Pilih Kategori Artikel

Groom-Up Guide untuk Calon Pengantin Pria: Panduan Tampil Percaya Diri di Hari Pernikahan
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Seringkali kita mendengar anggapan klise bahwa pernikahan adalah harinya sang pengantin wanita semata. Fokus utama industri pernikahan seolah-olah hanya tertuju pada gaun putih yang menjuntai, riasan wajah yang memukau, dan bunga tangan yang cantik, sementara pengantin pria sering dianggap sebagai pelengkap atau sekadar aksesori berjalan yang tugasnya hanya berdiri diam di samping bintang utama. Narasi ini sudah tertanam begitu lama dalam budaya kita sehingga banyak calon pengantin pria yang akhirnya pasrah menerima nasib sebagai "tim hore" atau sekadar penyandang dana tanpa merasa perlu terlibat secara emosional maupun visual.

Namun, memasuki tahun 2026 ini, paradigma kuno tersebut sudah seharusnya kita tinggalkan karena pernikahan adalah panggung milik dua orang yang setara. Calon pengantin pria modern kini semakin sadar bahwa mereka juga berhak untuk tampil menawan, merasa percaya diri, dan terlibat aktif dalam setiap detik perayaan cinta mereka sendiri tanpa rasa malu. Tidak ada lagi cerita tentang pengantin pria yang memakai jas kedodoran sewaan atau terlihat kucel karena kurang tidur dan tidak merawat diri menjelang hari besar.

Artikel ini didedikasikan khusus untuk para pria yang ingin mendobrak stigma lama tersebut dan menjadi versi terbaik dari diri mereka saat bersanding di pelaminan nanti. Kita akan membahas tuntas segala hal mulai dari pemilihan busana yang tidak membosankan, rutinitas perawatan diri yang maskulin, hingga persiapan mental agar kamu bisa menjadi mitra yang suportif dan hadir sepenuhnya bagi pasanganmu. Mari kita ubah pola pikir dari sekadar "yang penting hadir" menjadi "sayalah sang raja sehari" yang sesungguhnya.

Revolusi Gaya: Tinggalkan Jas Hitam Kedodoran yang Membosankan

wm_article_img
Fotografi: Roll Moments

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh pengantin pria adalah menganggap bahwa semua jas itu sama saja dan warna hitam adalah satu-satunya pilihan aman. Padahal, dunia mode pria saat ini menawarkan variasi potongan, warna, dan tekstur kain yang luar biasa luas untuk dieksplorasi sesuai dengan tema acara dan kepribadianmu. Mengenakan setelan jas pengantin yang dijahit khusus atau bespoke bukan lagi sekadar gaya-gayaan, melainkan investasi visual agar kamu tidak terlihat seperti pegawai kantor yang sedang rapat di hari pernikahanmu sendiri.

Cobalah untuk mulai melirik warna-warna lain yang lebih segar dan berkarakter seperti navy blue, abu-abu arang, hijau hutan, atau bahkan warna beige dan terracotta untuk pernikahan luar ruangan. Warna biru dongker atau navy adalah pilihan paling serbaguna yang memberikan kesan berwibawa, cerdas, dan cocok untuk hampir semua warna kulit pria Indonesia serta aman dipadukan dengan gaun pengantin wanita warna apa pun. Sementara itu, warna-warna bumi atau earth tones sangat cocok untuk konsep pernikahan rustic atau garden party karena memberikan kesan santai namun tetap rapi dan stylish.

Selain warna, faktor yang paling krusial dalam busana pria adalah kesesuaian ukuran atau fit di badan karena jas semahal apa pun akan terlihat murah jika ukurannya tidak pas. Pastikan panjang lengan kemeja sedikit menyembul keluar dari jas, celana tidak menumpuk di sepatu, dan bahu jas jatuh tepat di ujung bahu aslimu tanpa terlihat sempit atau kebesaran. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan penjahit profesional atau tailor untuk mendapatkan potongan slim fit atau regular fit yang mampu menonjolkan postur terbaikmu dan menutupi kekurangan fisik yang mungkin membuatmu kurang percaya diri.

Grooming Bukan Aib: Pentingnya Perawatan Wajah dan Tubuh bagi Pria

wm_article_img
Foto via Joe Hair

Masih banyak pria yang merasa tabu atau malu untuk melakukan perawatan wajah karena menganggap hal tersebut hanya ranah kaum wanita. Padahal, pada hari pernikahan nanti, wajahmu akan disorot oleh kamera beresolusi tinggi dan dilihat oleh ratusan tamu dari jarak dekat, sehingga memiliki kulit yang bersih dan segar adalah sebuah keharusan. Makeup artist memang bisa membantu menutupi noda, tetapi kanvas kulit yang sehat akan membuat hasil riasan tampak jauh lebih natural dan tidak terlihat seperti memakai topeng tebal.

Mulailah melakukan rutinitas dasar perawatan kulit atau skincare minimal tiga bulan sebelum hari pernikahan dengan rajin membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan memakai tabir surya setiap hari. Jika kamu memiliki masalah kulit yang spesifik seperti jerawat meradang atau kulit kusam, sangat disarankan untuk mengunjungi klinik estetika untuk melakukan facial atau perawatan khusus lainnya. Lakukan perawatan wajah terakhir minimal satu minggu sebelum hari H untuk memberikan waktu bagi kulit beradaptasi dan menghindari kemerahan atau iritasi mendadak pada hari acara.

Jangan lupakan juga detail-detail kecil lainnya yang sering terlewatkan seperti merapikan alis, memotong bulu hidung yang keluar, dan membersihkan karang gigi agar senyummu terlihat cemerlang. Potongan rambut juga memegang peranan vital, jadi pastikan kamu mencukur rambut di barbershop langganan yang sudah kamu percaya kualitasnya sekitar seminggu sebelum acara agar potongannya terlihat lebih natural dan tidak kaku. Ingatlah bahwa perawatan diri ini bukan hanya untuk memuaskan pandangan orang lain, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan pasanganmu di hari yang istimewa.

Detail Aksesori: Sentuhan Kecil yang Mencuri Perhatian

wm_article_img
Foto via Solo Baru Tailor

Pembeda antara pria yang berpakaian biasa saja dengan pria yang memiliki selera gaya tinggi seringkali terletak pada pemilihan aksesori pendukung. Aksesori bukan hanya pelengkap, tetapi juga pernyataan karakter yang bisa menjadi conversation starter atau bahan obrolan menarik bagi para tamu undangan. Jangan biarkan tampilanmu terlihat polos tanpa sentuhan personal yang unik dan bermakna bagi perjalanan hidupmu.

Jam tangan adalah perhiasan utama bagi pria, jadi pilihlah jam tangan terbaikmu yang sesuai dengan formalitas acara, misalnya jam tangan bertali kulit untuk acara klasik atau jam tangan rantai besi untuk kesan lebih modern dan tangguh. Kamu juga bisa bermain dengan dasi kupu-kupu atau bow tie untuk kesan formal yang playful, atau dasi panjang dengan jepit dasi atau tie bar untuk tampilan yang lebih eksekutif dan rapi. Sapu tangan saku atau pocket square dengan motif atau warna yang kontras juga bisa menjadi aksen manis yang menghidupkan jas polosmu secara instan.

Bunga di dada atau boutonniere adalah aksesori wajib bagi pengantin pria yang membedakanmu dari tamu undangan atau pendamping pria lainnya. Pastikan desain bunga ini selaras dengan buket bunga yang dipegang oleh pengantin wanita untuk menunjukkan kekompakan visual kalian sebagai pasangan. Selain itu, pemilihan kaus kaki juga bisa menjadi elemen kejutan yang seru, misalnya dengan memakai kaus kaki bermotif unik atau warna-warni yang hanya terlihat saat kamu duduk atau berjalan santai.

Peran Aktif dalam Perencanaan: Menjadi Co-Pilot, Bukan Penumpang

wm_article_img
Foto via Kenny Austin

Salah satu keluhan terbesar dari para calon pengantin wanita adalah sikap pasif pasangannya yang sering berlindung di balik kalimat sakti "terserah kamu saja". Sikap ini seringkali membuat wanita merasa berjuang sendirian dan memicu pertengkaran yang sebenarnya tidak perlu terjadi di masa persiapan pernikahan. Sebagai pria modern, kamu harus mengubah pola pikir bahwa mengurus pernikahan bukan hanya tugas wanita, melainkan proyek besar pertama yang kalian kerjakan bersama sebagai tim yang solid.

Ambillah tanggung jawab spesifik yang sesuai dengan minat atau keahlianmu agar kamu bisa berkontribusi secara nyata tanpa merasa terbebani. Biasanya, pria lebih menikmati mengurus hal-hal teknis seperti kurasi musik atau entertainment, pemilihan menu katering dan minuman, transportasi tamu, atau dokumentasi foto dan video. Dengan memegang kendali penuh pada beberapa aspek ini, kamu tidak hanya meringankan beban pasanganmu tetapi juga memastikan bahwa seleramu ikut terwakili dalam pesta tersebut.

Hadirilah pertemuan teknis atau technical meeting dengan vendor dengan persiapan yang matang dan berikan pendapatmu secara jujur namun konstruktif saat diminta. Ketika terjadi masalah atau drama dengan pihak keluarga besar, jadilah garda terdepan yang menengahi dan melindungi pasanganmu dari tekanan yang berlebihan. Keterlibatan aktifmu dalam proses perencanaan ini akan menjadi latihan yang sangat baik untuk kerja sama dalam kehidupan rumah tangga yang sebenarnya nanti.

Persiapan Mental dan Emosional: Menjadi Sandaran yang Kokoh

wm_article_img
Fotografi: Axioo

Di balik kesibukan mengurus vendor dan baju, persiapan mental seringkali menjadi aspek yang paling diabaikan oleh calon pengantin pria. Masyarakat kita sering menuntut pria untuk selalu terlihat kuat, tenang, dan tidak emosional, padahal wajar jika kamu juga merasa cemas, takut, atau terharu menjelang perubahan status hidup yang besar ini. Mengakui perasaan tersebut bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan emosional yang justru sangat dibutuhkan dalam sebuah pernikahan.

Luangkan waktu untuk benar-benar meresapi makna dari janji suci atau vows yang akan kamu ucapkan nanti, dan jangan hanya menyalin teks standar dari internet. Tulislah janji pernikahanmu sendiri dengan bahasa yang jujur dan menyentuh hati, ceritakan apa yang kamu rasakan tentang pasanganmu dan harapanmu untuk masa depan bersama. Jika kamu merasa gugup untuk berbicara di depan umum, berlatihlah membacakannya di depan cermin atau rekam suaramu sendiri berulang kali hingga kamu merasa nyaman dan percaya diri.

Jaga komunikasi yang terbuka dengan pasanganmu, terutama di minggu-minggu terakhir menjelang hari H yang biasanya penuh dengan tekanan tinggi. Ajaklah dia berkencan santai tanpa membicarakan urusan pernikahan sama sekali untuk menyegarkan kembali hubungan dan mengingatkan kalian berdua tentang alasan mengapa kalian memutuskan untuk menikah. Menjadi suami bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga tentang menjadi sahabat terbaik dan pendengar yang baik bagi istrimu dalam situasi apa pun.

Pesta Bujang yang Berkelas: Kualitas di Atas Kuantitas

wm_article_img
Fotografi: Iluminen

Tradisi pesta bujang atau bachelor party sering disalahartikan sebagai malam kebebasan terakhir yang kurang bermakna. Bagi pria dewasa yang sudah siap berkomitmen, konsep pesta bujang seharusnya bergeser menjadi momen berkualitas untuk mempererat persaudaraan dengan sahabat-sahabat terdekat sebelum prioritas waktumu terbagi untuk keluarga. Lupakan menghabiskan waktu bachelor party dengan hal yang sia-sia yang berlebihan dan hanya akan menyisakan potensi masalah di kemudian hari.

Gantilah dengan kegiatan yang lebih bermakna dan sesuai dengan hobi kalian bersama, seperti melakukan perjalanan road trip singkat ke luar kota, berkemah di alam terbuka, menyewa vila privat untuk pesta barbeku santai, atau sekadar olahraga bersama lalu dilanjutkan dengan makan malam enak. Momen ini adalah kesempatan emas untuk meminta nasihat dari teman-teman yang sudah menikah, mengenang masa lalu yang konyol, dan meminta dukungan moral mereka untuk fase hidup barumu. Sahabat yang baik akan mendukungmu untuk menjadi suami yang baik, bukan menjerumuskanmu pada hal-hal yang bisa merusak hubunganmu.

Pagi Hari H: Memulai dengan Energi Positif

wm_article_img
Fotografi: Iluminen

Momen pagi hari pada tanggal pernikahanmu adalah waktu yang sangat krusial untuk menentukan suasana hati atau mood sepanjang hari. Bangunlah lebih awal agar kamu memiliki waktu luang untuk menikmati kopi dengan tenang, sarapan yang bergizi, dan mandi air hangat yang menyegarkan tanpa perlu terburu-buru. Hindari mengecek pesan pekerjaan atau berita negatif di ponselmu agar pikiranmu tetap jernih dan fokus pada kebahagiaan yang ada di depan mata.

Gunakan waktu persiapan bersama para pendamping pria atau groomsmen untuk bersenda gurau, mendengarkan musik favorit, dan saling membantu memakaikan dasi atau jas. Suasana persaudaraan yang hangat ini akan sangat efektif untuk meredakan ketegangan dan rasa gugup yang mungkin muncul menjelang akad atau pemberkatan. Pastikan kamu juga sudah menyiapkan barang-barang pribadi seperti cincin kawin, dompet, dan dokumen penting di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

Terakhir, sebelum melangkah keluar menuju lokasi acara, tataplah dirimu di cermin dan berikan afirmasi positif bahwa kamu sudah siap lahir batin. Kamu telah melakukan persiapan terbaik, kamu tampil dengan versi terbaik dirimu, dan yang terpenting, kamu akan menikahi orang yang paling kamu cintai di dunia. Tegakkan bahumu, pasang senyum terbaikmu, dan melangkahlah dengan mantap untuk menyambut babak baru kehidupanmu sebagai seorang suami dan kepala keluarga.

Sudah siap tampil memukau dan menjadi pengantin pria idaman?

Perjalanan menuju pelaminan membutuhkan mitra yang tepat untuk memastikan setiap detail penampilanmu sempurna. Jangan sembarangan mempercayakan gaya dan perawatan dirimu pada vendor yang belum teruji kualitasnya. Kami telah mengurasi daftar vendor terbaik khusus pria, mulai dari penjahit jas bespoke yang paham tren terkini, barbershop premium untuk potongan rambut presisi, hingga klinik perawatan pria yang privat dan nyaman.

Jelajahi kategori "Groom Essentials" di platform kami untuk menemukan semua kebutuhanmu dalam satu tempat. Jadilah pria yang tidak hanya hadir, tetapi juga bersinar di hari bahagiamu sendiri.


Cover | Foto via Kenny Austin | Suit: Wong Hang Tailor

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 16 -18 Januari 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...