Mengadakan acara resepsi dengan venue pernikahan di taman ibarat mendapatkan kanvas kosong. Kamu hanya perlu untuk memaksimalkannya saja. Ada berbagai elemen yang bisa kamu manfaatkan untuk spot tertentu, ada juga hiasan alami yang membuatmu tak perlu menambahkan banyak dekorasi. Bahkan, pencahayaan yang mengintip dari balik pepohonan juga akan membantumu dalam menyusun pernikahan yang menawan.
Supaya venue pernikahan taman tidak hanya ruang hijau semata, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk memaksimalkannya. Jika kamu ingin menikah di venue sejenis, yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
1. Menggunakan area danau sebagai focal point acara
Jika venue memiliki danau, jadikan danau sebagai pusat visual pernikahan alih-alih sekadar latar belakang. Area tepi danau sangat cocok dijadikan lokasi akad atau pemberkatan karena air yang ada akan memberi kesan tenang, reflektif, dan romantis. Posisi pelaminan atau altar bisa dihadapkan langsung ke danau agar tamu merasakan suasana terbuka dan lapang. Tambahkan dekorasi ringan seperti rangka kayu, kain tipis yang dibiarkan bergerak tertiup angin, dan rangkaian bunga yang natural agar tidak menutupi keindahan danau itu sendiri.
Jika acara digelar pada malam hari, danau bisa diperkuat dengan floating candle, lampu gantung di pohon sekitar, atau lampu temaram di permukaan air sehingga refleksi cahaya bisa menciptakan suasana yang magis. Dengan begitu, keberadaan danau bisa benar-benar menjadi bagian dari pengalaman visual bagi para tamu.
2. Memilih konsep picnic wedding yang nyaman dan estetik
Picnic wedding cocok dengan venue pernikahan taman karena memanfaatkan rumput sebagai area duduk santai. Konsep ini bisa dibuat dengan menyusun tikar anyaman, karpet tipis, atau matras berlapis kain netral agar tetap terlihat rapi. Meja rendah (low table) bisa diatur berkelompok agar tamu bisa makan sambil duduk lesehan dengan santai, menciptakan suasana akrab dan tidak kaku. Tambahkan bantal duduk, vas bunga kecil, dan taplak linen untuk tetap memberikan kesan acara pernikahan, bukan seperti piknik biasa.
Picnic wedding juga cocok dipadukan dengan menu ringan seperti finger food, grazing table, atau dessert bar agar tamu tidak kerepotan membawa piring besar. Dengan cara ini, taman akan terasa lebih hidup sebagai ruang interaksi antar tamu.
3. Memanfaatkan jalur taman sebagai aisle atau walking path pengantin
Banyak taman yang memiliki jalan setapak, jembatan kecil, atau jalur berbatu yang sering diabaikan. Padahal, bagian ini bisa diubah menjadi aisle atau jalur masuk pengantin yang dramatis. Jalur ini juga bisa dipercantik dengan taburan kelopak bunga, lentera kecil, atau tanaman pot di kanan dan kirinya.
Jika jalur berada di bawah pepohonan, manfaatkan cabang pohon untuk menggantung lampu bohlam atau pita kain. Dengan begitu, perjalanan pengantin menuju altar terasa seperti perjalanan simbolis yang lebih dari sekadar berjalan dari satu titik ke titik lain. Cara ini juga membantu mengarahkan fokus para tamu secara natural tanpa perlu banyak pembatas fisik.
4. Menyiasati area rumput agar nyaman untuk tamu
Rumput memang indah, tapi bisa menjadi tantangan bagi tamu yang mengenakan sepatu hak tinggi. Elemen ini juga menyebabkan kursi goyang atau meja tidak stabil. Solusinya adalah membuat jalur khusus dari papan kayu, karpet outdoor, atau paving sementara untuk area utama seperti aisle, pelaminan, dan buffet.
Area duduk bisa diberi alas tambahan agar kursi tidak tenggelam ke tanah. Dengan pengaturan ini, estetika taman tetap dan kenyamanan tamu bisa sama-sama terjaga. Hal ini juga akan memberi kesan bahwa acara lebih terstruktur meskipun berada di alam terbuka.
5. Mengoptimalkan cahaya alami untuk suasana romantis
Taman memiliki keunggulan besar dari segi pencahayaan alami. Waktu terbaik biasanya sore menjelang matahari terbenam karena cahaya lebih lembut dan tidak menyilaukan. Arahkan altar atau pelaminan agar tidak membelakangi matahari langsung supaya pengantin dan tamu tidak silau. Smenetara itu, untuk pernikahan yang digelar pada malam hari, pencahayaan bisa diatur dengan kombinasi lampu gantung, fairy lights di pohon, dan lilin di meja. Cahaya yang menyebar dan tidak terlalu terang akan memperkuat nuansa intim dan romantis sekaligus menonjolkan tekstur daun, air danau, serta elemen kayu.
6. Membagi zona taman menjadi beberapa fungsi
Taman biasanya luas, jadi kamu bisa membaginya menjadi beberapa zona agar acara terasa lebih rapi. Misalnya, zona danau untuk akad atau prosesi utama, zona rumput untuk seating para tamu, zona pepohonan untuk photobooth atau lounge area, dan zona terbuka untuk buffet.
Pembagian ini membantu tamu bergerak secara alami sehingga mereka tidak bingung arah. Secara visual, acara juga bisa terlihat lebih “penuh” dan hidup karena setiap sudut memiliki peran masing-masing. Tidak ada satu titik yang terlalu ramai, sementara area lain terasa kosong.
7. Menghadirkan aktivitas outdoor
Berbeda dengan ballroom, taman memungkinkan adanya aktivitas santai seperti games giant jenga, ring toss, atau mini golf, live acoustic music di sudut taman, atau sudut minuman segar seperti infused water dan es teh. Aktivitas ini membuat tamu benar-benar bisa menikmati suasana taman sehingga mereka tidak hanya duduk untuk menunggu rangkaian acara. Untuk konsep picnic wedding, aktivitas ringan ini memperkuat kesan santai dan personal, seperti pesta kebun di luar negeri.
8. Mengantisipasi cuaca tetap dengan estetis
Taman identik dengan cuaca tak terduga. Solusinya adalah menggunakan tenda transparan, payung seragam untuk tamu, atau kanopi ringan yang menyatu dengan dekorasi. Jika hujan, elemen ini tidak akan merusak visual, bahkan bisa menambah kesan romantis. Lantai anti licin dan jalur kering juga perlu supaya tamu tetap nyaman. Persiapan matang akan membuat taman tetap terasa aman dan cantik dalam kondisi apa pun.
9. Menyesuaikan dekorasi dengan karakter alami taman
Dekorasi yang dipilih sebaiknya mengikuti karakter taman, bukan malah menutupinya. Jika taman penuh pepohonan dan bunga, gunakan dekorasi berbahan kayu, rotan, linen, dan bunga segar dengan warna yang lembut. Hindari dekorasi yang terlalu berat seperti backdrop yang tertutup penuh karena akan menghilangkan kesan “garden” yang dimiliki. Fokuskan dekorasi sebagai penegas titik penting seperti altar, meja pengantin, dan area foto. Berikut ini adalah elemen dekorasi yang bisa kamu pertimbangkan.
a. Rangka kayu atau arch sederhana
Arch dari kayu atau bambu bisa dipilih karena akan menyatu dengan alam. Biasanya bahan ini dipakai di area altar atau tepi danau dengan tambahan bunga dan kain tipis agar terlihat romantis tanpa menutup pemandangan taman.
b. Kain tipis sebagai aksen
Kain putih atau warna netral bisa dipasang di arch, pohon, atau tiang tenda. Fungsi dari kain ini adalah untuk memberi kesan lembut, bergerak saat tertiup angin, dan membuat dekorasi terlihat lebih ringan.
c. Bunga segar dengan susunan natural
Gunakan bunga dengan gaya yang seolah tumbuh alami seperti wildflower atau garden style arrangement. Hindari susunan terlalu kaku supaya tetap menyatu dengan suasana taman.
d. Furnitur kayu dan rotan
Kursi, meja, atau sofa dari kayu dan rotan memperkuat kesan garden, rustic, atau picnic wedding. Lebih cocok dibanding furniture glossy yang terkesan indoor.
e. Lampu gantung dan fairy lights
Lampu bohlam gantung, lampu tali, atau fairy lights di pohon memberi suasana hangat saat sore ke malam. Elemen ini bisa digunakan untuk menciptakan atmosfer romantis di ruang terbuka.
f. Karpet atau runner alami
Runner dari kain polos, goni halus, atau karpet motif etnik cocok digunakan untuk aisle atau area duduk. Fungsinya adalah untuk memperjelas jalur tanpa merusak tampilan rumput.
g. Lentera dan lilin dekoratif
Lentera kaca atau besi bisa ditempatkan di tepi jalur dan altar. Dekorasi ini akan memberi efek visual yang cantik sekaligus membantu pencahayaan di malam hari.
h. Dekor meja simpel dan ringan
Gunakan vas kecil, bunga pot, atau botol kaca dengan bunga tunggal. Dekorasi tidak perlu dibuat terlalu tinggi agar tidak menutup pemandangan taman.
i. Signage kayu dan acrylic bening
Papan sambutan, denah area, atau nama pengantin cocok dibuat dari kayu atau acrylic transparan supaya tidak terlalu dominan dibanding alam.
j. Elemen piknik
Tambahkan tikar, bantal duduk, keranjang rotan, dan meja yang rendah. Elemen ini akan langsung membentuk suasana santai dan estetik khas picnic wedding.
10. Menggunakan sudut taman sebagai spot foto alami
Setiap sudut taman bisa menjadi spot foto, mulai dari di tepi danau, di bawah pohon besar, di jalur berbunga, atau di area piknik. Tidak perlu backdrop besar karena pemandangan sekitar sudah indah. Tambahkan signage kecil, kursi kayu, atau ayunan bunga untuk memperkuat kesan foto.
Berikut ini adalah beberapa spot yang bisa digunakan untuk berfoto.
a. Tepi danau atau kolam sebagai latar utama
Sudut ini cocok untuk foto yang romantis karena pantulan air memberi kesan yang tenang dan luas. Biasanya lokasi ini digunakan untuk foto pengantin berdua atau foto keluarga inti dengan latar alam yang kuat tanpa perlu backdrop besar.
b. Di bawah pohon besar
Pohon besar bisa menjadi frame alami untuk foto. Cabang dan daunnya memberi kesan teduh dan hangat, cocok untuk foto pengantin, keluarga, maupun bridal party dengan nuansa yang natural.
c. Jalan setapak
Jalur taman bagus untuk foto dengan konsep berjalan atau candid. Foto di sini akan terlihat penuh cerita, seolah menggambarkan perjalanan pengantin yang tidak sekadar berpose diam.
d. Di antara bunga atau semak-semak
Bunga dan daun bisa dijadikan foreground untuk menciptakan efek blur yang lembut. Hasil foto juga akan terlihat lebih artistik dan romantis tanpa perlu dekorasi tambahan.
e. Jembatan kecil atau gazebo
Struktur taman seperti jembatan atau gazebo memberi variasi visual dari rumput dan pohon. Spot ini cocok untuk foto berdua atau foto keluarga kecil dengan kesan klasik.
f. Spot dengan pencahayaan terbaik
Beberapa sudut taman terlihat paling cantik saat terkena cahaya sore. Spot ini cocok untuk foto siluet atau foto dengan pencahayaan alami yang hangat.
g. Sudut signage dan detail dekor
Area papan sambutan atau dekor kecil bisa menjadi spot foto detail. Foto di sini berguna untuk dokumentasi tema dan identitas acara tanpa perlu latar yang besar.
Menggelar pernikahan di venue taman akan memberikanmu dan para tamu pengalaman yang menyenangkan. Pemandangan yang indah dan angin sepoi-sepoi, semuanya terasa syahdu. Pun, kamu tak perlu menambahkan terlalu banyak dekorasi. Kamu bisa memaksimalkannya dengan berbagai cara yang disebutkan. Untuk pilihan venue lain yang cocok dengan konsep pernikahan yang kamu inginkan dan budget yang kamu miliki, kamu bisa mengecek daftar vendornya di sini.
Cover | Foto via Dekorasi Vintage