Pilih Kategori Artikel

Diundang ke Acara Pernikahan Mewah? Ketahui 10 Hal ini Dulu Biar Nggak Malu
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Ada begitu banyak konsep pernikahan yang diterapkan di berbagai acara pernikahan di Indonesia. Biasanya kita mungkin lebih sering datang ke acara pernikahan dengan sistem buffet yang biasa. Ketika pertama kali diundang ke acara pernikahan mewah, ada beberapa aturan atau hal yang berbeda dengan acara pernikahan biasanya. Jika tidak mengetahui hal-hal tersebut, bisa-bisa kita bingung. Ingin bertanya pun kadang sungkan karena takut malu-maluin.

Walaupun kamu tetap bisa bertanya, tidak ada salahnya juga mengetahui beberapa hal unik dan baru yang mungkin akan kamu temui di acara pernikahan yang memiliki konsep mewah. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, yuk!

1. Kadang tamu tidak langsung duduk, tapi flow sudah diatur

Pada pernikahan mewah yang digelar di hotel bintang lima atau private venue, tamu biasanya tidak langsung duduk dengan bebas di mana saja. Bisa jadi ada usher khusus yang mengarahkan siapa yang ke lounge dulu, siapa ke area welcome drink, dan siapa yang langsung ke ballroom. Kedengarannya mungkin lebih ribet, tapi hal ini merupakan bagian dari guest experience. 

Kalau kamu langsung menyelonong dan mencari kursi sendiri tanpa mengikuti alur, kamu akan terlihat tidak sabar dan kurang sopan. Biasanya ada signage atau petugas yang akan mengatakan, “Silakan menikmati minuman dulu, acara akan dimulai pukul sekian.” Di sini, tugas kamu adalah mengikuti alurnya, bukan bertanya dengan nada curiga, “Kok nggak boleh duduk?” karena justru itulah standar di acara eksklusif.

2. Amplop bisa tidak kelihatan sama sekali

Pada acara pernikahan mewah, kotak amplop kadang tidak dipajang besar-besaran. Bisa jadi mereka menggunakan QR code untuk transfer atau ada meja khusus dengan petugas yang menerima hadiah secara personal. Jika kamu muter-muter mencari kotak amplop sambil bertanya dengan suara keras, “Kotak amplop di mana?” suasana bisa jadi canggung. Solusinya, perhatikan meja registrasi atau signage kecil yang dipasang. Kamu juga bisa bertanya kepada petugas dengan sopan dan pelan. Di acara pernikahan yang mewah, biasanya konsepnya adalah subtle. Jadi, hal-hal sensitif seperti uang dan hadiah dibuat lebih elegan dan tidak dipertontonkan.

3. Bukan prasmanan walau banyak stall

wm_article_img
Source: Aryagati Decoration

Banyak orang kaget di pernikahan mewah karena melihat banyak stall, tapi tidak boleh ambil sendiri. Ada yang harus dilayani oleh chef, ada yang harus menunggu giliran, bahkan ada yang sistemnya plated alias diantar ke meja. Hati-hati, ya! Jika kamu asal nyerobot stall dan mengambil piring sendiri, kamu bisa dianggap kurang etika. Di acara pernikahan yang mewah, makanan merupakan bagian dari pengalaman, bukan sekadar kenyang. Jadi, wajar jika para tamu harus antre rapi, dilayani, atau bahkan dijelaskan dulu menunya. Jangan heran kalau ada menu dengan nama asing atau plating kecil tapi estetik karen hal ini normal di kelas acara seperti ini.

4. Tidak semua tamu boleh foto di semua area

Pernikahan yang mewah biasanya memiliki area eksklusif, misalnya area keluarga inti, VIP lounge, atau backstage pengantin. Jika kamu nekat masuk area itu cuma karena “bagus buat foto”, kamu bisa dianggap melanggar batas. Selain itu, ada juga aturan tak tertulis soal tidak menghalangi fotografer resmi atau berdiri terlalu dekat saat momen sakral. Di acara mewah, dokumentasi itu sangat terkurasi, jadi tamu diharapkan tidak merusak frame. Selfie boleh, tapi harus tahu tempat dan timing. Jangan berdiri di aisle utama hanya demi story Instagram.

5. Dresscode harus sesuai konsep

Dress code biasanya dibuat lebih spesifik di acara pernikahan mewah. Misalnya, “black tie”, “pastel formal”, atau “garden chic”. Konsep ini bukan hanya hiasan saja, ya. Jika kamu datang mengenakan baju yang terlalu santai atau terlalu mencolok dari tema, kamu akan kelihatan “salah kostum”. Misalnya, acara pernikahan memiliki konsep black tie, tapi kamu mengenakan dress mini kasual. Contoh lain, misalnya acara berkonsep pastel, tapi kamu memakai pakaian hitam full

Di acara pernikahan yang mewah, tamu merupakan bagian dari visual secara keseluruhan, jadi salah outfit bisa membuatmu merasa paling tidak nyambung sendiri. Hal ini benar-benar perlu kamu siapkan untuk menghormati konsep yang sudah dipikirkan sungguh-sungguh oleh pengantin.

6. Waktu datang adalah hal yang penting

Di acara biasa, datang terlalu cepat mungkin tidak masalah. Namun, di acara pernikahan mewah, venue mungkin belum siap saat kamu datang terlalu awal. Tamu VIP mungkin juga belum hadir sehingga kamu malah canggung sendiri. Meskipun begitu, datang terlalu telat juga bisa mengganggu momen penting seperti prosesi masuk pengantin. 

Biasanya undangan mewah mencantumkan jam dengan detail karena alurnya yang ketat. Idealnya kamu bisa datang 15 hingga 30 menit sebelum acara utama. Hal ini menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu dan tidak memaksa panitia menyesuaikan dengan kehadiranmu.

7. Tamu tidak boleh terlalu heboh kecuali di momen yang tepat

Suasana di acara pernikahan seperti ini biasanya cenderung elegan. Tertawa keras, teriak manggil teman dari jauh, atau ribut soal makanan bisa kelihatan terlalu menyolok. Bahkan, saat senang bertemu dengan kenalan pun, volume harus tetap dijaga. Bukan berarti harus kaku, tapi vibe harus lebih kalem dan classy. Kalau kamu terbiasa di resepsi meriah ala hajatan besar, pernikahan mewah ini lebih terasa seperti gala dinner atau event premium.

8. Suvenir seperti bukan suvenir

Suvenir di pernikahan mewah biasanya tidak berupa kipas, sendok, atau gantungan kunci. Pengantin bisa memberikan beberapa barang, seperti parfum mini, candle, skincare, atau bahkan dessert premium. Kadang oleh-oleh ini tidak diletakkan di pintu keluar, tapi di meja atau diberikan secara personal. 

Jika kamu tidak ngeh dan pulang tanpa mengambilnya, kamu akan rugi sendiri. Walaupun bentuknya kecil, tapi barang-barang ini memiliki nilai tinggi. Namun, sebaliknya, jika kamu ambil terlalu banyak karena mengira barang ini “free for all”, hal ini akan terlihat memalukan. Di acara ini, satu tamu biasanya mendapatkan satu suvenir saja. 

9. Cara memberi ucapan yang lebih singkat dan sopan

Pada pernikahan mewah, antrean salaman bisa panjang dan waktunya terbatas. Jika kamu curhat panjang lebar, bercanda berlebihan, atau minta foto berkali-kali, kamu bisa mengganggu flow acara. Biasanya kamu hanya bisa memberikan ucapan singkat, foto cepat, lalu jalan. Bukan berarti pengantin tidak ramah, ya. Jadwal acara biasanya memang padat dan jumlah tamu undangan ada banyak. Jadi, kamu bisa menyimpan cerita panjangmu untuk sementara.

10. Kelihatannya santai, tapi banyak aturan tidak tertulis

Inilah yang bikin pernikahan mewah terasa bed. Mungkin tidak ada papan larangan besar-besaran, tapi ada ekspektasi etika. Cara duduk, cara mengambil makanan, cara foto, cara bicara, semuanya diharapkan dilakukan dengan elegan. Jika kamu asal bersikap seperti di kondangan biasa, kamu mungkin tidak akan ditegur, tapi bisa jadi terlihat tidak satu frekuensi dengan suasana. Kunci utamanya adalah observasi, lihat bagaimana tamu lain bersikap, lalu ikuti ritmenya.

Dos and dont’s 

wm_article_img
Source: Aryagati Decoration

Supaya kamu bisa merasa lebih aman dan nyaman, sebaiknya ketahui dulu do's and don’ts dengan lebih detail. Berikut ini panduannya.

Dos

1. Patuhi dresscode dengan serius

Ingat! Dress code itu bukan formalitas, tapi bagian dari konsep visual acara. Jika tertulis black tie, artinya memang diharapkan para tamu mengenakan pakaian formal malam hari. Jika tertulis pastel formal atau garden chic, berarti warna dan gaya disesuaikan suasana. Kenakan dress code untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai usaha pengantin yang sudah memikirkan estetika sampai ke detail tamu. Selain itu, kamu juga akan merasa lebih percaya diri karena tidak tampak “beda sendiri” di antara tamu lain yang tampil serasi.

2. Datang 15 hingga 30 menit sebelum acara

Pernikahan mewah biasanya memiliki rundown ketat karena melibatkan banyak vendor premium dan momen yang terjadwal dengan tepat waktu. Datang di waktu ideal membuatmu bisa menikmati suasana tanpa mengganggu jalannya acara dan tanpa terlihat terburu-buru.

3. Ikuti alur yang diarahkan panitia

Kalau kamu diminta menunggu di lounge, diarahkan ke area welcome drink, atau disuruh duduk di bagian tertentu, sebaiknya ikuti saja. Acara ini sudah diatur untuk mengikuti flow agar semua tamu mendapat pengalaman yang nyaman dan tidak menumpuk di satu titik. Mengikuti arahan ini berarti kamu membantu acara agar berjalan rapi dan menunjukkan etika yang baik.

4. Ambil makanan dengan tertib sesuai sistem

Banyak pernikahan mewah yang menggunakan sistem chef station atau plated service. Artinya, makanan tidak selalu bisa diambil sendiri seperti prasmanan biasa. Menunggu giliran dan mengikuti sistem pelayanan menunjukkan kamu menghormati konsep jamuan yang mereka siapkan. Kamu juga bisa menghindari kesan rakus atau tidak sabar yang bisa sangat kontras dengan suasana elegan.

5. Ucapkan selamat dengan singkat, sopan, dan hangat

Biasanya waktu pengantin terbatas karena harus menyapa ratusan tamu. Memberi ucapan singkat, senyum, dan mungkin satu foto cepat sudah sangat cukup. Dengan begitu, kamu bisa menunjukkan empati bahwa pengantin sedang lelah, tapi tetap ingin menyapa semua tamu.

6. Perhatikan volume suara dan bahasa tubuh

Suasana di acara pernikahan ini cenderung tenang, elegan, dan terkontrol. Berbicara dengan volume sedang dan gerakan yang tidak berlebihan akan membuatmu menyatu dengan atmosfer. Sikap ini juga membuatmu terlihat sebagai tamu yang “paham situasi”, bukan tamu yang membawa vibe “tongkrongan” ke ballroom hotel bintang lima.

Dont’s

wm_article_img
Fotografi: Venema Pictures

1. Jangan datang dengan pakaian terlalu santai atau mencolok

Datang ke pernikahan mewah dengan outfit terlalu kasual, seperti sneakers lusuh, kaus, atau dress santai bisa membuatmu terlihat seperti tidak menghargai acara. Sebaliknya, berpakaian terlalu mencolok dengan warna ekstrem, potongan terlalu terbuka, atau aksesori berlebihan juga bisa terlihat ingin menyaingi pengantin. Intinya, tampil rapi dan elegan tanpa “mencuri spotlight”.

2. Jangan asal ambil makanan

Langsung ambil piring dan menyendok sendiri di stall yang ternyata dilayani chef bisa membuat situasi canggung. Selain soal etika, hal ini juga bisa mengganggu alur pelayanan. Di pernikahan mewah, makanan adalah bagian dari experience, bukan sekadar untuk mengenyangkan. Jadi, jangan perlakukan seperti warteg prasmanan.

3. Jangan mondar-mandir di area terbatas

Area keluarga inti, VIP lounge, atau backstage pengantin biasanya tidak untuk umum. Masuk ke area tersebut hanya demi foto bisa dianggap melanggar privasi. Selain itu, terlalu sering berdiri di tengah aisle atau depan panggung demi konten bisa mengganggu fotografer resmi dan momen penting.

4. Jangan menguasai waktu pengantin

Meminta foto berkali-kali, ngobrol panjang, atau bercanda berlebihan di depan pelaminan bisa menghambat tamu lain. Walau niatnya baik, ini bisa membuat pengantin kelelahan dan acara molor. Ingat, kamu bukan satu-satunya tamu spesial di hari itu.

5. Jangan terlalu heboh dan santai

Tertawa terbahak-bahak, teriak memanggil teman dari jauh, atau bercanda dengan bahasa terlalu kasar bisa terlihat tidak selaras dengan suasana. Pernikahan mewah bukan berarti kaku, tapi ada standar elegan yang diharapkan.

6. Jangan membawa pulang suvenir berlebihan

Souvenir di acara pernikahan mewah biasanya bernilai tinggi dan berjumlah terbatas. Mengambil lebih dari satu atau mengajak orang lain mengambil untukmu bisa terlihat sangat tidak pantas. Satu tamu, satu suvenir, kecuali memang dipersilakan lebih.

Datang ke acara pernikahan mewah untuk pertama kali akan menjadi pengalaman yang mendebarkan, apalagi jika datang sendirian. Namun, kamu tidak perlu sungkan jika ingin bertanya asal tetap dengan nada yang tenang dan sopan. Beberapa panduan tersebut juga bisa kamu lakukan untuk persiapan.

Untuk tips seputar acara pernikahan lainnya, jangan lupa untuk terus mengecek artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!


Cover | Fotografi: Calia Photo

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...