Anggota keluarga adalah salah satu bagian paling penting dalam pernikahan. Anggota keluarga ini bukan hanya ayah, ibu, atau saudara. Hewan peliharaan yang sudah kamu rawat sepenuh hati juga bisa menjadi bagian dari anggota keluarga yang perlu datang ke acara pernikahan. Untuk itu, penampilannya pun harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Kamu perlu mempertimbangkan outfit untuk ke pernikahan yang cocok untuk peliharaanmu agar mereka tidak saltum sendirian.
Mereka bisa mengenakan outfit yang sesuai dengan tema pernikahan sekaligus yang nyaman. Berikut ini adalah beberapa inspirasi dan tips yang bisa kamu terapkan. Simak selengkapnya, yuk!
Inspirasi outfit untuk hewan di pernikahan
Meskipun bentuknya tidak selalu pakaian lengkap layaknya outfit yang dikenakan manusia, hewan peliharaan bisa mengenakan beberapa aksesori dan printilan lainnya berikut ini.
1. Bow tie yang klasik
Aksesori ini adalah pilihan paling aman dan elegan untuk hampir semua jenis peliharaan, khususnya anjing dan kucing. Bow tie atau dasi pita bisa dipasang di kalung biasa atau di collar khusus yang sudah dijahit menyatu. Warnanya bisa disesuaikan dengan warna jas pengantin pria, misalnya hitam, putih, navy, atau dusty blue. Model ini cocok untuk pernikahan formal maupun semiformal karena tampilannya seolah langsung memberi kesan “ikut kondangan”. Keunggulannya, bow tie tidak menutupi badan hewan sehingga lebih nyaman dipakai lama dan tetap terlihat rapi saat difoto dekat pengantin.
2. Rompi atau jas mini ala groom
Untuk anjing dengan ukuran kecil hingga sedang, rompi atau jas mini bisa menjadi kostum yang sangat menggemaskan. Biasanya outfit ini terdiri dari bagian dada dengan kancing palsu dan kerah kecil menyerupai jas pengantin pria. Warna hitam-putih klasik cocok untuk acara pernikahan formal, sedangkan warna krem atau cokelat muda cocok untuk rustic wedding. Kostum ini memberi kesan seolah peliharaan adalah “best man versi berbulu”. Namun, penting untuk memastikan bagian dada tidak terlalu ketat agar hewan tetap bisa bernapas dan duduk dengan nyaman.
3. Dress mini atau tulle ala bride

Untuk peliharaan betina, dress kecil dengan rok tulle bisa memberi kesan seperti bridesmaid mini. Warna bisa disamakan dengan gaun bridesmaid, misalnya sage green, lilac, atau peach. Biasanya bagian atas bisa dibuat berbentuk harness sehingga tidak perlu melewati kepala yang akan membuat hewan lebih mudah dipakaikan. Model ini cocok untuk sesi foto atau prosesi singkat karena tampilannya sangat fotogenik, apalagi jika dipadukan dengan pita kecil di punggung atau bunga di dada.
4. Floral collar
Kalung bunga adalah pilihan ideal untuk pernikahan di taman, pantai, atau untuk konsep rustic. Aksesori ini bisa dibuat dari bunga artifisial yang ringan atau bunga segar yang dirangkai dengan longgar. Kalung ini memberi kesan alami dan menyatu dengan dekorasi sekitar dan tidak terlihat seperti “baju”. Kamu bisa memakaikannya untuk hewan yang tidak suka mengenakan pakaian penuh karena bentuknya hanya melingkar di leher seperti aksesori. Warna bunga bisa disesuaikan dengan bouquet pengantin atau dekorasi aisle agar tampak harmonis di foto.
5. Bandana
Bandana adalah alternatif super praktis dan aman. Bisa dibuat dari kain polos dengan bordir nama pengantin, tanggal pernikahan, atau tulisan seperti “Ring Bearer” atau “Best Puppy”. Model segitiga yang diikat di leher akan terasa ringan dan tidak mengganggu gerak. Bandana ini akan cocok untuk peliharaan yang aktif atau mudah kepanasan. Bandana juga fleksibel karena bisa dipakai seharian tanpa membuat hewan stres.
6. Kostum adat sesuai konsep pernikahan
Jika pernikahan menggunakan busana adat, seperti Jawa, Sunda, Bali, Minang, dll., peliharaan bisa dibuatkan versi mini dari elemen busana tersebut, misalnya kain batik kecil di punggung, selempang songket mini, atau pita dengan motif tradisional. Tujuannya adalah untuk memberikan sentuhan budaya yang serasi dengan sekitar. Kostum seperti ini sangat unik dan memiliki nilai simbolis karena seolah peliharaan juga “ikut berbusana adat” bersama keluarga.
7. Ring bearer outfit
Untuk peliharaan yang dilatih berjalan di aisle, kamu bisa menambahkan harness khusus dengan kantong kecil atau pita di punggung untuk membawa bantal cincin yang biasanya hanya replika demi keamanan. Kostumnya bisa berupa rompi kecil atau pita besar di dada. Model ini sangat ikonik untuk foto prosesi dan memberi kesan bahwa peliharaan memiliki peran penting dalam acara. Namun, kostum ini harus benar-benar ringan dan tidak mengganggu gerak agar hewan tetap bisa fokus berjalan.
8. Aksesori kepala
Untuk sesi foto singkat, flower crown mini atau topi kecil bisa menjadi pelengkap yang lucu. Flower crown cocok untuk tema bohemian atau garden wedding, sedangkan topi kecil cocok untuk konsep vintage. Aksesori ini sebaiknya hanya dipakai sebentar karena sebagian hewan tidak suka ada benda di kepala. Gunakan karet elastis yang longgar atau klip khusus hewan agar tidak menarik bulu atau membuat sakit.
9. Kostum dengan warna netral
Jika tidak ingin terlalu “ribet”, kamu bisa memilih kostum polos dengan warna netral seperti putih, krem, abu-abu, atau pastel. Modelnya bisa berupa harness kain dengan pita kecil di dada. Tujuannya agar ekspresi wajah hewan tetap bisa menjadi fokus utama di foto tanpa terganggu kostum berlebihan. Kostum ini akan cocok untuk pasangan yang ingin hasil foto yang terlihat classy dan tidak terlalu ramai.
10. Scarf atau syal tipis
Scarf tipis dari chiffon atau katun yang ringan bisa dililitkan di leher sebagai aksesori sederhana yang elegan. Motifnya bisa berupa floral kecil, inisial nama pasangan, atau warna yang senada dengan gaun pengantin. Scarf memberi kesan lebih dewasa dan classy dibanding bandana, dan cocok untuk peliharaan berbulu pendek karena tidak mudah kusut. Aksesori ini juga menjadi pilihan yang aman untuk hewan yang tidak suka jika ada benda yang menempel di badan terlalu banyak.
11. Harness dekoratif
Untuk hewan yang tidak nyaman memakai baju, harness dekoratif adalah solusi ideal. Harness biasa bisa dihias dengan bunga kain, pita satin, atau kain renda di bagian punggung. Secara visual, peliharaanmu akan tetap terlihat “berkostum”, tapi secara fungsi tetap seperti tali pengaman biasa. Aksesori ini sangat cocok untuk peliharaan yang harus tetap memakai leash selama acara karena kostum dan pengaman jadi satu kesatuan tanpa perlu lapisan tambahan yang bikin gerah.
12. Kostum minimalis
Untuk hewan yang sangat sensitif terhadap pakaian, cukup gunakan pita besar di leher atau dada sebagai simbol “ikut pesta”. Pita bisa disesuaikan dengan warna tema pernikahan dan difoto dari sudut yang pas agar tetap terlihat istimewa. Meskipun sederhana, efeknya tetap manis karena memberi identitas bahwa peliharaan adalah bagian dari acara, tanpa memaksanya memakai pakaian yang utuh.
Tips outfit pernikahan hewan

Estetika adalah sebuah hal penting untuk outfit, tapi ingat keamanan dan kenyamanannya jauh lebih penting. Untuk itu, sebaiknya pertimbangkan beberapa tips yang bisa kamu lakukan ketika memilih outfit untuk hewan peliharaanmu.
1. Pilih kostum yang nyaman sesuai bentuk tubuh
Langkah paling dasar adalah memilih kostum yang benar-benar pas dengan ukuran tubuh peliharaan. Jangan hanya mengutamakan tampilan lucu atau serasi dengan tema pernikahan, tapi pastikan kostum tidak terlalu ketat di dada, leher, atau perut, dan tidak terlalu longgar sampai mudah terlepas. Untuk anjing dan kucing, ukur lingkar leher, dada, dan panjang badan terlebih dahulu sebelum membeli atau menjahitkan kostum.
Bahan yang ideal adalah katun, linen, atau kain lembut yang tidak panas dan tidak membuat bulu menjadi kusut. Kostum yang nyaman memungkinkan hewan tetap bisa duduk, berdiri, berjalan, dan bernapas dengan normal tanpa terlihat tercekik atau kepanasan. Jika kostum menekan bagian sendi atau perut, hewan bisa merasa terancam dan menjadi rewel atau agresif. Tentunya hal ini akan berbahaya di acara yang ramai seperti pernikahan.
2. Sesuaikan gaya kostum dengan tema pernikahan
Kostum peliharaan sebaiknya selaras dengan konsep acara agar terlihat menyatu secara visual dan tidak terkesan “nyeleneh”. Untuk pernikahan formal, hewan bisa memakai bow tie kecil, rompi, atau dress mini yang warnanya senada dengan busana pengantin atau bridesmaid. Untuk tema rustic atau garden party, aksesorinya bisa berupa kalung bunga, pita kain, atau bandana dengan motif floral.
Peliharaan akan terlihat lucu sekaligus menjadi bagian dari dekorasi hidup yang memperkuat nuansa acara pernikahan. Hal ini juga membantu fotografer untuk menghasilkan foto yang lebih estetik karena warna dan gaya kostum tidak bertabrakan dengan dekorasi dan busana manusia di sekitarnya.
3. Utamakan keamanan, bukan sekadar estetika
Keamanan adalah faktor terpenting saat mendandani hewan. Hindari aksesori kecil yang mudah terlepas seperti kancing lepas, manik-manik kecil, atau hiasan tajam karena bisa tertelan atau melukai kulit. Pastikan tidak ada tali panjang yang bisa melilit kaki atau leher saat hewan bergerak. Jika menggunakan kalung bunga atau pita, jangan mengikat terlalu kencang karena leher hewan sangat sensitif.
Selain itu, perhatikan apakah kostum akan menghalangi mata, telinga, atau mulut. Hewan harus tetap bisa melihat sekeliling dan bernapas tanpa hambatan. Dalam suasana ramai seperti pernikahan, hewan bisa panik jika penglihatannya terganggu atau merasa tercekik oleh kostum.
4. Latih hewan untuk memakai kostum sebelum hari-H
Jangan pernah memperkenalkan kostum pertama kali tepat di hari pernikahan. Hewan perlu waktu untuk beradaptasi agar tidak stres atau mencoba melepas kostumnya di tengah acara. Mulailah mengenalkan kostum beberapa hari atau minggu sebelumnya dengan durasi singkat lalu ditingkatkan secara bertahap.
Saat pertama kali dipakaikan, beri camilan atau pujian supaya hewan mengasosiasikan kostum dengan pengalaman positif. Jika hewan terlihat gelisah, garuk-garuk berlebihan, atau berusaha menggigit kostum, itu adalah tanda bahwa ia belum nyaman. Proses adaptasi ini sangat penting agar saat hari-H, hewan bisa berjalan atau duduk dengan tenang tanpa drama.
5. Perhatikan cuaca dan lokasi acara
Kostum yang cocok untuk pernikahan indoor ber-AC bisa menjadi bencana jika digunakan di acara outdoor pada siang hari. Jika pernikahan di taman atau pantai, pilih kostum yang tipis dan menyerap keringat, serta hindari warna gelap yang menyerap panas. Hewan sangat mudah kepanasan karena mereka tidak berkeringat seperti manusia, jadi kostum tebal bisa membuat suhu tubuh naik cepat.
Jika acaranya digelar di luar ruangan, sebaiknya kostum hanya dipakai saat sesi foto atau prosesi singkat, lalu dilepas setelahnya. Dengan begitu, hewan tetap tampil lucu tanpa mengorbankan kesehatannya.
6. Batasi durasi penggunaan kostum
Walaupun kostum terlihat lucu, jangan memaksakan hewan untuk memakainya sepanjang acara. Idealnya, kostum dipakai hanya saat momen penting seperti foto preceremony, masuk prosesi singkat, atau sesi foto keluarga. Setelah itu, lepaskan atau ganti dengan aksesori yang lebih sederhana seperti bandana atau kalung bunga yang ringan. Durasi yang panjang bisa membuat hewan kelelahan, stres, atau mengalami iritasi kulit, apalagi jika bulunya tebal. Dengan membatasi waktu, kamu tetap mendapatkan momen estetik tanpa membuat peliharaan tersiksa secara fisik maupun mental.
7. Tunjuk seseorang khusus untuk mengawasi hewan
Saat peliharaan ikut ke pernikahan, jangan menganggap mereka bisa “ikut saja” tanpa pengawasan. Sebaiknya ada satu orang yang bertugas khusus sebagai handler atau penjaga hewan, yang paham karakter dan kebiasaannya. Orang ini bertanggung jawab memastikan kostum tidak bermasalah, memberi minum, menenangkan hewan jika panik, dan membawa pergi jika situasi terlalu ramai. Handler tersebut akan membantu pengantin agar tidak perlu stres memikirkan peliharaan di tengah kesibukan acara. Risiko kejadian tak terduga seperti hewan kabur atau merusak dekorasi pun bisa diminimalkan.
Outfit atau dresscode pernikahan ternyata bukan hanya dibutuhkan oleh para tamu atau pengantin saja. Hewan peliharaan yang juga menjadi bagian dari acara pun butuh outfit yang menambah kecantikan mereka. Untuk itu, kamu bisa memeprtimbangkan beberapa inspirasi dan tips tersebut.
Untuk berbagai tips dan inspirasi seputar pernikahan, jangan lupa untuk selalu mengecek artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!
Cover | Foto: Pexels/ Brenda Valdovinos