Your Smart Wedding Platform

Edible Invitation: Tren Undangan yang Bisa Dimakan dan 9 Idenya!

24 Jan 2026 | By Nurma Arum Wedding Market | 60
tren undangan pernikahan

Apa yang akan terjadi pada undangan cetak setelah kamu kirimkan pada penerima? Mungkin para calon tamu akan menerimanya, melihat informasi yang diperlukan, dan menyimpannya untuk dilihat kembali sebelum berangkat ke acara pernikahan. Setelah itu, undangan ini mungkin akan dilupakan begitu saja. Namun, tamumu bisa saja menerimanya dengan perasaan gembira, mengambil foto, bahkan memakannya jika kamu memberikan undangan dalam bentuk yang edible alias bisa dimakan.

Ya, ada pasangan yang memberikan undangan tidak biasa ini. Alih-alih hanya kertas, ia memberikan sebuah roti yang dibungkus dengan cantik untuk dikirimkan kepada para undangan. Kamu bisa meniru konsep ini dengan modofikasi jika ingin undanganmu memberikan kesan pertama yang unik pada tamu.

Berikut ini adalah beberapa ide undangan pernikahan edible yang bisa kamu pertimbangkan. Simak selengkapnya, yuk!

Jenis undangan edible

Foto via People

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa kamu berikan pada tamu sebagai undangan. Usahakan untuk mengirim makanan yang bisa tahan lama dan tidak rusak saat dikirim.

1. Cookies atau biskuit dengan printed icing

Undangan edible berbentuk cookies adalah salah satu undangan yang paling populer karena relatif aman, tahan beberapa hari, dan mudah dikustomisasi. Informasi undangan seperti nama mempelai, tanggal, hingga simbol pernikahan bisa dicetak langsung di atas cookies menggunakan edible ink atau royal icing. Cookies juga bisa dibentuk sesuai tema, mulai dari oval klasik, bentuk amplop hingga siluet gedung pernikahan. 

Dari sisi tamu, cookies memberi kesan personal dan hangat karena undangan ini bisa dibaca sekaligus dinikmati. Agar tetap terbaca jelas, biasanya detail penting seperti tanggal dan nama dicetak besar, sementara alamat lengkap tetap disertakan dalam kartu kecil pendamping atau QR code. Cookies ini sangat cocok untuk intimate wedding atau konsep rustic, garden party, hingga modern minimalis.

2. Macaron dengan kartu edible atau box undangan

Macaron menawarkan visual yang sangat estetik dan identik dengan kesan premium serta modern. Undangan edible ini biasanya dikemas dalam box transparan atau hard box elegan, dilengkapi kartu undangan cetak atau edible paper tipis yang bisa dimakan. Warna macaron bisa disesuaikan dengan palet pernikahan sehingga sejak undangan dibuka tamu sudah “merasakan” konsep acara. 

Dari sisi pengalaman, macaron menciptakan momen unboxing yang menyenangkan dan Instagramable. Namun, karena macaron cukup sensitif terhadap suhu dan waktu, konsep ini lebih cocok untuk tamu terbatas dan pengiriman jarak dekat atau kamu bagikan langsung menjelang hari acara.

3. Edible paper atau wafer sheet printed invitation

Undangan dari edible paper biasanya dibuat dari bahan wafer atau rice paper. Konsep ini adalah konsep paling literal karena “kertas undangan” itu sendiri benar-benar bisa dimakan. Teks dan desain bisa dicetak menggunakan edible ink yang aman untuk dikonsumsi. 

Biasanya edible paper ini disajikan dalam frame akrilik kecil atau map khusus agar tetap terlihat seperti undangan formal sebelum dimakan. Supaya tetap bisa terbaca, desain sebaiknya dibuat minimalis dengan font yang jelas dan pilihan warna yang lembut. Konsep ini cocok untuk pasangan yang ingin tampil artsy, modern, dan antimainstream, serta memiliki pernikahan berkonsep micro wedding atau creative wedding.

4. Chocolate bar dengan wrapper berisi informasi pernikahan

Foto via Pinterest

Cokelat bisa digunakan sebagai media undangan edible yang memberi kesan mewah, timeless, dan disukai hampir semua kalangan. Informasi pernikahan bisa dicetak pada wrapper atau kemasan luar, sementara bagian cokelatnya bisa dibuat tetap polos agar rasanya tidak terganggu. Kelebihan konsep ini ada pada desain yang bisa disesuaikan, bisa dibuat elegan dengan warna monokrom dan emboss atau playful dengan ilustrasi custom pasangan. Selain itu, cokelat relatif mudah untuk disimpan dan dibagikan. 

Kamu bisa memilih jenis compound chocolate yang tidak mudah meleleh. Untuk meningkatkan kesan eksklusif, beberapa pasangan menambahkan pesan personal di balik wrapper atau memilih rasa khas seperti dark chocolate single origin sehingga undangan terasa lebih “bercerita” dan tidak sekadar gimmick.

5. Honey jar atau selai dengan label undangan

Madu atau selai dalam jar kecil bisa berfungsi sebagai undangan sekaligus suvenir di awal. Informasi pernikahan bisa dicetak pada label atau tag yang diikatkan di tutup jar. Benda ini memiliki filosofi kuat. Madu melambangkan manisnya kehidupan rumah tangga, sementara selai bisa merepresentasikan kebahagiaan yang ingin dibagikan. Konsep ini memiliki kelebihan bisa disimpan dalam waktu yang lama dan disukai sehingga kecil kemungkinan undangan dibuang. 

Biasanya detail acara bisa disederhanakan pada label, sementara informasi lengkap tetap disediakan lewat QR code. Konsep ini sangat cocok untuk pernikahan intimate, rustic, atau eco-friendly.

6. Cupcake atau mini cake dengan topper edible

Cupcake bisa digunakan sebagai undangan edible untuk menciptakan kesan selebrasi sejak awal. Informasi pernikahan bisa disampaikan melalui edible topper, fondant plaque, atau kartu kecil yang menempel pada box. Secara emosional, cupcake memberi rasa perayaan bahkan sebelum hari-H tiba. Dari sisi visual, cupcake bisa tampil klasik, floral, modern, hingga tematik sesuai konsep pernikahan. Kesan yang ditinggalkan pun sangat personal dan memorable. Namun, daya tahan kue ini terbatas sehingga konsep ini ideal jika kamu memberikannya langsung dekat dengan waktu acara atau untuk tamu VIP dan keluarga inti. 

7. Snack tradisional dengan kemasan undangan

Menggunakan makanan tradisional seperti kue kering khas daerah, dodol, atau jenang sebagai undangan edible memberi sentuhan budaya yang kuat. Informasi pernikahan bisa dicetak pada kemasan atau kartu yang menyatu dengan box snack. Konsep ini sangat cocok untuk pasangan yang ingin mengangkat nilai lokal dan kekeluargaan, sekaligus memberi rasa familiar bagi tamu lintas generasi. Dengan kemasan yang dirancang modern dan rapi, snack tradisional tidak akan terkesan kuno, justru menjadi statement yang kuat akan identitas pasangan. Selain itu, makanan tradisional umumnya lebih tahan lama dibanding dessert modern.

8. Teh atau kopi

Teh dan kopi tergolong relatif aman untuk dikirim sebagai undangan edible karena berbentuk kering dan tidak mudah rusak. Minuman ini bisa dikemas dalam sachet, tabung, atau botol kecil yang tertutup rapat dan food grade. Informasi undangan biasanya dicetak pada sleeve, label, atau kartu yang menyatu dengan kemasan sehingga tetap terbaca jelas tanpa mengganggu isinya. 

Untuk keamanan pengiriman, pastikan kemasan kedap udara agar aroma tidak hilang dan terhindar dari lembap di sekitar. Gunakan juga box luar yang kokoh agar tidak penyok. Konsep ini sangat praktis karena hampir semua tamu bisa menikmatinya kapan saja, sekaligus meninggalkan kesan hangat dan personal yang awet.

9. Edible invitation dengan QR pendamping

Apa pun bentuk edible invitation yang dipilih, konsep paling efektif adalah mengombinasikannya dengan QR code digital. QR code ini bisa diarahkan ke website atau undangan online berisi detail lengkap acara, peta lokasi, RSVP bila perlu, dan dress code. Dengan begitu, edible invitation berfungsi sebagai “pembuka pengalaman”, sementara informasi teknis tetap aman dan lengkap secara digital. Pendekatan ini sangat cocok untuk pasangan modern yang ingin tetap kreatif, tapi tidak mengorbankan kejelasan informasi.

Tips pengiriman aman

Foto via Style Me Pretty

Mengirim undangan jenis ini butuh perhatian ekstra. Jika salah mengirimnya, tamu akan mendapatkan kesan yang buruk karena makanan sudah hancur atau informasi tidak terbaca karena rusak. Berikut ini adalah tips supaya undangan pernikahan bisa dikirim dengan aman.

1. Pilih jenis yang sesuai dengan jarak dan waktu pengiriman

Langkah paling krusial adalah menyesuaikan jenis undangan edible dengan jarak distribusi dan estimasi waktu pengiriman. Untuk pengiriman luar kota atau lebih dari satu  hari, pilih undangan edible seperti cookies kering, cokelat compound, madu, atau snack tradisional kering. Hindari dessert sensitif seperti macaron, cupcake, atau produk berbahan krim kecuali pengiriman dilakukan di hari yang sama. Jenis undangan yang “tahan banting” ini akan mengurangi risiko kerusakan, basi, atau perubahan bentuk selama perjalanan.

2. Gunakan kemasan berlapis

Kesalahan yang umum dilakukan adalah terlalu fokus pada visual kemasan tanpa mempertimbangkan fungsi yang lebih teknis yaitu melindungi makanan. Undangan edible idealnya menggunakan sistem berlapis. Kemasan pertama yang food-grade, kemasan kedua dari box keras atau mika tebal, dan terakhir kemasan luar atau shipping box. Ruang kosong di antara lapisan harus diisi bubble wrap, paper shred, atau foam agar produk tidak bergerak selama pengiriman. Prinsipnya, kemasan harus cukup kuat menahan tekanan, guncangan, dan perubahan posisi saat melewati proses sortir kurir.

3. Pastikan kemasan benar-benar food grade dan tertutup rapat

Kebersihan juga termasuk keamanan makanan. Gunakan plastik atau kertas food grade yang memiliki segel rapat untuk mencegah udara, kelembapan, dan kontaminasi bau. Untuk produk seperti cookies dan wafer sheet, tambahkan silica gel food safe agar tetap kering. Sementara untuk madu atau selai, pastikan tutup diberi seal tambahan atau shrink wrap untuk mencegah kebocoran selama perjalanan.

4. Perhatikan suhu dan kondisi cuaca saat pengiriman

Foto via Pinterest/Etsy

Suhu adalah faktor krusial, apalagi di iklim tropis seperti Indonesia. Untuk produk cokelat, gunakan insulated box atau thermal liner agar cokelat tidak meleleh. Hindari pengiriman saat siang hari jika memungkinkan dan prioritaskan drop-off pagi hari agar paket tidak terlalu lama berada di gudang yang panas. Untuk undangan edible yang sensitif, pengiriman instan atau same day jauh lebih aman dibanding pengiriman reguler meskipun biayanya lebih tinggi.

5. Tambahkan label dan instruksi yang jelas

Label seperti “FRAGILE”, “THIS SIDE UP”, atau “PERISHABLE FOOD” sangat membantu kurir untuk memahami karakter isi paket. Meskipun terlihat sederhana, label ini bisa membuat paket diperlakukan lebih hati-hati. Selain itu, tambahkan kartu kecil di dalam paket berisi instruksi penyimpanan untuk penerima, misalnya “simpan di suhu ruang”, “hindari sinar matahari langsung”, atau “konsumsi sebelum tanggal tertentu”. Informasi ini penting supaya makanan tetap terjaga kualitasnya saat dikonsumsi

6. Atur timeline dengan aman

Idealnya undangan edible dikirim 3 hingga 6 minggu sebelum hari-H, tergantung daya tahan produknya. Jangan mengirim terlalu jauh dari tanggal acara jika undangan tidak tahan lama, tetapi juga jangan terlalu mepet sehingga tamu belum sempat merespons. Untuk tamu VIP atau keluarga inti, pertimbangkan untuk mengantar secara langsung agar kualitas tetap maksimal dan kesan personal lebih terasa.

7. Sertakan QR code sebagai backup informasi 

Jika terjadi hal tak terduga seperti undangan yang rusak atau informasi tidak terbaca, QR code yang mengarah ke undangan digital menjadi penyelamat. Dengan begitu, meskipun fisik undangan mengalami kendala, pesan utama tetap tersampaikan. Langkah ini sangat disarankan untuk semua jenis undangan edible.

Undangan pernikahan merupakan sebuah kabar gembira bagi para calon tamu yang menerimanya. Menambahkan sesuatu yang bisa dikonsumsi tentu akan semakin menambah kadar kebahagiaan. Untuk jumlah tamu yang tidak banyak, kamu bisa mempertimbangkan undangan edible tersebut. Jika butuh rekomendasi vendor undangan yang terpercaya, kamu bisa mengecek daftarnya di sini, ya.


Cover | Foto via Pinterest/InstaCookie


Artikel Terkait



Artikel Terbaru