Bunga untuk dekorasi pernikahan? Sudah pasti ada. Greenery? Ini juga. Namun, pernahkan kamu memikirkan untuk mendekorasi venue pernikahanmu dengan buah-buahan? Ya, bukan hanya sebagai pelengkap menu catering pernikahan, buah ternyata juga bisa menjadi ornamen cantik yang memberikan kesan tropical dan menambahkan warna ke dalam dekorasi pernikahan.
Ada berbagai cara untuk mengaplikasikannya, mulai dari ceiling accent hingga jadi centerpiece yang akan mencuri perhatian para tamu. Tak hanya itu, buah-buahan juga bisa dimakan setelah acara selesai sehingga tidak akan terbuang begitu saja. Namun, tentu ada berbagai hal yang harus dilakukan agar buah tidak mudah busuk dan mendatangkan lalat dan serangga lainnya.
Jika penasaran dengan ‘aksen dekorasi’ pernikahan unik yang satu ini, simak penjelasan selengkapnya berikut ini, yuk!
Ide penggunaan buah sebagai dekorasi

Bunga mungkin akan lebih mudah dirangkai sebagai dekorasi, tapi buah memerlukan trik tersendiri. Aksen ini tidak bisa diletakkan sembarangan. Berikut ini adalah jenis buah dan ide penggunaannya.
1. Jeruk sebagai centerpiece dan ceiling accent
Jeruk merupakan buah yang sangat populer untuk dekorasi pernikahan karena warnanya yang cerah, segar, dan mudah dipadukan dengan bunga maupun elemen alami lain. Untuk centerpiece meja tamu, jeruk bisa disusun dalam mangkuk keramik, tray kayu, atau vas kaca transparan lalu dipadukan dengan dedaunan hijau seperti eucalyptus atau olive leaf.
Potongan jeruk kering juga bisa ditempelkan pada lilin silinder atau diselipkan di antara rangkaian bunga untuk memberi aroma alami yang lembut. Sementara itu, jeruk yang masih sepohonnya atau masih bertangkai bisa diaplikasikan sebagai dekorasi ceiling dengan konsep hanging installation. Pohon jeruk kecil ini bisa digantung terbalik atau diletakkan dalam pot tinggi di area tengah ruangan untuk menciptakan kesan kebun Mediterania atau Italian wedding. Dekorasi ini sangat cocok untuk pernikahan outdoor, garden party, atau venue yang memiliki langit-langit tinggi.
2. Anggur sebagai table runner dan backdrop

Anggur memberikan kesan klasik, mewah, dan sedikit rustic sehingga sering digunakan dalam konsep European, Tuscany, atau wine themed wedding. Buah ini bisa diaplikasikan sebagai table runner alami, di mana untaian anggur diletakkan memanjang di tengah meja panjang atau long table dan dipadukan dengan bunga putih, lilin taper, serta linen berwarna netral. Untuk backdrop atau dekorasi area pelaminan, anggur bisa digantung bersama dedaunan merambat untuk menciptakan efek natural, seolah tumbuh langsung dari struktur dekorasi. Selain visualnya menarik, anggur juga memberi kesan hangat dan intim, sangat cocok untuk intimate wedding atau private dinner reception.
3. Apel dan pir dekorasi meja dan signage
Apel dan pir memiliki bentuk yang menarik dan warna yang lembut sehingga ideal untuk digunakan sebagai aksen dekorasi yang tidak terlalu ramai. Buah ini bisa diletakkan di antara rangkaian bunga sebagai pemecah visual di meja tamu. Selain itu, buah ini juga menarik untuk area signage, seperti welcome sign atau seating chart.
Apel atau pir dapat ditempatkan di sekitar papan kayu, crate vintage, atau rak besi untuk memperkuat kesan alami dan homey. Warna hijau, merah, atau kuning dari buah ini membantu menambah dimensi visual tanpa perlu dekorasi tambahan yang berlebihan. Apel dan pir akan cocok untuk konsep rustic, autumn wedding, atau countryside theme.
4. Pomegranate untuk aksen artistik
Pomegranate alias delima sering diasosiasikan dengan kemakmuran, cinta, dan kesuburan sehingga sangat bermakna untuk dekorasi pernikahan. Buah ini bisa diaplikasikan sebagai aksen artistik di meja VIP, meja keluarga, atau pelaminan. Delima bisa diletakkan secara utuh untuk tampilan yang elegan. Buah ini juga bisa dibelah sedikit untuk memperlihatkan bijinya yang merah berkilau, memberikan efek dramatis dan mewah.
Buah ini sangat cocok untuk konsep pernikahan yang terinspirasi budaya Timur Tengah, Mediterranean, atau fine art wedding. Untuk membuatnya semakin menonjol, kamu bisa memadukannya dengan bunga berwarna deep red, maroon, dan gold accent.
5. Nanas untuk statement decor dan area foto

Nanas sering digunakan sebagai simbol keramahan dan kemakmuran, serta memiliki bentuk yang unik dan mudah dikenali. Dalam dekorasi pernikahan, nanas biasanya diaplikasikan sebagai statement decor di area tertentu, seperti photobooth, bar area, atau pintu masuk venue.
Nanas bisa disusun bertingkat, dicat dengan warna emas atau putih untuk tampilan lebih modern, atau dibiarkan natural untuk konsep tropical wedding. Buah ini juga akan terlihat menarik jika digantung bersama dedaunan tropis sebagai instalasi vertikal. Buah nanas sangat cocok untuk beach wedding, destination wedding, atau pesta pernikahan bernuansa tropis yang ceria.
6. Fig dan berry untuk detail meja yang intim
Fig, blueberry, raspberry, dan blackberry sering digunakan sebagai detail kecil yang membuat tampilan meja lebih ramai. Buah ini biasanya digunakan pada table setting intimate, seperti meja akad, meja makan pengantin, atau dessert table. Buah-buah ini bisa diletakkan di sekitar piring, di atas napkin, atau di antara rangkaian bunga rendah sebagai aksen visual. Buah fig yang dibelah akan memperlihatkan tekstur dalamnya yang unik, sementara berry menambah sentuhan warna yang halus dan romantis. Dekorasi ini sangat cocok untuk fine dining wedding, intimate reception, atau konsep editorial-style wedding.
7. Kelapa dan buah tropis lokal untuk konsep etnik dan pantai
Untuk pernikahan dengan nuansa lokal atau pantai, kelapa, pisang, pepaya, dan buah tropis lainnya bisa menjadi elemen dekorasi yang kuat. Kelapa bisa digunakan sebagai elemen dekoratif di pelaminan atau pintu masuk, sementara tandan pisang dan buah besar lainnya cocok sebagai dekorasi sudut ruangan atau aisle. Buah-buahan ini bisa dipadukan dengan daun palem, janur, dan bunga lokal untuk menciptakan suasana hangat dan autentik. Selain estetis, penggunaan buah lokal juga memberi kesan sustainable dan relevan dengan budaya setempat.
8. Buah kering untuk hanging decoration

Lemon dan lime yang dikeringkan akan sangat ideal untuk dekorasi pernikahan karena tampilannya yang estetik sekaligus lebih awet dibanding buah segar. Buah ini bisa digunakan sebagai ornamen gantung di area ceiling, backdrop akad, atau photobooth, biasanya dirangkai bersama tali rami, benang transparan, atau kawat tipis agar terlihat melayang.
Selain itu, irisan buah kering juga sering digunakan sebagai detail pada candle holder, frame signage, atau centerpiece minimalis. Warna kuning dan hijau yang lembut memberi kesan fresh, natural, dan Mediterranean, cocok untuk garden wedding, rustic wedding, hingga intimate outdoor reception.
9. Pumpkin mini untuk memperkuat tema pernikahan
Labu mini sangat populer untuk dekorasi pernikahan dengan konsep autumn, rustic, atau countryside. Ukurannya yang kecil membuatnya mudah disusun sebagai centerpiece meja, dekorasi aisle, atau hiasan di sekitar pelaminan. Labu bisa dibiarkan natural atau dicat dengan warna netral seperti putih, krem, atau gold matte untuk tampilan lebih elegan. Untuk membuatnya lebih menarik, padukan dengan bunga kering, dedaunan gugur, dan lilin supaya menciptakan suasana hangat dan romantis yang khas ala musim gugur di luar negeri.
10. Pisang untuk dekorasi tradisional
Pisang, terutama yang masih dalam bentuk tandan biasanya digunakan untuk dekorasi pernikahan tradisional karena melambangkan kesuburan dan keberlanjutan hidup. Buah ini bisa sebagai dekorasi pintu masuk, area pelaminan, atau sudut venue yang ingin diberi sentuhan budaya lokal. Pisang kecil juga bisa digunakan sebagai elemen dekoratif di meja prasmanan atau area adat. Kamu bisa memadukannya dengan janur, bunga melati, dan elemen kayu untuk memberi kesan hangat, sakral, dan sangat cocok dengan tradisi Indonesia.
Tips agar buah tidak mengundang hewan

Berbagai jenis serangga bisa menjadi ‘tamu tak diundang’ di pernikahanmu karena buah-buahan yang dipasang sebagai dekorasi. Oleh sebab itu, kamu harus memastikan mereka tidak ada dengan beberapa tips berikut ini.
1. Pilih buah dengan tingkat kematangan yang tepat
Gunakan buah yang belum terlalu matang agar aromanya tidak terlalu manis dan menyengat. Buah yang terlalu matang lebih cepat mengeluarkan cairan dan gula alami yang akan mengundang lalat, semut, bahkan lebah. Untuk dekorasi, prioritas utama adalah visual, bukan rasa sehingga buah yang masih keras dan segar justru lebih ideal. Hindari buah yang sudah ada memar atau retakan kecil karena hal ini juga mempercepat fermentasi dan menarik serangga.
2. Usahakan menggunakan buah utuh, bukan potongan

Buah utuh jauh lebih aman dibanding buah yang dipotong atau dibelah. Jika ingin menampilkan tekstur bagian dalam seperti fig atau delima, lakukan secara parsial dan minim, lalu tempatkan di area indoor ber-AC atau area yang jauh dari jalur tamu. Potongan buah sebaiknya tidak diletakkan terlalu lama dan hanya digunakan di area tertentu seperti meja akad atau meja VIP yang terkontrol.
3. Lapisi dengan coating food grade
Banyak vendor dekorasi yang menggunakan food grade wax atau edible coating yang sering dipakai di industri buah impor untuk membuat permukaan buah lebih mengilap sekaligus mengurangi aroma manis yang keluar. Alternatif rumahan yang lebih sederhana adalah mengoles tipis air jeruk nipis atau lemon pada permukaan buah lalu dikeringkan. Cara ini akan membantu menekan aroma manis dan memperlambat oksidasi tanpa merusak tampilan.
4. Kombinasikan dengan aroma penolak serangga
Aroma tertentu secara alami tidak disukai lalat dan serangga. Letakkan buah berdampingan dengan daun eucalyptus, rosemary, lavender, daun salam, atau citrus leaf. Selain membantu mengusir serangga, elemen ini juga memperkaya tampilan dekorasi. Teknik ini sangat efektif untuk centerpiece dan table runner karena terlihat natural dan tidak seperti alat pengusir serangga.
5. Gunakan lilin

Lilin biasanya digunakan sebagai elemen estetika, tetapi benda ini juga bisa membantu menghalau serangga, lo. Lilin dengan aroma citronella, lemon, atau herbal ringan bisa ditempatkan dekat dekorasi buah, seperti di meja tamu dan area outdoor. Api dan aroma dari lilin membantu menciptakan zona yang tidak disukai lalat sambil tetap menjadi bagian dari konsep dekorasi.
6. Manfaatkan ketinggian
Buah yang ditempatkan lebih tinggi dari permukaan meja, seperti hanging installation di ceiling atau rak tinggi, jauh lebih aman dari lalat dan hewan kecil. Serangga cenderung berkumpul di area rendah dan lembap. Teknik ini sangat efektif untuk penggunaan jeruk bertangkai, lemon, atau apel kecil yang digantung sebagai elemen dekorasi.
7. Timing pemasangan yang tepat
Dekorasi buah sebaiknya dipasang mendekati waktu acara, bukan terlalu pagi jika acara siang atau sore. Semakin lama buah terpapar udara, panas, dan kelembapan, semakin besar risiko mengundang lalat. Idealnya, pemasangan dilakukan 2 hingga 4 jam sebelum acara dimulai, terutama untuk venue outdoor.
8. Kebersihan adalah kunci

Pastikan area venue bersih dari sisa makanan, minuman tumpah, atau sampah terbuka sebelum dan selama acara. Lalat bukan hanya datang karena buah, tetapi karena lingkungan yang mendukung. Koordinasi dengan tim venue dan catering sangat penting agar dekorasi buah tetap terlihat cantik dan aman sampai acara selesai.
Menjadikan venue pernikahanmu kebun buah-buahan yang cantik akan meninggalkan kesan bagi para tamu. Pasalnya, pernikahanmu akan tampak berbeda dan unik. Kamu juga bisa membiarkan mereka untuk mengambil buah-buahan tersebut setelah acara selesai sehingga tidak ada yang terbuang.
Untuk bisa mengaplikasikannya dengan tepat, jangan lupa gandeng vendor dekorasi pernikahan yang mengerti apa maumu. Daftar vendor dekorasi yang terpercaya bisa kamu cek di sini.
Cover | Foto via Silverdust Decor