Your Smart Wedding Platform

12 Ide Gaya Foto Pengantin di Pelaminan yang Bikin Album Kenangan Makin Estetik

27 Jan 2026 | By Wedding Market | 8
gaya foto pengantin di pelaminan

Momen resepsi pernikahan sering kali menjadi puncak acara yang paling melelahkan namun juga paling membahagiakan. Di atas pelaminan yang telah didekorasi dengan indah, kamu dan pasangan akan berdiri menyambut tamu undangan, menerima ucapan selamat, dan tentu saja menjadi pusat perhatian kamera. Foto-foto di pelaminan ini adalah dokumentasi utama yang akan mengisi sebagian besar album pernikahanmu nanti. 

Sayangnya, karena kelelahan atau rasa gugup, banyak pasangan yang mati gaya atau hanya melakukan pose berdiri kaku yang itu-itu saja, sehingga hasil fotonya terasa monoton dan kurang bernyawa. Padahal, area pelaminan adalah spot terbaik untuk mengeksplorasi berbagai gaya foto karena didukung oleh pencahayaan yang maksimal dan latar belakang dekorasi yang megah. Jangan biarkan investasi dekorasi yang mahal dan riasan wajah yang flawless terbuang sia-sia hanya karena kamu kehabisan ide pose. 

Artikel ini memberikan inspirasi gaya foto pengantin di pelaminan, mulai yang formal hingga kasual, agar setiap lembar album kenanganmu bercerita tentang kebahagiaan dan chemistry yang kuat antar pasangan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini agar kamu bisa berlatih di depan cermin sebelum hari bahagia tiba.

1. Gaya Formal Klasik ala Raja dan Ratu

Foto via Clara Wedding

Gaya pertama yang wajib ada dalam daftar shot list fotografer adalah pose formal klasik. Meskipun terdengar standar, pose ini sangat penting karena menunjukkan keagungan dan kesakralan pernikahan itu sendiri. Kamu dan pasangan berdiri tegak menghadap kamera dengan posisi tubuh yang tegap namun bahu tetap rileks. Tangan pengantin wanita bisa menggandeng lengan pengantin pria atau memegang buket bunga di depan perut dengan anggun, sementara tangan pengantin pria rileks di samping tubuh atau sedikit menggenggam tangan pasangannya.

Kunci dari gaya ini adalah postur tubuh dan ekspresi wajah. Pastikan dagu sedikit diangkat agar memberikan kesan percaya diri dan berwibawa layaknya raja dan ratu sehari. Senyum yang diberikan sebaiknya senyum simpul yang elegan, bukan tertawa lebar. Ini adalah pose aman yang memastikan detail busana dari ujung kepala hingga ujung kaki terlihat dengan jelas dan sempurna.

2. Saling Menatap Mesra untuk Menunjukkan Chemistry

Fotografi: Okkie Moto

Setelah pose menghadap kamera, saatnya beralih ke pose yang lebih intim dengan saling menatap mata pasangan. Gaya ini sangat ampuh untuk menangkap emosi dan cinta yang mendalam di antara kalian berdua. Untuk mendapatkan hasil yang natural dan tidak terlihat dibuat-buat atau cringey, cobalah untuk memikirkan momen paling bahagia yang pernah kalian lalui bersama atau saling membisikkan kata-kata pujian. Biarkan senyum muncul secara alami dari interaksi tersebut. Fotografer biasanya akan mengambil angle close-up atau medium shot untuk menangkap kilatan bahagia di mata kalian. Foto ini akan menjadi bukti visual betapa kuatnya chemistry yang terjalin, yang mungkin tidak bisa diwakili oleh kata-kata.

3. Pose Candid Tertawa Lepas

Fotografi: Venema Pictures

Foto terbaik sering kali adalah foto yang tidak direncanakan. Pose candid saat kalian berdua tertawa lepas bisa menjadi pemanis yang menyegarkan di tengah deretan foto formal. Mintalah fotografer untuk selalu siaga menangkap momen-momen spontan ini. Jika sulit mendapatkan tawa natural, kalian bisa memancingnya dengan pura-pura tertawa terlebih dahulu yang biasanya lama-kelamaan akan menjadi tawa sungguhan karena merasa geli sendiri. Tawa yang lepas akan membuat otot-otot wajah menjadi rileks dan memancarkan aura kebahagiaan yang tulus. Foto candid seperti ini memberikan nuansa yang hangat, ceria, dan jujur. Ketika melihatnya kembali sepuluh tahun lagi, kamu akan teringat betapa menyenangkannya hari pernikahanmu, bukan hanya sekadar acara seremonial yang kaku.

4. Pamer Cincin dengan Gaya Elegan

Fotografi: By My Sight

Cincin nikah adalah simbol utama dari ikatan pernikahan, jadi wajar jika benda kecil ini mendapatkan sorotan khusus. Di pelaminan, kamu bisa melakukan pose pamer cincin dengan berbagai variasi yang tidak norak. Salah satu caranya adalah pengantin pria memegang pinggang atau bahu pengantin wanita, sementara pengantin wanita meletakkan tangannya di dada atau bahu pria dengan jari-jari terbuka yang memperlihatkan cincin. Hindari pose meninju ke arah kamera atau merentangkan jari terlalu kaku karena akan terlihat kurang estetis; biarkan jari-jari sedikit melengkung agar terlihat luwes.

5. Cium Kening atau Cium Tangan

Pose mencium kening adalah lambang kasih sayang, perlindungan, dan rasa hormat dari seorang suami kepada istrinya. Gaya ini sangat populer karena memberikan kesan romantis yang sopan dan syahdu, sangat cocok untuk budaya ketimuran. Tangan wanita bisa memegang lengan atau dada pria untuk menambah kedekatan fisik.

Selain cium kening, pose mencium tangan juga memiliki makna yang dalam, yaitu bentuk pengabdian dan kesetiaan. Pengantin wanita bisa mencium punggung tangan suami, atau sebaliknya, suami mencium punggung tangan istri layaknya seorang pangeran melamar putrinya. Foto dengan pose seperti ini biasanya memiliki mood yang sangat emosional dan menyentuh hati. 

6. Pose Duduk Santai namun Tetap Classy

Fotografi: Alexo Pictures

Pelaminan biasanya dilengkapi dengan kursi pengantin atau sofa yang mewah. Gunakan properti ini untuk variasi gaya foto agar tidak melulu berdiri. Kalian bisa duduk bersisian dengan posisi tubuh sedikit menyerong ke arah satu sama lain. Pose duduk ini juga memberikan kesempatan bagi kaki kalian untuk beristirahat sejenak dari sepatu hak tinggi atau sepatu pantofel yang mungkin mulai terasa sempit. Kalian bisa saling berpegangan tangan di atas pangkuan atau saling menyandarkan kepala. Gaya duduk menciptakan suasana yang lebih santai dan intim, seolah-olah kalian sedang berada di ruang tamu istana milik sendiri. 

7. Bermain dengan Veil atau Kerudung

Jika kamu mengenakan gaun pengantin internasional atau busana muslim yang dilengkapi dengan veil (kerudung panjang), manfaatkan aksesori ini sebagai properti foto yang artistik. Salah satu gaya yang populer adalah pose "di bawah kerudung", di mana pengantin pria dan wanita menutupi kepala mereka berdua dengan veil tersebut. Hal ini menciptakan ruang privasi yang sempit dan intim, memberikan efek dreamy dan romantis pada hasil foto.

Cahaya yang menembus kain veil yang transparan akan memberikan efek soft focus yang mempercantik wajah kalian secara alami. Kalian bisa saling bertatapan atau hampir berciuman di balik kerudung tersebut. Hasil foto ini biasanya sangat artistik dan sering menjadi favorit untuk sampul album pernikahan.

8. Pose Membelakangi Kamera

Fotografi: By My Sight

Jangan ragu untuk sesekali membelakangi kamera. Pose ini bertujuan untuk memperlihatkan detail bagian belakang busana pengantin yang sering kali memiliki aksen menarik, seperti kancing-kancing kristal, punggung yang terbuka (backless), atau ekor gaun yang menjuntai panjang nan dramatis. Kalian berdua bisa berdiri membelakangi fotografer sambil menoleh sedikit ke belakang (looking back) dengan senyuman.

Gaya ini juga bisa dimaknai sebagai simbol kalian berdua siap melangkah bersama menuju masa depan, meninggalkan masa lalu di belakang. Ini adalah variasi yang bagus untuk memberikan jeda visual dari rentetan foto wajah depan yang dominan.

9. Berbisik Manja dan Penuh Rahasia

Fotografi: By My Sight

Pose berbisik adalah cara lain untuk menciptakan interaksi yang natural dan lucu. Mintalah pengantin pria untuk mendekatkan bibirnya ke telinga pengantin wanita seolah sedang membisikkan sebuah rahasia atau kata-kata manis. Pengantin wanita bisa merespons dengan ekspresi terkejut, tersipu malu, atau tertawa kecil sambil menutup mulut dengan tangan atau buket bunga.

Selain itu, pose ini secara otomatis membuat jarak wajah kalian menjadi sangat dekat, yang tentunya membangun nuansa keintiman yang kuat. Ini adalah momen playful yang menunjukkan bahwa kalian bukan hanya pasangan suami istri, tetapi juga sahabat yang bisa bersenda gurau.

10. Wide Shot Menampilkan Kemegahan Dekorasi

Kamu sudah menghabiskan puluhan bahkan ratusan juta untuk dekorasi pelaminan, jadi pastikan ada foto yang mengabadikan kemegahan tersebut secara utuh. Mintalah fotografer untuk mundur jauh dan mengambil gambar wide shot atau landscape yang mencakup seluruh panggung pelaminan dari ujung kiri ke ujung kanan. Kamu dan pasangan berdiri di tengah-tengah sebagai pusat komposisi, bisa dengan pose bergandengan tangan atau saling berhadapan dari jarak agak jauh.

Foto jenis ini sangat penting untuk memberikan konteks suasana atau ambiance pesta pernikahanmu. Detail bunga, lampu gantung, kursi pelaminan, hingga karpet akan terekam dengan baik.

11. Pose Berdiri Menghadap Depan

Fotografi: By My Sight

Simpel namun bermakna, pose berdiri menghadap depan menyimbolkan kesiapan kalian menghadapi dunia berdua. Berdirilah bersisian menghadap kamera, posisi tangan luwes saja atau sedikit menunjukkan kesiapan. Pandangan mata saling bertatapan dengan tatapan optimis dan senyum percaya diri. 

Kalian bisa memvariasikan genggaman tangan, mulai dari genggaman biasa, tautan jari (interlock), hingga pengantin pria memegang pergelangan tangan wanita dengan lembut. Pastikan posisi bahu sejajar dan tidak ada yang membungkuk. Gaya ini sangat cocok untuk sesi foto formal namun dengan sentuhan emosional yang tidak berlebihan. Foto ini memberikan pesan tersirat: "Kami siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama, apa pun rintangannya."

12. Gaya Bebas atau Freestyle

Fotografi: Gelemotret

Setelah puas dengan gaya-gaya yang proper dan romantis, saatnya untuk bersenang-senang dengan gaya bebas. Tunjukkan kepribadian asli kalian di sesi ini. Jika kalian adalah pasangan yang hobi musik, mungkin bisa berpose seolah sedang bermain gitar atau bernyanyi. Jika kalian suka gaya swag, bisa menggunakan kacamata hitam sebagai properti tambahan di atas pelaminan. 

Gaya bebas ini biasanya menjadi favorit teman-teman dekat yang melihat album foto kalian karena terasa lebih jujur dan "kalian banget". Jangan takut terlihat konyol atau tidak jaim. Pernikahan adalah perayaan kebahagiaan, dan tidak ada cara yang lebih baik untuk menunjukkannya selain menjadi diri sendiri. Foto-foto fun ini akan menjadi penyeimbang yang manis bagi foto-foto ritual adat yang biasanya terkesan berat dan serius.

Tips Menghindari Kekakuan di Depan Kamera

Fotografi: Afif Muhammad Photo

Salah satu tantangan terbesar saat foto di pelaminan adalah rasa kaku atau awkward, terutama jika kamu bukan tipe orang yang ‘banci kamera’. Untuk mengatasinya, cobalah untuk selalu bergerak sedikit di setiap jepretan. Jangan menahan napas karena itu akan membuat postur tubuh terlihat tegang dan bahu naik ke atas. Tarik napas panjang dan hembuskan perlahan untuk merilekskan otot bahu dan leher.

Komunikasi dengan pasangan juga sangat membantu. Ajaklah pasanganmu mengobrol ringan di sela-sela pemotretan untuk mengalihkan fokus dari lensa kamera. Sentuhan fisik seperti mengelus punggung tangan atau merangkul pinggang juga bisa memberikan rasa tenang dan mengurangi kegugupan. 

Pentingnya Pencahayaan atau Lighting

Fotografi: Monchichi Photo

Sebagus apa pun pose yang kamu lakukan, hasilnya tidak akan maksimal tanpa dukungan pencahayaan yang tepat. Di pelaminan, lighting memegang peranan vital. Pastikan penata cahaya dekorasi dan tim fotografer berkoordinasi dengan baik. Hindari spotlight yang terlalu keras menyorot wajah karena bisa menciptakan bayangan kasar di bawah mata dan hidung, serta membuat wajah terlihat berminyak.

Pencahayaan yang ideal adalah cahaya yang lembut dan merata (diffused light) yang memberikan efek glowing pada kulit. Jika pelaminanmu menggunakan banyak lampu LED warna-warni, mintalah fotografer untuk menetralkan warna kulit atau skin tone agar kalian tidak terlihat biru atau ungu di foto. Fotografer profesional biasanya akan membawa lampu tambahan atau flash eksternal untuk mengisi cahaya di area yang gelap dan memisahkan subjek dari background agar foto terlihat lebih berdimensi.

Temukan Vendor Fotografer Terbaik di WeddingMarket

Mewujudkan semua ide gaya foto di atas tentu membutuhkan eksekutor yang handal. Fotografer pernikahan bukan hanya sekadar orang yang memencet tombol rana, tetapi juga sutradara yang akan mengarahkan gayamu, mengatur mood, dan menangkap momen sepersekian detik yang berharga. Memilih fotografer yang tepat adalah investasi kenangan seumur hidup.

Di WeddingMarket, kamu bisa menemukan ratusan portofolio vendor fotografi pernikahan dari berbagai kota dengan gaya yang beragam, mulai dari cinematic, documentary, hingga fine art photography. Kamu bisa membandingkan harga, melihat ulasan dari pengantin sebelumnya, dan berdiskusi langsung dengan vendor mengenai konsep foto yang kamu inginkan. Yuk, cek selengkapnya di sini ya!


Cover | Fotografi: Afif Muhammad Photo


Artikel Terkait



Artikel Terbaru