara berlangsung karena hal ini bisa menimbulkan perasaan tersinggung pada pihak yang tidak diundang. Menjaga privasi acara menunjukkan kedewasaan dan rasa hormat terhadap keluarga, serta menegaskan bahwa lamaran adalah momen sakral yang bersifat internal.

Acara lamaran adalah sebuah prosesi sakral yang menjadi bagian dari rangkaian acara pernikahan. Kamu perlu mengundang orang yang tepat untuk datang ke acara ini agar ada yang menyaksikan momen mengharukanmu, tapi juga tidak dalam jumlah yang berlebihan.

Jika kamu sedang mencari vendor lamaran pernikahan yang akan membantumu menggelar acara lamaran, kamu bisa mengecek daftarnya di sini.


Cover | Fotografi: Imagenic

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...