Your Smart Wedding Platform

Jadi Bagian dari Dekorasi Pernikahan, 12 Jenis Signage yang Harus Ada di Venue

23 Jan 2026 | By Nurma Arum Wedding Market | 61

Selain indah, venue pernikahan sebaiknya dibuat sejelas mungkin. Ingat, para tamu yang datang ingin menghadiri pernikahanmu, bukan untuk memecahkan labirin yang membingungkan. Makanya, selain menentukan layout dengan alur yang nyaman, kamu juga sebaiknya menyediakan penanda untuk area-area tertentu supaya lebih mudah ditemukan oleh para tamu.

Penanda tersebut dinamakan dengan signage. Display ini akan memberikan informasi, arahan, atau penanda lokasi di pernikahan. Tak hanya itu, signage juga biasanya menjadi elemen visual sehingga harus menyatu dengan dekorasi di sekitar. Ketahui dahulu area apa saja yang perlu diberi signage dan desain seperti apa yang paling cocok untuk pernikahan. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

Jenis-jenis signage

Ada beberapa jenis signage yang perlu kamu ketahui untuk memudahkan para tamu menemukan area yang mereka cari dan mendapatkan informasi lainnya. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Welcome sign

Foto via Behind the Vows

Welcome sign adalah signage pertama yang dilihat tamu saat tiba di area venue. Sign ini memiliki fungsi sebagai penanda bahwa tamu sudah berada di lokasi yang benar sekaligus sebagai pembuka suasana acara. Biasanya welcome sign ini berisi nama kedua mempelai, tanggal pernikahan, dan kalimat sambutan singkat. Dengan begitu, tamu tidak akan bingung jika venue digunakan untuk lebih dari satu acara di hari yang sama. Dari sisi estetika, signage ini juga berperan besar dalam membangun kesan pertama pernikahan karena desain, warna, dan materialnya sesuai dengan tema dekorasi pernikahan secara keseluruhan.

2. Signage area parkir

Signage area parkir sangat penting apalagi untuk venue yang luas atau memiliki beberapa titik parkir. Papan ini berfungsi untuk memberikan arahan yang jelas kepada tamu mengenai lokasi parkir mobil dan motor, jalur masuk, serta jalur keluar. Tanpa signage parkir, tamu akan merasa bingung, menumpuk di satu titik, atau bahkan salah masuk area yang seharusnya steril. Penempatan signage parkir yang jelas juga membantu petugas parkir untuk bekerja dengan lebih efektif dan menjaga agar arus kendaraan tetap tertib.

3. Directional sign atau penunjuk arah

Source: Pexels/ Miriam Salgado

Directional sign atau signage penunjuk arah membantu tamu untuk berpindah dari satu area ke area lain dengan mudah, misalnya dari pintu masuk ke meja penerima tamu, area akad, area resepsi, toilet, atau ruang tunggu. Signage ini sangat krusial di venue besar seperti gedung, hotel, atau taman yang luas, di mana tidak semua tamu langsung tahu alur ruangannya. Kamu bisa memasang petunjuk arah yang jelas agar tamu tidak perlu terus bertanya dan bisa menikmati acara dengan lebih santai tanpa rasa canggung atau bingung.

4. Guest book sign

Signage di area buku tamu berfungsi untuk memberi instruksi yang jelas kepada tamu tentang apa yang perlu dilakukan, misalnya menuliskan nama, alamat, atau ucapan. Di era modern, signage ini biasanya juga mencantumkan petunjuk penggunaan buku tamu digital atau QR code. Keberadaan signage akan membantu memperlancar alur masuk tamu, mencegah antrean, serta memastikan data tamu tercatat dengan rapi. Keluarga dan panitia pun tak perlu repot-repot mengarahkan setiap tamu yang datang.

5. Signage amplop atau wedding gift

Signage amplop atau wedding gift berfungsi untuk memberikan informasi yang sopan dan jelas mengenai tempat penitipan hadiah atau amplop. Banyak tamu yang sebenarnya ragu harus meletakkan amplop di mana. Kehadiran signage ini membantu menghindari kebingungan dan situasi tidak nyaman tersebut. Dengan wording yang tepat dan desain yang elegan, signage ini juga menjaga kesan santun, tidak terkesan “meminta”, tapi juga informatif dan memudahkan tamu yang ingin memberikan tanda kasih.

6. Seating chart atau table plan

Seating chart adalah signage yang menampilkan daftar nama tamu dan nomor atau nama meja mereka. Signage ini sangat penting untuk pernikahan dengan konsep seated dinner atau resepsi indoor formal. Tanpa seating chart, tamu bisa kebingungan mencari tempat duduk, akhirnya lalu lintas di area makan menjadi kacau. Dengan adanya signage ini, tamu bisa langsung menuju meja masing-masing. Jadi, acara terasa lebih tertib dan pengalaman tamu menjadi jauh lebih nyaman.

7. Signage nomor atau nama meja

Foto:Pexels/ Michael Morse

Signage nomor atau nama meja ditempatkan di atas atau dekat meja tamu. Fungsinya untuk memudahkan tamu mengenali meja mereka setelah melihat seating chart. Selain fungsi praktis, signage meja juga berperan sebagai elemen dekoratif. Banyak pasangan memilih menggunakan nama kota, bunga, atau tema khusus sebagai pengganti angka. Signage meja pun ikut memperkuat konsep pernikahan secara visual.

8. Signage menu makanan dan minuman

Signage menu akan membantu para tamu untuk mengetahui pilihan hidangan yang tersedia, baik di buffet maupun stall. Informasi ini sangat berguna untuk tamu dengan preferensi makanan tertentu, alergi, atau pantangan. Tamu tidak perlu bertanya satu per satu kepada petugas katering sehingga antrean akan lebih lancar dan pelayanan lebih efisien. Secara visual, menu signage juga bisa menjadi pelengkap dekorasi di area makanan.

9. Signage area khusus (toilet, smoking area, mushola)

Signage area khusus berfungsi memberi informasi lokasi fasilitas penting yang sering dibutuhkan tamu. Toilet dan mushola adalah dua area yang paling sering dicari, khususnya oleh tamu lansia atau keluarga dengan anak kecil. Smoking area signage juga penting agar tamu yang merokok tidak mengganggu area utama acara. Signage yang jelas akan membuat para tamu merasa lebih nyaman dan tidak perlu ada rasa sungkan karena harus bertanya atau salah tempat.

10. Rundown dan jadwal acara

Foto via Sage & Thistle

Signage rundown berisi informasi singkat tentang alur waktu acara, seperti jadwal akad, resepsi, hiburan, atau sesi foto bersama. Signage ini membantu tamu untuk menyesuaikan waktu mereka jika acara berlangsung cukup panjang atau memiliki beberapa sesi penting. Selain informatif, signage rundown juga memberi kesan acara tertata dengan baik dan profesional.

11. Hashtag wedding atau social media

Signage hashtag wedding digunakan untuk memberikan informasi kepada tamu agar menggunakan tagar khusus saat mengunggah foto atau video ke media sosial. Selain sebagai kenang-kenangan digital, signage ini membantu pasangan mengumpulkan dokumentasi dari berbagai sudut pandang tamu. Biasanya signage ditempatkan di area photobooth atau dekat pintu masuk dengan desain yang eyecatching agar mudah diingat dan digunakan.

12. Thank you sign

Thank you sign biasanya ditempatkan di area keluar venue sebagai penutup pengalaman mereka. Signage ini berisi ucapan terima kasih atas kehadiran dan doa dari para tamu. Walaupun sederhana, signage ini memberikan kesan hangat dan personal dan membuat tamu merasa dihargai hingga akhir acara. Ucapan ini juga menjadi sentuhan kecil yang memperkuat memori positif tentang pernikahanmu.

Tips desain dan penempatan signage

Source: Pexels/Brandy

Meskipun memiliki fungsinya sendiri, signage juga perlu dibuat dengan warna dan desain yang menarik. Tak hanya itu, penempatannya juga akan menjadi hal krusial. Jangan sampai salah, ya!

Desain

1. Sesuaikan dengan tema dan warna acara

Desain signage sebaiknya mengikuti tema, palet warna, dan nuansa pernikahan agar terlihat menyatu dengan dekorasi pernikahan. Pemilihan warna untuk background, font, dan ornamen yang konsisten akan membuat signage terasa sebagai bagian dari dekorasi, bukan elemen tambahan yang “tertempel”. Misalnya, pernikahan garden party cocok dengan warna lembut dan elemen floral, sementara pernikahan yang digelar di ballroom hotel lebih pas dengan desain minimal, elegan, dan warna netral.

2. Utamakan keterbacaan sebelum estetika

Signage yang cantik, tetapi sulit dibaca akan kehilangan fungsinya. Pastikan kontras warna antara teks dan latar cukup kuat, ukuran huruf proporsional dengan jarak baca, serta tidak menggunakan terlalu banyak jenis font. Idealnya gunakan cukup satu atau dua font agar tampilan tetap bersih dan informatif. Hindari teks terlalu kecil atau dekorasi berlebihan yang akan mengganggu fokus membaca.

3. Gunakan wording singkat dan jelas

Kalimat pada signage sebaiknya dibuat dengan ringkas, langsung ke inti, dan mudah dipahami oleh semua tamu. Hindari kalimat panjang yang membuat tamu harus berhenti lama untuk membaca. Gunakan kata-kata sederhana, sopan, dan familier. Jika ingin menambahkan sentuhan personal atau estetik, letakkan pada headline dengan singkat, bukan pada instruksi utama yang harus mudah dipahami.

4. Pilih material yang sesuai dengan lokasi

Material signage perlu disesuaikan dengan kondisi venue. Untuk pernikahan outdoor, gunakan bahan yang kokoh dan tahan angin atau kelembapan seperti acrylic, kayu tebal, atau board dengan penyangga yang stabil. Untuk indoor, material bisa lebih ringan dan dekoratif. Pemilihan material yang tepat akan membuat signage tetap terlihat rapi sepanjang acara karena tidak mudah roboh atau rusak.

5. Perhatikan skala dan proporsi

Ukuran signage harus seimbang dengan area tempatnya diletakkan. Signage yang terlalu kecil akan tenggelam di tengah dekorasi besar, sementara signage terlalu besar bisa mengganggu alur ruang. Pastikan proporsinya pas: cukup besar untuk terbaca dari jarak wajar, tetapi tetap harmonis dengan elemen di sekitarnya.

Penempatan

Foto via Casablanca Design

1. Letakkan di jalur alami pergerakan tamu

Signage paling efektif jika ditempatkan di jalur yang secara alami dilewati tamu, seperti pintu masuk, lorong utama, atau persimpangan. Dengan begitu, tamu bisa membaca signage sambil berjalan dan tidak harus mencari-cari atau berhenti terlalu lama. Hindari meletakkan signage di area yang jarang dilewati atau di sudut yang tertutup.

2. Posisikan setinggi pandangan mata

Secara umum, signage sebaiknya diletakkan setinggi mata orang dewasa agar mudah terbaca. Signage yang terlalu rendah membuat tamu harus menunduk, sedangkan yang terlalu tinggi bisa terlewat. Untuk signage berdiri, pastikan tinggi tiang atau easel sudah disesuaikan dengan sudut pandang mayoritas tamu.

3. Pastikan tidak tertutup oleh dekorasi atau keramaian

Penempatan signage harus mempertimbangkan kemungkinan apakah tertutup bunga, properti dekorasi, atau kerumunan tamu. Sisakan ruang visual di sekeliling signage agar tetap bisa terlihat jelas. Jika area tersebut berpotensi ramai, posisikan signage sedikit ke samping jalur utama, tapi tetap menghadap arah datang tamu.

4. Gunakan pencahayaan yang cukup

Signage harus tetap terbaca di berbagai kondisi cahaya, terutama untuk acara sore atau malam hari. Pastikan signage berada di area yang terkena lampu atau tambahkan pencahayaan kecil khusus. Tanpa pencahayaan yang memadai, desain sebaik apa pun akan sulit terbaca dan kurang berfungsi.

5. Jumlah tidak perlu berlebihan

Terlalu banyak signage justru bisa membingungkan tamu dan membuat venue terlihat penuh. Pilih signage yang benar-benar dibutuhkan dan posisikan secara strategis. Satu signage yang jelas dan diletakkan secara tepat lebih efektif daripada banyak signage kecil yang tersebar tanpa perhitungan.

Jarang diperhatikan hingga ke detail, ternyata signage bisa menjadi sebuah hal penting yang menjadi bagian dari dekorasi di pernikahanmu, lo. Oleh sebab itu, kamu harus memperhatikan bagaimana penempatannya hingga bagaimana visualnya agar tetap harmonis dengan tema pernikahan. Untuk menciptakan signage ini, kamu bisa menggandeng vendor dekorasi terpercaya yang daftarnya bisa kamu cek di sini.


Cover | Foto via Casablanca Design


Artikel Terkait



Artikel Terbaru