Your Smart Wedding Platform

10 Tips Memilih Buket Bunga Pengantin agar Tampil Sempurna di Hari Pernikahan

29 Jan 2026 | By Wedding Market | 60
Bagi seorang pengantin wanita, buket bunga atau hand bouquet bukan sekadar aksesori tambahan yang digenggam untuk mengisi kekosongan tangan. Lebih dari itu, buket adalah pernyataan gaya yang menyatukan keseluruhan tampilan, mulai dari gaun, riasan, hingga

Bagi seorang pengantin wanita, buket bunga atau hand bouquet bukan sekadar aksesori tambahan yang digenggam untuk mengisi kekosongan tangan. Lebih dari itu, buket adalah pernyataan gaya yang menyatukan keseluruhan tampilan, mulai dari gaun, riasan, hingga tema dekorasi. Benda cantik ini akan menemanimu berjalan menyusuri lorong, berada dalam genggamanmu saat mengucapkan janji suci, dan menjadi pusat perhatian dalam ratusan foto yang akan dikenang selamanya. 

Kesalahan dalam memilih ukuran, warna, atau jenis bunga bisa membuat penampilanmu terlihat kurang seimbang atau bahkan menenggelamkan detail gaun indah yang sudah kamu siapkan. Banyak calon pengantin yang baru memikirkan detail buket di detik-detik terakhir, padahal elemen ini membutuhkan pertimbangan matang agar selaras dengan konsep acara dan kenyamananmu. 

Ada seni dan aturan tak tertulis dalam memadukan bunga dengan siluet tubuh serta potongan gaun. Agar kamu tidak bingung di tengah ribuan inspirasi yang bertebaran di media sosial, berikut adalah panduan komprehensif dan tips praktis untuk memastikan buket pengantinmu tampil memukau dan menyempurnakan hari bahagiamu.

1. Sesuaikan Bentuk Buket dengan Siluet Gaun Pengantin

Foto: Mynd Photography

Aturan emas pertama dalam memilih bunga tangan adalah memastikan bahwa ia tidak bersaing dengan gaun pengantinmu, melainkan melengkapinya. Desain buket harus seimbang dengan potongan gaun. Jika kamu mengenakan gaun tipe ballgown yang bervolume besar dengan detail rok yang megah, kamu memerlukan buket yang juga memiliki volume cukup besar agar tidak terlihat "hilang" saat digenggam. Buket berbentuk bulat penuh atau round bouquet adalah pasangan yang serasi untuk gaun tipe ini karena ia menyeimbangkan lebar rok gaun.

Sebaliknya, jika kamu memilih gaun dengan potongan slim-fit, sheath, atau mermaid yang menonjolkan lekuk tubuh, hindari buket yang terlalu besar dan bulat karena akan menutupi garis tubuhmu. Untuk gaun jenis ini, buket dengan gaya cascade (menjuntai ke bawah) atau pageant (buket tangkai panjang yang diletakkan di lengan) akan memberikan efek memanjangkan tubuh dan terlihat sangat elegan. 

Sementara itu, untuk gaun yang memiliki banyak detail payet atau beading di bagian depan, pilihlah buket yang lebih sederhana dan tidak terlalu rimbun agar detail gaunmu tetap menjadi bintang utamanya. Ingatlah bahwa buket adalah aksesori, jangan sampai ia menutupi keindahan gaun yang sudah kamu pilih dengan susah payah.

2. Perhatikan Proporsi Tubuh Kamu

Selain gaun, bentuk dan tinggi badanmu juga menjadi faktor penentu dalam memilih buket yang tepat. Buket yang terlalu besar bisa "menenggelamkan" pengantin yang bertubuh mungil, sementara buket yang terlalu kecil bisa terlihat seperti mainan bagi pengantin yang bertubuh jangkung. Tujuannya adalah menciptakan harmoni visual. Bagi kamu yang memiliki tubuh petite atau mungil, model posy (buket kecil bulat yang diikat pita) adalah pilihan terbaik karena ukurannya tidak akan mendominasi proporsi tubuhmu.

Bagi pengantin yang bertubuh tinggi semampai, kamu memiliki keleluasaan lebih untuk bereksperimen dengan bentuk yang dramatis. Model cascade yang menjuntai panjang atau arm sheath akan terlihat sangat anggun dan menonjolkan postur tubuhmu. Jika kamu memiliki bentuk tubuh curvy atau berisi, buket dengan struktur yang jelas dan ukuran sedang hingga besar akan membantu menyeimbangkan penampilan. Hindari buket yang terlalu kecil atau terlalu panjang dan tipis karena bisa membuat proporsi tubuh terlihat lebih lebar. Konsultasikan dengan florist mengenai ukuran diameter buket yang paling pas dengan ukuran pinggang dan tinggi badanmu.

3. Tentukan Gaya Rangkaian Sesuai Tema Pernikahan

Foto via Her Maid of Honor

Setiap tema pernikahan memiliki "bahasa" bunganya sendiri. Jika kamu menggelar pernikahan dengan tema rustic atau bohemian di luar ruangan, buket yang terlalu rapi dan bulat sempurna akan terlihat kaku dan tidak pada tempatnya. Untuk tema ini, pilihlah gaya hand-tied yang terlihat lebih alami, sedikit berantakan, dan menggunakan campuran bunga liar, dedaunan kering, serta baby's breath. Batang bunga biasanya dibiarkan terlihat dan hanya diikat dengan tali rami atau pita renda sederhana untuk memperkuat kesan natural.

Di sisi lain, jika kamu mengadakan resepsi di ballroom hotel mewah dengan tema classic elegant atau royal wedding, kerapian adalah kunci. Buket berbentuk round atau biedermeier yang disusun padat dengan jenis bunga premium seperti mawar, peony, atau lili adalah pilihan yang tepat. Struktur yang simetris dan penggunaan pita satin atau beludru untuk membungkus batang bunga akan memberikan kesan formal dan mahal. Sementara untuk pernikahan bergaya modern minimalis, kamu bisa memilih single stem bouquet (satu tangkai bunga besar seperti king protea) atau rangkaian asimetris yang artistik dan unik.

4. Pilih Palet Warna yang Harmonis namun Tidak Mati

Banyak pengantin berpikir bahwa warna buket harus sama persis dengan warna tema dekorasi atau gaun bridesmaid. Padahal, jika semuanya memiliki warna yang sama, buketmu tidak akan menonjol di foto. Sebaiknya, pilihlah warna yang masih dalam satu keluarga warna tetapi dengan tone yang berbeda, atau gunakan warna kontras yang saling melengkapi. Jika gaunmu berwarna putih bersih, hampir semua warna bunga akan terlihat bagus. Namun, jika gaunmu berwarna ivory atau krem, hindari bunga berwarna putih bersih karena akan membuat gaunmu terlihat kusam atau kotor; pilihlah bunga dengan nuansa peach, blush, atau pastel.

Kamu juga bisa menggunakan buket sebagai pop of color. Misalnya, jika dekorasimu didominasi warna putih dan hijau, membawa buket dengan sentuhan merah marun atau ungu tua akan membuat penampilanmu sangat stand out dan dramatis. Jangan lupa perhatikan pencahayaan lokasi acara. Warna-warna lembut dan pastel sangat cocok untuk acara siang hari dengan cahaya alami, sementara warna-warna berani dan deep (seperti merah darah, biru tua, atau emas) akan terlihat sangat mewah di bawah sorotan lampu chandelier pada acara malam hari.

5. Prioritaskan Bunga Musiman untuk Kualitas Terbaik

Meskipun saat ini banyak bunga impor yang tersedia sepanjang tahun, mengutamakan bunga yang sedang musim pada saat tanggal pernikahanmu adalah keputusan yang bijak. Bunga yang sedang musim tidak hanya lebih mudah didapatkan dan harganya lebih terjangkau, tetapi kualitasnya juga berada di titik puncak. Kelopaknya akan lebih segar, warnanya lebih cerah, dan daya tahannya lebih lama dibandingkan bunga yang dipaksa tumbuh di luar musimnya atau bunga impor yang telah menempuh perjalanan jauh.

Misalnya, jika kamu menikah di musim semi (atau musim hujan di Indonesia di mana bunga tumbuh subur), manfaatkan keberlimpahan bunga lokal. Namun, jika kamu sangat menginginkan jenis bunga tertentu yang sedang tidak musim, bersiaplah untuk biaya ekstra dan risiko kualitas yang mungkin tidak 100% sempurna. 

Sebagai alternatif, mintalah saran kepada florist mengenai bunga substitusi atau pengganti yang memiliki bentuk dan warna serupa dengan bunga impianmu tetapi sedang dalam masa mekar terbaiknya. Fleksibilitas ini sering kali menghasilkan buket yang justru lebih unik dan cantik.

6. Perhatikan Kenyamanan dan Berat Buket

Foto via Plum & Peach Floral

Ini adalah aspek teknis yang sering dilupakan karena terlalu fokus pada estetika. Ingatlah bahwa kamu akan memegang buket ini selama berjam-jam, mulai dari sesi foto, upacara pemberkatan, hingga resepsi. Buket yang terlalu berat akan membuat tanganmu pegal, bahumu tegang, dan postur tubuhmu menjadi tidak rileks di foto. Buket dengan gaya cascade yang besar atau buket yang menggunakan floral foam (busa basah) di gagangnya cenderung jauh lebih berat dibandingkan buket yang diikat langsung (hand-tied).

Selain berat, perhatikan juga kenyamanan pegangannya (handle). Pastikan batang bunga telah dibersihkan dari duri dan daun-daun kasar, lalu dibalut dengan pita atau kain yang nyaman digenggam. Ukuran gagang juga harus pas dengan lingkar genggaman tanganmu; tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Jika kamu memiliki telapak tangan yang mudah berkeringat, mintalah florist untuk menggunakan bahan pembungkus yang menyerap keringat atau tidak licin agar kamu tidak cemas buket akan tergelincir saat kamu sedang gugup berjalan menuju altar.

7. Waspadai Aroma Bunga yang Terlalu Menyengat

Aroma bunga bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, wangi bunga yang lembut bisa membantu menenangkan sarafmu yang tegang. Namun di sisi lain, aroma yang terlalu kuat bisa menyebabkan pusing, mual, atau bahkan memicu alergi, baik bagi kamu maupun pasanganmu yang akan berdiri berdekatan dalam waktu lama. Beberapa bunga seperti casablanca lily, gardenia, atau tuberose (sedap malam) memiliki wangi yang sangat intens dan menusuk.

Jika kamu atau pasangan memiliki hidung yang sensitif, sebaiknya hindari bunga-bunga tersebut dalam buket tangan, dan gunakan bunga dengan aroma yang sangat tipis atau bahkan tidak berbau sama sekali seperti ranunculus, hydrangea, atau tulip. Jika kamu tetap ingin menggunakan bunga beraroma kuat, campurkan dengan banyak dedaunan hijau atau bunga lain yang netral untuk menyeimbangkan intensitas wanginya. Lakukan tes aroma sebelum memutuskan jenis bunga, terutama jika kamu berencana mengadakan acara di ruangan tertutup ber-AC di mana sirkulasi udara terbatas dan aroma akan terkonsentrasi.

8. Teknik Memegang Buket yang Benar untuk Foto

Memiliki buket yang indah tidak akan maksimal jika kamu tidak tahu cara memegangnya dengan benar. Kesalahan paling umum yang dilakukan pengantin wanita karena gugup adalah memegang buket terlalu tinggi, hampir menutupi dada atau bahkan leher. Posisi ini membuat bahu terlihat naik (tegang) dan menutupi detail bagian atas gaunmu yang cantik. Selain itu, memegang buket terlalu tinggi akan membuat lenganmu terlihat pendek dan kaku di kamera.

Posisi ideal memegang hand bouquet adalah di depan pusar atau sedikit di bawah pinggang, dengan siku sedikit ditekuk dan rileks di samping tubuh. Posisi ini akan membuat lenganmu terlihat ramping, memperlihatkan lekuk pinggang gaun, dan membuat postur tubuhmu terlihat lebih tegap dan percaya diri. Mintalah fotografer atau bridesmaid untuk mengingatkanmu jika tanpa sadar kamu mulai mengangkat buket terlalu tinggi. Berlatihlah di depan cermin beberapa hari sebelum hari H agar otot tanganmu terbiasa dengan posisi rileks tersebut.

9. Personalitas dan Sentuhan Pribadi

Foto: Via Fleurs

Buket pengantin adalah media sempurna untuk menyisipkan sentuhan sentimental. Kamu bisa menambahkan elemen warisan seperti bros antik atau liontin foto pada gagang buket untuk menghadirkan kenangan manis keluarga. Selain itu, pilihlah bunga berdasarkan makna simbolis (floriography), misalnya rosemary untuk kenangan atau ivy untuk kesetiaan, agar buketmu memiliki cerita dan jiwa tersendiri yang romantis.

10. Rencanakan Perawatan dan Pengawetan

Jangan biarkan buket cantikmu terbuang begitu saja; rencanakan pengawetan melalui teknik pressing atau resin agar bisa menjadi pajangan abadi. Pastikan bunga tetap terhidrasi selama acara dan segera kirimkan ke jasa preservasi profesional maksimal dua hari setelah resepsi untuk hasil terbaik. Sebaiknya gunakan dummy bouquet untuk sesi lempar bunga agar buket utamamu tetap utuh dan dalam kondisi prima untuk diawetkan.

Memilih buket pengantin adalah sebuah perjalanan menemukan keseimbangan antara impian, estetika, dan kenyamanan. Tidak ada aturan baku yang mengikat, namun panduan di atas dapat membantumu mengerucutkan pilihan dan menghindari kesalahan umum yang sering terjadi. Buket terbaik adalah  yang membuatmu merasa cantik dan percaya diri saat menggenggamnya. Jangan ragu untuk terbuka mengenai anggaran dan keinginanmu kepada vendor bunga agar mereka bisa memberikan solusi terbaik.

Pernikahan adalah momen sekali seumur hidup, dan setiap detail kecil, termasuk segenggam bunga di tanganmu, berhak mendapatkan perhatian khusus. Dengan perencanaan yang tepat, buket bungamu akan menjadi penyempurna penampilan yang tak terlupakan. 

Sudah siap berburu buket impianmu? Jika kamu masih mencari inspirasi atau vendor florist yang mampu menerjemahkan visi unikmu menjadi kenyataan, kunjungi Weddingmarket sekarang juga. Temukan ratusan florist terbaik dan wujudkan hari pernikahan yang sempurna bersama kami. Cek selengkapnya di sini ya! 


Cover | Foto via Her Maid of Honor


Artikel Terkait



Artikel Terbaru