11 Prosesi Pernikahan Adat Melayu Riau yang Harus Kamu Ketahui - Wedding Market

11 Prosesi Pernikahan Adat Melayu Riau yang Harus Kamu Ketahui

26 Jul 2022 | By Nurul Fatimah WeddingMarket | Viewers: 405
11 Prosesi Pernikahan Adat Melayu Riau yang Harus Kamu Ketahui
Pernikahan Adat Melayu | Foto via instagram/wanyhasrita

Di Indonesia ada banyak cara untuk merayakan pesta pernikahan, dari yang tradisional hingga modern. Acara tersebut pun tidak hanya sebatas pada akad nikah atau resepsi saja, tapi di beberapa masyarakat mereka melangsungkan beberapa tradisi  sebelum pernikahan. Tujuannya adalah agar pernikahan bisa dilancarkan sekaligus melestarikan adat istiadat.

Salah satu pernikahan tradisional yang terkenal punya prosesi panjang adalah pernikahan adat Melayu, khususnya Melayu Riau. Dalam tradisi masyarakat Melayu Riau, mereka mengenal serangkaian prosesi sebelum akad nikah yang dilaksanakan oleh setiap calon pengantin. Apa sajakah tahapan tersebut? Simak ulasannya, yuk!

1. Merisik


Merisik adalah sebuah tahapan dimana keluarga calon pengantin laki-laki mengutus seorang wanita berumur di atas 40-an yang mereka tetuakan, untuk datang ke rumah calon pengantin wanita untuk menilai apakah sang calon cocok untuk dijadikan istri. Penilaian tersebut meliputi agama, tata krama, adat istiadat dan lain-lain.

Acara merisik mempunyai tujuan untuk menyakinkan keluarga pengantin laki-laki terhadap calon pasangannya agar tidak menimbulkan rasa bimbang, ragu dan menyesal di kemudian hari. Hal ini bisa saja terjadi mengingat kedua calon punya sifat, adat istiadat dan pola perilaku berbeda yang ditakutkan hal tersebut akan menjadi bumerang.

2. Meminang

pernikahan Wany Hasrita

Jika keluarga laki-laki setuju dengan perbedaan yang ada di keluarga pengantin perempuan, maka bisa lanjut ke tahap selanjutnya yaitu meminang. Dalam proses meminang, keluarga laki-laki akan mengutus salah satu tetua untuk memberitahukan bahwa dalam 3-5 hari akan datang rombongan untuk meminang. 

Rombongan tersebut terdiri dari lima orang yang dibagi menjadi, satu ketua dan empat anggota. Dalam hal ini, ketua yang dipilih bukanlah orang biasa melainkan seorang tetua yang dihormati karena wibawa dan perilakunya yang santun. Jika figur tersebut tidak ada dalam keluarga, maka bisa meminta orang terdekat untuk mewakili. 

3. Mengantar Tande

Proses mengantar tande dilakukan setelah pinangan pihak laki-laki diterima oleh keluarga wanita. Dalam proses mengantar tande dilakukan empat hingga lima hari setelah proses meminang. Sebagai persiapan, keluarga laki-laki akan mengundang tetangga dan saudara untuk ikut serta. Tidak ketinggalan, ketua rombongan yang sebelumnya ikut dalam proses meminang juga ikut dalam acara mengantar tande.

Kehadiran ketua dalam mengantar tande sangat penting karena ketua di sini dianggap dapat memimpin acara sehingga diharapkan acara bisa berjalan lancar dan bisa mencairkan suasana. Ketika mengantar tande, keluarga laki-laki akan membawa beberapa hal seperti tepak sirih, cincin, bunga rampai, barang pengiring. Khusus tepak sirih, orang-orang Melayu biasa mengisinya dengan buah pinang yang sudah dikupas kulitnya, kapur sirih, gambir, tembakau, dan kacip.

4. Mengantar Belanja


Mempersiapkan pesta pernikahan tentunya memerlukan banyak biaya serta tenaga. Oleh karena itu, untuk meringankan keluarga perempuan, pihak laki-laki membantu dengan cara mengirimkan barang-barang yang dibutuhkan. Pengantaran kebutuhan tersebut akan disesuaikan dengan permintaan dari keluarga perempuan. Namun, keluarga laki-laki biasa memberikan uang, perhiasan, baju dan berbagai kebutuhan calon mempelai perempuan lainnya. Semua kebutuhan tersebut lalu diantar oleh keluarga laki-laki yang telah ditunjuk dan diterima oleh pihak perempuan.

5. Mengajak dan Menjemput

Acara mengajak dan menjemput sarat akan nilai kekeluargaan di dalamnya. Bagaimana tidak? Sebelum mengadakan acara tersebut, keluarga mempelai wanita berkumpul di rumah mempelai, bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan menjadi perwakilan dalam acara mengajak dan menjemput.

Dalam musyawarah, para keluarga akan memilih beberapa pasangan suami istri yang dianggap punya banyak pengalaman dalam acara mengajak dan menjemput sehingga diharapkan mereka dapat menjaga martabat keluarga dan menjadi pendamping yang baik. Ketika mengadakan acara mengajak dan menjemput, para wakil akan membawa berbagai hal, salah satunya adalah tepak sirih yang lengkap dengan isinya.

6. Mengantung-gantung

Pada masyarakat Melayu, mereka biasa mengadakan pesta pernikahan di rumah pengantin wanita. Oleh karena hal tersebut, maka tidak heran jika sebelum pernikahan dilangsungkan, keluarga pengantin wanita sibuk mendekorasi rumah dengan berbagai hiasan. Proses desain rumah ini disebut dengan menggantung-gantung. Sebelum proses ini dilaksanakan, keluarga pengantin mengadakan doa bersama agar setiap pekerjaan yang mereka lakukan dipermudah oleh Tuhan.

Setelah sesi doa bersama selesai, keluarga langsung melakukan acara menggantung-gantung dengan membersihkan rumah, merias tembok dengan kain pernikahan, merias kamar pengantin hingga membersihkan dapur. Proses menggantung-gantung tentunya tidak hanya dilakukan oleh keluarga inti pengantin, tapi tidak jarang keluarga besar beserta para tetangga turut serta membantu. Alasannya untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan tetangga.

7. Berandam

Selain memperindah tempat pernikahan, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk dilakukan yaitu mempercantik calon pengantin laki-laki dan perempuan. Acara tersebut dinamakan dengan berandam. Berandam sendiri biasa disebut sebagai acara pembersihan calon pengantin dari dosa-dosa dunia dengan cara mencukur rambut di beberapa bagian. Untuk pengantin laki-laki, rambut yang dicukur cukup rambut kepala saja, sedangkan pengantin perempuan mencukur rambut di dahi, tengkuk dan pelipis. 

8. Limau Manis Limau Setawar


Setelah selesai berandam, selanjutnya calon pengantin wanita melakukan upacara limau manis limau setawar yaitu tradisi dimana ibu pengantin wanita mengelilingi anak perempuannya sebanyak tiga kali dengan membawa kelapa yang sudah dililit dengan benang lima warna. Upacara ini bertujuan agar anak yang dikandung  mempunyai wajah rupawan yang terlihat dari kejauhan. Di sisi lain, benang lima warna yang melilit di kelapa juga punya arti berupa harapan keluarga agar keluarga pengantin selalu diberikan rezeki yang melimpah tanpa henti.


Selain berkeliling membawa kelapa, ibu calon pengantin wanita juga berkeliling membawa dua batang lilin yang menyala. Lilin tersebut menjadi simbol agar kedua mempelai selalu diterangi ke jalan yang benar sehingga kehidupan rumah tangga yang dijalani selalu damai dan tidak dipenuhi oleh pertengkaran.

9. Berinai

Upacara berinai adalah tradisi menghias kuku pengantin laki-laki dan perempuan. Selain berfungsi untuk mempercantik tangan pengantin, berinai juga mempunyai tujuan sebagai penolak bala yang menghindarkan pengantin dari bahaya kasat mata maupun tak kasat mata. Bagi pengantin laki-laki, berinai dianggap menambah kesan wibawa.

Tradisi berinai juga punya makna simbolis yaitu melambangkan bahwa laki-laki dan perempuan sudah siap menjadi suami istri dan mereka berdua sudah siap melangkah ke dunia pernikahan. Diharapkan keduanya bisa saling menumbuhkan sifat dewasa dan saling sabar dalam menyelesaikan masalah.

10. Berkhatam Qur’an


Kegiatan berkhatam Qur’an dilakukan sebelum akad nikah. Pengantin beserta keluarga berharap dengan digelarnya acara berkhatam Qur’an, Tuhan akan melancarkan dan meridhoi upacara pernikahan mereka. Saat berkhatam Qur’an, pasangan pengantin duduk di depan seorang guru ngaji yang ada di pelaminan. Mereka lalu mulai melantunkan ayat-ayat Al Qur’an dengan diikuti ibu-ibu di belakang. Selesai berkhatam Qur’an, kedua calon akan pergi ke rumah guru ngaji untuk mengantar tabak yaitu pulut kuning yang telah ditempatkan di sebuah wadah kayu dengan dihiasi ulur-ulur, bunga telor dan telor merah.

11. Akad Nikah


Setelah melaksanakan serangkaian acara pra pernikahan, akhirnya kedua calon melaksanakan akad nikah. Akad nikah dilangsungkan di depan pelaminan dengan dipimpin oleh seorang penghulu dan didampingi dua orang saksi. Dengan mengucapkan ijab qabul, maka kedua mempelai telah resmi menjadi suami istri dan diharapkan keduanya saling menjaga satu sama lain dan setia hingga maut memisahkan.


Itulah 11 tahapan yang harus kamu ketahui dalam pernikahan adat Melayu Riau. Jika dilihat sekilas, proses yang harus dijalankan memang panjang sekali. Namun, jika sudah menjalankannya, kamu tidak akan merasa lelah justru rasa bangga akan muncul dalam benak karena ikut melestarikan budaya masyarakat sendiri.

Setelah memahami prosesi dalam pernikahan adat Melayu Riau, ketahui juga ciri khas dekorasi pernikahan adat Melayu sebagai referensi tambahan untuk pernikahanmu nanti. Temukan juga berbagai vendor pernikahan profesional untuk membantumu  mewujudkan pernikahan impianmu hanya di WeddingMarket. Untuk info lengkapnya cek di siniya

Belanja Jasa dan Produk untuk Pernikahanmu di WeddingMarket Store!
Diskon hingga 20%*

Artikel Terkait


WeddingMarket

Hello, thank you for Visiting us. Any Question?