Ciri Khas Gaun Pengantin Betawi yang Kaya Akulturasi

04 May 2020 | By Wedding Market | Viewers: 1455
gaun pernikahan betawi
Foto: Popbela

Gaun pengantin Betawi adalah salah satu baju pengantin tradisional yang populer di Indonesia selain gaun adat dari Jawa, Sunda, dan Minangkabau.

Kepopuleran gaun tradisional satu ini juga tidak lepas dari banyaknya acara televisi yang menampilkan budaya-budaya Betawi seperti yang terlihat di Si Doel Anak Sekolahan yang populer itu.

Apalagi gaun pengantin Betawi berasal dari Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi untuk pusat pemerintahan yang tentu saja semakin menguatkan kepopuleran busana ini. Karena itu, tak mengherankan jika banyak orang termasuk artis dan pejabat mengenakan busana Betawi pada pernikahan mereka.

Contoh terakhir orang terkenal yang menggunakan busana ini pada saat pernikahannya adalah Tsamara Amaniy Alatas, perempuan politikus muda pada 2019. Seperti halnya busana pengantin tradisional lainnya di Indonesia, gaun pernikahan Betawi tentunya juga mempunyai ciri khas.

Apa saja ciri khas gaun tradisional ini yang disebut dengan Dandanan Care None Pengantin Cine ini? Yuk, mari kita simak!

1. Ada Tuaki

Tuaki adalah baju bagian atas (blus), dan memilki dua model, yaitu model Shanghai dan model baju kurung. Baju ini berbahan polis dengan motif hiasan emas, mote, atau manik-manik di ujung lengan sekitar dada dan bagian bawah baju.

2. Memakai Kun

Kun adalah padanan untuk tuaki, yaitu rok yang melebar ke bawah dengan panjang sampai ke mata kaki. Pada rok terdapat hiasan berupa benang tebar dengan kombinasi dan warna yang sesuai dengan tatahan motif pada tuaki.

3. Berhiaskan Teratai

Teratai di sini bukan bermaksud bunga ya, Ladies. Ini adalah perhiasan yang menutupi dada dan bahu, dan terbuat dari beludru bertatahkan hiasan logam yang permukaannya ada motif bunga tanjung.

Teratai sendiri berjumlah 8 lembar kecil yang kemudian dirangkai menjadi susunan delapan daun teratai yang simetris. 

4. Mempunyai sanggul

Ciri utama pada busana pengantin tradisional di Indonesia adalah menggunakan sanggul untuk merapikan rambut. Nah, hal tersebut juga ada pada gaun pernikahan Betawi yang berbentuk cepol tanpa sasakan dengan membentuk 3 tingkat lingkaran yang dipadatkan dengan tusuk konde. Orang Betawi menyebutnya Sanggul Buatun.

5. Siangko Bercadar

Yang paling terlihat jelas dari gaun pengantin Betawi adalah mempelai wanitanya menggunakan siangko bercadar. Yaitu, hiasan kepala yang ternyata mempunyai makna yang cukup sakral, yaitu melambangkan kesucian seorang gadis.

Warnanya adalah warna emas dengan panjang 30 cm, dan biasanya dihiasi dengan batu-batu permata. Selain yang bercadar, ada siangko lainnya yang berjumlah tiga buah, yang dipakai di belakang sanggul sebagai penutup ikatan siangko bercadar. Di atasnya siangko ini terdapat sigar atau mahkota yang bermotifkan bunga-bunga yang dipenuhi dengan permata.

6. Kembang Goyang

Busana pengantin wanita Betawi memang kental dengan ornamen pada kepala. Selain mahkota dan siangko, terdapat juga kembang goyang.

Jumlah hiasan ini berjumlah 20 buah, dan dipasang dengan hiasan rambut beserta 2-4 buah kembang kelapa di kanan dan kiri sanggul.

7. Hiasan Burung Hong

Hiasan burung hong atau phoenix juga turut melengkapi hiasan di kepala. Hiasan ini mempunyai sebutan kembang besar atau kembang gede. Jumlahnya ada 4 buah.

8. Sunting

Ciri khas lain dari gaun pengantin Betawi adalah adanya sunting yang dipakai untuk melengkapi penampilan. Biasanya telinga pengantin akan dihias dengan sepasang kerabu yang merupakan perpaduan anting dan giwang.

9. Tusuk Konde

Tusuk konde merupakan pasak berbentuk huruf dalam abjad Arab yang disimbolkan sebagai pengakuan dan keesaan Allah, dan ditusukkan di atas siangko kecil penutup simpul tali cadar.

10. Kalung Tebar

Ini adalah perhiasan yang dipakai melingkar di leher di atas teratai. Selain itu, terdapat gelang listring, gelang selendang mayang, serta cincin emas yang berhiaskan permata, dan dijadikan sebagai hiasan lengan pergelangan tangan dan jari pengantin wanita.

11. Mengenakan selop

Pada alas kaki, pengantin Betawi akan akan mengenakan selop[ berbentuk perahu kolek, dengan ujung melengkung ke atas dan dihias dengan tatahan emas dan manik-manik atau mute.

12. Pengaruh Akulturasi Berbagai Budaya

Ciri khas lain selain benda-benda yang melekat pada baju pengantin tradisional Betawi adalah busana pengantin tradisional ini merupakan perpaduan atau akulturasi berbagai budaya yang mempengaruhi kehidupan orang Betawi.

Budaya-budaya tersebut adalah Cina, Eropa, Arab, Melayu, serta dari Jawa dan Sunda. Dandanan Care None Pengantin Cine merupakan pengaruh dari Cina sedangkan siangko bercadar pengaruh dari Arab.

Selain Dandanan Care None Pengantin Cine, baju yang juga digunakan dalam pernikahan adat Betawi adalah Baju Kurung yang merupakan pengaruh dari kebudayaan Melayu. Baju kurung ini mempunyai ciri berlengan pendek dengan warna-warna yang mencolok.

Itulah ciri khas yang terdapat pada gaun pengantin Betawi, gaun pengantin tradisional yang merupakan campuran dari berbagai budaya yang ada di masyarakat Betawi. Apakah kamu berniat menggunakan busana ini pada hari pernikahanmu sebagai juga upaya untuk melestarikan salah satu budaya di Indonesia?

Yuk cari vendor gaun pengantin sesuai adatmu di Wedding Market


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket