Bunga kerap memakan porsi terbesar biaya dekorasi pernikahan, bahkan hingga 40%, yang sering memaksa pasangan mengorbankan estetika demi berhemat. Padahal, tampilan mewah tidak harus dicapai dengan dana tak terbatas atau bunga impor mahal. Rahasianya terletak pada strategi pemilihan, penempatan, dan manipulasi visual yang cerdas.
Dengan perencanaan yang tepat bersama vendor, anggaran terbatas tetap bisa disulap menjadi dekorasi yang tampak megah dan berkelas, lho! Yuk, simak triknya!
1. Gunakan Teknik Substitusi Bunga atau Flower Swap
Salah satu penyebab utama membengkaknya biaya dekorasi adalah keinginan menggunakan bunga-bunga populer di media sosial seperti peony atau lily of the valley, tanpa menyadari harganya yang premium. Kunci pertama untuk berhemat adalah bersikap fleksibel: jatuh cintalah pada palet warna dan tekstur, bukan pada nama bunga. Diskusikan dengan dekorator untuk mencari alternatif bunga yang tampilannya serupa, tetapi dengan harga yang jauh lebih ramah di anggaran.
Sebagai contoh, efek kelopak bertumpuk khas peony bisa digantikan oleh garden rose, ranunculus, atau carnation ganda dengan teknik perangkaian yang tepat. Hydrangea impor pun dapat disubstitusi dengan hydrangea lokal yang dirangkai lebih padat agar tetap terlihat bervolume. Substitusi cerdas ini hampir tidak akan disadari oleh tamu, namun sangat terasa dampaknya bagi budget—biarkan florist memaksimalkan keahliannya untuk menciptakan tampilan mewah tanpa biaya berlebih.
2. Fokuskan Dana pada Titik-Titik Sentral Visual
Kesalahan umum dalam dekorasi bunga adalah membagi anggaran secara merata ke seluruh ruangan, sehingga hasilnya justru terlihat kecil dan kurang berdampak. Strategi yang lebih efektif adalah menentukan prioritas: fokuskan anggaran pada area yang paling sering dilihat tamu dan paling banyak muncul di foto, seperti pelaminan, meja pengantin, dan pintu masuk utama.
Di titik-titik strategis ini, gunakan rangkaian bunga yang besar, rimbun, dan berkualitas tinggi untuk menciptakan ‘wow factor’. Sementara itu, area sekunder seperti lorong, sudut ruangan, atau area belakang bisa diisi dekorasi yang lebih minimalis, didominasi dedaunan, atau bahkan elemen non-bunga. Dengan menciptakan fokus visual yang kuat di beberapa titik utama, keseluruhan pesta akan tetap terasa mewah tanpa harus menguras anggaran.
3. Maksimalkan Penggunaan Greenery atau Dedaunan
Tren pernikahan tema botanical, rustic, dan garden telah membawa angin segar bagi efisiensi anggaran. Dedaunan atau greenery umumnya memiliki harga yang jauh lebih rendah dibandingkan bunga segar per tangkainya, namun memiliki kemampuan luar biasa untuk mengisi ruang kosong dan memberikan volume instan. Menggunakan rasio dedaunan yang lebih banyak daripada bunga tidak berarti dekorasi akan terlihat murah; justru sebaliknya, teknik ini bisa memberikan kesan organik, subur, dan modern yang sedang sangat digemari saat ini.
Jenis dedaunan seperti monstera, eucalyptus, pakis, dan ruscus punya bentuk artistik yang mudah dieksplorasi. Mulai dari garland di meja tamu hingga backdrop pelaminan berupa dinding hijau dengan aksen bunga putih atau warna cerah. Sentuhan bunga yang minimal justru akan terlihat lebih menonjol di antara hijau dedaunan. Bonusnya, greenery lebih tahan lama dan tidak mudah layu, sehingga dekorasi tetap segar hingga acara berakhir.
4. Terapkan Konsep Repurposing atau Daur Ulang Fungsi
Salah satu trik paling efektif untuk menghemat jutaan rupiah adalah dengan menggunakan kembali (repurposing) rangkaian bunga dari prosesi akad atau pemberkatan untuk acara resepsi. Rangkaian bunga di area upacara biasanya hanya dinikmati selama satu hingga dua jam, sangat sayang jika dibiarkan begitu saja setelah janji suci diucapkan. Diskusikan dengan tim dekorasi atau wedding organizer untuk merancang skenario perpindahan bunga yang mulus dan cepat saat jeda acara.
Misalnya, rangkaian bunga yang menghiasi ground atau jalan menuju altar bisa dipindahkan untuk menghiasi bagian depan panggung pelaminan atau area band. Rangkaian bunga besar di gerbang masuk akad bisa digeser menjadi latar belakang photobooth di resepsi. Bahkan buket bunga yang dipegang oleh para bridesmaid bisa dikumpulkan dan diletakkan dalam vas-vas kosong yang sudah disiapkan di meja kue atau meja dessert corner. Kuncinya adalah memastikan vas atau wadah yang digunakan bersifat portabel dan tim yang bertugas memindahkan cukup sigap agar tamu tidak melihat proses "bongkar pasang" tersebut.
5. Pilih Bunga dengan Kelopak Besar untuk Volume Maksimal
Dalam dunia dekorasi bunga, ukuran sangat menentukan kuantitas. Jika kamu memilih bunga dengan kelopak kecil seperti melati atau baby's breath sebagai elemen utama (bukan filler), kamu akan membutuhkan ratusan hingga ribuan tangkai untuk menutup area yang luas, yang pada akhirnya akan melambungkan biaya tenaga kerja merangkai dan biaya bahan baku. Sebaliknya, memilih jenis bunga yang memiliki kepala atau kelopak besar adalah cara cerdas untuk mengisi ruang dengan cepat menggunakan jumlah batang yang lebih sedikit.
Bunga hydrangea, bunga matahari, chrysanthemum besar, atau gerbera adalah contoh bunga yang memakan tempat. Satu tangkai hydrangea bisa setara dengan volume 10 hingga 15 tangkai mawar standar. Dengan menggunakan bunga-bunga berukuran besar ini sebagai dasar rangkaian, kamu bisa mendapatkan tampilan yang penuh dan padat (lush) tanpa harus membeli ribuan tangkai bunga kecil. Gunakan bunga-bunga kecil atau mahal hanya sebagai aksen pemanis di sela-sela bunga besar tersebut untuk memberikan tekstur dan kedalaman visual.
6. Manfaatkan Ilusi Lilin dan Pencahayaan
Terkadang, solusi untuk menghemat biaya bunga adalah dengan tidak menggunakan bunga sama sekali di beberapa bagian. Lilin adalah sahabat terbaik bagi pengantin dengan anggaran terbatas yang menginginkan suasana romantis dan intim. Mengganti rangkaian bunga tengah meja (centerpiece) dengan kluster lilin dalam berbagai ketinggian adalah langkah yang sangat cerdas. Cahaya lilin yang temaram memantul pada gelas dan peralatan makan, menciptakan atmosfer mewah yang sering kali lebih dramatis daripada sekadar vas bunga.
Kamu bisa menggunakan lilin pilar (pillar candles), lilin panjang (taper candles) dalam wadah candelabra klasik, atau lilin kecil (floating candles) yang diletakkan dalam gelas berisi air. Harga sewa wadah lilin dan pembelian lilin jauh lebih murah dibandingkan rangkaian bunga besar. Jika kamu tetap ingin ada unsur bunga, cukup taburkan kelopak mawar di sekitar kaki lilin atau letakkan satu lingkaran kecil dedaunan di bawahnya. Perpaduan cahaya hangat lilin dengan sedikit sentuhan organik ini memberikan kesan sophisticated ala makan malam kerajaan Eropa.
7. Pilih Bunga Musiman dan Lokal
Prinsip ekonomi dasar berlaku di sini: semakin mudah barang didapat, semakin murah harganya. Memaksa menggunakan bunga tulip di tengah musim panas tropis atau menginginkan bunga sakura di luar musim seminya di Jepang akan memaksa florist untuk mengimpor bahan baku dengan biaya kargo dan pajak yang tinggi, serta risiko bunga rusak di jalan. Bunga lokal Indonesia yang sedang musim panen memiliki kualitas yang sangat baik, kesegaran yang terjamin karena jarak tempuh pendek, dan harga yang kompetitif.
Indonesia kaya akan bunga tropis yang eksotis seperti berbagai jenis anggrek, heliconia, sedap malam, hingga mawar lokal dari perkebunan di Bandung atau Malang. Tanyakan kepada vendormu, "Apa bunga yang sedang panen raya di bulan pernikahanku?". Menggunakan bunga musiman juga memastikan bahwa bunga tersebut berada dalam kondisi puncak kecantikannya—batangnya kuat, warnanya cerah, dan aromanya harum. Jika kamu menyukai gaya wildflower, bunga-bunga liar lokal sering kali bisa didapatkan dengan harga sangat murah namun memberikan estetika yang unik dan artistik jika dirangkai dengan benar.
8. Gunakan Wadah atau Vas yang Unik
Sering kali, persepsi kemewahan tidak datang dari bunganya, melainkan dari wadah tempat bunga itu bernaung. Sebuah rangkaian bunga mawar sederhana yang diletakkan dalam vas kristal tinggi atau bejana emas antik akan terlihat jauh lebih mahal daripada bunga yang sama diletakkan dalam vas kaca bening biasa atau busa hijau yang terekspos. Memainkan elemen pendukung seperti vas, stand bunga, atau struktur geometri bisa menipu mata untuk berpikir bahwa dekorasi tersebut bernilai tinggi.
Kamu bisa menyewa vas-vas unik seperti urn bergaya Yunani, sangkar burung vintage, botol-botol kaca berwarna (amber glass), atau struktur besi geometris modern. Wadah yang memiliki karakter kuat memungkinkan kamu untuk menggunakan lebih sedikit bunga. Misalnya, dalam gaya ikebana atau minimalis modern, satu atau dua tangkai bunga yang diletakkan secara artistik dalam vas keramik yang indah sudah cukup menjadi pernyataan seni yang kuat. Ini adalah penerapan prinsip less is more sesungguhnya, dimana ruang kosong dihargai sama pentingnya dengan objek itu sendiri, menghemat biaya sekaligus menaikkan nilai seni dekorasimu.
9. Percayakan pada Kreativitas Florist (Dealer's Choice)
Salah satu cara paling efektif—namun sering terlewat—untuk mengoptimalkan anggaran dekorasi adalah dengan memberi kebebasan kreatif kepada florist atau dikenal sebagai dealer’s choice. Alih-alih datang membawa daftar jenis bunga yang terlalu spesifik dan kaku, lebih bijak jika kamu menyampaikan palet warna serta suasana yang diinginkan. Cukup jelaskan mood besarnya, misalnya nuansa romantis dengan warna blush dan putih, lalu biarkan florist memilih komposisi bunga terbaik yang sesuai dengan budget-mu.
Florist profesional berbelanja langsung ke pasar bunga hampir setiap hari, sehingga mereka paham betul kondisi harga, kualitas, hingga stok terbaik di minggu tersebut. Dengan ruang gerak ini, mereka bisa melakukan mix and match bunga yang paling efisien secara biaya tanpa mengorbankan estetika. Bahkan, tak jarang kamu akan mendapatkan rangkaian yang lebih penuh atau bonus volume, karena florist dapat bekerja dengan material yang paling optimal bagi mereka. Hasilnya, dekorasi tetap indah, anggaran lebih terkendali, dan kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.
10. Pertimbangkan Campuran Bunga Segar dan Artifisial (Sutera)
Teknologi pembuatan bunga tiruan (artificial flowers) saat ini sudah sangat maju. Bunga sutera atau premium latex berkualitas tinggi kini memiliki tampilan yang sangat realistis, bahkan sulit dibedakan dari bunga asli kecuali jika disentuh atau dicium. Menggunakan campuran (mix) antara bunga segar dan bunga buatan adalah rahasia umum di kalangan dekorator papan atas untuk menciptakan instalasi gantung yang masif atau dinding bunga yang padat.
Strategi terbaik adalah meletakkan bunga segar di area terjangkau atau dicium oleh tamu (seperti centerpiece meja atau setinggi mata), dan menggunakan bunga artifisial untuk dekorasi yang posisinya tinggi atau jauh dari jangkauan (seperti hiasan langit-langit, bagian atas pelaminan, atau arch gerbang yang tinggi). Bunga artifisial tidak memerlukan air, tidak akan layu terkena panas lampu sorot, dan bisa disewa dengan harga yang lebih murah daripada membeli bunga segar dalam jumlah yang sama. Dengan teknik pencampuran yang halus, tamu akan berasumsi bahwa seluruh ruangan dipenuhi bunga segar yang wangi, memberikan kesan kemewahan total dengan biaya sebagian.
Mewujudkan dekorasi bunga memukau tak harus menguras kantong. Fokuslah pada kehangatan suasana, karena tamu lebih mengingat kebahagiaan kalian daripada detail bunga semata. Kunci utamanya adalah komunikasi terbuka dengan vendor untuk memaksimalkan anggaran secara cerdas. Temukan dekorator terpercaya di WeddingMarket yang siap mewujudkan visi estetikamu tanpa mengorbankan tabungan masa depan. Cek selengkapnya di sini ya!
Cover | Dekorasi: Rangkai Riefinka