Mengenal Ragam dan Makna Paes, Make-Up Pengantin Jawa

17 Apr 2020 | By Wedding Market | Viewers: 2649
Mengenal Ragam dan Makna Paes, Make-Up Pengantin Jawa
Foto: Popbela

Pernikahan tradisional itu sejatinya tidak akan tergerus waktu termasuk pernikahan adat Jawa. Pada pernikahan terdapat make-up pengantin Jawa yang punya sebutan khusus bernama Paes.

Paes merupakan unsur penting ketika kamu yang memang berasal dari Jawa dan punya darah suku tersebut hendak mengadakan pernikahan dengan adat itu.

Dalam pernikahan Jawa, Paes melambangkan kecantikan dan kedewasaan seorang mempelai wanita  Jawa. Ternyata, Paes memiliki banyak ragam dan maknanya filosofisnya lho, Ladies sehingga bisa dibilang riasan ini begitu sakral, dan tidak boleh dilewatkan dalam merias.

Lalu seperti apa ragam dan makna riasan pengantin dari suku terbesar di Indonesia ini? Yuk, mari kita simak di bawah ini.

Ragam Paes Pengantin Jawa


Yogya Paes Ageng

Di urutan pertama adalah Yogya Paes Ageng. Ini adalah satu ragam Paes yang paling banyak dipakai dalam pernikahan adat Jawa.

Paes yang satu ini adalah Paes yang tata riasnya memancarkan keanggunan adiluhung dari mempelai wanita Jawa terutama di Yogyakarta sesuai dengan nama asal salah satu riasan pengantin Jawa ini.

Ada makna tersembunyi dari Yogya Paes Ageng, yaitu untuk membuang jauh perbuatan-perbuatan yang buruk atau negatif.

Paes ini terdiri dari penunggul, pengapit, penitis, dan godheg, yang masing-masing memiliki arti. Penunggul yang berada tepat di tengah dahi mempunyai makna paling tinggi, paling besar, dan paling baik.

Sedangkan pada sisi kiri dan kanan penunggul terdapat pengapit yang mempunyai arti keseimbangan pedamping kiri dan kanan serya menjaga hati dari pengaruh buruk yang bisa saja timbul dari dua pendamping itu.

Kemudian ada penitis yang disimbolkan sebagai kearifan. Terakhir adalah godheg yang menyerupai cambang bermakna bahwa manusia harus mengetahui asal-usulnya sehingga dapat kembali ke asal atau Tuhan YME dengan sempurna dengan melepas hal-hal duniawi.

Warna hitam pada Paes mempunyai arti untuk menjauhkan hal-hal buruk dari sang mempelai wanita.

Yogya Puteri

Masih dari Yogya, ragam Paes yang kedua adalah Yogya Puteri yang merupakan versi sederhana dari Yogya Paes Agung. Pada ragam Paes ini terdapat warna-warna klasik seperti cokelat, hitam, dan sedikit keemasan untuk melapisi Paes yang memang tidak dilapisi warna emas yang mencolok.

Pada paes ini terdapat pidih warna hitam dengan bentuk cengkorongan yang merupakan khas Yogya Puteri kemudian ada cithak dari daun siri berbentuk wajik yang diletakkan di dahi sedikit di antara dua alis.

Tak lupa juga terdapat sanggul ukel  tekuk dengan sungger dan lungsen atau sambungan dari rambut depan yang berfungsi mengikat sanggul. Selain itu ada aksesoris berupa bunga melati, ceplok atau bunga mawar berbahan beludru merah di sanggul.

Pada sisi kanan dan kiri terdapat sepasang jebahan atau 3 rangkaian mawar yang juga berbahan beludru merah pelik yang yang disebarkan di sanggul.

Terakhir, ada perhiasan berupa satu sisir gunungan, satu buah mentul besar, dan satu pasang subang ceplik.

Solo Puteri

Selain ragam Paes dari Yogyakarta, juga ada ragam paes dari Solo yang memang sama-sama pusat kebudayaan Jawa. Meski begitu ada perbedaan mendasar pada kedua ragam paes tersebut. Apabila Paes Yogya lebih runcing, Solo malah membulat.

Yang membuat sama dengan make-up pengantin Jawa dengan Yogya adalah adanya warna hitam polos tanpa penambahan prada atau garis keemasan.

Sanggul pada model ini dibuat ukel besar seperti bokor mengkurep lalu disisipkan ronce melati pada sanggul bagian belakang yang turun hingga pinggang, dan dinamakan tibo dodo,

Untuk mempercantik tampilan, ada aksesoris kepala berupa cunduk jungkat dan cunduk mentul sebanyak tujuh buah.

Solo Basahan

Terakhir adalah paes Solo Basahan yang jika dibandingkan dengan Solo Puteri sebenarnya mempunyai persamaan. Perbedaannya adalah pada akesoris dan perhiasan saja.

Pada Solo Basahan, sanggul bokor mengkurepnya dihiasi dengan cunduk mentul alas-alasan yang terdiri dari bentuk menjangan 1 pasang. Kemudian ada bentuk kupu-kupu kecil 1 pasang, matahari 1 pasang, kupu-kupu besar 1 buah di tengah beserta cunduk jungkat.

Makna Paes Pengantin Jawa


Setelah ragamnya yang kebanyakan berpusat di Yogyakarta dan Solo karena keduanya adalah pusat tradisional kebudayaan Jawa, kali ini kita akan melihat makna-makna yang terkandung pada Paes berdasarkan bentuknya.

Gajahan

Ini adalah Paes yang berbentuk U melekuk dan menjadi yang paling jelas terlihat pada riasan pengantin Jawa karena berada di tengah dahi sehingga dinamakan gajahan.

Makna dari lekukan ini adalah seorang perempuan dapat dihormati dan ditinggikan derajatnya.

Pengapit

Di samping kiri dan kanan gajahan terdapat pengapit yang memiliki makna mengapit atau mengontrol gajahan supaya ketika menjalani kehidupan berumah tangga agar tetap lurus dan setiap rintangan yang dihadapi bisa dilewati dengan baik.

Penitis

Setelah pengapit terdapat penitis yang memiliki ukuran yang lebih kecil dan tidak runcing. Makna yang terkandung di dalamnya bahwa semua hal itu harus punya tujuan dan dilakukan secara efektif.

Hal itu termasuk juga dalam membuat anggaran rumah tangga supaya rumah tangga yang hendak dijalani berjalan lancar dan aman.

Godheg

Terakhir adalah Godheg yang letaknya di samping telinga. Pemakaian akseoris ini dalam make-up pengantin Jawa melambangkan kebijaksaan sehingga mempelai nantunya bisa bersikap bijaksana setelah menikah, dan selalu introspeksi diri. Dengan adanya kebijaksanaan akan membuat rumah tangga yang tidak melulu diterpa keributan dan kasak-kusuk sana-sini.

Itulah makna dari Paes untuk pengantin adat Jawa, bagi kamu yang berasal dari daerah lain dan ingin mengenal lebih dalam mengenai adat kamu, yuk intip semua artikel pernikahan adat Wedding Market.


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket